27.6 C
Riau Islands
Senin 27 Juli 2026
Beranda blog Halaman 39

Pemprov Kepri Berikan Beasiswa kepada 79 Mahasiswa S2

HAQQNEWS.CO.ID – Pemprov Kepri menetapkan sebanyak 79 mahasiswa strata 2 (S2) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia berhak mendapatkan beasiswa melalui Biro Kesra. Ke-79 mahasiswa ini telah melalui proses verifikasi sistem aplikasi yang dikembangkan oleh Pemprov Kepri dan telah melewati verifikasi faktual berkas fisik yang dikirimkan melalui pos.

Sesuai Berita Acara Nomor: 631/S-B.KR/X/2022 tertanggal 19 Oktober 2022 yang diteken Biro Kesra, Inspektorat, dan Dinas Pendidikan dan diakses haqqnews.co.id, sebanyak 79 mahasiswa S2 yang mendapatkan beasiswa terdiri dari beberapa klaster. Terdiri dari 46 orang klaster S2 berprestasi dalam negeri, 28 orang klaster S2 tidak mampu, dan 5 orang klaster S2 yang kuliah di luar negeri.

Mereka para mahasiswa yang mendapatkan beasiswa S2 minimal telah kuliah di semester 3 dan maksimal semester 4 serta mempunyai KTP Kepri. Kemudian mereka yang mendaftar diranking berdasarkan indeks prestasi kumulatif (IPK), status perguruan tinggi negeri atau swasta, perolehan SKS terbanyak, dan pendaftar tercepat.

Para mahasiswa harus melalui seleksi berkas yang diverifikasi oleh sistem online Pemprov Kepri dan verifikasi faktual keabsahan berkas fisik yang dikirimkan melalui pos ke Biro Kesra Pemprov Kepri. Mereka yang akhirnya lolos verifikasi adalah mahasiswa yang memenuhi syarat verifikasi sistem online dan syarat verifikasi faktual.

Sesuai jadwal yang ada, saat ini verifikasi faktual telah dilalui oleh ke-79 mahasiswa tersebut, yaitu dari tanggal 24 September – 7 November 2022, sedangkan pengumuman yang lolos verifikasi faktual dari tanggal 8 November – 15 November 2022. Sesuai jadwal tersebut juga, dana beasiswa tersebut akan cair dari tanggal 16 November hingga 7 Desember 2022. (HQ1)

Jarang Terlihat, Empat Tokoh Kepri Ini Berangkulan

HAQQNEWS.CO.ID – Belakangan jarang terlihat tokoh Provinsi Kepri bertemu dan berangkulan. Namun pada Sabtu (12/11) lalu ada empat tokoh terlihat akrab dan berangkulan di satu acara. Tokoh tersebut Dr Soerya Respationo, Dr Nurdin Basirun, Ansar Ahmad, SE, MM, dan Dr Anur Rafiq.

Kempat tokoh Provinsi Kepri tersebut nampak akrab dan berangkulan saat acara Penyuluhan Wawasan Kebangsaan kepada Para Palajar, Pemuda, dan Masyarakat Karimun, bertempat di Gedung Nasional Kabupaten Karimun, Sabtu (12/11). Acara ini ditaja oleh DPD Among Mitro Kabupaten Karimun.

Saat tampil ke depan, Nurdin nampak merangkul Ansar yang sedang berbicara ke audiens. Bersamaa dengan itu, Soerya juga merangkul Nurdin dan Rafiq yang berada di kanan kirinya.

Saat itu Ansar mengajak masyarakat Kepri, khususnya yang ada Karmimun, terutama para pelajar dan mahasiswa untuk terus belajar memperluas cakrawala pola berpikir. Ansar tak ingin para pemuda terjebak dalam pergaulan yang salah, sehingga cita-citanya dan Kepri bisa kehilangan generasi.

“Kepri membutuhkan generasi hebat yang bisa melanjutkan setiap jengkal perjuangan yang sudah dilakukan oleh para pendahulu. Oleh sebab itu, kita berharap  generasi muda Kepri paham dan mereka sangat dibutuhkan pada masa depan,’’ imbuh Ansar. (HQ1)

Pengurus Wilayah ISPI Provinsi Kepulauan Riau Resmi Dikukuhkan      

HAQQNEWS.CO.ID – Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) secara resmi terbentuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Peresmian pembentukan ditandai dengan pengukuhan sekaligus pelantikan kepengurusan untuk periode 2021-2026.

Pengurus Besar ISPI yang diwakili Sekjen ISPI Joko Susilo, SPt melakukan pengukuhan dan pelantikan kepengurusan ISPI Kepri di Hotel PIH Kota Batam pada Sabtu (19/11/2022). Pengukuhan dan pelantikan disaksikan oleh Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE, MM yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Raja Hery Mokhrizal, SH, MH. Sejumlah stakeholder atau pemangku kepentingan dan para anggota ISPI se-Kepri turut hadir dalam hajatan ini.

Kepengurusan yang dikukuhkan dan dilantik diketuai oleh Ir. Sri Yunelli dan Sekretaris Nur Fadhilah Rahmy Jasril, SPt dengan penasehat Ir. Tato Wahyu Harjanto. Sri Yunelli diketahui selama ini aktif pada bidang peternakan di Pemerintahan Kota Batam dan Tato Wahyu Harjanto salah seorang tokoh masyarakat dan senior serta mengerti seluk beluk bidang peternakan sejak menjabat di Otorita Batam.

‘’Sebenarnya sejak tahun 2021 Pengurus Wilayah ISPI Kepri telah terbentuk, akan tetapi dengan berbagai hal dan pandemi covid-19 belum bisa pengukuhan pengurus. Namun Alhamdulillah pada kesempatan hari ini dan berkoordinasi dengan PB ISPI pengukuhan ini telah dapat dilaksanakan,’’ ungkap Sri.

ISPI Kepri sebenarnya telah lama dinantikan oleh para insinyur dan sarjana yang selama ini sudah bergerak dan menggeluti bidang peternakan di Provinsi Kepri. Apalagi akhir-akhir ini kebutuhan akan produk-produk peternakan dan olahannya yang dihasilkan sendiri oleh Kepri terasa semakin mendesak untuk ditingkatkan.

Menyadari pentingnya mengantisipasi kebutuhan tersebut, ISPI Kepri akan hadir menjadi wadah sekaligus menjembatani para anggotanya dan umumnya masyarakat yang bergerak di sektor peternakan agar dapat lebih berkontribusi untuk pembangunan peternakan Kepri. Terlebih karena  geografis Kepri yang merupakan kepulauan membuat ISPI terasa akan semakin perlu sebagai wadah komunikasi dan menyatukan antar pelaku peternakan se-Kepri. (HQ1)

Jefridin Ziarah ke Makam Tokoh Terkenal Sulawesi Selatan

HAQQNEWS.CO.ID – H. Jefridin Hamid, MPd menyempatkan mengunjungi  makam tokoh-tokoh terkenal yang ada di Sulawesi Selatan. Sekretaris Pemerintah Daerah Kota Batam ini berziarah ke makam Raja Bone Arung Palakka, Makam Pahlawan Sultan Hasanuddin, dan Pahlawan Pangeran Diponegoro.

Ziarah dilakukan Jefridin seusai mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Makassar Sulawesi Selatan yang berlangsung 7 – 9 November 2022. Hajatan ini memang merupakan forumnya Sekretaris Daerah seluruh Indonesia dengan kegiatan Makassar Investment Forum, Tourism-Trade-Investment Expo, dan Youth Forum & Millenial Day. Pada kesempatan itu Jefridin pun menggunakannya untuk memeromosikan Batam sebagai sebuah kota investasi yang menarik.

Usai kegiatan Rakernis Apeksi tersebut, pertama Jefridin mengunjungi makam Raja Bone Arung Palakka yang merupakan Sultan Bone yang menjabat pada tahun 1672-1696. Maklum, Jefridin yang ternyata juga  merupakan keturun Bugis, saat itu dengan khusuk memanjatkan doa-doa yang diperuntukkan bagi para leluhur kerajaan Bone yang ada di sana.

Dikutip Media Center Pemko Batam, Jefridin mengatakan ziarah itu ia lakukan guna mengenang dan menghargai  jasa pahlawan Bone atas bakti mereka terhadap eksistensi Tanah Bone di masa lalu. Ia juga menyempatkan mengelilingi komplek pemakaman bahkan turut berbincang-bincang dengan juru kunci makam tersebut.

Kemudian Jefridin melanjutkan ziarah ke makam Sultan Hasanuddin yang berada di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Juga ke Syekh Yusuf yang merupakan tokoh ulama besar Makasar di Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba.

Tak hanya ke makam Sultan Hasanuddin, Jefridin melanjutkan kunjungan ke   Makam Pahlawan Nasional, Pangeran Diponegoro. Makam ini terletak di Kelurahan Melayu Kecamatan Wajo, komplek makam yang dibangun dengan bangunan khas Jawa dan disangga empat pilar, bersanding dengan Istri R.A. Ratu Ratna Ningsih yang pada wafat 1865. (HQ1)

Kondisi Kepri Sudah Terbalik, Legislator Irwansyah Minta Laut Segera Digarap

HAQQNEWS.CO.ID – Kondisi Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) seperti sesuatu yang terbalik. Di mana wilayahnya yang didominasi 96 persen laut tetapi penghasilannya utamanya justru masih dari darat yang luasnya sangat sempit. Untuk itu eksekutifnya perlu didorong untuk betul-betul segera menggarap sektor lautnya.

Hal tersebut dikemukakan oleh Legislator Kepri asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dr. H. Irwansyah, SE, MM saat berbincang dengan wartawan media ini, Sabtu (10/9/2022) lalu. Menurutnya, saatnya eksekutif betul-betul harus didorong untuk segera menggarap sektor kelautan atau kemaritiman Kepri.

Irwansyah mengakui sejauh ini belum ada kejelasan mengenai penggarapan sektor kelautan di Provinsi Kepri. Dia mencontohkan jasa labuh jangkar yang sempat digaungkan untuk digarap akan tetapi sampai sekarang juga belum jelas kontribusinya.

”Dari dulu Kepri ini penghasilannya dari darat berupa pajak kendaraan yang sekitar Rp 1 triliun per tahun. Itu saja dari dulu. Tidak berkembang. Padahal wilayah lautnya paling luas sekitar 96 persen. Ini kondisi sudah terbalik, seharusnya penghasilan yang besar dari luat,” imbuh Irwansyah, anggota Komisi III DPRD Kepri ini.

Itu sebabnya dia akan memastikan bahwa eksekutif dan pemprov-nya harus didorong untuk menggarap sektor kelautan. Terlebih, menurut Irwansyah, uang transfer dari pusat juga lama-lama terbatas bahkan berkurang, sehingga sangat disayangkan jika kelautan Kepri tidak segera digarap.

Dia menyakinkan untuk pembangunan Kepri ke depan tidak bisa lagi hanya mengandalkan dari darat yang wilayahnya sangat terbatas dan kecil. Namun harus dengan penggarapan sektor keluatan sehingga dapat menyejahterakan masyarakat Kepri. (HQ1)

Bertahan dengan Model Bisnis Berbasis Digital

HAQQNEWS.CO.ID – Banyak usaha yang terpaksa gulung tikar saat pandemi. Namun banyak juga yang justru berkembang pesat, khususnya yang berbasis teknologi. Contohnya aplikasi meeting online yang bisnisnya meledak saat pandemi.

Model bisnis konvensional sudah terbukti gagal bertahan. Oleh sebab itu Koperasi MMSI mengadopsi model bisnis 4.0 yang berbasis teknologi dan efisien. Lebih lanjut dia menjelaskan perbedaan bisnis 4.0 dan bisnis tradisional.

“Dulu bila hendak membuka sebuah usaha seperti toko atau rumah makan, pasti keluar biaya di depan untuk tempat, peralatan, karyawan dsb. Omset belum ada, sudah tekor duluan. Kalau sekarang, cukup modal gadget dan internet, sudah bisa punya bisnis sendiri. Tidak perlu sewa tempat, sudah ada market place. Gudang digantikan sistem dropshipping. Pantau stok barang, kasir, jurnal keuangan dan lainnya bisa menggunakan aplikasi. Efisien, profitable dan minim resiko,” jelas Raditya Ricky, Ketua Koperasi MMSI.

Model bisnis seperti inilah yang diadopsi Koperasi MMSI dan unit usahanya agar dapat dimanfaatkan oleh seluruh anggota Koperasi MMSI untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Menurutnya, koperasi dibentuk demi kesejahteraan anggota. Beda dengan bank, misalnya, yang lebih mengutamakan keuntungan korporat dibandingkan keuntungan nasabahnya. Ricky mengatakan, itu sebabnya mereka bertransformasi menjadi koperasi digital. Dengan pengalaman lebih dari 11 tahun, kami bertanggung jawab kepada ribuan anggota kami agar kehidupan mereka lebih sejahtera di masa sulit seperti ini. Koperasi MMSI berfokus pada bisnis berbasis teknologi, seperti pengadaan dan distribusi gadget. Juga jasa pembuatan software dan aplikasi berbasi Internet of Things (IoT) yang sangat dibutuhkan saat ini.

“Omset perdagangan gadget kami naik lebih dari 35 persen di tahun 2021. Kita juga ada kerjasama dengan beberapa perusahaan besar untuk jasa pembuatan aplikasi serta software maintenance,” imbuh Ricky.

Sedangkan untuk sektor Simpan Pinjam yang telah menjadi nyawa dan tradisi sebuah koperasi, Koperasi MMSI mempunyai terobosan yang baru dan spektakuler. Nantinya anggota yang meminjam akan mendapat kemudahan saat pengembalian, bahkan bisa mendapatkan bagi hasil yang menguntungkan. Sementara untuk simpanan, Koperasi MMSI juga mempunyai beragam produk yang menarik. Di antaranya Simpanan Berjangka Emas dan Simpanan Berjangka Berhadiah Langsung.

“Simpanan Berjangka Emas jadi favorit anggota kami. Bayangkan, dalam waktu yang singkat hanya 5 minggu saja, anggota langsung mendapatkan hadiah emas batangan,” jelas Sandy Kwando, salah satu anggota pengawas Koperasi MMSI. (HQ)

20 Tahun Kepri, Terjadi Ketimpangan, Warga Lingga Miskin

HAQQNEWS.CO.ID – Hari ini genap 20 tahun terbentuknya Provinsi Kepulauan Riau. Salah satu persoalan yang cukup menonjol terjadinya ketimpangan dalam pembangunan. Sehingga disparitas angka kemiskinan Batam dan Lingga cukup tinggi.

Data yang diakses dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, Sabtu (24/9/2022) menunjukkan terjadinya disparitas angka kemiskinan yang cukup tinggi antara Kota Batam dan Kabupaten Lingga. Angka kemiskinan Kota Batam pada Maret 2021 sebesar 5,05 persen masih jauh berada di bawah angka kemiskinan nasional 10,14 persen. Namun Lingga di periode yang sama angka kemiskinannya mencapai 13,93 persen.

Tidak hanya Kabupaten Lingga, angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang juga cukup tinggi sebesar 9,57 persen mendekati rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga tinggi di Kabupaten Kepulauan Anambas yaitu sebesar 7,09 persen.

Berikut data angka kemiskinan sebanyak tujuh (7) kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan data Maret 2021 yang diakses dari BPS Kepri:

  1. Lingga                      13,93 Persen
  2. Tanjungpinang            9,57 Persen
  3. Kepulauan Anambas    7,09 Persen
  4. Karimun                      6,85 Persen
  5. Bintan                        6,42 Persen
  6. Batam                         5,05 Persen
  7. Natuna                        4,95 Persen

(HQ1)

KH Syukron Makmun: Shalawat Perintah Allah yang Tak Terikat Tempat dan Waktu

HAQQNEWS.CO.ID – Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Syukron Makmun mengungkapkan bahwa membaca shalawat kepada Rasulullah Muhammad merupakan perintah Allah yang tidak terikat oleh tempat dan waktu.

Hal itu ia sampaikan dalam Pembukaan Jakarta Bershalawat dan Lebaran Nahdliyin di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (8/9/2022). Hadir saat itu, A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang dikenal sebagai Pelantun Shalawat dari Solo Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif beserta seluruh jajaran pengurus dan warga NU se-Jakarta.

Menurut Kiai Syukron, ibadah yang Allah perintahkan, pasti ada perintah terkait waktu atau tempat. Salah satu contohnya, ibadah haji yang bertempat di Mekkah, Arab Saudi, dan dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Kemudian perintah Allah yang ditentukan tempat tetapi bebas dilakukan kapan saja yaitu ibadah umrah.

“Ada juga perintah Allah yang ditentukan waktunya, tapi tempatnya bebas, yaitu salat lima waktu,” imbuh Kiai Syukron sebagaimana NU Online mengutipnya.

Ia mengungkapkan, membaca shalawat adalah perbuatan baik. Akan tetapi kadang dikaitkan dengan bid’ah atau sesuatu yang baru yang tidak ada zaman Rasulullah, dan segala yang bid’ah itu dihukumi jelek.  “Akal sehat kita akan menjawab barang yang baru itu mungkin baik dan mungkin jelek,” tuturnya.

Menurut Imam Syafi’I, apabila ada barang atau sesuatu yang baru yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad maka itu termasuk hal baru yang terpuji. Sebaliknya, jika sesuatu yang baru itu bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad maka itu adalah dhalalah (sesat).

“Sebenarnya Allah pertama kali yang membuat bid’ah, karena Allah pencipta langit dan bumi. Sebelum Allah menciptakan itu, tidak ada langit dan bumi,” jelas kiai berjuluk singa podium itu.

Ia menjelaskan, Allah merupakan pencipta bid’ah yang pertama kali. Karena itu, acara shalawatan di dalam agenda Lebaran Nahdliyin itu adalah bid’ah tetapi baik, seperti yang digariskan Imam Syafi’i dan Sayyidina Umar bin Khattab.

“Saya meyakini pada zaman Rasulullah tidak ada shalawat (dan) tarawih berjamaah. Begitu juga pada zaman Khalifah Sayyidina Abu bakar Ash-Shiddiq. Baru ketika zaman Sayyidina Umar bin Khattab (shalawat dan tarawih) ada,” lanjutnya.

Saat melihat ada orang tarawih secara sendiri-sendiri, Sayyidina Umar bin Khattab kemudian berpikir alangkah bagusnya apabila tarawih dilakukan berjamaah. Lalu Sayyidina Umar menunjuk Ubay bin Ka’ab sebagai Imam tarawih berjamaah.

“Shalat tarawih adalah barang baru (karena) tidak ada di zaman Rasulullah. Tetapi setelah terlaksana shalat tarawih berjamaah itu, Sayyidina Umar mengatakan: ini adalah sebagus-bagusnya bid’ah. Karena tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah,” imbuh Kiai Syukron. (HQ1)

Sukseskan Anak dengan Amalan Ini

HAQQNEWS.CO.ID – Setiap orang tua menginginkan anaknya menjadi sukses. Berbagai cara pun ditempuh oleh orang tua guna mensukseskan putra-putrinya. Salah satunya yang menjadi tradisi turun temurun, yaitu dengan menghormati ulama, memuliakannya, dan dermawan kepadanya.

Salah satu cara untuk menghormat ilmu adalah dengan menghormati orang-orang yang memiliki ilmu atau ulama. Sebagaimana diulas oleh Ustadz Sunnatullah, Pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Durjan Kokop Bangkalan Jawa Timur, dalam NU Online, ada banyak etika saat berhadapan dengan ulama. Di antaranya dengan menghormati, memuliakan, dan mengagungkan mereka.

Dalam tradisi keilmuan Islam tanpa menghormati guru, ilmu yang akan didapatkan seseorang akan menjadi tidak bermanfaat. Ada banyak cara untuk mengekspresikan rasa hormat pada orang-orang yang berilmu. Di antaranya dengan dermawan dan suka memberi bingkisan kepada mereka, meskipun sedikit. Hal ini menjadi salah satu cara ulama salaf untuk mengekspresikan rasa hormat mereka kepada para ulama.

Dalam salah satu syair disebutkan:

رَأَيْت أَحَقَّ الْحَقِّ حَقَّ الْمُعَلِّمِ *** وَأَوْجَبَهُ حِفْظًا عَلَى كُلِّ مُسْلِمِ لَقَدْ حَقَّ أَنْ يُهْدَى إلَيْهِ كَرَامَةً *** لِتَعْلِيمِ حَرْفٍ وَاحِدٍ أَلْفُ دِرْهَمِ

Artinya, “Tidak ada hak yang lebih besar kecuali hak guru (orang yang berilmu). Ini wajib dipelihara oleh semua umat Islam. Sungguh pantas bila ia diberi sebuah penghormatan, karena mengajar satu huruf dengan hadiah seribu dirham.” (Muhammad Abu Said al-Khadimi, Barîqah Mahmûdiyah fî Syarhi Tharîqah Muhammadiyah wa Syarî’atin Nabawiyah fî Sîratin Ahmadiyah, [Matba’ah al-Hanbali], juz V, halaman 185).

Di Indonesia, kebiasaan memberi bingkisan kepada para ulama sudah menjadi tradisi turun-temurun. Tradisi ini dikenal dengan istilah sowan yang berarti menghadap kepada orang-orang yang berilmu, seperti kiai, ustadz, dan orang-orang yang dimuliakan, lalu bersalaman dan memberikan sejumlah uang kepadanya sebagai bentuk memuliakan dan menghormati ilmu, sekaligus untuk mengharap berkah darinya.

Tradisi semacam ini merupakan salah satu ekspresi memuliakan ilmu, dan sudah dipraktikkan oleh para ulama sejak dahulu. Bahkan, dalam beberapa kitab-kitab dijelaskan, dermawan kepada ulama akan menjadi penyebab anaknya akan tumbuh sebagai orang yang berilmu. Syekh Burhanuddin az-Zarnuji, salah satu ulama tersohor abad kelima dalam salah satu kitab akhlaknya mengutip gurunya yang mengatakan:

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَكُوْنَ اِبْنُهُ عَالِمًا يَنْبَغِي أَنْ يُرَاعِي الْغُرَبَاءَ مِنَ الْفُقَهَاءِ وَيُكْرِمُهُمْ وَيُعَظِّمُهُمْ وَيُعْطِيْهِمْ شَيْئًا فَاِنْ لَمْ يَكُنْ اِبْنُهُ عَالِمًا يَكُوْنُ حَافِدُهُ عَالِمًا

Artinya, “Barangsiapa yang menghendaki anaknya menjadi orang berilmu, maka hendaklah ia menghormati ahli agama dari kalangan fuqaha, memuliakan, mengagungkan, dan memberi mereka hadiah (dari hartanya). Jika anaknya tidak menjadi orang berilmu, maka cucunya yang akan menjadi orang berilmu.” (Az-Zarnuji, Ta’lîmul Muta’allim fî Tharîqit Ta’allum, [Dar Ibnu Katsir: 2014], halaman 55).

Tidak hanya itu, memberikan bingkisan berupa harta, atau di Indonesia juga masyhur dengan sebutan “amplop” juga menjadi salah satu alternatif untuk menjadikan anak sebagai orang yang berilmu.

Dalam hal ini terdapat kisah yang dicatat oleh Syekh az-Zarnuji, bahwa suatu saat ada orang alim ditanya sebab-sebab ia mendapatkan ilmu. Lalu ia menjawab karena orang tuanya dermawan kepada ulama:

قِيْلَ لِعَالِمٍ: بِمَ أَدْرَكْتَ الْعِلْمَ؟ بِأَبٍ غَنِيٍ. لِأَنَّهُ كَانَ يَصْطَنِعُ بِهِ أَهْلَ الْعِلْمِ وَالْفَضْلِ فَاِنَّهُ سَبَبُ زِيَادَةِ الْعِلْمِ لِأَنَّهُ شُكْرٌ عَلَى نِعْمَةِ الْعَقْلِ وَالْعِلْمِ

Artinya, “Dikatakan kepada orang alim: ‘Dengan apa engkau mendapatkan ilmu?’ (Ia menjawab), ‘Dengan orang tua yang kaya. Ia berbuat baik dengan hartanya kepada orang yang berilmu dan orang mulia. Sebab, hal tersebut menjadi penyebab bertambahnya ilmu, karena telah mensyukuri nikmat akal dan ilmu’.” (Az-Zarnuji, Ta’lîmul Muta’allim, halaman 99).

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tradisi sowan dan memberi ‘amplop’ kepada ulama, sebagaimana yang sudah lumrah terjadi di Indonesia, adalah tradisi yang sangat mulia dan diagungkan. Faedahnya akan menjadikan anaknya sebagai orang berilmu, atau jika tidak, maka anak cucunya yang Allah jadikan sebagai orang alim. (HQ1)

Begini Cara Alami Agar Kulit Awet Muda

HAQQNEWS.CO.ID – Daripada mandi air hangat, ternyata lebih baik mandi air dingin di pagi hari. Meski bisa bikin menggigil akan tetapi sangat bermanfaat bagi tubuh. Manfaatnya bisa untuk kesehatan kulit dan awet muda lho.

Hal dijelaskan oleh Pengurus Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dr Citra Fitri Agustina. Ia mengatakan, mandi air dingin merupakan salah satu cara alami untuk menjaga kesehatan kulit. Air dingin ini akan mengirimkan sejumlah besar impuls listrik ke otak dan merangsang pelepasan hormon bahagia atau endorfin, yang menghilangkan stres.

“Ketika bahan kimia ini dilepaskan oleh tubuh, tingkat stres kita akan menurun. Sehingga kita terhindar dari sejumlah masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan dermatitis,” kata dokter yang karib disapa Civi itu, kepada NU Online, Sabtu (27/8/2022).

Menurutnya, kebiasaan mandi air dingin setiap hari dapat menurunkan tingkat stres seseorang serta membantu kulit tetap awet muda. Sebab, air dingin mampu mengaktifkan sistem syaraf dan tubuh untuk melepaskan hormon dan bahan kimia untuk melawan stres.

“Berbagai masalah kulit itu dipicu oleh tingkat stres yang tinggi. Sementara stres psikologis memiliki dampak langsung pada penuaan kulit dan berdampak negatif pada banyak sistem dalam tubuh,” tuturnya.

Untuk itu, ia sangat menyarankan orang-orang yang mempunyai kulit wajah yang bermasalah untuk lebih rutin mandi dengan air dingin di pagi hari. Karena mandi pagi dapat menyeimbangkan dan mengontrol minyak alami di kulit serta mengurangi sel-sel kulit mati yang bisa menumpuk dan menyebabkan jerawat.

“Kenapa air dingin? Karena kalau air panas bersifat melucuti minyak alami yang menyebabkan kulit kering,” terang Dokter Civi.

Manfaat air dingin juga dijelaskan dalam beberapa penilitian, antara lain, riset dalam jurnal Medical Hypotheses membuktikan bahwa mandi air dingin dapat meningkatkan neurotransmiter, seperti norepinefrin dan endorfin yang mendorong rasa bahagia.

Dalam British Journal of Sports Medicine disebutkan, mandi air dingin memiliki banyak efek fisiologis pada tubuh seperti meningkatkan denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan laju pernapasan. Semua efek tersebut akan membantu meningkatkan kewaspadaan sekaligus menghilangkan kantuk.

Tak hanya itu, dalam laman Medical Daily menuliskan bahwa air dingin bisa membuat rambut menjadi sehat dan bercahaya karena menutup kutikula. Hal ini membuat rambut lebih kuat dan mencegah timbulnya kotoran menumpuk di kulit kepala. Selain itu, mandi air dingin pagi hari dapat mencegah kerontokan dan memperlambat munculnya uban. (HQ1)