back to top
27.2 C
Riau Islands
Rabu 4 Maret 2026
Beranda blog Halaman 7

Marak Tambang Ilegal, Prabowo Minta TNI, Polri, dan Bea Cukai Operasi Besar-besaran

Presiden Prabowo Subianto

Haqqnews.co.id – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk membersihkan kegiatan pertambangan ilegal di Indonesia. Untuk itu Prabowo meminta TNI, Polri, dan Bea Cukai melakukan operasi besar-besaran untuk menyelamatkan kekayaan negara tersebut.

Ke depan, pertambangan ilegal itu akan diambil alih oleh negara, baik timah, batu bara, bauksit maupun nikel. Guna menyelamatkan keuangan negara.

Prabowo menyebut terdapat 1.000 tambang ilegal di wilayah Bangka Belitung. Ia telah memerintahkan TNI, Polri hingga Bea Cukai untuk melakukan operasi besar besaran di wilayah tersebut.

Dari kegiatan tambang ilegal itu, Prabowo mengindikasikan 80 persen hasil timah diselundupkan. “Selama ini hampir 80 persen hasil timah diselundupkan, 80 persen timah kita tutup, dan penyelundupnya macam-macam, ada yang pake kapal, ada yang pakai ferry, sekarang tutup tidak bisa keluar, sampai kapanpun tidak bisa keluar,” ungkap dia, Senin (29/9/2025) di acara Munas VI PKS.

“Kita perkirakan September, Oktober, November, Desember, bisa selamatkan Rp 22 triliun. Tahun depan kita perkirakan kita bisa selamatkan Rp 45 triliun,” tegas Prabowo.

Nah, selain timah, baik nikel, batu bara hingga bauksit, imbuh Prabowo, juga terdapat tambang-tambang ilegal.

“Hampir semua terdapat tambang-tambang ilegal yang sangat besar dan banyak. Ini saya perintahkan untuk segera ditertibkan, dibersihkan tambang ilegal atau diambil alih negara. Dan ini menjanjikan bahwa bila kita tegakkan ini, Insya Allah penerimaan negara jauh lebih besar, kebocoran kita tutup sehingga negara akan punya kemakmuran,” ujar Prabowo. (*/hq1)

Prabowo Minta Bersihkan Manajemen BUMN

Presiden Prabowo Subianto

Perusahaan Rugi Malah Tambah Bonus

Haqqnews.co.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto merasa kesal kepada manajemen perusahaan pelat merah yang masih membagikan bonus kepada direksi dan komisaris padahal kondisi perusahaan merugi.

Prabowo menyebut dirinya telah memerintahkan manajemen Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danatara) untuk membersihkan manajemen BUMN, yang masih ada yang belum bekerja dengan benar.

“Kadang-kadang (direksi-komisaris BUMN) nekat-nekat mereka itu, diberi kepercayaan negara dia kira itu perusahaan nenek moyang. Perusahaan rugi dia tambah bonus untuk dirinya sendiri, brengsek banget ini,” tegas Prabowo saat membuka Musyawarah Nasional ke-6 PKS, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Lebih lanjut dirinya ingin memerintahkan penegak hukum, termasuk Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi, untuk membantu menyelesaikan permasalahan di BUMN.

Meski demikian Prabowo menyebut akan memberikan kesempatan terlebih dahulu bagi Danatara untuk melakukan bersih-bersih di BUMN dalam dua hingga empat tahun ke depan.

Dirinya juga meminta, pihak Danantara untuk fokus mengelola aset BUMN. Menurutnya perusahaan dengan bisnis bagus dapat mendapatkan return keuntungan 10% dari total aset.

“Jadi dari US$ 1000 miliar (aset Danantara), harusnya Negara dapat (keuntungan) US$ 100 miliar tiap tahun,” jelas Prabowo. (*/hq1)

Usep RS Potong Tumpeng Sambut Pencabutan Permenpora 14/2024

Syukuran sederhana di kantor KONI Kepri, Sabtu (27/9/2025). Tampak Usep RS, Ketum KONI Kepri (berbaju batik) dan tumpeng syukuran.

Syukuran Sederhana KONI Kepri

Haqqnews.co.id – Suasana syukur dan lega menyelimuti keluarga besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Riau. Pun Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS potong tumpeng menyambut pencabutan Permenpora 14/2024.

Sabtu (27/9/2025), mereka berkumpul di Kantor KONI Kepri, di kawasan komplek pertokoan Khazanah Sukajadi, Batam, menggelar tasyakuran sederhana namun penuh makna. Alasan para pengurus KONI jelas: lahirnya Permenpora Nomor 7 Tahun 2025 yang mencabut Permenpora Nomor 14 Tahun 2024.

Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, disaksikan atlet, pengurus, karyawan, dan sejumlah tamu kehormatan. Hadir pula Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menambah suasana syukuran terasa lebih istimewa.

“Pada hari yang penuh berkah ini, kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Secara nasional, Permenpora 7/2025 adalah jawaban dari perjuangan kita bersama. Pencabutan Permenpora 14/2024 menjadi kabar gembira bagi dunia olahraga prestasi Indonesia,” ujar Usep RS.

Permenpora Nomor 14 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Organisasi Olahraga Lingkup Olahraga Prestasi sempat menuai polemik. Banyak pihak menilai aturan itu berpotensi menghambat jalannya pembinaan atlet di daerah.

Dengan dicabutnya aturan tersebut, kata Usep, roda pembinaan olahraga prestasi dapat kembali berjalan normal dan berkesinambungan. “Mudah-mudahan Menpora yang baru, Pak Erick Thohir, bisa menjadi penglima olahraga Indonesia yang baik. Kami di KONI Kepri siap mengikuti arah kebijakan beliau, selain tentu arahan dari Ketua Umum KONI Pusat, Pak Marciano Norman,” tegasnya.

Ketum KONI Kepri dan pengurus lainnya serta undangan saat syukuran sederhana, pada Sabtu (27/9/2025).

Kebanggaan KONI Kepri semakin lengkap karena Ketua Umumnya, Usep RS, baru saja dipercaya sebagai salah satu dari tiga anggota Tim Perumus Rakernas KONI Pusat (6 September 2025) untuk menyikapi polemik Permenpora 14/2024.

Nama Usep dibacakan langsung oleh Ketua Komisi Rakernas, Mayjen (Purn) Sudarmo, bersama dua tokoh lainnya: Jadi Rajagukguk (PB ISSI) dan Daeng Supriyanto (KONI Sumatera Selatan). Trio ini mendapat mandat menyusun rekomendasi resmi KONI terhadap peraturan yang dipersoalkan.

“Ini amanah besar, sekaligus tanggung jawab moral. Alhamdulillah, rekomendasi kita diterima dan menjadi dasar lahirnya Permenpora 7/2025. Perjuangan ini adalah hasil kekompakan seluruh pengurus,” ucap Usep rendah hati.

Usai pemotongan tumpeng, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Harapannya satu: agar olahraga Kepri makin maju, melahirkan atlet berprestasi, sekaligus ikut mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Momentum syukuran ini tidak hanya menandai kemenangan advokasi dunia olahraga atas regulasi yang dinilai tak berpihak, tetapi juga simbol persatuan antara atlet, pengurus, dan insan olahraga Kepri.

“Semoga dari Kepri, kita bisa memberikan kontribusi terbaik untuk olahraga Indonesia,” harap Usep. (*/hq1)

Sudah Koordinasi Siwo PWI Pusat, Endang Kurnia Siap Wakili Kepri ke Rakornas

Ketua Siwo PWI Kepri, Ndang Kurnia (Foto: Dokumen PWI Kepri)

Haqqnews.co.id – Ketua Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Indonesia Kepulauan Riau (PWI Kepri), Endang Kurnia, siap mewakili Kepri ke Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Siwo di Jakarta, 27–28 Oktober 2025. Hal ini menyusul koordinasi yang sudah PWI Kepri lakukan dengan Siwo PWI Pusat.

Rencana kehadiran Endang Kurnia di rakornas Siwo, sekaligus mewakili Kepri dan PWI Kepri di bawah komando Saibansah Dardani. Forum nasional itu akan menjadi ajang penting untuk menyatukan langkah Siwo daerah jelang Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Anggota Siwo PWI Pusat Denni Risman menjelaskan, rakor akan membahas agenda rapat kerja konsolidasi sekaligus mematangkan persiapan Porwanas.

“Siwo pusat berkoordinasi dengan Siwo di seluruh Indonesia terkait persiapan Porwanas 2027,” kata Denni, yang merupakan Anggota Dewan Pakar PWI Kepri.

Rapat Koordinasi Siwo Kepri dengan Ketua PWI Kepri dan Pengurus SIWO Pusat, Rabu (24/9/2025). (Foto: Dokumen PWI Kepri).

Fokus Kepri: Perbaiki Peringkat Porwanas

Dalam pada itu, Ketua Siwo Kepri Endang Kurnia menegaskan bahwa Rakor akan menjadi momentum penting bagi Kepri untuk memperbaiki peringkat di ajang Porwanas.

“Kami juga mematangkan program kerja agar PWI Kepri bisa meraih hasil lebih baik pada Porwanas mendatang,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Endang menyebut, Siwo Kepri akan menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) sebagai ajang seleksi atlet sebelum Porwanas. “Rencana kerja SIWO Kepri sedang dimatangkan, termasuk jadwal Porwada,” imbuhnya.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani memberikan dukungan penuh kepada Ndang agar ke depan Kepri bisa membawa pulang lebih banyak medali.

“Kami berharap Siwo Kepri menorehkan prestasi yang lebih baik dan membawa nama Kepri lebih harum di Porwanas 2027,” tegas Saibansah.

Porwanas sendiri merupakan pesta olahraga wartawan terbesar di Indonesia yang digelar setiap empat tahun sekali. Keikutsertaan Siwo Kepri dalam rakor ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan strategi untuk menghadirkan atlet-atlet wartawan yang kompetitif.

Dengan dukungan PWI Kepri, Siwo Kepri menatap Porwanas 2027 sebagai momentum kebangkitan prestasi olahraga wartawan Kepulauan Riau. (*/hq1)

Publik Lancarkan Penolakan Swastanisasi Taman Gurindam 12

Taman Gurindam 12 di Tepi Laut Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Haqqnews.co.id – Publik melancarkan penolakan terhadap rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mengalihkan pengelolaan Taman Gurindam 12 ke pihak swasta.

Penolakan tercermin dalam ruang-ruang diskusi berbagai kelompok masyarakat Kota Tanjungpinang. Media setempat kemudian memberitakan sehingga publik setempat dapat mengaksesnya.

Terpantau pada Senin (22/9/2025) pukul 07.00 via aplikasi Google Trend bahwa publik banyak mengakses penolakan swastanisasi itu sejak satu pekan terakhir. Bahkan mencapai puncaknya pada 20 September 2025 pukul 17.00 sebanyak 100 persen menolak swastanisasi Taman Gurindam 12.

Rencana swastanisasi Taman Gurindam 12 dari Pemprov Kepri, telah membuat warga Kota Tanjungpinang melancarkan berbagai protes. Mulai dari ormas, kelompok pemuda, tokoh masyarakat hingga akademisi seolah bersatu dan merasa harus menolak rencana tersebut.

Sebelumnya Pemprov Kepri melalui laman resmi Diskominfo Kepri menyebutkan, pengelolaan pihak ketiga akan mencakup lahan 7.450 m² dari total kawasan 148.600 m² Gurindam 12.

Lahan itu terdiri dari empat blok kuliner masing-masing 500 m² (Blok Dugong, Dingkis, Gong-Gong, dan Napoleon) serta area parkir seluas 5.540 m². Rencananya seluruh biaya pembangunan akan ditanggung pihak ketiga, sementara pemerintah hanya menyiapkan lahan dan mengawasi agar tetap ada unsur kearifan lokal Melayu. (hq1)

PWI Kepri Syukuran Cak Munir – Atal Menang, Tetap Akan Rangkul Anggota Gino

Syukuran PWI Kepri atas Kemenangan Cak Munir - Atal pada Kamis (18/9/2025).

PWI Kepri Agendakan Rekonsiliasi 

Haqqnews.co.id  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar syukuran sederhana atas terpilihnya Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir sebagai Ketua PWI Pusat dan Atal S. Depari sebagai Ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2025–2030.

Syukuran berlangsung di Kedai Kopi dan Roti Atok’s, Batam Kota, Kamis (18/9/2025), juga menjadi ajang konsolidasi organisasi pasca Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Jawa Barat, 29-30 Agustus 2025 lalu.

Selain menguatkan solidaritas, momentum ini juga dirayakan karena dua pengurus PWI Kepri di bawah kepemimpinan Saibansah Dardani berhasil masuk kepengurusan PWI Pusat periode 2025-2030. Yaitu, Ramon Damora sebagai Ketua Departemen Seni, Musik, Film, Seni dan Budaya, serta Denni Risman sebagai Anggota Seksi Wartawan Olahraga (SIWO).

Saibansah: Tunggu SK PWI Pusat

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani yang kerap disapa Cak Iban menegaskan bahwa kepengurusan PWI Kepri hasil Konferensi Luar Biasa (KLB)  PWI  Provinsi Kepri adalah sah dan telah memenuhi PDPRT, dan akan ditegaskan melalui SK terbaru PWI Pusat.

“PWI Kepri hasil KLB sah dan itu dibuktikan dengan surat keputusan SC OC Kongres Persatuan PWI Pusat yang menetapkan saya sebagai pemilik hak suara. Karena itu kepengurusan yang saya pimpin sebagai ketualah yang berjalan. Kita tunggu SK di awal Oktober, setelah pelantikan pengurus PWI Pusat,” ujarnya.

Rekonsiliasi Jadi Prioritas

Dalam pada itu, Ketua Dewan Pakar PWI Kepri, Ramon Damora, yang kini juga dipercaya di PWI Pusat, menyebut bahwa komunikasi dengan pusat sudah dilakukan.

“PWI Kepri di bawah Cak Iban akan diminta untuk merangkul kubu sebelah. PWI di bawah Andi Gino juga bakal diminta melebur. Jadi tidak ada lagi dualisme,” tegas Ramon.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri, Parna Simarmata, menambahkan pentingnya memperkuat komunikasi internal agar soliditas organisasi PWI.

Pertemuan syukuran tersebut juga sekaligus menutup peran panitia keberangkatan PWI Kepri pada Kongres Persatuan di Cikarang. Momen ini menjadi simbol bahwa PWI Kepri siap memasuki babak baru dengan semangat kebersamaan dan progres rekonsiliasi yang semakin nyata.

Dengan menguatnya posisi tokoh-tokoh Kepri di PWI Pusat, PWI Kepri optimistis mampu memperkokoh marwah organisasi serta memastikan insan pers di daerah dapat bekerja dalam suasana lebih solid dan bersatu.

Cak Iban juga menyampaikan terimakasih dan apresiasinya kepada Ketua Panitia Keberangkatan PWI Kepri ke Kongres Cikarang, Lintong Manurung dan sekretarisnya, Muhammad Ikhsan, atas dedikasinya sehingga keberangkatan kontingen PWI Kepri sebanyak 29 orang berlangsung lancar. (*/hq1)

PWI Siapkan Kolaborasi Memperkuat Media Lokal dan Digital

Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, Akhmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan Atal Depari bersama rombongan saat bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Pers Prof Komaruddin Hidayat. (Foto: Humas PWI Pusat)

PWI Silaturahmi ke Dewan Pers  

Haqqnews.co.id – Ketua Umum PWI Pusat periode 2025–2030, Akhmad Munir  mengajak Dewan Pers untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem pers nasional yang profesional, beretika, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satunya PWI akan memperkuat media lokal dan digital.

Ajakan tersebut Cak Munir, sapaan akrabnya, menyampaikan saat kunjungan silaturahmi pengurus PWI Pusat ke kantor Dewan Pers, pada Senin (15/9/2025).  Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang langsung menerima Cak Munir.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Cak Munir menegaskan bahwa fokus utama PWI saat ini adalah menjalankan program kerja strategis yang telah PWI rancang untuk lima tahun ke depan.

“Kedatangan kami untuk mengajak Dewan Pers berkolaborasi untuk bersama-sama memajukan dan menguatkan peran Pers Indonesia,” ujar Cak Munir, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama LKBN ANTARA.

Cak Munir melanjutkan bahwa PWI berkomitmen meningkatkan kualitas jurnalisme melalui pelatihan, sertifikasi, dan uji kompetensi wartawan. Selain itu, PWI juga akan memperkuat media lokal dan digital agar mampu bersaing secara sehat dan berkelanjutan.

“Serta penegakan Kode Etik Jurnalistik dan pengembangan literasi media untuk edukasi publik dalam menghadapi berita hoax,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Munir menyampaikan apresiasi khusus kepada Ketua Dewan Pers atas peran aktif anggotanya dalam proses rekonsiliasi PWI.

Ia menyebut nama Dahlan Dahi, anggota Dewan Pers, yang telah memfasilitasi proses bersatunya kembali PWI. Bahkan, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto turut terlibat langsung sebagai panitia Steering Committee (SC) dalam Kongres Persatuan PWI 2025, yang menjadi tonggak penting dalam penyatuan organisasi wartawan tertua di Indonesia tersebut.

Siap Kembali ke Gedung Pers

Kunjungan ini dilakukan tak lama setelah PWI Pusat resmi kembali terdaftar sebagai badan hukum di bawah naungan pemerintah. Berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0001616.AH.01.08.Tahun 2025, yang diterbitkan pada 11 September 2025.

Pengesahan ini menjadi titik balik penting bagi PWI dalam memperkuat legitimasi dan konsolidasi internal pasca-dualisme kepengurusan.

Sebagai bagian dari langkah konsolidasi tersebut, PWI juga berencana untuk menempati kembali lantai 4 Gedung Pers, yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan dan sekretariat PWI Pusat. Pemanfaatan kembali ruang tersebut diharapkan menjadi simbol kebangkitan organisasi dan pusat koordinasi program kerja ke depan.

Silaturahmi ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus inti PWI, termasuk Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari.

Dari pihak Dewan Pers, selain hadir Ketua Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, Wakil Ketua Totok Suryanto, hadir pula anggota Dewan Pers Abdul Manan, Yogi Hadi Ismanto, Rosarita Niken Widiastuti, dan Maha Eka Swasta. (*/hq1)

Dua Dewan Pakar PWI Cak Iban Wakili Kepri di Struktur Pusat 

Pengurus PWI Kepri saat ikut Kongres Persatuan PWI di Cikarang, 29-30 Agustus 2025.

Haqqnews.co.id – Dua pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di bawah kepemimpinan Saibansah Dardani, mendapat kepercayaan duduk dalam kepengurusan PWI Pusat periode 2025–2030, hasil Kongres Persatuan di Cikarang, Jawa Barat, 29-30 Agustus 2025 lalu.

Keduanya adalah Ramon Damora, Ketua Dewan Pakar PWI Kepri, yang diposisikan sebagai Ketua Departemen Seni, Musik, Film, dan Budaya PWI Pusat, serta Denni Risman, anggota Dewan Pakar PWI Kepri, yang dipercaya menjadi anggota Komisi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI Pusat.

Pengumuman resmi susunan pengurus PWI Pusat dilakukan oleh Ketua Umum terpilih Akhmad Munir bersama Ketua Dewan Kehormatan Atal S. Depari dalam rapat koordinasi di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Menyambut keputusan tersebut, Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani yang akrab disapa Cak Iban itu, menyambut penuh rasa syukur. Karena kepercayaan ini membuktikan bahwa kualitas pengurus PWI Kepri sudah bertaraf nasional. “Alhamdulillah, kami semua bersyukur dan merasa bangga atas kepercayaan Cak Munir memilih dua orang pengurus PWI Kepri kami dudul di pengurus PWI Pusat,” ujar Cak Iban.

Ditambahkannya, Ramon Damora adalah sosok mantan Ketua PWI Provinsi dua periode dan seorang penyair Kepri yang reputasinya sudah diakui secara nasional dan regional. Sedangkan Denni Risman adalah wartawan senior yang telah kenyang makan asam-garam pengalaman dunia jurnalistik nasional.

“Selamat menjalankan amanah buat bang Ramon dan bang Denni, berikan dedikasi yang terbaik untuk PWI Pusat, kami di Kepri akan men-support dengan sepenuh hati,” tegas Cak Iban lagi.

Sebelumnya, Akhmad Munir, yang akrab disapa Cak Munir, menyebut kepengurusan kali ini sebagai “kabinet persatuan” setelah PWI sempat dilanda dualisme. Kini, organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia itu kembali solid dan telah diakui pemerintah.

“Wartawan harus teguh menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik. Dengan kepengurusan yang solid, PWI akan hadir mendampingi seluruh anggota agar menjaga komitmen tersebut,” ujar Munir.

Ia menegaskan, wartawan adalah penyaji “makanan bergizi” bagi publik. Informasi yang sehat diyakini dapat memperkuat masyarakat di tengah derasnya arus hoaks dan disinformasi digital.

Struktur kepengurusan PWI Pusat periode 2025–2030 diisi oleh nama-nama besar dunia pers nasional. Mulai dari Suryopratomo (Dubes RI untuk Singapura, eks Pemred Kompas & Metro TV) sebagai Ketua Dewan Penasihat, Ilham Bintang sebagai Wakil Ketua, hingga Dahlan Iskan, Karni Ilyas, dan Retno Pinasti yang ikut memperkuat jajaran penasihat.

Dengan kombinasi tokoh senior berpengalaman dan wajah baru, PWI Pusat periode 2025–2030 diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya ekosistem pers yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di era digital.

Bagi insan pers Kepri, masuknya dua perwakilan daerah ke dalam struktur pusat diharapkan dapat memperkuat sinergi, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi wartawan daerah untuk berperan dalam membangun masa depan pers Indonesia.(*/hq1)

PWI Hasil Kongres Persatuan Resmi Diakui Pemerintah

Ketua PWI hasil Kongres Persatuan, Cak Munir (kiri) saat bertemu dengan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, pada Kamis (11/9/2025).

SK Kemenkum Terbit 11 September 2025

Haqqnews.co.id – Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) resmi kembali terdaftar di Kementerian Hukum (Kemenkum) RI dengan Nomor AHU-0001616.AH.01.08. Tahun 2025. Dengan demikian PWI hasil Kongres Persatuan di Cikarang telah resmi diakui oleh pemerintah.

Penerbitan AHU PWI itu berdasarkan permohonan PWI Pusat hasil Kongres Persatuan PWI yang disampaikan kepada Kemenkum melalui permohonan Notaris Dwi Yantoro SH MKn, sesuai Akta Nomor: 02 Tanggal 10 September 2025 yang dibuat oleh notaris tentang Perubahan Badan Hukum Perkumpulan PWI tanggal 11 September 2025 dengan Nomor Pendaftaran: 6025091131200080 telah sesuai dengan persyaratan persetujuan perubahan badan hukum perkumpulan.

Pengurus PWI di Kemenkum.

Direktur Jenderal AHU Widodo menyampaikan penerbitan surat keputusan AHU sangat cepat dan mudah karena datanya lengkap dan prosesnya secara digital.

“Hari ini (Kamis, 11 September 2025), kami menerima pendaftaran kepengurusan hasil Kongres PWI, dan setelah data lengkap, hari ini juga sudah terbit SK dari Kementrian Hukum untuk kepengurusan PWI hasil kongres rekonsiliasi. Prosesnya sangat cepat karena kami layani secara digital,” imbuh Widodo.

Dalam AHU-0001616.AH.01.08. Tahun 2025 tentang Persetujuan Perubahan Perkumpulan PWI disebutkan susunan pengurus dan pengawas PWI yang baru, yakni Akhmad Munir sebagai Ketua Umum (Ketum), Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Marthen Selamet Susanto sebagai Bendahara Umum (Bendum), semuanya disebutkan sebagai pengurus. Sedangkan Ketua Dewan Kehormatan PWI Atal S Depari disebutkan sebagai pengawas.

Berpose bersama di Kemenkum,

Ketum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan terima kasih kepada Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas dan Dirjen AHU Widodo beserta seluruh jajaran Kemenkum yang memberikan perhatian dan memproses cepat AHU PWI, yang sebelumnya sempat diblokir akibat terjadinya dualisme.

“Alhamdulillah, AHU PWI sudah terbit menandakan PWI kembali bersatu. Sekaligus dengan terbitnya AHU PWI ini, kami siap kembali berkontribusi untuk wartawan, komunitas pers, masyarakat, bangsa dan negara,” jelas Akhmad Munir, sehari-hari menjabat Direktur Utama LKBN Antara.

Kepada seluruh anggota PWI dari Aceh sampai Papua, Akhmad Munir menyerukan agar semua kembali kompak dan guyub, bersama-sama kembali mengangkat marwah kehormatan wartawan dan organisasi PWI. (*/hq1)

Legalitas PWI.

Empat Potensi Besar Kemaritiman Provinsi Kepulauan Riau

Prof. Akhlus sedang berbicara tentang potensi kemaritiman Provinsi Kepulauan Riau tahun 2018. (Foto: Dokumen Umrah)

Haqqnews.co.id  – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkenal sebagai daerah kepulauan di lokasi perbatasan yang strategis di antara Singapura, Riau, dan Johor Malaysia. Lautnya yang mencapai 96 persen dari seluruh luas Kepri mempunyai potensi kemaritiman yang sangat besar.

Setidaknya terdapat empat potensi besar kemaritiman Kepri. Empat potensi kemaritiman tersebut adalah sumberdaya kelautan dan perikanan, jasa transportasi pelayaran dan perdagangan, wisata bahari/maritim, dan Energi berkelanjutan.

Prof. Akhlus sudah lama mengungkapkan empat potensi kemaritiman itu dalam sebuah Rakor Kelitbangan Provinsi Kepri Tahun 2018 yang bertajuk,”Melalui Inovasi Kita Tingkatkan Daya Saing Daerah dan Unggul di Bidang Maritim”.

“Sektor sumberdaya kelautan dan perikanan merupakan ujung tombak sebuah negara maritim. Sektor ini merupakan sektor terbaharukan yang dapat memberikan manifestasi terbesar dalam pengelolaan perekonomian berbasis maritim,” ungkap Prof. Akhlus dalam pemaparannya sebagai menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Kelitbangan se-KEPRI di Hotel Golden View, Batam, Kamis (19/7/2018).

Prof. Akhlus yang waktu itu sebagai Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) juga mengungkapkan visi baru Umrah, yaitu Menjadikan Indonesia sebagai Negara Maritim yang Mandiri dengan Mendorong Ekonomi Kelautan dan Perikanan. (*/hq1)