28 C
Riau Islands
Senin 27 Juli 2026
Beranda blog Halaman 37

Kena Blokir Jadi Pembicara di UGM, Anies : Seharusnya Kampus Netral

Anies Baswedan

HAQQNEWS.CO.ID – Capres nomor urut 1 Anies Baswedan tidak diperbolehkan menjadi pembicara di Universitas Gajah Mada (UGM). Ia pun batal menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang digelar pada Jumat (17/11/2023).

Anies yang batal menjadi pembicara itu mengatakan tak seharusnya pelarangan terjadi di kampus-kampus tempat untuk sebuah gagasan diperbincangkan tanpa kecondongan terhadap suatu apapun.

“Media bisa menilai. Seharusnya kampus netral. Itu aja. Seharusnya netral,” tegas Anies kepada wartawan usai menghadiri Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 2023 di Masjid Az-Zikra, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, (18/11/2023).

Anies yang merupakan alumni UGM batal menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “IDN Future Studium Generale 1.0: Menemukan Jalur Pembangunan yang Berkeadilan di Masa Depan Indonesia” yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (17/11/2023). Hal itu diduga karena ada pihak yang menghalang-halangi.

Ketua Panitia Diskusi IDN Future Studium Generale 1.0 Muhammad Khalid mengakui bahwa panitia mendapatkan informasi dari pihak terkait bahwa Anies tidak diperbolehkan hadir dalam acara diskusi tersebut.

“Kami mendapatkan informasi H-1. Ada pihak yang tidak suka dan menghalangi dengan kehadiran pak Anies. Bahkan terdapat ancaman untuk pembubaran acara apabila beliau tetap hadir,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/11).

Diskusi yang digelar oleh Bersama Indonesia ini dihadiri 500 anak muda ini digelar di Auditorium Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sejak pukul 13.00-17.30 WIB.

Selain Anies, dua duta besar juga batal hadir, yaitu Lars Bo Larsen (Duta Besar Denmark untuk Indonesia) dan Lambert Grijns (Duta Besar Belanda untuk Indonesia).

Adapun pembicara dalam diskusi ini adalah Elisa Sutanudjaja (Direktur Eksekutif Rujak Urban Studies), Tri Mulyani Sunarharum, (Pakar Perencanaan dan Pembangunan Kota UGM), Alfath Bagus Panuntun El Indonesia (dosen Fisipol UGM), dan Prof. Sulfikar Amir (Pakar Sosiologi Perkotaan dari Universitas Teknologi Nanyang, Singapura).

Sebagai gantinya, Thomas Lembong sebagai juru bicara Anies Baswedan memberikan sambutannya dalam acara ini. (HQ1)

Pemerintah Sebut TikTok Shop Pasti Akan Buka Lagi

HAQQNEWS.CO.ID – Pemerintah Indonesia memastikan TikTok Shop kembali akan buka. Namun kemungkinan besar bukan berdiri sendiri atau dengan membuat perusahaan sendiri, tetapi akan menggandeng perusahaan e-commerce yang sudah ada.

Hal tersebut terungkap dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM). ”Pasti akan buka lagi. Informasi yang saya dapat dari TikTok, mereka akan buka dan akan comply (dengan regulasi RI),” ungkap Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi UKM Kemenkop UKM, Temmy Satya Permana, pada Jumat (17/11/2023) saat sejumlah wartawan menemuinya saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, .

Meski begitu ia belum dapat memastikan apakah benar TikTok akan menggandeng e-commerce dan siapa perusahaan yang akan mereka gandeng.

“Tapi saya belum berani ngomong. Tapi kemungkinan dia akan bergabung dengan (e-commerce). Kemungkinan ya, karena kalau dia bikin PT sendiri kayaknya nggak,” sambungnya.

Meski demikian, Temmy menekankan, apapun nanti skema TikTok, perusahaan tersebut harus mematuhi dan menyesuaikan Indonesia. Rencananya, pada 20 November 2023 ini akan ada pertemuan antara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan CEO TikTok Shou Zi Chew.

“Kita sebetulnya minta mereka tanggal 20 (November). Tapi belum ada jawaban dari CEO-nya,” imbuh Temmy.

Temmy mengatakan, sebetulnya TikTok sendiri telah mulai memproses penyesuaian regulasi untuk memisahkan TikTok Shop dengan media sosialnya. Namun karena tenggat waktu singkat dari penerbitan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 31 tahun 2023, TikTok belum sanggup menyelesaikan perizinannya. (HQ1)

Buya Yahya : Jika Tidak Bisa Bantu Palestina, Jangan Dukung yang Membantainya

Buya Yahya
Buya Yahya

HAQQNEWS.CO.ID – Ulama terkenal Buya Yahya mengakui jauh sebelum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa larangan terhadap menggunakan produk yang ikut mendukung negara Israel, masyarakat sejatinya sudah punya fatwa sendiri. Masyarakat dalam hati mereka peduli terhadap kemanusiaan, terutama dalam peperangan yang terjadi antara Israel dan Palestina.

“Yang kami suarakan, jauh sebelum yang disampaikan oleh MUI, kita ingin membangun kepedulian,” tutur Buya Yahya yang dikutip dari YouTube Al-Bahjah TV.

”Itu sudah lama kita (lakukan), bukan hari ini saja, bukan setelah adanya (fatwa) MUI. itu sebetulnya sebelum adanya MUI kita sudah punya fatwa sendiri di hati kita, ini kan fatwa cinta, fatwa kasih, kita harus punya kepedulian,” imbuh Buya Yahya.

Sehingga dengan adanya fatwa tersebut, masyarakat bisa membantu Palestina dengan tidak mendukung bisnis orang yang pro terhadap Israel. Menurutnya, itu adalah martabat tingkat tertinggi yang bisa dilakukan.

”Jadi, harapannya adalah martabat tertinggi Anda menjadi orang yang bisa membantu Palestina tanpa harus membantu bisnis orang-orang yang mengarah kepada dukungan Israel, itu kan tingkat tinggi,” tegas Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan, jika tidak membantu Palestina yah sudah diem, tapi jangan membantu Israel itu sudah lumayan. Jangan jadi yang setelahnya, sudah tidak membantu Palestina ternyata masih membantu yang mendukung Israel, nurani Anda di mana? ”Kalau seandainya Anda juga tidak bisa membantu Palestina, tapi Anda jangan membantu yang membantai kemanusiaan di sana dong, itu saja,” imbuhnya. (HQ1)

Antisipasi Sisi Negatif Medsos pada Pemilu 2024

Arham

ARUS media sosial alias medsos kian tak terbendung menggempur berbagai sisi bidang kehidupan manusia. Berbagai platform medsos begitu pesat perkembangannya dan menawarkan kemudahan berkomunikasi. Namun tetap tak terlepas dari sisi negatifnya yang perlu pengantisipasian khususnya menghadapi agenda nasional kepemiluan 2024.

Data terbaru bulan Februari 2022, menurut Datareportal, digitaliasi Indonesia bertumbuh sangat cepat. Penggunaan telepon seluler mencapai 370,1 juta. Angka yang sudah melebihi populasi dengan persentase 133,3 persen. Artinya satu orang lebih dari satu smartphone. Sedangkan pengguna aktif media sosial sebanyak 191,4 juta atau sebesar 68,9 persen populasi.Angka pengguna aktif medsos tersebut tidak berbeda jauh dengan angka partisipasi pemilih dalam beberapa kali pemilihan kepala daerah. Tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah Indonesia tahun 2020 sebesar 76,9 persen, tahun 2015 sebesar 70 persen, tahun 2017 sebesar 74 persen, dan sebesar 73,2 persen pada tahun 2018.

Tidak mengherankan setiap menjelang kepemiluan, pengguna aktif medsos terasa lebih riuh kalau tak mau dibilang gaduh. Sayangnya tidak semua postingan yang muncul ke berbagai platform medsos terverifikasi dengan benar. Seringkali justru menimbulkan pertentangan dan debat panjang tak berujung hanya menghabiskan energi.

Data yang dapat diakses dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia menunjukkan pengguna aktif medsos menyebarkan konten konten hoaks dengan dominasi konten palsu sebesar 34 persen, konten manipulasi sebesar 23,4 persen, konten menyesatkan 21,3 persen, konten salah 17 persen, konten tiruan 2,1 persen, serta konten satire 2,1 persen.

Pemelintiran konten-konten medsos telah membuat masyarakat yang masih lemah literasi kesulitan memilah informasi yang mereka konsumsi. Seringkali pula mereka begitu tertarik dengan konten yang ada kemudian meneruskannya ke grup medsos tanpa upaya memfilter. Contohnya ditemukan konten seorang paslon pilkada gubernur sedang menggalang dana atau sumbangan untuk kampanye lalu masyarakat begitu saja memercayainya dan akhirnya masih ada saja yang tertipu.

Berbagai konten hoaks telah terbukti menggempur melalui medsos pada Pemilu 2019. Hal itu tergambar dengan jelas berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Kominfo yang mengidentifikasi setidaknya 62 konten hoaks terkait kepemiluan. Konten-konten hoaks tersebut melakukan serangan informasi palsu yang menyesatkan terhadap pemerintah, terhadap presiden, terhadap partai, serangan kepada para calon sampai kepada informasi menyesatkan soal PKI dan China. Pun penyelenggara pemilu tak luput dari serangan hoaks medsos, contohnya seperti konten akan diadakannya pemilu online oleh KPU, ancaman pembunuhan terhadap anggota KPU, dan pendatang China akan diberi arahan oleh KPU untuk mencoblos di TPS.

Serangan demi serangan melalui berbagai platform medsos menjadi sangat berbahaya dan menyesatkan bagi masyarakat yang menjadi peserta pemilih dalam momen kepemiluan. Cara kerja medsos dengan jangkauan yang luas dapat saja memengaruhi opini publik jika tidak ada antisipasi sisi negatifnya. Menurut pakar media Cobb and Elder, karena jangkauan dan ekspansi yang luas maka media dapat saja memberikan tekanan dan memengaruhi agenda publik yang sedang berjalan. Untuk itu perlu pengantisipasian sisi negatif medsos yang menyerang dengan jangkauan luas, dari penyelenggara kepemiluan itu sendiri.

Penyelenggara kepemiluan dapat melakukan langkah kreatif untuk memulai melakukan penetrasi kepada medsos yang merupakan habitat berkembangnya hoaks. Selain penggunaan medsos melalui akun-akun bersifat manual, tidak ada salahnya penyelenggara mulai menggunakan konsep digital marketing yang secara otomatis dan bertarget dapat menjangkau publik yang lebih luas.

Penggunaan konsep digital marketing akan dapat menjangkau audien secara bertarget sesuai dengan kelompok umur dan wilayah daerah pemilihan. Sehingga sosialisasi yang dilakukan penyelenggara kepemiluan dapat ‘’menghantui’’ setiap pemegang smartphone dan sosialisasi yang digencarkan penyelenggara akan selalu terlihat saat pengguna membuka platform medsosnya.

Langkah tak kalah kreatifnya, tentu saja harus berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai alternatif agar kesuksesan kepemiluan dapat diraih. Sebagaimana diketahui tata kelola kolaboratif sudah menjadi arus utama di dunia untuk menyukseskan suatu agenda tidak terkecuali untuk agenda bersama kepemiluan.

Proses kolaboratif model Ansell dan Gash (2008) yang sangat terkenal dapat menjadi inspirasi penyelenggara kepemiluan dalam melakukan kolaborasi pemerintahan (collaborative governance). Proses kolaborasi dapat digabungkan dengan model penta helix, di mana lima pemangku kepentingan, yakni pemerintah, dunia usaha, universitas/akademisi, masyarakat madani, dan media massa akan dapat mendukung agenda bersama kepemiluan dengan harapan akan menghasilkan kepemimpinan yang mensejahterahkan masyarakat. ***

Penulis: ARHAM

Jurnalis/Praktisi Media, Mahasiswa Pascasarjana Administrasi Publik Universitas Terbuka

______________________

Sumber : Batampos.co.id

Tiket Feri Online Bakal Berlaku di Sekupang dan Punggur

HAQQNEWS.CO.ID – Tiket online (e-tiketing) bakal berlaku di dua pelabuhan feri domestik Pulau Batam. Uji coba penerapannya sedang berlangsung dan dalam waktu dekat akan segera berlaku, sehingga calon penumpang tidak perlu antre sebelum keberangkatan.

Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) melakukan uji coba untuk dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Feri Domestik Sekupang dan Pelabuhan Telagapunggur. BP Batam sudah melakukan penandatanganan perjanjian Pelayanan E-ticketing dan Tata Cara Pengadministrasian Layanan Pass Penumpang Domestik antara Badan Pengusahaan Batam dalam hal ini Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam, dan 18 (delapan belas) pimpinan perusahaan operator kapal domestik bertempat di Marketing Centre, BP Batam, Selasa (7/11/2023) lalu.

Tercatat 10 (sepuluh) perusahaan operator kapal domestik di Terminal Domestik Sekupang dan 8 (delapan) perusahaan operator kapal domestik di Terminal Domestik Telagapunggur yang melakukan penandatanganan perjanjian layanan E-ticketing dengan BP Batam.

Adapun dalam penyelenggaraan E-ticketing di Pelabuhan Domestik Batam, para operator kapal domestik juga menggandeng dua perusahaan provider antara lain PT Easybook Teknologi dan PT Mitra Kasih Perkasa yang telah lama berkecimpung dalam penyediaan tiket online.

”Penandatanganan perjanjian merupakan upaya BP Batam meningkatkan pelayanan terutama kemudahan bagi calon penumpang dalam melakukan pemesanan tiket dan efisiensi layanan sehingga tidak ada lagi antrean pembelian tiket di pelabuhan, terutama saat high season,” ujar Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar.

Dendi menambahkan bahwa uji coba penerapan E-ticketing dilakukan mulai tanggal 8-12 November 2023. Jika uji coba lancar, maka BP Batam akan melakukan sosialisasi penerapan E-ticketing kepada stakeholder jasa kepelabuhanan dan media massa dilanjutkan dengan kegiatan soft launching yang ditargetkan terlaksana pada 14 November mendatang.

BP Batam sendiri, lanjut Dendi, telah melakukan koordinasi secara intens dengan asosiasi INSA (Indonesian National Shipowners’ Association) DPC Batam, PELRA (Pelabuhan Rakyat) DPC Batam, operator kapal domestik, perbankan dan perusahaan penyedia sistem sejak Agustus 2023.

“Diharapkan dengan penerapan E-ticketing ini, proses perjalanan penumpang kapal di Pelabuhan Domestik Sekupang dan Telagapunggur akan menjadi lebih efisien dan transparan, serta meningkatkan pengalaman penumpang dalam menggunakan layanan transportasi laut di Kota Batam,” imbuhnya.

Terlebih, imbuh Dendi, Kota Batam merupakan transit hub bagi wisatawan domestik dan mancanegara yang akan melakukan perjalanan ke pulau-pulau lain di dalam wilayah Kepulauan Riau maupun Provinsi Riau. “Penerapan tiket online ini tentunya akan memberikan kemudahan bagi penumpang yang berada di kota lain yang ingin menuju atau berangkat dari Pelabuhan Domestik Sekupang maupun Telaga Punggur ke tujuan pulau berikutnya,” ujarnya. (HQ1)

Swalayan Besar Tanjungpinang Berani Boikot Produk Pendukung Israel

Alhamdulillah, sudah ada yang berani dan mudah-mudahan swalayan lain mau mengikuti langkah baik dari Al-Baik ini,” ujar Bambang, Senin (13/11/2023) di Tanjungpinang, Kepri.

Sofyan Wardana, karyawan Al Baik mengakui swalayan tempatnya bekerja telah ikut mengambil bagian dan langkah yang sesuai dengan MUI fatwakan.

Ia mengemukakan, meski masih ada barang-barang dan produk yang masuk dalam lis yang dilarang sesuai Fatwa MUI, akan tetapi pihaknya tidak lagi menjualnya.

“Kita beri penjelasan kepada pelanggan. Jika ada yang mau beli, ya mohon maaf barang itu tidak bisa dikeluarin atau dibayar,” ungkapnya.

“Masih kita pajang beberapa produk, karena untuk memenuhi rak saja biar tak terlihat kosong. Tapi kita lebelin kok dengan kalimat barang ini tidak dijual karena mengikuti fatwa MUI,” jelasnya kepada media setempat. (HQ1)

Kendaraan Listrik Siap Beroperasi di Pulau Penyengat

Gubernur Ansar Targetkan Bebas Becak Motor

HAQQNEWS.CO.ID – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, SE, MM menargetkan Pulau Penyengat bebas dari becak motor. Becak motor yang ada saat ini akan berganti dengan kendaraan listrik dari Pemerintah Provinsi Kepri.

Saat ini Pemerintah Provinsi Kepri sudah menghadirkan 11 unit kendaraan listrik di pulau yang merupakan kawasan wisata budaya dan sejarah tersebut.

“Sudah ada tiba 11 unit kendaraan listrik yang siap beroperasi sebagai alat transportasi guna menggantikan becak motor yang ada saat ini,” ungkap Gubernur Ansar di Pulau Penyengat pada Senin (13/11/2023).

Alasan pemilihan kendaraan listrik karena lebih ramah lingkungan dan nyaman bagi wisatawan. Selain itu bentuknya yang lebih menarik dan mendukung keunikan Pulau Penyengat.

Ansar sendiri menargetkan akan terus mempercantik pulau itu sehingga menjadi magnet dan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ia berjanji akan melanjutkan kerja sama dengan berbagai pihat, termasuk menambah kendaraan listrik di sana.

Menurut dia jumlah becak motor yang beroperasi di sana sebanyak 27 akan tetapi baru 11 kendaraan listrik yang tiba untuk Penyengat. Untuk itu bagi supir becak motor yang belum mendapatkan kendaraan listrik untuk bersabar sampai dengan tahun depan. Dia berjanji akan menambahnya pada tahun 2024.  (HQ1)

Gubernur Ansar Minta Bantu Mabes Polri Cek Siapa Pengirim Demo Jakarta

HAQQNEWS.CO.ID – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad, SE, MM mengaku telah meminta Mabes Polri untuk mengecek siapa yang mengirim pendemo ke Jakarta dan menuding dirinya sebagai dalang kerusuhan masyarakat Pulau Rempang.

”Kita minta bantu Mabes Polri mengecek siapa yang mengirim-ngirim orang itu ke sana (Jakarta). Apa tujuannya? Silakan aja,” tegas Ansar saat menggelar konferensi pers pada Jumat (10/11/2023) di Hotel Aston, Batam.

Saat konferensi pers, Ansar didampingi oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Luki Zaiman Prawira, Kadiskominfo Kepri Hasan, Kadis DPMPTSP Hasfarizal, dan sejumlah pegawai lainnya.

Ansar sendiri mengaku tahu siapa orang-orang yang menggelar demo di depan Mabes Polri Jakarta dan meminta dirinya untuk diperiksa karena diduga terlibat sebagai dalang kerusuhan Rempang. ”Orang-orangnya kita tahu kok, kita kenal,” imbuh Ansar.

Menurut Ansar persoalan kasus Rempang sebenarnya sudah dingin, sehingga jangan lagi ada opini-opini yang membuat suasana panas. Untuk itu ia meminta kepada Kepala BP Batam untuk fokus saja mengurus investasi di Pulau Rempang.

”Saya sudah sampaikan kemarin, mari fokus selesaikan masalah Rempang dengan baik. Kita justru jauh itu lebih penting mengejar investasi. Tapi harus membuat masyarakat kita lebih baik ke depan, daripada membangun polemik seperti ini. Saya tidak tahu ini, karena mungkin menyangkut elektabilitas popularitas begini. Sehingga mencari-cari kambing hitam,” ujar Ansar.

Sebagai pemimpin politik dirinya mengaku tidak akan memperkeruh suasana, dengan membangun polemik. Harus memilah urusan politik terpisah dengan kepentingan investasi. Ia mengajak Kepala BP Batam, fokus investasi, harus berjalan dengan baik dan masyarakat harus ditangani dengan baik.

”Saya ini pemimpin politik juga, dari dulu saya bisa membedakan mana urusan politik mana urusan pribadi. Ketika memimpin rapat di BP, itu berkali-kali saya sampaikan jangan ada bicara-bicara masalah politik. Urusan politik harus dipisahkan. Dengan kepentingan investasi kita fokus investasi ini berjalan dengan baik,” pesannya.

Sebelumnya terjadi aksi demo di depan Mabes Polri Jakarta yang mendesak Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk segera memeriksa Gubernur Kepri terkait dugaan menjadi dalang kerusuhan masyarakat rempang, yang mengakibatkan banyak korban luka-luka. (HQ1)

BACA JUGA : Gubernur Kepri Berharap pada Kepala BP Fokus Tuntaskan Soal Rempang

Kasatpol PP dan Kadis Perikanan Kota Batam Ikuti Seminar PKN 2023

Dua Pejabat Esselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Imam Tohari, SH, MH (kiri) dan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Ridwan Afandi, S.STP, M.Eng (kanan) bersama Setdako Batam Jefridin.

HAQQNEWS.ID – Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, M.Pd. menjadi mentor seminar implementasi proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2023 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama Tandes Surabaya, Rabu (8/11/2023).

Diungkapkannya, dua Pejabat Esselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang mengikuti seminar implementasi Proyek Perubahan peserta PKN Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2023 adalah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam, Imam Tohari, SH, MH dan Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Ridwan Afandi, S.STP, M.Eng.

“Sebelumnya dua kepala dinas ini sudah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXII Tahun 2023 dan sudah menyusun/merancang proyek perubahan instansi. Agenda hari ini adalah seminar implementasi proyek perubahan peserta pelatihan kepemimpinan nasional,” jelas Jefridin selaku mentor.

Seminar ini dilaksanakan dalam rangka penyempurnaan proyek perubahan yang sudah dirancang oleh peserta pelatihan kepemimpinan nasional. Adapun judul proyek perubahan yang telah dirancang oleh Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Ridwan Afandi adalah Pemberdayaan Pelaku Usaha Perikanan melalui Sistem Integrasi Kegiatan dan Bantuan Perikanan (Perlakuan Si-Ikan).

Sementara judul proyek perubahan yang dirancang Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam Imam Tohari adalah Respon Cepat Pelaporan Masyarakat melalui Sistem Pelaporan Tindak Pidana Ringan Pelanggaran Perda/Perkada Kota Batam dengan aplikasi “Siap GARDA”.

“Melalui pelatihan kepemimpinan nasional ini semakin memotivasi para perangkat daerah untuk berkreasi dan berinovasi demi mendukung terwujudnya visi misi Pemerintah Kota Batam. Jadi, id e yang didorong ini sangat implementatif dan sangat memberikan dorongan positif kepada pemerintah daerah Kota Batam. Dalam merespon pelanggaran pidana ringan Perkada/Perda. Begitu juga dalam pemberdayaan pelaku usaha perikanan akan dikelola secara baik melalui sistem integrasi kegiatan dan bantuan perikanan di Kota Batam,” tutur Jefridin menjelaskan dua rancangan proyek perubahan tersebut.

Bahkan beberapa waktu lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Pemko Batam meluncurkan aplikasi Sistem Pelaporan Tindak Pidana Ringan Perda Perkada (SIAP GARDA). Melalui aplikasi ini masyarakat dapat melaporkan langsung jika melihat tindak pidana ringan (Tipiring).

Dari keseluruhan jumlah Perda sebanyak 39 Perda di Pemko Batam, yang memuat sanksi ada 11 Perda yang ditangani oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam dalam penyelenggaraan pidana ringan (Tipiring). Aplikasi hadir sebagai kanal aspirasi dan pengaduan berbasis online bagi masyarakat yang memiliki keluhan mengenai pelanggaran atas ketentraman dan ketertiban umum. Serta pelayanan publik di Kota Batam yang terintegrasi yang sangat mudah digunakan.

Sementara melalui proyek perubahan yang diusulkan oleh Kepala Dinas Perikanan diharapkan tertatanya pola pembinaan dan pemberdayaan pelaku usaha perikanan di Kota Batam. Terwujudnya data perikanan dan pelaku usaha perikanan yang terintegrasi, terwujudnya sistem informasi yang terintegrasi serta adanya kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan menggunakan aplikasi SI-IKAN. (teguh)

.𝐒𝐞𝐦𝐢𝐧𝐚𝐫 𝐈𝐦𝐩𝐥𝐞𝐦𝐞𝐧𝐭𝐚𝐬𝐢 𝐏𝐫𝐨𝐲𝐞𝐤 𝐏𝐞𝐫𝐮𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐏𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 Kas𝐏𝐊𝐍 𝐓𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐈𝐈/𝐗𝐗𝐈𝐈 𝟐𝟎𝟐𝟑