Haqqnews.co.id – Sore itu, Sabtu (3/10/2026), suasana di Graha PWI Kepri, Kompleks Ruko Purimas, Batam, terasa lebih cair dari biasanya. Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad datang bersilaturahmi membawa senyum hangat.
Dengan mengenakan kemeja batik modern berwarna krem paduan celana hitam, mendampingi di belakang Ansar, Kepala Dinas Kominfo Kepri, Hendri, dan Kepala Dinas Pariwisata, Hasan.
Pertemuan ini seolah menepis jarak yang sempat membentang antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan pers khususnya wartawan yang tergabung PWI Kepri. Ansar membuka percakapan dengan nada rendah. Ia langsung meluruskan kabar miskomunikasi yang sempat membekukan hubungan Pemerintah Provinsi Kepri dan PWI.
“Ini murni miskomunikasi. Tidak ada maksud saya untuk mengabaikan,” kata Ansar tegas. Ia memastikan masalah tersebut sudah ditangani langsung dengan mengutus Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni.

Pun ketegangan di ruang diskusi Graha PWI Kepri seketika luruh. Jajaran pengurus PWI Kepri mulai memperkenalkan diri satu per satu. Gelak tawa beberapa kali pecah memecah keheningan ruangan.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani menyambut baik langkah proaktif orang nomor satu di Kepri tersebut. Pada kesempatan itu, ia melempar gagasan tentang pentingnya kolaborasi pemikiran, salah satunya rencana merawat literasi lewat penulisan sejarah Pulau Penyengat.
Dewan Pakar PWI Kepri, Ramon Damora ikut menimpali ide itu sebagai langkah awal menyambut seabad Sumpah Pemuda pada 2028. Ansar tampak langsung mengangguk setuju. Ia bahkan menawarkan fasilitas penginapan bagi yang ingin mengeksplorasi pulau bersejarah tersebut.
“Pagi bisa kita sarapan bersama, siangnya bisa pulang,” ujar Ansar merancang jadwal dengan santai.
Namun, tak lama kemudian ia melempar kelakar yang memancing tawa riuh seisi ruangan. “Asal jangan malam Jumat, saya ada acara rutin yasinan.”
Pertemuan sore itu berakhir tanpa sekat birokrasi kaku. Ansar menegaskan kembali kesiapannya menampung setiap masukan kritis dari para jurnalis demi kemajuan pembangunan daerah.
Senja mulai turun di langit Batam. Rombongan Gubernur beranjak ke luar Graha Kepri. Mereka menyempatkan diri berbaris rapi, tersenyum lepas, dan mengabadikan momen lewat foto bersama di halaman depan Graha PWI Kepri. Sebuah potret memori yang merekam hangatnya persahabatan di balik ketegasan tugas profesional. (*/hq1)



