back to top
28.9 C
Riau Islands
Rabu 15 April 2026
Beranda blog

Mencuat Persoalan Beban Pajak Ganda di Pulau Batam

Info Grafis

Warga Batam Desak Penghapusan UWT Perumahan 

Haqqnews.co.id –Mencuat persoalan beban pajak ganda di Pulau Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Warga pulau industri itu, kini mendesak penghapusan Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) atau UWT untuk kawasan perumahan. Sebab pemungutan UWT telah menimbulkan beban pajak ganda bagi masyarakat.

Perkumpulan Kawan Lama (Kalam) Kota Batam menilai warga menanggung beban ganda karena tetap membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahun di tengah kewajiban membayar UWT.

Desakan penghapusan UWT berawal saat buka puasa bersama Kalam Batam di Restoran D’Patros Harbour Bay, Jodoh, Batam, Sabtu, 14 Maret 2026 lalu. Dalam forum itu, anggota DPRD Kepulauan Riau Taba Iskandar menyebut pungutan UWT di kawasan permukiman membebani warga. “Karena terjadi double pungutan terhadap objek yang sama,” kata Taba.

Anggota DPD RI Ismeth Abdullah menyampaikan keluhan serupa. Ia mengaku menerima pertanyaan dari warga saat reses, termasuk pensiunan yang merasa tidak lagi sanggup membayar UWT, padahal tetap membayar PBB setiap tahun. “Sampai kapan harus bayar UWTO?” ujar Ismeth, menirukan pertanyaan warga.

Tuntutan itu lalu bergerak ke tahap yang lebih terorganisasi. Dalam dialog di Geudong Kopi, Tiban Indah, pada 29 Maret 2026, tim diskusi yang dibentuk KALAM Batam sepakat membentuk delegasi khusus untuk menyampaikan tuntutan penghapusan UWT kepada pemerintah pusat. Dialog itu juga menunjuk Taba sebagai Ketua Koordinasi Penghapusan UWT KALAM Batam.

Taba kemudian menegaskan bahwa gerakan itu lahir dari aspirasi warga, bukan agenda politik. Pada 7 April 2026, ia menyatakan dorongan penghapusan UWT muncul dari keluhan masyarakat di lapangan. “Perjuangan penghapusan UWT murni aspirasi warga,” imbuh Taba.

Di sisi lain, BP Batam tetap pada kebijakan UWT untuk perumahan. Kepala BP Batam Amsakar Achmad sebelumnya menyatakan rencana pembebasan UWT untuk lahan 200 meter persegi masih dikaji ulang karena UWT menjadi salah satu sumber utama Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Layanan resmi BP Batam menunjukkan mekanisme UWT tetap berjalan. Dalam portal Land Management System, BP Batam masih membuka layanan perpanjangan hak atas tanah dan mensyaratkan PBB terakhir sebagai dokumen lampiran. Portal itu juga menegaskan pemohon harus membayar faktur UWT yang terbit dalam proses perpanjangan.

Perdebatan kini mengerucut pada satu pokok tuntutan: warga meminta BP Batam membedakan perlakuan antara lahan komersial dan rumah tinggal. KALAM mendorong penghapusan UWT untuk permukiman, sementara BP Batam masih mempertahankan skema UWT sambil mengkaji kemungkinan perubahan kebijakan. (*/hq1)

Ibu Kota Kepri Hilang Daya Tarik di saat Gencar Agenda Ekonomi

Grafis

Haqqnews.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gencar meluncurkan agenda percepatan ekonomi. Namun di saat bersamaan, Tanjungpinang justru menghadapi sinyal sebaliknya. Beberapa tahun belakangan, Ibu Kota Kepri itu mulai kehilangan daya tarik.

Data resmi menunjukkan fondasi ekonomi Tanjungpinang kini tertinggal. BPS mencatat ekonomi Tanjungpinang tumbuh 3,78 persen pada 2024, melambat dari 4,92 persen pada 2023. Pada tahun yang sama, ekonomi Kepri tumbuh 5,02 persen, dan Batam 6,69 persen. Kontribusi Tanjungpinang terhadap PDRB Kepri juga hanya 7,09 persen, sedangkan Batam mencapai 66,01 persen.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengakui pelemahan itu. Dalam rapat koordinasi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah pada 10 Maret 2026, ia menyebut pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang masih tergolong rendah. Ia juga menegaskan kota itu bukan daerah penghasil dan masih bergantung pada perdagangan serta jasa. Pengakuan itu sejalan dengan data BPS yang mencatat 78,92 persen penduduk bekerja di Tanjungpinang masih berada di sektor jasa pada Agustus 2025.

Di atas kertas, pemerintah sudah bergerak. Pemko sendiri menggelar Temu Investasi 2025 untuk menarik investor, menjanjikan pendampingan perizinan, dan membuka peluang pengembangan lahan. Pada akhir 2025 sederet agenda pariwisata seperti Kepri Art & Culture International 2025 juga digelar di Tanjungpinang.Pemprov juga memanfaatkan kembalinya status internasional Bandara RHF untuk mengejar penerbangan reguler internasional dan promosi wisata.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bahkan mengingatkan agar momentum itu tidak hilang. Saat status internasional Bandara RHF diumumkan, ia berkata, “Jangan sampai status ini kembali menjadi domestik.” Pernyataan itu menunjukkan pemerintah melihat konektivitas Tanjungpinang sebagai kunci penggerak ekonomi baru. Namun beberapa bulan setelah itu, justru muncul kabar penghentian layanan Garuda Indonesia untuk rute utama Tanjungpinang–Jakarta.

Sinyal kehilangan daya tarik, paling mudah dibaca dari keputusan bisnis di lapangan. Matahari Department Store di Tanjungpinang City Center resmi berhenti beroperasi pada 1 Mei 2025 setelah sekitar sembilan tahun hadir di kota itu. Penutupan itu menghapus salah satu tenant jangkar ritel modern di pusat kota.

Di sektor transportasi, Garuda Indonesia berhenti melayani rute Tanjungpinang–Jakarta di Bandara RHF pada 10 Februari 2026. Garuda Group memang menyiapkan Citilink sebagai pengganti, tetapi layanan full service tetap hilang dari rute utama ibu kota provinsi itu. Fakta ini menempatkan agenda penguatan konektivitas dalam posisi sulit, karena status internasional bandara belum otomatis berbanding lurus dengan penguatan layanan maskapai premium.

Tekanan serupa datang dari sektor industri. PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak yang telah lama beroperasi di Tanjungpinang, memutuskan memindahkan basis produksi ke Kendal, Jawa Tengah, dengan target operasi di lokasi baru pada kuartal IV 2026. Regional Manager PT Panca Rasa Pratama Mustardi menyebut keputusan itu diambil antara lain karena efisiensi logistik. Ia juga meminta pemerintah tidak membiarkan pelaku usaha berjuang tanpa pelindung atau pengayoman dari pemangku kewenangan.

Dari sektor jasa keuangan, tekanan itu belum berhenti. Bank OCBC memastikan Kantor Cabang Tanjungpinang-Merdeka di Jalan Merdeka akan ditutup mulai 11 Mei 2026 nanti. Bank menyebut penutupan itu sebagai bagian dari efisiensi jaringan layanan, lalu mengalihkan layanan ke Batam dan kanal digital. Bagi Tanjungpinang, keputusan ini menambah daftar layanan formal yang makin tersentral ke kota lain.

Rangkaian fakta itu memperlihatkan jurang antara agenda dan hasil. Pemerintah meluncurkan forum investasi, rapat percepatan, program UMKM, dan strategi bandara serta berbagai agenda pariwisata. Namun publik mengukur hasilnya dari pertanyaan yang lebih sederhana: apakah kota ini berhasil menahan bisnis besar, menarik investasi baru, memperkuat konektivitas, dan menjaga layanan utama tetap bertahan ? Sampai April 2026, jawabannya belum terlihat kuat.

Meski begitu, gambaran Tanjungpinang tidak sepenuhnya gelap. BPS mencatat IPM kota ini naik menjadi 82,02 pada 2025 dari 81,58 pada 2024. Persentase penduduk miskin juga turun menjadi 5,96 persen pada 2025. Data ini menunjukkan perbaikan sosial tetap berjalan, tetapi belum cukup untuk menepis tanda-tanda melemahnya daya saing kota.

Tantangan bagi Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang sekarang bukan lagi sekadar meluncurkan agenda baru. Tantangannya adalah membuktikan bahwa agenda itu bisa mengubah keputusan bisnis di lapangan. Selama brand besar terus keluar, layanan utama menyusut, dan pertumbuhan tertinggal jauh dari Batam, status Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi akan semakin kuat secara simbolik, tetapi melemah secara ekonomi. Ini terlihat dari inferensi yang ditarik dari data pertumbuhan, struktur ekonomi, dan keluarnya sejumlah pelaku usaha utama. (*/hq1)

Satu per Satu Brand Besar Tinggalkan Ibu Kota Kepri

Gerbang Tanjungpinang di kota lama Ibu Kota Kepri itu.

Ritel, Industri, dan Perbankan Kompak Kurangi Operasi dalam Dua Tahun Terakhir

Haqqnews.co.id Satu per satu brand besar mulai meninggalkan Tanjungpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Riau. Matahari Department Store sudah menutup gerai sejak 2025. Pabrik Teh Prendjak bersiap memindahkan pabriknya. Bank OCBC NISP juga disebut akan menutup cabangnya pada Mei 2026.

Rangkaian penutupan ini menunjukkan perubahan arah bisnis di ibu kota Kepri tersebut. Dalam waktu berdekatan, sektor ritel, industri, dan perbankan sama-sama mengurangi kehadiran fisik.

Matahari lebih dulu menghentikan operasional gerai di Tanjungpinang City Center pada 1 Mei 2025. Anggota DPRD Kepulauan Riau Rudy Chua menyebut kinerja penjualan tidak mencapai target. “Omset mereka di bawah target, juga sepi,” kata Rudy.

Ia menilai penutupan itu berdampak pada aktivitas pusat perbelanjaan. Tenant utama biasanya menarik pengunjung dan menopang gerai lain.

Di sektor industri, PT Panca Rasa Pratama, produsen Teh Prendjak, sempat menghentikan produksi akibat gangguan akses ke pabrik. Perusahaan itu kini disebut akan menutup operasional pada 2026 setelah aktivitas produksi tidak stabil. Prendjak disebut akan memindahkan pabriknya ke Pulau Jawa.

Kondisi tersebut menunjukkan tekanan usaha juga menjangkau sektor pengolahan. Gangguan operasional mendorong perusahaan meninjau ulang keberlanjutan bisnisnya.

Sementara itu, Bank OCBC NISP kini menjadi perhatian publik. Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Rudy Chua mengatakan pihaknya menerima informasi rencana penutupan cabang di Tanjungpinang pada Mei 2026. “Kami mendapat pengaduan dari warga terkait rencana penutupan Bank OCBC NISP cabang Tanjungpinang,” ujarnya.

Kabar itu muncul seiring keluhan nasabah terkait layanan penarikan valuta asing. Sebagian nasabah mulai memindahkan dana untuk menjaga kelancaran transaksi.

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan satu pola yang sama. Pelaku usaha memilih menutup gerai, menghentikan produksi, atau mengalihkan layanan ke kota lain.

Hingga kini, pemerintah daerah belum merilis data resmi dampak terhadap tenaga kerja dan investasi. Namun, perkembangan ini menjadi perhatian karena melibatkan sektor-sektor utama yang selama ini menopang aktivitas ekonomi Tanjungpinang. (*/hq1)

Avtur Naik Tajam, Pemerintah Tahan Lonjakan Tiket Pesawat 9 – 13 Persen

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Haqqnews.co.id  — Kenaikan harga avtur mulai 1 April 2026 langsung memberi tekanan pada maskapai nasional. Asosiasi maskapai menyebut lonjakan harga bahan bakar pesawat itu mengganggu struktur biaya pesawat. Pemerintah merespons dengan menahan kenaikan tiket 9 – 13 persen, agar tidak terjadi lonjakan ke konsumen.

Pertamina melalui laman harga aviasi menampilkan harga avtur April 2026 di berbagai bandara pada kisaran sekitar Rp23 ribu-Rp25 ribu per liter di banyak titik layanan. Di saat yang sama, INACA menyebut penyesuaian harga avtur domestik untuk April berlaku sejak 1 April 2026 dan rata-rata kenaikannya sekitar 70 persen, sedangkan sektor internasional sekitar 80 persen, tergantung bandara.

Tekanan itu cepat terasa karena bahan bakar merupakan komponen besar biaya operasi maskapai. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga avtur menyumbang sekitar 40 persen dari biaya operasional pesawat. Karena itu, pemerintah menilai penyesuaian kebijakan perlu dilakukan agar maskapai tetap berjalan, tetapi harga tiket masih terjaga.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah memilih jalan tengah. “Kebijakan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan industri penerbangan kita yang terdampak kenaikan biaya operasional, dan juga memberikan perlindungan terhadap daya beli masyarakat,” kata Dudy pada 6 April 2026.

Pemerintah lalu menaikkan komponen fuel surcharge menjadi 38 persen. Sebelumnya, batas itu 10 persen untuk pesawat jet dan 25 persen untuk pesawat baling-baling. Pemerintah menanggung PPN 11 persen untuk tiket ekonomi berjadwal dalam negeri, dengan anggaran sekitar Rp2,6 triliun untuk dua bulan, serta menghapus bea masuk suku cadang pesawat.

Di sisi industri, INACA menilai tekanan biaya belum selesai. Organisasi itu sebelumnya juga menyampaikan kepada Bank Indonesia bahwa krisis geopolitik Timur Tengah memicu kenaikan tajam harga avtur dan kurs dolar AS, sekaligus mengganggu operasi penerbangan internasional, kargo, dan rantai pasok suku cadang. Posisi ini menunjukkan bahwa kenaikan avtur bukan sekadar isu harga, melainkan risiko operasional yang lebih luas bagi maskapai.

Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja, seperti dikutip sejumlah laporan media pekan ini, mendesak pemerintah menyesuaikan biaya tambahan bahan bakar dan tarif batas atas penerbangan domestik. Desakan itu muncul karena maskapai menilai ruang penyesuaian tarif yang ada belum sepenuhnya menutup lonjakan biaya yang datang mendadak.

Bagi maskapai, sensitivitas terhadap harga bahan bakar memang tinggi. Laporan keuangan Garuda Indonesia 2025 menunjukkan beban bahan bakar mencapai US$973,2 juta. Dalam laporan yang sama, pembelian bahan bakar dari PT Pertamina Patra Niaga tercatat sekitar US$872,8 juta, setara 27 persen dari total pendapatan usaha. Data itu memberi gambaran bahwa perubahan harga avtur cepat memukul arus kas dan margin maskapai.

Meski begitu, pemerintah menegaskan kenaikan tiket tidak akan dibiarkan liar. Dudy mengatakan pemerintah menjaga agar kenaikan harga tiket hanya di kisaran 9 persen sampai 13 persen. Ditjen Perhubungan Udara juga menyatakan akan tetap mengawasi agar tarif selama periode ramai penumpang tidak melampaui ketentuan.

Perkembangan terbaru ini memperlihatkan dua dampak utama. Pertama, maskapai menghadapi tekanan biaya yang nyata dan berpotensi memangkas margin, terutama pada rute tipis dan pasar berdaya beli rendah. Kedua, pemerintah memilih menahan efek langsung ke penumpang melalui pembatasan surcharge dan insentif fiskal, sehingga beban kenaikan avtur untuk sementara dibagi antara negara, maskapai, dan konsumen. (*/hq1)

24 Jam Tanpa Batas di HARRIS Barelang Batam Segera Berakhir, Ini Waktu Terbaik untuk Liburan

HARRIS Barelang, Batam.

Haqqnews.co.id – HARRIS Barelang Batam mengajak para wisatawan untuk memanfaatkan kesempatan terakhir menikmati program favorit 24 Hours Stay, yang akan resmi berakhir pada 30 April 2026. Program ini memberikan fleksibilitas bagi tamu untuk check-in kapan saja dan menikmati pengalaman menginap selama 24 jam penuh, menghadirkan kenyamanan maksimal untuk liburan yang lebih santai dan berkualitas.

Dikenal dengan berbagai aktivitas unggulan yang selalu tersedia, HARRIS Barelang Batam menawarkan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar staycation. Tamu dapat menikmati beragam kegiatan seperti menjelajahi area resort dengan ATV, merasakan keseruan bermain jetski di perairan Barelang, hingga berkeliling santai menggunakan electric scooter. Suasana akhir pekan semakin hidup dengan Foam Party yang menjadi salah satu highlight favorit tamu, sementara beragam kegiatan tematik anak yang interaktif turut melengkapi pengalaman liburan keluarga yang hangat, menyenangkan, dan penuh kebersamaan.

HARRIS Barelang, Batam.
Kamar di HARRIS Barelang, Batam.

Dengan kombinasi fleksibilitas waktu melalui program 24 Hours Stay serta ragam aktivitas signature yang vibrant dan engaging, HARRIS Barelang Batam menghadirkan pengalaman menginap yang tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh energi dan koneksi.

Seiring dengan mendekatnya akhir periode program, ini menjadi waktu yang tepat untuk merencanakan liburan singkat maupun quality time bersama orang terdekat. Jangan lewatkan kesempatan terakhir untuk menikmati pengalaman menginap 24 jam penuh sebelum program ini berakhir.

Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di +62 815 3409 1111 atau email ke reservation.hbrl@the-ascott.com
. Informasi terbaru tersedia melalui Instagram @HARRIS_barelang dan situs bit.ly/HARRISBARELANG (*/hq1).

Pemerintah Siapkan WFH Sehari Sepekan Usai Lebaran untuk Hemat BBM

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Haqqnews.co.id – Pemerintah menyiapkan skema bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan setelah Lebaran 2026. Pemerintah menargetkan kebijakan itu untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mematangkan aturan teknis kebijakan itu. Ia menyebut skema tersebut diharapkan berlaku tidak hanya untuk aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga untuk pekerja swasta dan pemerintah daerah. “Itu teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda,” kata Airlangga usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.

Airlangga menegaskan kebijakan itu belum berlaku karena pemerintah belum menetapkan jadwal rinci pelaksanaannya. Ia hanya memastikan skema WFH disiapkan untuk periode setelah Lebaran. “Pasca lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya,” ujarnya. Airlangga menambahkan durasi kebijakan akan mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan eskalasi perang.

Presiden Prabowo Subianto lebih dulu meminta kabinet mengkaji langkah penghematan BBM dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 13 Maret 2026. Presiden menilai pemerintah harus menyiapkan langkah proaktif agar konsumsi BBM turun saat risiko global meningkat. “Kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” kata Prabowo. Ia juga meminta jajaran pemerintah mengkaji pola kerja dari rumah yang sudah dipakai negara lain.

Pemerintah memperkirakan skema WFH sehari sepekan bisa memberi penghematan yang berarti. Airlangga menyebut pengurangan mobilitas berpotensi menghemat sekitar seperlima konsumsi BBM harian. “Penghematannya cukup signifikan seperlima,” kata dia. Di sisi lain, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut angka 20 persen itu masih hitungan kasar dan belum final.

Perkembangan terbaru juga menunjukkan pemerintah mulai memperjelas sasaran awal kebijakan tersebut. Airlangga mengatakan WFH akan berlaku untuk ASN di luar layanan publik, sementara pemerintah menyiapkan pembahasan lanjutan dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk skema di sektor lain. Ia menegaskan porsi WFH yang disiapkan hanya satu hari dalam sepekan.

Rencana WFH hemat BBM ini berbeda dari kebijakan work from anywhere atau WFA yang sudah lebih dulu resmi berlaku saat libur Nyepi dan Idulfitri 2026. Pemerintah pada 10 Februari 2026 menetapkan WFA untuk 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 melalui surat edaran bagi ASN dan pekerja swasta. Artinya, skema WFH pascalebaran untuk penghematan BBM masih berada pada tahap persiapan, terpisah dari aturan WFA mudik yang sudah berjalan. (*/hq1)

Give to Gain – Women Empowerment Workshop: HARRIS Barelang Batam Rayakan Hari Perempuan Internasional 2026

Pelatihan praktis bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari, di HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepri.

Haqqnews.co.id – Memeringati International Women’s Day 2026, HARRIS Barelang Batam menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan perempuan bertajuk “Give to Gain – Women Empowerment Workshop.” Program ini menghadirkan pelatihan praktis bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari.

Berkolaborasi dengan Tanjung Uma Empowerment dan BatamOn Global-Ready Talent Hub, kegiatan ini mengundang para perempuan dari kawasan Tanjung Uma untuk mengikuti workshop bertema “Smart Household Money Management & Healthy Creative Bento.” Acara ini diselenggarakan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 15.00 WIB di HARRIS Barelang Batam.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan wawasan praktis kepada para peserta. Devina Wistiasari, S.M., M.M., International Trade Lecturer ITEBA, membawakan sesi mengenai pengelolaan keuangan rumah tangga yang cerdas, membantu peserta memahami cara merencanakan dan mengatur keuangan keluarga secara lebih efektif.

Pelatihan praktis bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari, di HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepri.

Sementara itu, Grahan Wibawa, Chef de Partie HARRIS Barelang Batam, memandu sesi Healthy Creative Bento, yang memberikan inspirasi kepada para ibu untuk menyiapkan makanan sehat, menarik, dan bergizi bagi keluarga mereka.

Kegiatan ini mencerminkan semangat “Give to Gain,” di mana berbagi pengetahuan dan pengalaman dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan membekali perempuan dengan keterampilan praktis, diharapkan para peserta dapat semakin percaya diri dalam mengelola rumah tangga sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Bart Van Den Brink, General Manager HARRIS Barelang Batam, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pemberdayaan perempuan di komunitas sekitar.

“Perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi pengetahuan yang bermanfaat sekaligus memberikan kesempatan bagi para perempuan untuk belajar dan berkembang. Kami berharap program ini dapat memberikan inspirasi serta dampak positif bagi kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Bart Van Den Brink.

Pelatihan praktis bagi perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari, di HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepri.

Melalui kegiatan ini, HARRIS Barelang Batam berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat semangat kolaborasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan kesejahteraan keluarga di Batam.

Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di +62 815 3409 1111 atau email ke reservation.hbrl@the-ascott.com . Informasi terbaru tersedia melalui Instagram @HARRISBARELANG
situs http://bit.ly/HARRISBARELANG

(*/hq1)

Rayakan Makna Ramadan, HARRIS Barelang Batam Hadirkan Paket Menginap 24 Jam Termasuk Iftar

Merayakan “Makna Ramadan” di HARRIS Barelang. Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. (Foto: HARRIS Barelang Batam)

Haqqnews.co.id – Menyambut bulan suci Ramadan, HARRIS Barelang Batam menghadirkan program spesial 24 Hours Stay yang memberikan fleksibilitas waktu check-in dan check-out selama 24 jam penuh, dilengkapi dengan pengalaman berbuka puasa dalam konsep “Makna Ramadan – Journey of Flavours.”

Paket menginap ini ditawarkan mulai dari IDR 1.100.000 nett per kamar per malam untuk tipe HARRIS Room Garden View, yang sudah termasuk iftar buffet untuk 2 orang, sahur atau sarapan untuk 2 dewasa dan 2 anak di bawah 6 tahun, serta 1 jam penggunaan electric scooter.

Rayakan “Makna Ramadan” di HARRIS Barelang Batam.

Selain paket menginap, tamu juga dapat menikmati sajian berbuka puasa dengan harga IDR 230.000 nett per orang, menghadirkan menu yang berganti setiap hari mulai dari hidangan Nusantara, Thailand, Korea hingga Timur Tengah, lengkap dengan live cooking station, aneka takjil, hidangan utama, dan pilihan dessert.

Berbagai penawaran menarik turut dihadirkan, seperti:

Diskon 50% untuk anak usia 6 – 11 tahun

Promo Buy 4 Get 5 sebelum Ramadan

Promo Buy 10 Get 12 selama Ramadan

Harga spesial ASR Member IDR 215.000 nett per orang

Rayakan “Makna Ramadan”, di HARRIS Barelang Batam.

Bart Jan Van Den Brink, General Manager HARRIS Barelang Batam, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi tamu dalam menikmati momen kebersamaan selama Ramadan.

“Melalui paket 24 Hours Stay yang sudah termasuk iftar untuk dua orang serta Makna Ramadan – Journey of Flavours, kami ingin menghadirkan pengalaman menginap dan berbuka puasa yang praktis, nyaman, dan penuh kehangatan bagi para tamu,” ujarnya.

Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di +62 815 3409 1111 atau email ke reservation.hbrl@the-ascott.com. Informasi terbaru tersedia melalui Instagram @HARRIS_barelang dan situs bit.ly/HARRISBARELANG

(*/hq1)

Ribuan PNS Kepri Hadapi Krisis Keuangan Akut Jelang Ramadan 

Ilustrasi

Haqqnews.co.id Ribuan pegawai negeri sipil (PNS) Pemprov Kepulauan Riau menghadapi krisis keuangan akut. Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Desember 2025 dipotong 50 persen lebih untuk bayar pajak, sedangkan TPP Januari 2026 belum cair hingga awal Februari ini.

Kondisi ini memukul keras PNS terlebih TPP sudah menjadi sumber penghasilan utama. Pemotongan dan keterlambatan menciptakan kehilangan pendapatan yang hampir dua bulan.

“Ini benar-benar parah sih. Desember dapat setengah, Januari sampai sekarang belum ada kabar. Bagaimana kami mau mempersiapkan kebutuhan Ramadan?” keluh seorang PNS Pemprov Kepri, Rabu (4/2/2026).

Dia enggan menyebutkan identitas karena khawatir mendapat tekanan dari atasan.

Keterlambatan memperparah situasi. Ramadan 1447 H diprediksi jatuh jelang akhir Februari 2026, artinya kebutuhan rumah tangga PNS akan melonjak dalam hitungan minggu. Sementara itu, pendapatan mereka justru anjlok drastis.

Ketidakpastian juga membayangi. Mulai 2026, Pemprov Kepri memangkas TPP secara permanen 7,65 persen untuk dialokasikan ke tunjangan PPPK. Pemerintah provinsi juga hanya menganggarkan TPP untuk 10 bulan, bukan 12 bulan seperti biasanya.

Terpaksa Putar Otak 

Sejumlah PNS terpaksa meminjam uang untuk bertahan hidup. Ada yang berutang ke keluarga dan teman, ada pula yang nekat mencari pinjaman sana-sini.

“Kami tidak mau, tapi terpaksa. Anak-anak harus tetap sekolah, tagihan listrik dan air harus dibayar,” kata seorang PNS yang mengaku sudah berutang ke teman.

PNS lain mencari penghasilan tambahan. Sebagian berhemat ketat dengan memangkas pengeluaran, sebagian lagi membuka usaha sampingan seperti berjualan online atau menjadi reseller produk.

Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kepri belum memberikan kepastian kapan TPP Januari 2026 dicairkan. Keterlambatan serupa kerap terjadi karena pemda memprioritaskan pelunasan tunggakan dan menunggu dana transfer dari pemerintah pusat masuk ke kas daerah.

DPRD dan Pemprov Kepri telah sepakat menunda penganggaran TPP dua bulan pada APBD 2026. Keputusan ini diambil setelah pemerintah pusat memangkas Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp495 miliar.

Pemotongan TKD memaksa Pemprov Kepri mengencangkan ikat pinggang. Selain menunda TPP, pemerintah provinsi memangkas TPP secara permanen 7,65 persen untuk menutup tunjangan ribuan PPPK yang terus bertambah.

Para PNS kini hanya bisa menunggu dan berharap pencairan segera dilakukan sebelum kebutuhan Ramadan semakin mendesak. (*/hq1)

Sambut HPN 2026, PWI Tanjungpinang Luncurkan Gerakan ‘Satu Jam Bersih’

Aksi gerakan "Satu Jam Tanjungpinang Bersih" yang digerakkan oleh PWI Kepri Pokja Tanjungpinang.

Haqqnews.co.id – Ratusan warga Tanjungpinang bergotong-royong membersihkan Pelataran Gedung Gonggong dan kawasan Tanjung Unggat, Selasa (3/2/2026). Aksi ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang jatuh pada 9 Februari.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau Pokja Tanjungpinang menggagas gerakan bernama “Satu Jam Tanjungpinang Bersih”. Kegiatan ini melibatkan wartawan, Pemkot Tanjungpinang, TNI/Polri, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah), STIE Pembangunan, komunitas Kombesgor, dan warga sekitar.

Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi mengatakan gerakan ini dirancang berkelanjutan, bukan sekadar seremonial HPN. “Tagline ini sengaja kami luncurkan di momen HPN karena ini sejarah, ini harus berkelanjutan,” ujarnya.

Suhardi menegaskan aksi ini mencerminkan kepedulian PWI terhadap lingkungan sehat. “Kami ingin mengajak semua pihak bahwa menjaga lingkungan bersih itu penting untuk kesehatan dan tumbuh kembang generasi penerus,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanjungpinang Ahmad Yani menyambut positif gerakan tersebut. Ia berharap lingkungan bersih meningkatkan kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Tanjungpinang.

“Kegiatan ini bernilai positif bagi pendatang yang datang ke Tanjungpinang,” kata Ahmad Yani.

Aksi gerakan “Satu Jam Tanjungpinang Bersih” yang digerakkan oleh PWI Kepri Pokja Tanjungpinang.
Donor Darah 5 Februari

PWI Tanjungpinang juga mengagendakan donor darah pada 5 Februari 2026 di Markas PMI Tanjungpinang. Kegiatan ini melibatkan Pemko, TNI/Polri, BNNK, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat umum.

PWI Kepri melalui Pokja Tanjungpinang menyediakan beras dan minuman gratis bagi pendonor. (*/hq1)