back to top
27.8 C
Riau Islands
Senin 15 Desember 2025
Beranda blog

OPD Penghasil dan BUMD Berkinerja Lemah Sebabkan Krisis Fiskal Kepri

Wahyu Wahyudin

Haqqnews.co.id Kinerja lemah dari dinas-dinas penghasil uang daerah (OPD) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dituding sebagai penyebab utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak naik signifikan. Akibatnya, uang daerah semakin tipis, pembangunan bisa terhambat, dan beban gaji pegawai membengkak.

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin. S.E., M.M., sudah memeringatkan sejak pertengahan 2025 bahwa hal itu seperti “alarm darurat keuangan daerah”. Beban gaji pegawai sudah hampir melebihi 30 persen dari anggaran daerah (APBD). “Gaji pegawai sudah terlalu besar, lebih dari 30 persen anggaran. Kalau dinas penghasil PAD tidak segera digerakkan, anggaran kita bisa ambruk,” katanya, dikutip 14 Desember 2025 dari situs DPRD Kepri.

Wahyu menyalahkan dinas teknis seperti BP2RD dan DKP karena kurang inisiatif. Mereka gagal pakai cara sederhana seperti potong pajak sementara, hapus denda lama, atau promosi layanan agar orang lebih banyak bayar pajak. “Diskon pajak, hapus denda, promosi layanan—itupun belum dimanfaatkan sepenuhnya. Padahal ini bisa langsung bikin orang mau bayar pajak lebih banyak,” ujarnya.

Ia mengusulkan untuk membuat unit lab terpadu dari fasilitas dinas yang sudah ada, untuk uji kualitas ikan, tanaman, dan produk kecil. “Kita sudah punya lab di beberapa dinas, tapi belum dijadikan bisnis daerah. Kalau dioptimalkan, ini bisa jadi sumber uang baru yang stabil,” tambahnya.

Wahyu juga mengeritik pengelolaan tanah kosong, bangunan rusak, dan gudang tak terpakai milik daerah yang dibiarkan menganggur, bukan disewakan atau diajak kerja sama investor. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pun disebut jadi beban karena tidak membantu menambah PAD. “BUMD jangan cuma makan anggaran. Harus kejar target dan punya rencana bisnis. Kalau stuck terus, lebih baik dievaluasi total,” tegasnya.

Untuk itu, DPRD meminta Pemprov segera merapatkan dinas penghasil PAD, buat rencana yang lebih jelas, dan periksa ulang BUMD. “Kita tak bisa bergantung lagi pada dana pusat. Kalau Kepri mau mandiri dan bangun sendiri, PAD harus prioritas utama,” tutup Wahyu. (*/hq1)

PNS Kepri Kini Dibayangi Potongan TPP 23,04 Persen

Foto ilustrasi.

Haqqnews.co.id – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) dibayangi pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bukan hanya 7,65 persen. Akan tetapi mencapai 23,04 persen sepanjang tahun 2026.

Pemprov Kepri sebelumnya mengungkapkan rencana besaran potongan TPP sebesar 7,65 persen setiap bulannya. Namun, ketika ditambah dengan pembayaran TPP yang hanya diberikan 10 bulan (bulan ke-11 dan ke-12 tidak dibayar), potongan sebenarnya menjadi jauh lebih besar, yaitu sekitar 23,04 persen dari total TPP tahun 2026.

Hitungan sederhananya, sebagai berikut:  ​

Jika TPP normal setiap bulan adalah Rp1 juta (sebagai contoh), maka:

Kondisi Normal:

  • TPP per bulan: Rp1 juta

  • Dibayar 12 bulan

  • Total TPP setahun: Rp12 juta

Rencana Tahun 2026 (dengan kebijakan baru):

  • TPP per bulan setelah dipotong 7,65%: Rp923.500

  • Dibayar hanya 10 bulan

  • Total TPP setahun: Rp9.235.000

  • Total pengurangan: Rp2.765.000 atau 23,04 %

Meskipun potongan yang diumumkan sebesar 7,65 persen per bulan, namun dampaknya PNS Kepri saat ini dibayangi pengurangan TPP tahunan mencapai sebesar 23,04 persen.

Kekhawatiran Beban Hidup

PNS Pemprov Kepri mayoritas tinggal di daerah kepulauan dengan biaya hidup tinggi, seperti harga sembako, transportasi antarpulau, dan sekolah anak yang mahal. Banyak yang bergantung pada TPP sebagai penopang utama gaji bulanan, untuk bayar cicilan rumah KPR, motor, atau pinjaman bank. Keresahan mereka akibat rencana potongan TPP kan bertambah karena trauma keterlambatan TPP pada 2025.

Seorang PNS senior di Tanjungpinang curhat, “Janji 22 September 2024 bilang TPP aman, eh sekarang bohong besar. Cicilan rumah, sekolah anak, semuanya terancam macet. Hidup di kepulauan ini sudah mahal!”

PNS lain protes, “Kami kerja bertahun-tahun, kok PPPK baru yang dapat prioritas? TPP kami dipotong 7,65 persen secara keseluruhan, plus dua bulan hilang, sementara tunggakan TPP 2025 selama ini sudah bikin trauma.” Banyak pegawai khawatir ekonomi keluarga goyah, belanja harian terpangkas.

Kebanyakan PNS merasa khawatir dengan pengurangan pendapatan yang signifikan. Dengan potongan efektif sebesar 23,04 persen per tahun, hal ini memengaruhi kemampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama di masa inflasi.

Para PNS mengungkapkan kekhawatiran bahwa dampak kebijakan ini lebih besar dari yang sebelumnya mereka bayangkan ketika hanya mendengar angka 7,65 persen.

Gubernur Kepri Sebut Bersifat Sementara

Namun Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M. berjanji bahwa kebijakan potongan TPP bersifat sementara. Ketika kondisi keuangan daerah membaik, TPP ASN akan dikembalikan ke normal atau bahkan ditambah.

“Ketika APBD sudah mulai membaik ditopang sumber-sumber pendapatan baru, maka TPP ASN akan kembali normal, bahkan bisa saja bertambah nominalnya,” imbuh Ansar.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah agar TPP tetap berjalan optimal. “Ini upaya kita agar TPP 13 dan TPP 14 tetap terpenuhi. Kami berkewajiban memberikan yang terbaik untuk ASN,” imbuhnya. (*/hq1)

PNS Kepri Mulai Resah, TPP Hilang 2 Bulan, Janji 2024 Berantakan!

Ilustrasi

Haqqnews.co.id – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mulai resah. Mereka kaget karena Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) rencananya dihilangkan dua bulan, yaitu November dan Desember 2026.

Dua bulan TPP itu sudah dihapus dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun depan. Padahal, ini bertentangan dengan janji Pemprov pada 22 September 2024. Janji 2024 berantakan !  Saat itu, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) lewat konferensi pers bilang TPP ASN pasti aman dan tidak akan dipotong sama sekali. Isu pemangkasan disebut hanya hoaks.

PNS Pemprov Kepri mayoritas tinggal di daerah kepulauan dengan biaya hidup tinggi, seperti harga sembako, transportasi antarpulau, dan sekolah anak yang mahal. Banyak yang bergantung pada TPP sebagai penopang utama gaji bulanan, untuk bayar cicilan rumah KPR, motor, atau pinjaman bank. Keresahan mereka makin tinggi karena trauma keterlambatan TPP pada 2025.

Seorang PNS senior di Tanjungpinang curhat, “Janji 22 September 2024 bilang TPP aman, eh sekarang bohong besar. Cicilan rumah, sekolah anak, semuanya terancam macet. Hidup di kepulauan ini sudah mahal!”

PNS lain protes, “Kami kerja bertahun-tahun, kok PPPK baru yang dapat prioritas? TPP kami dipotong 7,65 persen secara keseluruhan, plus dua bulan hilang, sementara tunggakan TPP 2025 selama ini sudah bikin trauma.” Banyak pegawai khawatir ekonomi keluarga goyah, belanja harian terpangkas.

Alasan penghapusan TPP dua bulan karena dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat turun Rp495 miliar, plus biaya tunjangan untuk 6 ribu PPPK baru. Total pemangkasan TPP mencapai 7,65 persen mulai Januari hingga Oktober 2026, plus hilangnya November dan Desember 2026.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, S.E, M.M., mengonfirmasi pemangkasan ini bersifat sementara demi jaga APBD tetap kuat. “TPP akan normal lagi kalau PAD membaik. THR dan gaji ke-13 tetap dibayar penuh, mohon ASN maklum demi kepentingan bersama,” ujarnya. (hq1)

PWI Kepri Salurkan Donasi “Malam Sastra Luka Sumatera” Via Baznas Batam untuk Dapur Umum dan Layanan Kesehatan

Tim Kesehatan dan Relawan Baznas Kota Batam di lokasi pengungsian korban banjir Sumatera.

Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau bersama PWI Batam dan Komunitas Seniman Rumahitam Batam menyalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp9.075.000 untuk korban banjir di Sumatera. Donasi hasil ”Malam Sastra Luka Sumatera” diserahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam pada Senin (8/12/2025) sore.

Wakil Ketua II Baznas Kota Batam, Muhith Marzuqi Sodho, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PWI dan komunitas seniman Batam yang telah berinisiatif menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana. “Terima kasih tak terhingga kepada PWI Kepri, PWI Batam, dan Komunitas Seniman Rumahitam Batam yang telah ikhlas membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” imbuhnya.

Donasi langsung disalurkan melalui tim Baznas yang sejak awal berada di lapangan, memberikan layanan kemanusiaan di wilayah terdampak banjir—mulai dari pembangunan dapur umum hingga pelayanan kesehatan gratis.

Baznas mendirikan dapur umum di sejumlah titik di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. Di Aceh, dapur umum beroperasi di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, dan Desa Meusi, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen. Sementara di Sumatra Barat, dapur umum berada di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang. Di Sumatra Utara, layanan didirikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Layanan Kesehatan untuk Korban Banjir

Selain dapur umum, Baznas juga menurunkan tim kesehatan Rumah Sehat Baznas (RSB) di Desa Marlempang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Tim ini terdiri atas tenaga medis seperti dr. Guntara, Nadilla Tri Putri Maharani, S.KL., dan Hanifah Almukarramah, A.Md., Farm. Untuk perawatan luka, layanan poli dikomandoi oleh Ns. Bustamam, S.Kep., ACP., CWCC., C.Ht., serta Trikana Prayoga, A.Md., Kep.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut tercatat 108 penerima manfaat, meliputi 102 layanan pemberian obat, 5 tindakan penjahitan luka, serta perawatan luka terbuka dan diabetes. Penyakit yang paling banyak diderita korban antara lain ISPA, dermatitis, hipertensi, serta ulkus diabetikum.

Aksi Kepedulian Jurnalis dan Seniman

Sebelumnya, ”Malam Sastra Luka Sumatera” digelar pada Sabtu (6/12/2025) malam di Suratan Coffee Rumahitam, depan Gedung Beringin Sekupang, Batam. Acara berdurasi dua jam tersebut diisi dengan pembacaan puisi dan donasi spontan dari para jurnalis serta seniman Batam.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani menyampaikan bahwa seluruh donasi telah diserahkan dan segera dimanfaatkan oleh Baznas untuk membantu korban banjir. “Alhamdulillah, hasil penggalangan dana sebesar Rp9.075.000 sudah kami serahkan ke Baznas Batam dan kini telah disalurkan untuk masyarakat terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” tutupnya.(*/hq1)

Misi Dagang Kepri, Transaksi Jatim Meledak

Gubernur Jatim, Khofifah saat mengunjungi salah satu stan bersempena misi dagang Jatim dengan Kepri, di Batam.

Haqqnews.co.id Jawa Timur (Jatim) mencetak prestasi gemilang dengan meraup surplus neraca dagang mencengangkan Rp996.795.294.000 dalam misi dagang bersama Kepulauan Riau (Kepri) di Batam Expo Centre pada 7-8 Desember 2025. Jika ditotal dengan Malaysia, transaksi Jatim meledak hingga Rp4.456.849.425.486—rekor tertinggi dari 12 misi dagang Jatim, dengan kumulatif mencapai Rp27,35 triliun sejak 2019.

Alhamdulillah, kali ini misi dagang menghasilkan komitmen transaksi final senilai Rp4.456.849.425.486. Merupakan total transaksi Perdagangan Jatim-Kepri dan Jatim-Malaysia. Jatim berhasil menjual ke Kepri Rp1.078.695.294.000 dan Jatim membeli dari Kepri Rp81.900.000.000,” ungkap Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan resminya.

Hitungan sederhananya Kepri ketinggalan jauh: Transaksi Jatim dari Kepri tembus Rp1.078.695.294.000, didorong komoditas unggulan seperti kopi robusta, kluwak, vanili, kemiri, rokok, telur ayam, susu, mesin las, pakan udang, benur vannamei, beras, bawang merah, daging ayam, dan daging sapi. Sementara transaksi Kepri dari Jatim hanya Rp81.900.000.000, terutama ikan beku seperti cakalang, layur, dan layang. Selisihnya? Rp1.078.695.294.000 – Rp81.900.000.000 = Rp996.795.294.000, surplus mutlak buat Jatim.

Tambahan Letter of Intent (LoI) Jatim-Malaysia senilai Rp3.296.254.131.486 untuk tembaga, cassava, krim kelapa beku, kerupuk mentah, buah kering, dan sayur kering makin mengukuhkan dominasi Jatim dalam misi dagang ini.

Dorong Sinergi Maksimal Antar Daerah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa hadir langsung menyerahkan MoU dan LoI, yang mengukuhkan bahwa misi dagang kali ini menjadi bukti sinergi antar-daerah yang semakin kuat. Surplus ini, lanjutnya, jadi modal ekspansi Jatim yang lebih besar lagi demi kemajuan ekonomi nasional. Di sisi lain, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan bahwa kolaborasi Jatim-Kepri memperkuat hubungan kedua provinsi. Meski dalam hal ini Kepri defisit dalam transaksi, namun optimis meningkatkan daya saing produk lokal seperti hasil laut melalui strategi baru dan inovasi. Keduanya, baik Khofifah maupun Ansar, menekankan pentingnya momentum misi dagang guna pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Event misi dagang dua hari penuh ini melibatkan ratusan pelaku usaha dari Jatim dan Kepri, ditambah sesi bisnis-ke-bisnis (B2B) intensif dengan Malaysia. Penutupan resmi pada Minggu, 8 Desember 2025, di Batam Expo Centre pun jadi panggung sukses kolaborasi antar kedua provinsi.

Kemenangan bagi Jatim dapat memperkuat posisinya sebagai raksasa dagang daerah, sementara Kepri mendapat pelajaran berharga soal strategi transaksi dagang. Para pelaku usaha antusias dan berharap misi serupa dapat digelar secara rutin untuk menyeimbangkan neraca dagang, mendorong pertumbuhan bersama, dan menciptakan ekosistem bisnis nasional yang lebih tangguh. (*/hq1)

BP Batam Luncurkan MANTAB: Senjata Baru Lawan Pengangguran 7,68 Persen

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad meluncurkan Manajemen Talenta Batam (MANTAB), pada Senin (8/12/2025).

Haqqnews.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi meluncurkan inovasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) pada Senin (8/12) di Balairungsari Lantai 3, Gedung BIDA Utama BP Batam, Batam Center. Program berbasis teknologi ini dirancang khusus untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka di Batam yang mencapai 7,68% pada 2024—jauh di atas rata-rata nasional 4,82%—serta mengurangi mismatch keterampilan antara tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad memimpin acara peluncuran yang dihadiri Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis, Direktur Pengembangan KPBPB & KEK Irfan Syakir Widyasa, serta Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan. MANTAB memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) sebagai sistem terintegrasi untuk menciptakan talenta siap kerja, sekaligus menjadikan Batam sebagai pusat investasi global yang kompetitif dengan daya saing tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masalah ketenagakerjaan di Batam semakin mendesak. Dari 33.795 lamaran kerja yang masuk ke industri sepanjang 2024, hanya 5,56% yang lolos seleksi karena keterampilan pelamar belum sesuai standar perusahaan.

Baca Juga :

Kepri Jobless Growth: Ekonomi Meroket Kurang Serap Tenaga Kerja

Pengangguran Kepri Terparah Kedua Se-Indonesia

Industri Tumbuh, Rakyat Tertinggal: BI – PWI Kepri Dorong Ekonomi Inklusif

Fary Francis menekankan bahwa MANTAB menjadi jembatan krusial untuk mengatasi kesenjangan ini. “Batam memiliki potensi industri besar, tapi sering kali kemampuan tenaga kerja tidak match dengan kebutuhan. MANTAB menghubungkan talenta lokal dengan permintaan pasar nyata, sehingga pencari kerja bisa tingkatkan kompetensi secara tepat sasaran,” ungkap Fary.

Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan digital, tapi juga memetakan kebutuhan industri secara real-time melalui AI, memungkinkan pelamar kerja mengikuti kursus yang relevan sebelum melamar. Dengan demikian, BP Batam berharap angka pengangguran bisa turun signifikan di tahun-tahun mendatang, sambil mendukung pertumbuhan ekonomi Batam sebagai kawasan ekonomi khusus yang atraktif bagi investor. Peluncuran MANTAB ini menjadi komitmen konkret BP Batam untuk memberdayakan SDM lokal menghadapi era industri 5.0. (*/hq1)

PWI Tanjungpinang Buka Pintu Kolaborasi Pendidikan Jurnalistik dengan UMRAH

Berpose bersama Rektor Umrah Rektor Umrah Prof Agung Dhamar Syakti (berdasi) didampingi Wakil Rektor III UMRAH Suryadi, Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi, dan para pengurus dan anggota usai audiensi di gedung Rektorat Ismeth Abdullah, Senin 8 Desember 2025. (Foto: Dokumen PWI Tanjungpinang)

Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang melakukan audiensi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang pada Senin (8/12/2025). Pertemuan ini ditandai sebagai langkah awal strategis untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan jurnalistik, sekaligus membuka peluang sinergi antara dunia pers dan institusi akademik di wilayah Kepulauan Riau.

Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan wujud nyata komitmen organisasinya dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama institusi pendidikan tinggi. Ia juga menegaskan posisi kepengurusan PWI pasca-penyelesaian dualisme melalui Kongres Persatuan PWI pada Maret lalu, di mana kepengurusan Kepri yang sah kini berada di bawah Ketua Saibansah Dardani.

“Prinsipnya, visi dan misi PWI adalah kolaborasi dengan para stakeholder. Fokus utama kami tentu berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, hingga peningkatan kompetensi wartawan dan generasi muda,” ujar Suhardi pada pertemuan itu.

Suhardi memaparkan secara rinci sejumlah program PWI, mulai dari Sekolah Jurnalistik Raja Ali Kelana, berbagai pelatihan dan workshop jurnalistik, hingga program PWI seperti Goes to Campus. Program tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan edukasi jurnalistik praktis kepada mahasiswa dan kalangan muda.

“Harapannya, program-program ini bisa dijalankan di UMRAH bahkan di setiap sekolah di Tanjungpinang. Untuk tahun 2026, kami menargetkan implementasi yang lebih luas, mengingat perkembangan dunia jurnalistik saat ini sangat pesat seiring kemajuan teknologi digital dan media sosial,” tambah Suhardi dengan optimis.

Di sisi lain, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., menyambut baik kunjungan rombongan PWI Tanjungpinang. Ia menilai peluang kolaborasi ini sangat strategis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman literasi media dan keterampilan jurnalistik bagi mahasiswa maupun dosen. “Saya mengapresiasi kedatangan PWI Tanjungpinang. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi jurnalistik. Semoga kerja sama ini berjalan baik dan menjadi manfaat nyata bagi dunia akademik serta pengembangan sumber daya manusia di bidang pers,” ujar Agung dengan nada antusias.

Lebih lanjut, Agung menyatakan bahwa UMRAH siap mendukung penuh berbagai program pendidikan jurnalistik dari PWI, termasuk pelatihan menulis berita, literasi media digital, hingga kegiatan akademik bersama seperti seminar dan lokakarya. “Jika pelatihan dan pendidikan jurnalistik bisa dilaksanakan di kampus kami, UMRAH siap melibatkan dosen dan mahasiswa secara maksimal dalam kegiatan tersebut,” tutup Rektor UMRAH tersebut, menegaskan kesiapan institusinya untuk mewujudkan sinergi jangka panjang. Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi program-program bersama yang lebih masif di masa depan. (*/hq1)

Mari Hadir, Mari Peduli: PWI-Rumahitam Ajak Batam & Kepri Menyapa Luka Sumatera

Foto banner.

Haqqnews.co.id – Kepedulian mulai mengalir di tengah duka yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan longsor. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau bersama PWI Batam dan komunitas seni Rumahitam bergandeng tangan menggelar malam amal bertajuk “Malam Sastra Sumatera Luka” — sebuah panggung solidaritas yang memadukan seni, empati, dan kemanusiaan.

Ketua Bidang Seni Budaya PWI Kepri sekaligus Presiden Rumahitam, Tarmizi, menyebut acara ini lahir dari rasa senasib-sepenanggungan. “Kami ingin mengirimkan pesan bahwa seni pun bisa menjadi jalan untuk peduli. Lewat puisi dan kata, kita berbagi rasa dengan saudara-saudara yang sedang berduka,” imbuhnya.

Acara akan digelar Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 19.30 WIB di Suratan Coffee Rumahitam, Sekupang, Kota Batam. Sejumlah penyair dari Batam, Singapura, dan Malaysia dijadwalkan tampil membawa puisi dan orasi kemanusiaan. Semua hasil donasi akan dialokasikan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa Malam Sastra Sumatera Luka bukan ajang hiburan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab bersama. “Siapa pun boleh hadir, menyumbang, dan menyuarakan kepeduliannya. Ini tentang kemanusiaan, bukan sekadar acara seni,” ucapnya.

Menurut data BNPB per 3 Desember 2025, bencana di tiga provinsi itu telah menyebabkan 753 korban meninggal, 650 hilang, dan lebih dari 2.600 luka-luka, disertai kerusakan ribuan rumah dan fasilitas publik. Meski akses ke banyak daerah terpencil masih sulit, bantuan terus diupayakan.

Melalui Malam Sastra Sumatera Luka, PWI Kepri, PWI Batam, dan Rumahitam menunjukkan bahwa solidaritas tak selalu berbentuk bantuan material. Kadang, sebaris puisi dan ketulusan rasa bisa mengobarkan harapan — bahwa dari Batam dan Kepri, ada kasih yang mengalir untuk Sumatera. (*/hq1)

PWI Kepri Ikut Suarakan Penguatan Pengawasan Pemilu dalam Rakor Bawaslu

Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra memberikan piagam kepada dua narasumber, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani dan staf pengajar di FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Rudi Rohi. (Foto: Dok. Bawaslu Kepri)

Haqqnews.co.id – Perbincangan tentang masa depan pengawasan pemilu menghangat di Batam. Dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Penguatan Pengawasan Pemilu dan Pilkada di Hotel Pacific Palace, Selasa (2/12/2025), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, akademisi, dan berbagai organisasi masyarakat.

Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, menegaskan bahwa menjaga integritas pemilu adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya dibebankan pada lembaga Bawaslu semata.

“Kita butuh partisipasi luas masyarakat agar pengawasan lebih tajam dan efektif,” ujarnya.

Dukungan senada datang dari Dr. Rudi Rohi, akademisi Universitas Nusa Cendana, yang mendorong agar Bawaslu ditingkatkan menjadi komisi setara KPU. Menurutnya, beban pengawasan yang semakin kompleks membutuhkan lembaga pengawas yang lebih kuat dan mandiri.

“Bawaslu menentukan dua dari tiga pilar demokrasi kita. Sudah sepantasnya diperkuat,” tuturnya.

Dari sisi media, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa pers punya peran strategis dalam memastikan proses pemilu tetap jujur dan transparan. Ia mengingatkan agar jurnalis mematuhi Kode Etik Jurnalistik demi mencegah disinformasi.

“Pers adalah penjaga ruang publik. Berita yang akurat dan berimbang adalah bentuk pengawasan moral terhadap demokrasi,” imbuhnya.

Rakor ini dihadiri perwakilan kampus, organisasi kepemudaan, lembaga adat, serta komunitas pengawas partisipatif. Atmosfer diskusi berjalan kritis namun produktif — menandakan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya urusan teknis, tapi fondasi moral bagi masa depan demokrasi Indonesia. (*/hq1)

Desember Spesial di HARRIS Barelang Batam: Dari BBQ Natal hingga Countdown Tropis yang Meriah

HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Haqqnews.co.id – HARRIS Barelang Batam resmi meluncurkan rangkaian lengkap penawaran akhir tahun 2025, mulai dari perayaan Starlit Christmas dan Tropical Fiesta New Year’s Eve hingga dua paket staycation terbaru: Weekday Escape dan Weekend Escape. Penawaran ini dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi para tamu yang ingin berlibur, bersantai, atau merayakan momen spesial bersama keluarga.

Perayaan Starlit Christmas kembali hadir pada 25 Desember 2025 dengan suasana Natal yang meriah. Tamu akan menikmati BBQ Dinner mewah, dekorasi Natal, kids buffet, serta hiburan spesial seperti pertunjukan sulap dari Rio the Magician dan kehadiran Santa & Santarina. Tiket dimulai dari IDR 450.000 nett dengan harga early bird hingga pertengahan Desember. Untuk yang ingin menginap, paket kamar dimulai dari IDR 2.200.000 nett per malam.

Perayaan Tropical Fiesta akan berlangsung pada 31 Desember 2025 dan menghadirkan gala dinner bertema tropis, live band, DJ performance, face painting, magician, serta HARRIS Mini Games menjelang hitungan mundur Tahun Baru. Harga paket dinner dimulai dari IDR 800.000 nett dengan diskon 10% hingga 10 Desember 2025. Paket kamar dimulai dari IDR 3.500.000 nett per malam.

Selain acara perayaan, HARRIS Barelang Batam juga meluncurkan dua paket liburan pendek yang berlaku pada 1–20 Desember 2025:

HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Weekday Escape

Tersedia mulai Minggu hingga Jumat, Weekday Escape dibanderol mulai dari IDR 1.100.000 nett sudah termasuk kamar Garden View, sarapan untuk keluarga, tiga kelapa muda di Rocksalt Beach Club, serta satu jam pengalaman electric scooter di area resort. Tamu juga dapat menambah Garden BBQ hanya dengan IDR 250.000 untuk dua orang.

Weekend Escape

Berlaku khusus hari Sabtu, Weekend Escape ditawarkan mulai dari IDR 1.400.000 nett dan sudah termasuk sarapan, voucher Barelang Night Market, serta satu jam penggunaan electric scooter — cocok untuk keluarga yang mencari liburan singkat dan menyenangkan.

Kutipan dari Manajemen

“Menjelang musim perayaan, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi tamu kami — baik yang ingin merayakan, bersantai, maupun menikmati staycation singkat,” ujar Bart Van Jan den Brink, General Manager HARRIS Barelang Batam.

“Acara Natal dan Tahun Baru kami telah menjadi ciri khas HARRIS Barelang, dan dengan paket Escape ini, kami memperluas pengalaman bagi tamu yang ingin menikmati liburan lebih awal.”

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 815 3409 1111 atau email reservation.hbrl@the-ascott.com. Ikuti terus update kami di bit.ly/HARRISBARELANG dan instagram @HARRIS_barelang. (*/hq3)