Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani (kanan) bersama Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, di kantor Dewan Pers Jakarta. (Foto: Dokumen PWI Kepri).
Haqqnews.co.id –Maraknya penyalahgunaan profesi jurnalistik oleh oknum tertentu kini menjadi perhatian serius di Kepulauan Riau (Kepri). Media yang sejatinya berfungsi sebagai penjaga integritas informasi, mulai tercoreng oleh praktik tidak etis demi kepentingan pribadi.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat dan jurnalis profesional, yang menuntut setiap wartawan agar tetap berpegang teguh pada kode etik.
Saibansah Dardani, Ahli Pers Dewan Pers di Kepri, mengingatkan seluruh wartawan untuk tidak menulis berita dengan itikad buruk.
“Wartawan Indonesia dilarang menulis berita dengan motif buruk, sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik,” ujar Saibansah.
Ia menyoroti, fenomena terkini menunjukkan adanya media yang sengaja melakukan serangan terhadap individu. Menurutnya, bahkan memasang niat untuk membuat berita demi kepentingan pribadi merupakan pelanggaran serius.
“Menyerang kehormatan pribadi atau lembaga tanpa konfirmasi adalah tindakan yang dilarang, sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.
Saibansah menekankan pentingnya profesionalisme dan kepatuhan wartawan terhadap Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan peraturan Dewan Pers. “Ini adalah koridor dan panduan utama kita sebagai jurnalis,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan jika wartawan mengabaikan kaidah ini, mereka akan kehilangan perlindungan hukum dari Dewan Pers dan Undang-Undang Pers ketika melakukan pelanggaran.
Saibansah juga mengungkap adanya oknum wartawan yang memanfaatkan profesinya untuk memeras, yakni dengan menerbitkan berita negatif lalu menawarkan penghapusan (take down) berita.
“Dewan Pers jelas melarang praktik penghapusan berita. Setiap berita yang sudah dipublikasi adalah hak masyarakat,” katanya.
Pengecualian hanya berlaku untuk berita yang benar-benar mengancam keamanan negara. “Berita yang dapat membahayakan negara, itulah satu-satunya yang bisa dihapus,” imbuh Saibansah. (*/hq1)
Haqqnews.co.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyimpan potensi kemaritiman yang luar biasa hebat, tetapi hingga kini pemanfaatannya masih jauh dari harapan. Realisasinya seret!
Wilayah Kepri mempunyai lebih dari 2.400 pulau dan sebagian besar berupa perairan, menjadikannya salah satu jalur pelayaran internasional paling strategis di Asia Tenggara.
Dari data yang dihimpun dan diolah oleh Haqqnews, menunjukkan sektor perikanan tangkap di Kepri mempunyai potensi hingga 1,7 juta ton per tahun, tapi yang berhasil ditangkap baru sekitar 305 ribu ton. Begitu pula dengan sektor budidaya, dari potensi 466 ribu hektare, para pelaku usaha baru memanfaatkan sekitar 7 ribu hektare.
Peluang besar lain dari jasa labuh jangkar, industri bioteknologi maritim, dan pariwisata bahari hingga kini masih terbuka lebar, namun belum tergarap, sehingga hasilnya masih nihil.
Mengutip Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang menegaskan sikapnya di forum resmi seperti Rakernas Ikatan Sarjana Melayu dan Kepri Economic Forum 2025. Ansar menyebut, kemaritiman adalah identitas dan kekuatan ekonomi utama Kepri.
“Optimasi belum sempurna, dan kami terus dorong regulasi teknis, investasi pengelolaan laut, serta penguatan SDM agar potensi laut bisa benar-benar dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar.
Ia juga mengakui Kepri sebagai Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Indonesia, berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan ALKI I yang dilewati lebih dari 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahun. Ansar yakin, situasi ini merupakan peluang sekaligus tantangan besar yang harus dikelola optimal.
Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, memperkuat dorongan agar Pemprov Kepri mengembangkan sektor perikanan budidaya skala besar seperti di Arab Saudi dan memaksimalkan BUMD transportasi laut. “BUP Kepri memiliki saldo belasan miliar rupiah. Dana ini bisa dijadikan modal awal pengadaan armada kapal cepat tujuan internasional seperti Singapura,” ujarnya. Wahyu menilai, armada milik daerah bukan hanya sumber PAD baru, namun juga menjadi solusi menekan harga tiket yang selama ini tinggi, sehingga mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan makin terdorong. (hq1)
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani (tengah), di kantor PWI Pusat. (Foto: Dokumen PWI Kepri)
Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat kedaulatan maritim di Natuna.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menekankan bahwa media memiliki peran krusial dalam menciptakan informasi yang kondusif, memperkuat ketahanan nasional, serta mengawal pembangunan di wilayah perbatasan.
“PWI Kepri mendukung langkah strategis pertahanan dan kebijakan pemerintah menjaga kedaulatan. PWI yang lahir dari semangat perjuangan 1946 akan terus menjaga spirit pers yang berorientasi pada kepentingan bangsa,” imbuh Saibansah, dikutip pada Senin (24/11/2025).
Pernyataan dukungan ini disampaikan menyusul kunjungan Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Hor) Purn. Sjafrie Sjamsoeddin, ke Pangkalan Udara Raden Sadjad (RSA) Natuna usai menjalankan agenda kerja di Tokyo, Jepang. Menhan tiba menggunakan pesawat VIP/VVIP TNI AU Boeing 737-800 NG A-7309 dan disambut Danlanud RSA, Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, beserta jajaran TNI di Natuna, Selasa (18/11/2025).
Dalam kunjungan singkat tersebut, Menhan menuliskan pesan di buku tamu Lanud RSA yang menekankan pentingnya memperkuat pertahanan di wilayah perbatasan. “Jadikan Lanud ini posko depan yang kokoh dan tangguh untuk pengamanan wilayah utara kedaulatan NKRI,” tulisnya.
Saibansah menambahkan bahwa Natuna sebagai kawasan strategis perlu dikelola secara komprehensif dan berkelanjutan. Kehadiran pejabat tinggi pertahanan negara, menurutnya, merupakan sinyal tegas bahwa pemerintah terus mempertegas posisinya dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan di Laut Natuna Utara.
Sejumlah pejabat TNI turut menyambut kedatangan Menhan, antara lain Danlanal Ranai, Dandim 0318/Natuna, Dansatrad 201, Danskadron 52, dan unsur Lanud RSA. Kehadiran para pimpinan satuan ini menunjukkan komitmen penguatan pengamanan wilayah perbatasan.
Natuna dikenal sebagai salah satu kawasan strategis di beranda utara Indonesia, berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara yang kerap menjadi sorotan geopolitik kawasan. Pemerintah, masyarakat, dan media diharapkan terus berperan dalam menjaga stabilitas serta memperkuat pembangunan di perbatasan, mengingat Natuna bukan sekadar batas negara, melainkan salah satu wajah terdepan Indonesia di mata dunia. (hq1)
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom. saat bersama peserta seminar.
Haqqnews.co.id – Dewan Pendidikan Kota Batam menggelar kegiatan Sosialisasi, Pendampingan, dan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Penguatan Kurikulum serta Kolaborasi Stakeholder Pendidikan di Aula Politeknik Negeri Batam pada Rabu (19/11). Kegiatan ini diikuti hampir 200 Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum tingkat SD dan SMP se-Kota Batam.
Kegiatan ini merupakan salah satu program strategis Dewan Pendidikan Kota Batam untuk memperkuat kapasitas sekolah dalam mengelola dan mengembangkan kurikulum secara efektif. Fokus utamanya adalah membantu sekolah memahami kebijakan terkini, memperbaiki tata kelola pembelajaran, serta membangun budaya mutu yang berkelanjutan.
Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Dr. Fendi Hidayat, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa penguatan kurikulum dan kolaborasi seluruh unsur pendidikan menjadi kunci peningkatan kualitas.
“Kami merancang kegiatan ini untuk memastikan sekolah memiliki pendampingan yang tepat dalam menerapkan kurikulum dan meningkatkan mutu layanan pendidikan. Dewan Pendidikan berkewajiban hadir sebagai mitra yang mendorong penguatan kompetensi, tata kelola, dan praktik pembelajaran di lapangan,” ungkapnya.
“Upaya peningkatan mutu tidak dapat berjalan tanpa komitmen bersama. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat harus terus diperkuat agar kualitas pendidikan Batam semakin baik dan merata.” Tambahnya
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama. Materi pertama disampaikan oleh Dr. Hos Arie Rhamadhan Sibarani, S.H., M.H., Kepala Kantor Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Kepulauan Riau, yang membahas penguatan kompetensi pendidik serta arah kebijakan pembinaan GTK di era digital. Ia menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap dinamika perubahan kurikulum dan kebutuhan peserta didik.
Narasumber kedua, Adi Syahputra Purba, S.Pd., M.Si., dari Komisi Mutu Dewan Pendidikan Kota Batam, memaparkan strategi implementasi kurikulum dan mekanisme penjaminan mutu sekolah. Ia menyoroti perlunya evaluasi berkelanjutan dan penggunaan data pendidikan secara akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan di tingkat sekolah.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi lintas pihak dalam menjaga standar mutu pendidikan.
“Penjaminan mutu tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi antar-stakeholder harus diwujudkan dalam praktik agar peningkatan mutu benar-benar dirasakan oleh sekolah dan peserta didik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Dewan Pendidikan Kota Batam berharap terbangun komitmen bersama untuk memperkuat budaya mutu pada seluruh satuan pendidikan serta memastikan kurikulum berjalan selaras dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Acara ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi di sekolah serta mencari solusi secara bersama-sama. (hq2)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) usai melakukan pertemuan bilateral dengan Minister for Trade and Industry Singapura Gan Kim Yong, Selasa (18/11) di Singapura.
Haqqnews.co.id – Kerja sama ekonomi SIJORI (Singapura, Johor, Kepulauan Riau) kembali dihidupkan oleh Indonesia dan Singapura, dengan fokus utama pada keterlibatan Provinsi Kepulauan Riau sebagai poros strategis.
Kesepakatan ini diperkuat dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong di Singapura pada 18 November 2025.
Kerja sama SIJORI sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir, kini kembali menjadi fokus utama kedua negara. Indonesia dan Singapura sepakat untuk memperluas kolaborasi di berbagai bidang, termasuk pengembangan infrastruktur, konektivitas, perdagangan digital, serta penguatan ekosistem ekonomi digital di kawasan ini.
Pemerintah Indonesia menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam pengembangan SIJORI, dengan melibatkan tidak hanya Singapura dan Johor (Malaysia), tetapi juga Kepulauan Riau sebagai mitra strategis. Diskusi informal yang sebelumnya dilakukan di Malaysia menunjukkan potensi besar untuk mengembangkan proyek-proyek bersama yang dapat memperkuat integrasi ekonomi dan konektivitas antarmitra.
Kawasan SIJORI, yang pertama kali digagas pada tahun 1989, diharapkan dapat menjadi gerbang regional bagi pengembangan ekonomi digital dan inovasi di Asia Tenggara. Dengan dukungan dari Singapura sebagai pusat keuangan dan teknologi, serta potensi sumber daya dan pasar Indonesia, kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan.
Pemerintah Indonesia juga menyampaikan komitmen untuk terus memajukan proses aksesi pada CPTPP dan bergabung dalam Forum FIT, dengan dukungan penuh dari Singapura. Kedua negara menegaskan pentingnya koordinasi tingkat tinggi untuk mempercepat agenda kerja ekonomi bilateral dan regional.
Kerja sama SIJORI yang kembali dihidupkan ini menjadi simbol kuat komitmen Indonesia dan Singapura dalam membangun kemitraan strategis yang saling menguntungkan, menjaga stabilitas kawasan, serta mendorong integrasi ekonomi yang lebih maju dan responsif terhadap tantangan global. (hq1)
Musda V Golkar Kepri batal dilaksanakan di Kota Tanjungpinang, Kepri.
Haqqnews.co.id – Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Kepulauan Riau yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (16/11/2025), resmi ditunda.
Penundaan ini berdasarkan surat resmi dari Panitia Musda bernomor B 034/DPD/Golkar/XI/2025, yang menyebutkan bahwa pelaksanaan Musda V Golkar Kepri ditunda sampai waktu yang belum dapat ditentukan dan menunggu arahan lebih lanjut dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
Melalui surat yang beredar, Panitia Musda menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan undangan Musda. “Dengan berat hati, Musyawarah Daerah V Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau diumumkan DITUNDA sampai dengan menunggu arahan waktu dari DPP Partai Golkar,” bunyi surat panitia yang juga tersebar luas melalui pesan WhatsApp internal partai.
Sejumlah pengurus DPP Partai Golkar yang semula dijadwalkan hadir ke Tanjungpinang dilaporkan membatalkan keberangkatan setelah menerima instruksi mendadak dari pusat. Tanpa kehadiran panitia pusat, Steering Committee (SC), Organizing Committee (OC), serta unsur DPP, Musda tidak dapat dimulai.
Ketua DPD I Golkar Kepri, Akhmad Ma’ruf Maulana, mengonfirmasi penundaan tersebut dan menyebut perubahan jadwal merupakan bagian dari proses organisasi internal. “Kami ingin memberitahukan bahwa Musda V Golkar Kepri resmi ditunda sampai waktu yang tidak dapat ditentukan. Kami menunggu arahan dari DPP saja,” kata Maulana, seraya menegaskan bahwa penundaan ini hanya persoalan penjadwalan ulang dan tidak mengubah komitmen politik para kader.
Menjelang Musda, situasi politik internal Golkar Kepri semakin memanas, dengan dua kubu yang dikabarkan bersaing untuk mendapatkan dukungan sebagai ketua DPD Kepri, yaitu Rizki Faisal dan Ade Angga. Ada tiga nama kuat yang muncul sebagai calon ketua, namun hingga batas waktu pendaftaran, belum ada kesepakatan yang diambil. Dua kali mediasi DPP pun gagal menyelesaikan konflik internal, sehingga akhirnya Musda kembali ditunda.
Meski berlangsung mendadak, suasana di lokasi tetap kondusif. Para ketua DPD II dan kader yang sudah hadir memilih kembali ke daerah masing-masing sambil menunggu instruksi baru dari pusat. “Kami menunggu instruksi baru, tapi dukungan tidak berubah. Justru dinamika ini makin memperjelas peta kekuatan,” ujar salah seorang koordinator relawan. (*/hq1)
Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, dan Anggota DPR RI Dapil Kepri HM Endipat Wijaya di tengah para jamaah di Masjid Agung Batam Centre, Sabtu (15/11/2025) malam.
Haqqnews.co.id – Ribuan masyarakat tumpah ruah memadati Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Center, Sabtu (15/11/2025) malam, dalam gelaran Kepri Bersholawat 2. Lantunan sholawat yang merdu menggema di sepanjang malam, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan yang menyatukan hati ribuan jamaah.
Acara ini dipimpin langsung oleh tiga habib besar: Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Jindan bin Novel, dan Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi. Di bawah cahaya lampu masjid yang memancar, para jamaah larut dalam dzikir dan sholawat, menengadahkan tangan memohon rahmat serta keberkahan dari Allah SWT.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak sore hari, area masjid dan pelatarannya telah dipenuhi jamaah dari berbagai penjuru Batam hingga kabupaten dan kota lain di Kepulauan Riau. Mereka datang dengan satu tujuan: bersatu dalam satu suara, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Kepri Bersholawat 2.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Kepri HM Endipat Wijaya, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Wakil Ketua DPRD Kepri Ustadz Bakhtiar, Kabinda Kepri Brigjen Bonar Panjaitan, Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Ketua 1 DPRD Batam Aweng Kurniawan, serta sejumlah anggota DPRD Kepri, Tanjungpinang, Bintan, Karimun, dan Forkopinda Kepri.
Dalam tausiyah singkatnya, Habib Syeikh menyampaikan pesan damai dan persatuan. “Kita doakan Indonesia aman, selamat, dan penuh berkah. Jangan saling menyalahkan, tapi saling mendoakan,” ujarnya, yang langsung disambut dengan lantunan sholawat dari ribuan jamaah.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh rasa haru. Selain bersholawat, acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, masyarakat Kepri, dan umat Islam secara keseluruhan. (*/hq1)
Haqqnews.co.id –Pukul 09.00 WIB, Rabu (13/11/2025), ruang praktik kuliner SMKN 2 Batam dipenuhi aroma roti hangat yang baru keluar dari oven. Di tengah deretan mesin mixer berkapasitas besar dan oven industri yang megah, Elvin Devita Putri Daci, siswi kelas XII, dengan gerakan cekatan melipat plastik pembungkus roti. Tangannya terlatih, matanya fokus—tak ubahnya pekerja profesional di pabrik roti komersial.
“Kalau dari pabrik harganya Rp 4.500, saya bisa jual Rp 6.000. Jadi saya untung Rp 1.500,” ucapnya dengan senyum bangga.
Di balik angka keuntungan sederhana itu, tersimpan pembelajaran yang jauh lebih berharga: tentang kemandirian, kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, M. A. Khafi Anshary, menyebut Tefa Roti sebagai “mutiara terpendam” yang belum sepenuhnya terlihat oleh masyarakat Batam. Padahal, kualitas produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan roti komersial yang dijual di pasaran.
Kunjungan Khafi ke ruang produksi Teaching Factory (Tefa) Roti membuka pandangannya terhadap potensi besar yang dimiliki siswa jurusan kuliner. Dengan mesin modern bantuan pemerintah pusat senilai Rp 200 juta, para siswa memeroduksi roti secara profesional—mulai dari mengolah adonan, proses fermentasi, hingga pemanggangan menggunakan oven berkapasitas industri.
“Roti yang dihasilkan lembut, aromanya wangi, dan kualitasnya tidak kalah dari roti komersial,” ujar Khafi.
Namun, di balik kualitas produk yang menjanjikan, ada satu masalah mendasar yang menghalangi: keterbatasan jangkauan pemasaran.
Kapasitas Produksi Tinggi, Jangkauan Pasar Terbatas
Setiap hari, unit Teaching Factory Tata Boga SMKN 2 Batam mampu memproduksi 600–700 kue, termasuk roti. Tefa Roti sendiri rutin memproduksi 300–600 picis sesuai permintaan, dikerjakan secara bergiliran oleh tim berisi 6–8 siswa. Pernah dalam satu waktu, mereka menerima pesanan hingga 1.500 picis per hari.
Pengelola Tefa Roti, Eka Wuladari, menuturkan bahwa produk ini telah memiliki hak paten sejak 2023. Dengan sembilan guru kuliner yang mengawal proses pembelajaran, dari sisi kualitas dan kesiapan produksi, Tefa Roti tidak kalah dari pelaku usaha roti di luar sekolah.
Target produksi sebenarnya bisa mencapai 2.000 picis per hari. Namun, pemasaran yang masih terbatas pada sekolah-sekolah sekitar menjadi kendala utama. Promosi dilakukan melalui brosur, Instagram, WhatsApp, dan upaya siswa yang menjual langsung ke lingkungan sekitar.
“Saya berharap anak-anak bisa menjadi pengusaha sukses setelah lulus,” harap Eka.
Yang membedakan Tefa Roti dengan kursus memasak biasa adalah penerapan konsep Teaching Factory, yakni model pembelajaran yang meniru suasana dan proses kerja di industri sesungguhnya. Siswa tidak hanya belajar teknik baking, tetapi juga manajemen produksi, komunikasi dengan pelanggan, strategi pemasaran, hingga mengelola kritik sebagai bahan evaluasi.
Kepala SMKN 2 Batam, Drs. Refio, M.Pd., menjelaskan bahwa melalui mata pelajaran kewirausahaan, siswa diwajibkan memasarkan produk mereka kepada tetangga, keluarga, hingga warung sekitar rumah sebagai bagian dari penilaian. Mereka juga dilatih menerima kritik dari pelanggan sebagai sarana perbaikan kualitas produk.
“Tanpa dukungan industri, percuma SMK mencetak tenaga kerja,” tegas Refio.
Sekolah terus memperluas jangkauan pemasaran, mulai dari perusahaan Epson, sekolah-sekolah sekitar, hingga kantin Politeknik. Respons pasar pun positif, meski kendala geografis di beberapa wilayah Batam membuat distribusi pesanan belum maksimal.
Ketua PWI Batam M. A. Khafi Anshary mengunjungi Tefa Roti SMKN 2 Batam.
Batam Butuh Kolaborasi Pemerintah dan Industri
Khafi menilai, Batam sebagai kota industri memiliki banyak perusahaan yang bisa menjadi mitra pemasaran, namun akses tersebut sulit dijangkau tanpa kolaborasi pemerintah. Ia menyayangkan kurangnya keterlibatan pemerintah dalam membantu produk karya siswa dikenal lebih luas.
“Setiap kegiatan pemerintah pasti membutuhkan konsumsi. Roti ini bisa menjadi salah satu pilihan,” ujarnya.
Dukungan pemerintah bukan hanya akan memperluas pemasaran, tetapi juga mendongkrak kepercayaan diri siswa saat terjun ke dunia kerja. Khafi berkomitmen melalui PWI untuk menghadirkan ruang publikasi positif bagi dunia pendidikan Kota Batam, agar prestasi sekolah yang selama ini tidak terekspos bisa dikenal masyarakat luas.
“Kami berharap Tefa Roti bisa lebih maju dan dikenal seluruh Batam,” kata Elvin dengan mata berbinar.
Harapan sederhana namun besar itu bukan hanya milik Elvin, tetapi juga ratusan siswa SMKN 2 Batam yang setiap hari belajar tidak hanya dari buku, tetapi dari pengalaman nyata berbisnis. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, keterampilan praktis dan pengalaman langsung adalah modal utama.
Di ruang produksi yang dipenuhi aroma roti hangat itu, mimpi-mimpi kecil sedang dirajut. Mimpi tentang kemandirian, tentang wirausaha, tentang masa depan yang lebih cerah. Dan mungkin, dengan sedikit perhatian lebih dari pemerintah, masyarakat, dan dunia industri, mutiara terpendam ini akan benar-benar bersinar terang di tengah gemerlap Kota Batam.
SMKN 2 Batam merupakan SMK Pusat Keunggulan yang memiliki berbagai jurusan unggulan, termasuk perhotelan, kuliner, tata kecantikan dan spa, usaha layanan pariwisata, dan tata busana. Sekolah ini telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Lomba Kompetensi Siswa Tingkat Nasional dan menjadi Pusat Belajar untuk Kompetensi Perjalanan Wisata.
Bertuah Edotel: Hotel Latihan yang Melahirkan Profesional
Tak hanya kuliner, SMKN 2 Batam juga memiliki unit bisnis lain yang tak kalah menarik: Bertuah Edotel, hotel edukasi dengan sembilan kamar berfasilitas lengkap seperti TV, wifi, dan air panas, dibanderol Rp 200 ribu per malam.
Hotel ini diresmikan oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, pada 14 November 2022 sebagai wahana praktik langsung siswa-siswi jurusan perhotelan. Meski letaknya tidak di pusat keramaian, Bertuah Edotel menjadi tempat singgah favorit tamu-tamu dari dunia pendidikan.
Siswa perhotelan bertanggung jawab menjalankan hotel secara langsung, mulai dari front office, housekeeping, hingga shift malam, di bawah pendampingan guru dan persetujuan orang tua. Meski tidak menerima gaji, pengalaman ini menjadi bekal berharga saat mereka memasuki dunia kerja.
Edotel sempat vakum, namun kini kembali aktif setelah penataan fasilitas dan akses diperbaiki. Hasilnya nyata—banyak siswa yang bahkan sudah direkrut hotel sebelum lulus.
Link and Match: Menjembatani Sekolah dengan Dunia Kerja
Konsep Teaching Factory yang diterapkan SMKN 2 Batam sejalan dengan program Link and Match yang digagas Kementerian Perindustrian dan Kementerian Pendidikan. Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri dengan mengintegrasikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Melalui pendekatan ini, proses pendidikan tidak lagi terpisah dari dunia kerja, tetapi menyatu sejak awal dalam perjalanan belajar siswa. Lulusan tidak hanya memahami teori, tetapi juga menguasai keterampilan teknis dan soft skill yang dibutuhkan di lapangan kerja.
Sejak diluncurkan tahun 2017, program link and match telah menggandeng lebih dari 400 ribu siswa-siswi SMK di seluruh Indonesia. Hingga tahap kesepuluh peluncuran program ini, jumlah SMK yang terlibat telah mencapai 4.971, jauh melampaui target awal. (hq1)
Berfoto bersama di sela sosialisasi ''Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Sejak Dini Demi Generasi Tangguh dan Bermartabat” di SDN 012 Sekupang, Batam, Jumat (14/11/2025).
Haqqnews.co.id – SDN 012 Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menggelar sosialisasi pencegahan perundungan (bullying) dan kekerasan seksual pada anak, Jumat (14/11/2025). Kegiatan yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam ini menghadirkan psikolog Paramita Estikasari, M.Psi., sebagai narasumber.
Sosialisasi bertema “Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Sejak Dini Demi Generasi Tangguh dan Bermartabat” diikuti oleh guru, komite sekolah, orang tua, dan siswa. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan tanda-tanda perundungan, dampak psikologis bagi korban, serta strategi pencegahan dan penanganan kasus di lingkungan sekolah.
Kepala SDN 012 Sekupang, Amir Mahmud Zein Nst, M.Pd.I., menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan inklusif bagi seluruh siswa. Meskipun belum ada kasus perundungan yang mencapai ranah hukum, pihak sekolah tidak ingin menunggu hingga insiden serius terjadi.
“Tujuan kegiatan ini adalah pencegahan. Kami ingin lingkungan belajar tetap aman dan inklusif,” ujar Amir.
Sekolah telah mengembangkan sistem penanganan kasus berlapis yang melibatkan berbagai pihak. Ketika ada laporan dari orang tua, tim sekolah akan mengundang pihak terkait untuk duduk bersama dan mengidentifikasi akar permasalahan sebelum mencari solusi. Grup komunikasi WhatsApp untuk setiap jenjang kelas juga dimanfaatkan sebagai jembatan antara sekolah dan orang tua.
Menurut Amir, siswa kelas tinggi (IV–VI) cenderung lebih rentan terlibat konflik karena sedang mengalami perubahan sosial dan emosional. Dinamika ini memerlukan pemantauan lebih intensif dari guru, terutama saat jam istirahat.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan
Psikolog Paramita Estikasari mengingatkan orang tua untuk tidak langsung bereaksi berlebihan ketika anak melaporkan kejadian di sekolah. “Dengarkan cerita anak secara lengkap dulu,” pesannya.
Paramita juga menekankan pentingnya mengajarkan anak untuk berani melapor kepada guru atau orang dewasa, bukan membalas tindakan perundungan. “Kita tidak bisa menyarankan anak untuk membalas. Membalas bisa justru membuat korban menjadi pelaku,” jelasnya.
Tantangan Keterbatasan Fasilitas
Di balik upaya membangun budaya sekolah yang aman, SDN 012 Sekupang menghadapi kendala keterbatasan fasilitas. Sekolah yang terletak di kawasan padat penduduk ini hanya memiliki tujuh ruang kelas untuk menampung 400 siswa, sehingga pembelajaran harus dilaksanakan dalam dua sesi, pagi dan siang.
Fasilitas sanitasi juga terbatas, dengan hanya empat unit toilet yang semuanya terletak di lantai dasar. Siswa yang belajar di lantai dua harus turun dan mengantri untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Amir menyebutkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan permohonan penambahan ruang kelas dan toilet melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan. Namun, prioritas pembangunan pemerintah saat ini lebih tertuju pada kebutuhan mendesak lainnya seperti posyandu.
Meski menghadapi keterbatasan ruang kerja, Amir menyatakan lebih memilih memberikan ruang yang lebih layak bagi guru-guru. “Saya merasa cukup puas dengan kondisi ini. Saya lebih memilih memberikan ruang yang lebih layak bagi guru-guru saya,” tuturnya.
Komitmen Bersama
Sosialisasi ini ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk mendukung program antiperundungan di lingkungan sekolah. Program serupa telah dilaksanakan oleh DP3AP2KB Batam di berbagai sekolah lain sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah ramah anak.
Kegiatan pencegahan perundungan di sekolah dianggap penting mengingat dampak jangka panjang yang dapat dialami korban, termasuk gangguan psikologis dan penurunan prestasi akademik. Dengan pendekatan kolaboratif antara sekolah, orang tua, dan pihak terkait, diharapkan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif dapat terwujud. (hq1)
Haqqnews.co.id – Ekonomi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh membanggakan pada triwulan III 2025. Namun sorotan muncul lantaran pertumbuhan yang terjadi tanpa penyerapan tenaga kerja yang memadai (jobless growth).
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, Kepri berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7,48 persen secara year-on-year, menempatkannya di posisi nomor 4 tertinggi se-Indonesia dan tertinggi se-Sumatera. Kinerja impresif terdorong oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, pertambangan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa lainnya yang turut menopang laju ekspansi ekonomi Kepri.
Di sisi lain, di tengah pesatnya pertumbuhan, Kepri justru menghadapi tantangan serius terkait ketenagakerjaan, terutama soal pengangguran terbuka. Data BPS terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kepri pada Februari 2025 masih berada di angka tinggi, yakni sebesar 6,89 persen. Menempatkan Kepri di urutan kedua nasional setelah Papua. Walaupun angka ini sedikit menurun dari tahun sebelumnya (6,94 persen pada Februari 2024).
Data angka TPT Kepri pada Agustus 2025 masih berada di kisaran 6,45 persen hingga 6,69 persen. Angka TPT ini menempatkan Kepri di urutan ke-5 pengangguran tertinggi di Indonesia. Namun untuk triwulan III 2025, belum ada publikasi resmi BPS yang menyebutkan angka pasti.
Tingginya pengangguran terbuka menunjukkan kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Kepri. Faktor migrasi masuk ke kawasan industri utama seperti Batam, serta spesifikasi kebutuhan tenaga kerja yang semakin berbasis keterampilan dan teknologi, menjadi tantangan utama penyerapan angkatan kerja lokal. Banyak investasi yang masuk justru bersifat padat modal, bukan padat karya, sehingga dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja relatif terbatas.
Menurut Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., tingginya pengangguran juga dipengaruhi oleh banyaknya pencari kerja dari luar daerah yang datang ke wilayah ini tanpa keahlian khusus, sehingga menyulitkan penyerapan tenaga kerja lokal. Pemerintah Provinsi Kepri menyadari tantangan ini dan tengah berupaya menciptakan program-program yang dapat membuka lapangan kerja baru yang melibatkan masyarakat luas agar pertumbuhan ekonomi, tidak hanya dinikmati sebagian kecil wilayah maupun masyarakat.
Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai strategi seperti peningkatan kompetensi tenaga kerja, kerja sama dengan institusi pendidikan, hingga mendorong perusahaan agar lebih membuka ruang kerja bagi tenaga lokal. Harapannya, keberhasilan pertumbuhan ekonomi Kepri dapat benar-benar memberikan efek positif secara inklusif bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah. (hq1)