28 C
Riau Islands
Senin 27 Juli 2026
Beranda blog Halaman 5

Kepala Bappenas: Ekonomi Oranye Lebih Prioritas Dibanding Monumen

Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy

TANJUNGPINANG – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong penguatan ekonomi oranye di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan infrastruktur fisik seperti monumen bahasa hanya merupakan pelengkap. Bukan sesuatu yang serta-merta mendesak di saat terjadi krisis fiskal. 

Saat mengunjungi sejumlah situs sejarah di Pulau Penyengat, Kamis (28/5/2026) lalu, Rachmat meminta pemerintah daerah fokus pada pengembangan sektor budaya dan kreativitas. Ekonomi oranye adalah ekonomi yang berbasis budaya dan kreativitas.   

Menteri memuji kekayaan aset peradaban Melayu di pulau tersebut, tapi ia mencatat potensi besar ini belum berdampak maksimal terhadap ekonomi warga lokal.

“Ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus. Jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh,” imbuh Rachmat Pambudy.

Membangun ekonomi oranye tidak hanya bisa dilakukan dengan membangun infrastruktur fisik seperti monumen, melainkan lebih menekankan pada penguatan nilai tambah melalui kreativitas, narasi, dan inovasi.

Berikut cara membangun ekonomi oranye yang dikembangkan oleh Bappenas: 

1. Penguatan Aspek Non-Fisik (Storytelling)

Membangun ekonomi oranye dimulai dengan memperkuat narasi atau storytelling dari aset sejarah yang sudah ada. Fokusnya bukan sekadar membangun bangunan baru, tapi bagaimana menceritakan kekayaan budaya yang ada (seperti sejarah peradaban Melayu di Pulau Penyengat) agar menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.

2. Perluasan Jangkauan Pemasaran (Marketing)

Bappenas menekankan bahwa kunci keberhasilan ekonomi oranye adalah perluasan strategi pemasaran. Potensi budaya yang besar tidak akan berdampak ekonomi jika tidak dibarengi dengan promosi yang masif dan penggunaan teknologi digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

3. Integrasi dengan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Membangun ekonomi ini melibatkan sentuhan kreativitas pada produk lokal, seperti:

  • Kemasan yang menarik: Produk UMKM (seperti olahan hasil laut atau kerajinan kulit gonggong) harus dikemas secara rapi dan modern agar memiliki nilai jual tinggi.
  • Inovasi Produk: Mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif, termasuk kriya, kuliner, dan fesyen yang mengangkat kearifan lokal.

4. Pengembangan Paket Wisata yang Kreatif

Pemerintah perlu menciptakan paket wisata yang terintegrasi, yang tidak hanya mengajak orang melihat situs sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman budaya yang autentik melalui atraksi seni dan keterlibatan masyarakat lokal.

Strategi ekonomi oranye ini merupakan bagian dari transformasi ekonomi nasional 2025 2029. Bappenas ingin menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui industri kreatif di daerah. Pulau Penyengat diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi budaya. (*/hq1)

Portal Kepri: Seremoni Pejabat Mendominasi Ketimbang Pembangunan dan Infrastruktur

Portal Kepri.

Haqqnews.co.id  – Narasi seremoni lebih mendominasi portal berita resmi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) ketimbang pembangunan dan infrastruktur. Portal kepriprov.go.id terbukti lebih banyak memproduksi narasi seremonial ketimbang menyajikan progres pembangunan dan infrastruktur. 

Melalui Analisis Sederhana Komparatif Konten Portal Berita kepriprov.go.id, menunjukkan dominasi narasi protokoler mencapai 86,67 persen. Hasil ini muncul dari metode analisis kuantitatif dan pembingkaian (framing analysis) terhadap sampel berita periode Mei 2026.

Dari 15 sampel artikel, misalnya, sebanyak 13 berita hanya mengulas aktivitas formal seperti kunjungan kerja dan pidato normatif dari pejabat. Sebaliknya, hanya dua artikel yang membahas kinerja sektoral atau hajat hidup masyarakat secara riil. “Mayoritas mutlak rilis berita harian berorientasi pada kegiatan protokoler birokrasi,” hasil analisis tersebut. 

Bias Pembangunan

Analisis menyoroti fenomena “seremonialisasi” pada proyek infrastruktur strategis. Terdapat bias pembingkaian (framing bias) yang mengaburkan data teknis proyek.

Sebagai contoh, berita peresmian Jembatan Semala di Natuna pada 3 April 2026 lebih menonjolkan kehadiran pejabat. Teks berita mengabaikan spesifikasi teknik rekayasa konstruksi meskipun proyek menelan dana APBD hingga Rp12,5 miliar.

Pola serupa terjadi pada pembangunan dermaga apung di Karimun. Humas pemerintah setempat membingkai infrastruktur tersebut sebagai “hadiah” personal pimpinan daerah kepada warga. Narasi ini dinilai mengaburkan esensi hak publik atas fasilitas yang dibiayai oleh uang pajak dari masyarakat.

Akar Masalah 

Dalam analisis ini, ketimpangan informasi pembangunan dan infrastruktur, akan sangat bergantung pada pasokan konten. Dampaknya, setiap rapat atau seremoni kecil bisa menjadi berita mandiri demi membuktikan keaktifan pejabat. Sebaliknya, progres harian proyek fisik oleh dinas teknis justru jarang terdokumentasi.  

Laporan tersebut memeringatkan bahwa personifikasi figur pemimpin yang berlebihan pada media pemerintah, menyebabkan terjadi pengaburan transparansi pembangunan. 

Analisis ini merekomendasikan untuk segera merestrukturisasi kebijakan redaksional portal resmi pemerintah tersebut. Selain informasi pembangunan dan infrastruktur, perlu menyediaan sistem dasbor data terbuka (open-data dashboard) untuk transparansi anggaran dan audit teknis proyek pembangunan. (*/hq2)

Zikir Terbaik Hari Arafah: Amalan Pembuka Pintu Langit dan Penghapus Dosa

Foto ilustrasi

Haqqnews.co.id Hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijah, adalah hari yang paling mulia dalam setahun di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan bahwa puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah, sebuah momen di mana rahmat Allah turun secara berlimpah dan pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya.

Tidak ada hari di mana Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka selain pada hari Arafah. Bagi Anda yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, momen ini tetap menjadi kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan karena keutamaan hari ini bersifat umum bagi seluruh umat Muslim. Kunci utama untuk mengetuk pintu langit di hari ini adalah dengan memperbanyak sebaik-baik doa, yaitu kalimat tauhid.

Lafal Zikir Utama Hari Arafah

Berikut adalah lafal zikir yang ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai ucapan paling utama untuk dipanjatkan pada sore hari Arafah:

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِي وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadiir.

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, Zat yang Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala pujian. Di tangan-Nya-lah segala kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Mengapa Zikir Ini Begitu Dahsyat?

  1. Warisan Para Nabi: Rasulullah SAW bersabda bahwa kalimat ini adalah sebaik-baik ucapan yang pernah beliau dan para nabi terdahulu sampaikan pada sore hari Arafah.
  2. Pengakuan Tauhid yang Agung: Zikir ini mengandung pengakuan keesaan Allah, pujian mutlak, serta penegasan bahwa segala kekuasaan berada di tangan-Nya.
  3. Waktu Paling Mustajab: Berdoa pada hari Arafah memiliki peluang terkabul yang jauh lebih besar karena ini adalah waktu yang sangat istimewa di sisi Allah.

Tips Agar Doa Tembus ke Arsy

Untuk memaksimalkan “Golden Hour” di hari Arafah, perhatikan panduan berikut:

  • Waktu Utama: Manfaatkan waktu sejak matahari tergelincir (Zuhur) hingga matahari terbenam (Magrib). Bagi kita di Indonesia, waktu paling krusial adalah bakda Ashar hingga menjelang Magrib.
  • Adab Berdoa: Menghadaplah ke arah kiblat, angkatlah kedua tangan setinggi bahu atau lebih, dan mulailah dengan memuji Allah serta bersalawat kepada Nabi SAW.
  • Kekhusyukan Hati: Berdoalah dengan penuh ketulusan, kerendahan hati, dan keyakinan kuat bahwa Allah pasti mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Jangan biarkan detik-detik berharga ini berlalu sia-sia. Basahilah lisan Anda dengan zikir terbaik ini dan raihlah ampunan serta keberkahan yang Allah janjikan di Hari Arafah. (*/hq1)

Jerat Pidana Pokir: Proyek Non Fisik Lintas Wilayah Jadi Incaran

Infografis

Haqqnews.co.id Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kementerian Dalam Negeri memperketat pengawasan terhadap proyek Pokok Pikiran (Pokir) DPRD di seluruh daerah. Aparat penegak hukum kini membidik modus penitipan proyek dan manipulasi proyek non-fisik.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto memperingatkan anggota dewan agar tidak melampaui kewenangannya dengan menentukan rekanan proyek. Ia menegaskan bahwa intervensi legislatif dalam teknis eksekusi anggaran merupakan pintu masuk tindak pidana korupsi. “Risikonya bukan hanya kehilangan jabatan, tapi juga pidana,” ujar Setyo dalam arahan terbarunya pada Mei 2026.

Modus Lintas Dapil dan Proyek “Siluman”

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyoroti praktik buruk anggota dewan yang memaksakan proyek masuk ke dapil lain. Modus ini biasanya bertujuan untuk mengakomodasi kepentingan bisnis pribadi atau vendor tertentu.

Menurut Tito, legislator hanya berhak mengusulkan aspirasi dari konstituen di wilayah yang mereka wakili.

“Pokir harus aspirasi dapil, bukan di luar dapil,” tegas Tito. Ia menyebut aparat penegak hukum sudah memahami pola “titipan” ini dan tinggal menunggu waktu untuk melakukan penindakan.

Selain masalah dapil, proyek non-fisik seperti survei pemetaan potensi daerah dan kegiatan promosi kini berada dalam radar pengawasan ketat. Proyek jenis ini dinilai rawan karena rincian kebutuhan riil dan hasilnya seringkali sulit diverifikasi secara fisik. KPK mengendus adanya permintaan fee atau komisi kepada konsultan hingga puluhan persen dari nilai kontrak.

Ancaman bagi Pejabat dan Kontraktor

Penyimpangan ini tidak hanya akan menyeret anggota dewan, tetapi juga mengancam posisi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Pejabat eksekutif yang menuruti intervensi dewan dalam menentukan pemenang proyek dianggap melakukan penyalahgunaan wewenang. PPK dan PPTK yang membiarkan praktik ini berisiko terjerat pasal penyuapan atau gratifikasi.

Sedangkan pihak ketiga atau kontraktor yang mengerjakan proyek melalui skema “ijon” juga tidak luput dari jeratan hukum. Modus setoran uang di depan sebelum proyek dimulai menjadi target utama penyidikan. Perusahaan yang terlibat dalam praktik ini terancam pemutusan kontrak hingga masuk daftar hitam (blacklist) pengadaan barang dan jasa pemerintah

KPK mengingatkan bahwa seluruh proses perencanaan dan penganggaran harus terdokumentasi dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD-RI). Transparansi ini bertujuan menutup celah proyek mendadak yang tidak masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). (*/hq1)

Harta Karun Kepri Masuk Radar Danantara: Bauksit hingga Sedimentasi Laut

Infografis

Haqqnews.co.id Presiden Prabowo Subianto akan memusatkan seluruh pengelolaan kekayaan alam di Indonesia, termasuk Kepulauan Riau (Kepri) ke dalam Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Langkah strategis ini mencakup mineral darat hingga komoditas sedimentasi laut guna mengamankan kekayaan negara dari pelarian devisa.

Pemerintah menunjuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai pengekspor tunggal komoditas strategis nasional. Kebijakan ini menyasar praktik manipulasi harga (under-invoicing) yang merugikan negara hingga US$150 miliar per tahun. “Penjualan semua hasil sumber daya alam kita… kita wajibkan melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal,” tegas Presiden Prabowo, Rabu (20/05/2026), dalam pidatonya di DPR RI, Jakarta.

Kepulauan Riau sendiri memiliki cadangan mineral melimpah seperti timah di perairan Kundur dan Singkep, serta bauksit di Pulau Bintan dan Lingga. Aset pertambangan raksasa di Kepri yang sebelumnya di bawah MIND ID, seperti PT Timah Tbk dan PT Aneka Tambang (Antam), kini akan berada dalam koordinasi Danantara. Penambangan timah lepas pantai (offshore) tetap menjadi tumpuan utama produksi nasional di wilayah ini.

Selain mineral darat, pemerintah mengaktifkan kembali pengelolaan sedimentasi laut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2023. Wilayah izin tambang laut di Kepri kini menguasai area seluas 132.000 Hektare lebih yang tersebar di Batam, Bintan, dan Karimun. Gubernur Kepri baru-baru ini disebut meresmikan satu perusahaan yang bergerak di sektor sedimentasi laut sebagai bagian dari optimalisasi ruang laut daerah.

Namun, kebijakan ini memicu pro dan kontra terkait keseimbangan ekonomi dan lingkungan. Peneliti kelautan memperingatkan potensi penguasaan laut oleh korporasi (ocean grabbing) yang membatasi akses nelayan tradisional. Kelompok masyarakat sipil mengkhawatirkan dampak tambang sedimentasi dapat merusak ekosistem pesisir dan habitat ikan.

CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan badan ini akan menjadi katalis utama bagi agenda hilirisasi nasional. Investasi awal senilai US$20 miliar akan difokuskan pada hilirisasi nikel, bauksit, dan tembaga untuk meningkatkan nilai tambah. Proyek seperti Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) yang melibatkan Antam di Bintan bakal menjadi prioritas investasi Danantara ke depan.

Danantara juga membentuk entitas baru bernama Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). BUMN ini bertugas mengambil alih pengelolaan tambang-tambang strategis, termasuk konsesi yang izinnya dicabut karena pelanggaran aturan. Dengan total aset yang diproyeksikan mencapai US$900 miliar, Danantara diharapkan mampu mentransformasi BUMN menjadi pemimpin ekonomi kelas dunia. (*/hq1)

Rupiah Jatuh, Tabungan Tergerus, Ujian Ini Tidak Main-Main

Anies Baswedan

Haqqnews.co.id Anies Baswedan membunyikan alarm bahaya bagi kondisi ekonomi Indonesia yang ia nilai sedang tidak baik-baik saja. Dengan nada tegas, mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyoroti rontoknya nilai tukar Rupiah ke titik terendah sepanjang sejarah yang kini mulai mencekik leher rakyat kecil.

Melalui video yang diunggah pada Rabu (20/052026) di kanal YouTube resminya, Anies Baswedan membongkar realita pahit yang dihadapi masyarakat: harga barang melambung, lapangan kerja menciut, dan tabungan warga yang ludes tergerus demi menyambung hidup. Menurutnya, Indonesia kini sedang dikepung “badai berlipat” mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah hingga ancaman El Nino terkuat dalam sejarah.

Anies melancarkan tamparan keras kepada pemerintah yang ia nilai lebih suka memberikan “obat tidur” daripada kejujuran. Ia mendesak pemerintah berhenti menyuapi publik dengan ketenangan semu dan “gula-gula” komunikasi politik yang hanya menampilkan data bagus saja.

“Berhentilah memberi obat tidur kepada publik. Buka data apa adanya, sampaikan masalah dengan jujur,” desak Anies dalam pesannya yang dikutip dari sumber YouTube tersebut. Ia menyayangkan sikap sejumlah pejabat yang justru menanggapi situasi darurat ini dengan komentar enteng, bahkan terkesan bercanda.

Sentimen Pasar Bingung, Pejabat Asyik Memboros

Kalimat aktif dan tajam Anies juga menyasar ketidakkonsistenan kebijakan yang membuat pasar dan investor lari ketakutan. Ia menyoroti kontradiksi yang menyakitkan: rakyat dipaksa “mengencangkan ikat pinggang” atau berhemat, namun di saat yang sama pemerintah justru asyik pamer pemborosan pada hal-hal yang bukan prioritas.

Situasi ini, menurut Anies, menunjukkan ketidakpekaan penguasa terhadap hajat hidup ratusan juta orang. “Investor menahan diri, bahkan sebagian kabur karena publik dan pasar bingung dengan arah kebijakan yang berubah-ubah tiap hari,” tegasnya.

Anies menutup pesannya dengan peringatan bahwa masa-masa berat masih menghantui di depan mata. Ia meminta pemerintah untuk segera bertindak solid dan memimpin dengan teladan nyata dari atas sampai bawah, bukan dengan menciptakan ilusi keberhasilan.

“Kita pasti bisa melewati ini, tapi syaratnya satu: serius. Mari kita serius mengurus bangsa ini!” pungkasnya dengan nada provokatif untuk menggugah kesadaran publik dan pemerintah. (*/hq1)

Jejak Hibah Triliunan di Kepri, Alarm Keras dari KPK

Foto ilustrasi

Haqqnews.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) mencatatkan penyaluran dana hibah yang masif dalam lima tahun terakhir,  totalnya bisa triliunan rupiah. Tata kelola dana hibah ini, kini berada dalam sorotan tajam menyusul peringatan keras dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait potensi benturan kepentingan.  

Berikut data realisasi hibah Pemprov Kepri periode 2020-2025 berdasarkan laporan resmi :

Catatan 2025: Daerah Wajib Publikasi

Hingga periode laporan Mei 2026, Pemprov Kepri tengah menghadapi tantangan penyelesaian administrasi keuangan. Berdasarkan laporan terkini, pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian APBD untuk melunasi kewajiban tunda bayar tahun anggaran 2025 sebesar Rp104 miliar.  Di sisi lain, KPK dalam Laporan Tahunan 2025 menegaskan bahwa setiap daerah wajib memublikasikan daftar penerima hibah secara rinci untuk mencegah penyaluran yang terkonsentrasi pada pihak tertentu saja. Dari data Depkeu realisasi hibah hingga November 2025 mencapai Rp 152,78 miliar.

2024: Rekor Bantuan Rumah Ibadah

Pada tahun anggaran 2024, Pemprov Kepri menetapkan pagu hibah sebesar Rp380,04 miliar. Berdasarkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Audited, terealisasi sebesar Rp357,58 miliar atau mencapai 94,09%. Fokus utama tahun ini adalah bantuan untuk rumah ibadah dan yayasan pendidikan dengan alokasi fantastis sebesar Rp114 miliar, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

2023: Polemik Urgensi dan Opini WTP

Realisasi belanja hibah tahun 2023 tercatat sebesar Rp362,32 miliar.  Meski secara administratif meraih opini WTP, tahun ini diwarnai kritik publik mengenai urgensi penerima manfaat.  Kelompok jurnalis di Batam sempat mempertanyakan kriteria verifikasi setelah munculnya informasi mengenai aliran dana hibah kepada organisasi hobi seperti klub motor gede (moge) sebesar Rp1 miliar dan komunitas tertentu senilai Rp500 juta yang dinilai minim urgensi publik.  

2021 & 2020: Nominal Tertinggi

Pada tahun 2021, Pemprov Kepri merealisasikan hibah sebesar Rp509,72 miliar (98,03% dari pagu Rp519,60 miliar). Periode ini menjadi krusial dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2021 yang mewajibkan penerima hibah berbentuk badan hukum yang disahkan Kemenkumham. Sementara pada tahun 2020, belanja hibah mencatat angka tertinggi sebesar Rp607,95 miliar, melampaui target awal Rp601,20 miliar (101,12%) di tengah masa transisi kebijakan pengelolaan keuangan daerah secara nasional.

Larangan Hibah ke Instansi Vertikal

Di tengah masifnya angka-angka tersebut, Ketua KPK Setyo Budiyanto memberikan peringatan keras pada 11 Mei 2026 di Gedung Kemendagri. KPK secara tegas melarang kepala daerah memberikan dana hibah kepada instansi vertikal (seperti Kepolisian dan Kejaksaan) karena lembaga tersebut sudah dibiayai penuh oleh APBN.

KPK mengidentifikasi bahwa hibah ke Aparat Penegak Hukum (APH) rawan menjadi “transaksi diam-diam” yang merusak independensi hukum. “Pemberian hibah ini sering kali tidak berkaitan dengan pelayanan publik, melainkan untuk fasilitas internal seperti pagar atau mobil dinas,” ungkap Budi Prasetyo, Juru Bicara KPK, pada 12 Mei 2026. Peringatan ini menjadi sinyal kuat bagi Pemprov Kepri agar tidak menciptakan grey area yang memicu risiko korupsi dan benturan kepentingan. (*/hq1)

Manjakan Diri di Batam, HARRIS Barelang Tebar Diskon 25% hingga Akhir Tahun

HARRIS Barelang, Batam.

Haqqnews.co.id – HARRIS Barelang Batam menghadirkan penawaran spesial bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman menginap lebih hemat dan fleksibel melalui promo diskon hingga 25 persen untuk pemesanan kamar langsung di website resmi  DiscoverASR.com. Promo ini berlaku hingga 20 Desember 2026 dan dapat dinikmati baik saat weekday maupun weekend.

Tidak hanya itu, tamu yang bergabung menjadi ASR Member juga dapat menikmati berbagai keuntungan tambahan seperti diskon khusus untuk dining di HARRIS Café dan Rocksalt Beach Club, serta potongan harga untuk berbagai aktivitas seru seperti ATV dan Jetski yang tersedia di area resort.

Dengan suasana resort tepi laut yang nyaman dan pemandangan ikonik Jembatan Barelang, HARRIS Barelang Batam menjadi pilihan tepat untuk staycation, liburan keluarga, maupun short escape bersama orang terdekat. Para tamu juga dapat menikmati berbagai weekend activities seperti foam party, kids activities, live entertainment, dan aktivitas rekreasi lainnya yang membuat pengalaman menginap semakin berkesan.

HARRIS Barelang, Batam.

“Melalui promo spesial ini, kami ingin memberikan kesempatan bagi para tamu untuk menikmati pengalaman menginap yang menyenangkan dengan harga terbaik langsung melalui website resmi. Ditambah dengan berbagai aktivitas akhir pekan yang seru, kami berharap setiap tamu dapat menciptakan momen liburan yang hangat dan berkesan bersama keluarga maupun orang terdekat,” ujar Bart Jan Van den Brink.

Ayo, reservasi dan daftar sebagai ASR Member sekarang melalui website resmi  www.discoverasr.com.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 815 3409 1111 atau email reservation.hbrl@the-ascott.com. Kunjungi website resmi www.discoverasr.com dan ikuti terus update terbaru kami di  bit.ly/HARRISBARELANG serta Instagram @HARRIS_barelang.

(*/hq1)

Anggaran Kepri: Hibah Kencang, Aspal Tenang

Foto ilustrasi

Haqqnews.co.id – Aspal jalan mungkin masih bisa menunggu dengan tenang, tapi penyaluran dana hibah tampaknya tidak bagi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri). Dalam dua tahun terakhir (2024 – 2025), realisasi bantuan uang tunai ke kelompok masyarakat konsisten memecundangi anggaran pembangunan infrastruktur fisik daerah.

Data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) menunjukkan realisasi Belanja Hibah tahun 2024 menembus Rp357,58 miliar. Angka ini jauh melampaui Belanja Modal yang hanya mampu menyerap Rp307,34 miliar pada periode yang sama.

Tren “bagi-bagi” dana ini berlanjut pada tahun anggaran 2025. Hingga September 2025, Pemprov Kepri mencairkan hibah sebesar Rp117,79 miliar atau 67,36 persen dari target. Sebaliknya, proyek fisik jalan dan jembatan baru menyentuh Rp101,41 miliar atau hanya 37,65 persen dari pagu.

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah, mencium aroma konflik kepentingan di balik derasnya aliran hibah. “Ada potensi KKN jika hibah masuk ke yayasan yang memiliki kedekatan dengan pejabat,” tegas Trubus menyoroti asas kepatutan anggaran.

Di sisi lain, Peneliti CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet memeringatkan risiko ekonomi jika belanja modal terus dianaktirikan. Belanja infrastruktur seharusnya menjadi mesin pertumbuhan yang menciptakan lapangan kerja langsung bagi warga. (*/hq2)

Ekonomi Kepri Melejit, Mengapa Dompet Kering?

Foto ilustrasi.

Haqqnews.co.id Ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat angka mentereng pada awal 2026. Pertumbuhan tahunannya mencapai 7,04 persen. Angka ini menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan laju ekonomi tertinggi di Pulau Sumatera.

Namun, statistik manis ini berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan. Masyarakat menengah ke bawah justru mengeluhkan sulitnya mencari uang alias dompet mereka sedang kering. “Kekeringan” likuiditas ini terjadi karena pertumbuhan hanya terkonsentrasi pada wilayah dan sektor tertentu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Toto Haryanto Silitonga, mengungkap sisi lain data tersebut. Secara triwulanan, ekonomi Kepri sebenarnya mengalami kontraksi atau pengerutan sebesar 3,54 persen. Penurunan aktivitas ini terjadi jika membandingkan awal tahun 2026 dengan akhir tahun 2025.

Sektor konstruksi dan pertambangan menjadi penyumbang negatif terbesar. Penurunan di sektor konstruksi memukul langsung pekerja kasar dan buruh harian. Padahal, sektor ini biasanya menjadi tumpuan hidup masyarakat kelas bawah.

Mesin pertumbuhan Kepri saat ini hanya bergantung pada industri pengolahan di Batam. Sektor ini mendominasi struktur ekonomi hingga 42,42 persen. Investasi besar memang masuk, namun manfaatnya belum merata ke seluruh kabupaten dan kota.

Data BPS menunjukkan andil konsumsi rumah tangga masih sangat rendah, yakni hanya 1,80 persen. Sebaliknya, Pembentukan Modal Tetap Bruto atau investasi menyumbang 3,02 persen. Hal ini membuktikan bahwa uang berputar di level modal besar, bukan di pasar rakyat.

Tingkat pengangguran juga menjadi ancaman nyata. Pemerintah Provinsi Kepri menargetkan angka pengangguran sebesar 6,47 persen pada 2026. Target ini justru lebih buruk dari realisasi Agustus 2024 yang hanya 6,39 persen.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengakui adanya tantangan pemerataan ini. Ia berjanji akan mengarahkan investasi ke daerah luar Batam seperti Lingga dan Anambas. “Pemerataan investasi harus menyasar seluruh kabupaten/kota agar manfaat ekonomi dirasakan semua lapisan,” imbuh Ansar.

Pemerintah kini mengejar target investasi Rp86 triliun sepanjang 2026. Proyek strategis nasional seperti KEK Thiansan di Lingga sedang dalam tahap koordinasi lahan. Industri rumput laut juga mulai dikembangkan untuk menambah penghasilan ibu-ibu di pesisir.

Transformasi ekonomi ini menjadi kunci agar Kepri tidak hanya tumbuh di atas kertas. Masyarakat menanti kebijakan yang mampu mencairkan “kekeringan” uang di tingkat bawah. Tanpa pemerataan, pertumbuhan tinggi hanya akan menjadi angka kosong bagi warga kecil. (*/hq1)