Aceh-Sumut, Haqqnews.co.id – Atlet layar Kepri Keisha Okta Fira yang bermain di Kelas Optimis Putri tampil sebagai juara dan berhasil meraih emas. Ini merupakan emas kedua yang diraih dari cabang layar. Sebelumnya, atlet putra Kepri sudah meraih 3 medali emas. Hingga Senin (16/9/2024), Kepri sudah meraih 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu.
Meskipun cuaca tidak bersahabat sejak digelarnya lomba layar, namun Caca, sapaannya, akhirnya meraih medali emas di kelas optimis Putri. Ini membuktikan kalau atlet layar Kepri masih ditakuti di kancah nasional.
Caca yang bertanding sejak hari Minggu 15 Agustus 2024 sejak awal berada di garis pertama dan di urutan pertama. Dia unggul dari atlet Jawa Barat yang berada di urutan kedua, Sulawesi Selatan urutan ketiga, Kalimantan Timur urutan keempat, dan Aceh .
Ketum Umum KONI Kepri Usep RS mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada para pendamping dan tim Monitoring KONI Kepri, pelatih dan atlet Caca yang berhasil meraih emas di kelas Optimis Putri.
Usep juga menyampikan terima kasih kepada atlet yang berhasil meraih emas. “Dengan didapatkannya emas ini, menambahan perolehan medali emas untuk Kontingen Kepri, menjadi 4 medali emas, 3 perak, dan 4 perunggu,” ujar Usep RS.
Penambahan emas ini, otomatis memperbaiki peringkat Kepri yang sebelumnya berada di peringkat 20. “Kita berharap peringkat Kepri naik. Saat ini masih ada beberapa cabor yang masih berpotensi mendulang medali,” ujar Usep RS.
Hingga Senin (6/9/2024) siang, atlet-atlet Kepri terus berusaha mendapatkan emas dengan memenangkan pertandingan-pertandingan seperti atlet kick boxing yang hari ini memenangkan satu nomor tatami 51 kg atas nama Louis yang menang atas lawannya Sulut.
Sebelumnya, tanggal 14 September’24 kategori atlet Putri berlaga pada race pertama dengan perolehan hasil sementara, yaitu Keyca Okta Fira kelas Optiis PutrI urutan ke-1, Dilla Adilya Safitri kelas ILCA 6 Putri urutan ke-4, Shintya Bella & Adis Saputri kelas INT 420 urutan ke-5. (*/HQ1)
Atlet Olahraga Taekwondo Kepri, Winda berhasil meraih emas.
Aceh – Sumut, Haqqnews.co.id – Cabang Olahraga Taekwondo menambah perolehan medali untuk Provinsi Kepri di PON XXI Aceh Medan 2024. Kali ini medali emas diperoleh dari cabang Olahraga Taekwondo atas Nama Winda yang berlaga di kelas 49 kilogram putri.
Aksi Winda yang melawan atlet taekwondo dari Jawa Barat dapat mengakhiri pertandingan dengan meraih kemenangan.
Dengan demikian hingga Jumat (13/9/2024) kontingen Provinsi Kepri sudah berhasil mengumpulkan 3 emas, 3 perak dan 4 perunggu.
“Kontingen Kepri berhasil mengumpulkan 10 medali, dengan rincian 3 emas, 3 perak, dan 4 perunggu,” ujar Ketum KONI Kepri Usep RS.
Usep RS tak henti mengapresiasi peroleham medali dari kontingen Provinsi Kepri.
Atas perolehan ini, Usep RS mengatakan optimis kontingen cabor Kepri masih akan menambah medali.
“Masih ada beberapa cabor andalan yang sudah masuk babak lanjutan. Mohon doanya kepada warga Provinsi Kepri, semoga berhasil,” imbuh Usep.
Berikut perolehan sementara medali untuk kontingen Kepri:
Cabor Dansa
1 Emas NO FFA TANGGO Hendra
1 Perunggu NO AMATEUR Prior
Cabor Layar
1 Emas Ahmad Zainuddin
2 Perak Rizky, dan Ariel
Cabor Bilyar
1 Perak Andri dan Albert
Cabor Taekwondo
1 Emas kls 49 kg Wirda
1 Perunggu kls 74 kg Jeremy
Ahmad Zainudin alias Acok (tengah) diapit oleh Ariel Maulana dan Risky Marvel.
Sumut, Haqqnews.co.id – Atlet layar Kepri berhasil menyumbangkan 3 medali di ajang PON XXI Aceh-Sumut. Medali pertama adalah medali emas yang diperoleh Ahmad Zainudin alias Acok.
Dua medali berikutnya merupakan medali perak yang berhasil dipersembahkan oleh Ariel Maulana dan Risky Marvel.
Ketiga medali diperolah dari race pertama hingga race kelima. Mereka masih terdepan dan mengumpulkan nilai terbaik.
Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS menyaksikan langsung Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) yang diikuti oleh Acok, Ariel Maulana, dan Rizky Marvel .
“Ketiga atlet layar andalan Kepri itu, hari ini berhasil menyelesaikan finish dengan nilai terbaik. Mereka berhasil mendapatkan satu emas dan dua perak, selamat ya,” ujar Usep RS.
Usep RS menyebut, setelah ini untuk putri akan mengikuti pertandingan pada Sabtu ini. Usep RS juga memaparkan cabang-cabang unggulan seperti biliar sudah berhasil meraih satu perak.
“Alhamdulillah tim biliar berhasil merebut perak setelah di final melawan pebiliar dari Kalsel. Sebelumnya ada dancesport yang juga menyumbangkan 1 emas, dan 1 perunggu untuk Kepri,” papar Usep RS.
Selain layar dan biliar, Kepri masih memiliki beberapa cabor yang berkesempatan meraih medali seperti sky air dan hapkido .
Budiyansyah, pelatih tim layar Kepri menambahkan, saat ini ketiga atlet layar Kepri sudah berhasil menorehkan hasil maksimal dengan raihan satu emas dan dua perak.
Dari race pertama, nilai mereka tertinggi, hingga final hari ini, kita berhasil meraih satu emas dan 2 perak ,” imbuh Budiansyah.
Secara rinci para atlet layar terdiri dari Atlet ILCA 7, yaitu Ahmad Zainuddin, ILCA 6: Ariel Maulana, ILCA 6: Dilla Adilya Safitri, ILCA 4 : Lucky Novriansyah, Optimist: Risky Marvel alias Boneng, Optimist: Keyca Okta Fira, INT 420: Adis Saputri & Shintya Bella Putri Mahdalena, dan di kelas INT 420: Vikri Gunawan & Rezky Andrean.
Profil Atlet Layar Kepri
Dalam pada itu, Ahmad Zainuddin atlet putra kelas pertandingan ILCA 7. Dia pernah meraih medali emas pada Pra PON XXI di Ancol Jakarta. Ahmad Zainuddin atau yang akrab disapa Acok telah hidup berkeluarga dengan pasangan hidup bernama Julia dan dikaruniai satu anak.
Selanjutnya ada Ariel Maulana. Dia adalah lulusan SMK Negeri 6 Kabil. Di kelas pertandingan ILCA 6 yang meraih medali perak pada Pra PON XXI di Ancol, Jakarta dan meraih medali perak pada try out Kejuaraan Terengganu (Malaysia) pada 28 Mei 2024 s/d 2 Juni 2024.
Dengan status masih single, anak dari Daking ini menetap di Kavling Bakau Serip, Nongsa, Batam, bersama ibundanya.
Risky Marvel atau akrab dipanggil Boneng. Atlet imut ini masih duduk di bangku sekolah kelas VI SD Negeri 004 Kavling Nongsa, Batam. Fisik yang masih relatif kecil, Risky mampu meningkatkan grafik prestasi pada kelas pertandingan OPTIMIST Putera ketika Pra PON XXI di Ancol Jakarta urutan ke 5.
Kemudian Risky Marvel juga pada try out Kejuaraan Terengganu (Malaysia) berhasil menorehkan prestasi dengan menempati urutan ke 4. Sementara pada try out Internasional Jakarta Sailing Championship 2024 di Ancol, Jakarta pada tanggal 26 Juli 2024 s/d 28 Juli 2024 meraih medali Perunggu. Risky Marvel alias Boneng ini adalah adik kandung dari Ariel Maulana. (*/HQ1)
Penyerahan Bendera Pataka dari Sekdaprov Adi Prihantara kepada Ketua KONI Kepri Usep RS saat pelepasan atlet PON XXI Aceh-Kepri, Kamis (5/9/2024).
Batam, Haqqnews.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Haji Ansar Ahmad melepas 106 atlet Kepri yang akan berlaga di PON XXI Aceh-Sumut 2024. Gubernur meminta atlet dari 31 cabor dapat menjaga disiplin, semangat, dan selama bertanding bermental juara.
”Terpenting lagi tetap jaga dan junjung tinggi budaya masyarakat Melayu dalam bertanding. Hindari hal-hal yang merugikan bagi atlet, hindari yang merugikan bagi kontingen Kepri,” pesan Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara yang mewakili Gubernur Kepri(Gubkepri) saat melepas secara resmi atlet PON di Asrama Haji Batam Centre, Kamis (5/9/2024).
Sekadar informasi, budaya masyarakat Melayu, dengan akarnya yang kuat dalam nilai-nilai kesopanan, gotong royong, dan hormat pada lawan, telah membentuk cara masyarakat Melayu memandang dan menjalani olahraga. Seperti sportivitas tinggi dengan menghormati lawan, tidak merendahkan lawan, dan kalau kalah menerimanya dengan lapang dada.
Melayu juga mempunyai sifat gotong-royong dan kerja sama tim yang kuat seperti semangat membantu dan semangat bersatu, baik dalam latihan maupun bertanding. Juga paling penting seperti yang Gubkepri tekankan, yaitu adab dan sopan santun salam sebelum dan sesudah bertanding, tidak menggunakan bahasa yang kasar, dan tentu harus menghargai wasit.
Sekdaprov merasa bangga bisa secara langsung hadir melepas para atlet. Selain Sekdaprov mewakili Gubkepri, hadir menyemangati saat pelepasan atlet, Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, Kadispora Kepri Muhamad Ikhsan, dan para pengurus KONI Kota/Kabupaten dan Kepri. Hadir juga perwakilan Polda Kepri, Komandan Lantamal IV Kepri, dan orang tua serta keluarga atlet, dan tamu undangan.
Jumlah Cabor dan Atlet Meningkat
Atlet yang berangkat ke PON Aceh-Sumut meningkat dengan jumlah 106 orang dari 31 cabang olahraga (cabor). Jumlah cabor lolos PON ini jauh meningkat dari PON sebelumnya di Papua hanya 18 cabor.
Ketua Umum KONI Kepri Usep RS menyebutkan pada PON XXI Aceh Sumut 2024, sebanyak 106 atlet dari 31 cabor. Mereka akan mengikuti sebanyak 82 nomor pertandingan.
Usep menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Kepri, seluruh masyarakat, orang tua atlet, serta semua pihak yang tidak bisa ia sebutkan satu-persatu atas dukungan dan support untuk PON kali ini. Usep RS dan para pengurus KONI serta cabor-cabor secara keseluruhan mempunyai target target 10 – 11 medali emas dan harapannya tim Kepri dapat meningkatkan ranking dari PON sebelumnya.
Ada Pemusatan Latihan
Sebelum keberangkatan, para atlet mengikuti pemusatan latihan dan pembekalan dari 1 – 7 September 2024. Sekdaprov menyampaikan ucapan selamat kepada para atlet yang telah lolos PON dan telah menjalani proses persiapan pembekalan hingga keberangkatan tersebut.
Sekdaprov meminta kepada para atlet Kepri untuk berupaya maksimal mengeluarkan seluruh potensi untuk meraih hasil terbaik guna mengangkat nama baik Kepri di tingkat nasional. ”Mari warga Kepri kita doakan kepada duta-duta olahraga dari Kepri agar mendapatkan hasil terbaik untuk Kepri, karena keberhasilan ini akan mengangkat nama daerah di tingkat nasional,” imbuh Adi. (HQ1)
Walikota Batam HM Rudi selalu Pembina IWAPI Kota Batam memandu pembacaan kata kata pengukuhan
Walikota Batam HM Rudi saat menerima cenderamata yang diserahkan Ketua Umum DPC IWAPI Kota Batam Rina S Safitri SH MH
HAQQNEWS.CO.ID – Rina S Safitri SH MH dilantik sebagai Ketua DPC IWAPI Kota Batam periode 2024-2029. Pelantikan pengurus DPC IWAPI Kota Batam ini diilantik langsung oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) IWAPI Provinsi Kepri Yulharmidarti.
Kehadiran Wali Kota Batam HM Rudi yang juga Kepala BP Batam Muhammad Rudi dalam pelantikan menambah khidmat pelantikan yang dilaksanakan di depan undangan yang hadir. HM Rudi menjadi pembina IWAPI Kota Batam.
Dalam pelantikan Pengurus IWAPI Kota Batam sendiri ada sebanyak 50 lebih pengurus yang kesemuanya adalah pengusaha baik kecil maupun besar. IWAPI Batam memiliki visi misi ingin menciptakan wanita pengusaha yang tangguh.
Pelantikan dan pengukuhan pengurus DPC IWAPI Kota Batam periode 2024-2029 juga dihadiri sederet pimpinan dari Bakamla Batam I Nyoman Amenthia W.S.H., M.TR Hanla, KODIM 0316, Rooy Chandra Sihombing S.IP, Danyon 136, Letkol Gede Agus, Komandan Lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto.
Hadir juga Ketua Kadin Kota Batam, Jadi Rajagukguk, Direktur Bandara International Pikri Ilham, General Manager Garuda Indonesia, Ibu Makiya Rahmawati, Kajari Batam Asna, Danyonmarhanlan IV Batam, Mayor Marinir Andi Arif M, Danyonif 10 MARINIR diwakilin Letda Mar Tangguh, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto, dan Bank Indonesia, Suryono serta Direktur Politeknik Batam, Bambang.
Usai dilantik dan dikukuhkan, Rina Safitri menegaskan, pihaknya akan langsung menjalankan beberapa program kerja yang sudah terkonsep.
“Kami sudah memiliki beberapa program kerja, salah satunya kami akan bersinergi dengan Pemerintah Kota Batam sekaligus dengan para pengusaha dan masyarakat di Batam,” ujar Rina.
Sejumlah program kerja yang akan dikerjakan seperti pengembangan di bidang ekonomi kreatif, ada juga di bidang perikanan, dan juga di bidang ekspedisi ekspor/impor, dan juga beberapa program yang juga sudah kita jalankan yakni di bidang UMKM.
“Kami ingin memberikan pelatihan tentang bagaimana menciptakan suatu peluang usaha, dan menciptakan bagaimana agar para pelaku UMKM di Batam ini cepat bangkit bahkan bertumbuh dan berkembang pasca terdampak pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu. Mudah-mudahan dengan adanya kehadiran IWAPI Kota Batam, nantinya akan bisa membantu menciptakan beberapa pengusaha, memperbanyak pelaku usaha di Batam, dan para pelaku UMKM,” terangnya.
Tak itu saja. Rina juga menegaskan, pihaknya ingin nantinya mengembangkan para remaja di Batam dengan cara memberikan pelatihan bagaimana cara menjadi pengusaha.
“Kalau bisa jangan jadi pekerja saja. Remaja harus diberikan pembinaan sejak dini, motivasi dan minta sejak dini, bagaimana bisa menjadi pengusaha atau pelaku usaha. Salah satunya dengan cara memperbanyak pelatihan serta seminar yang bekerjasama dengan pemerintah maupun pihak swasta,” tegasnya.
Sementara, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengajak pengurus dan anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Batam untuk memaksimalkan potensi daerah yang ada di Batam,demi mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Batam.
“Maksimalkan potensi yang ada, kami yakin para pengusaha mampu melihat peluang yang besar di Batam. Saya yakin IWAPI Kota Batam akan mampu berkontribusi banyak bagi masyarkaat Batam. Mari bergandengan tangan memajukan Batam. Kota yang maju itu salah satu faktornya bisa dilihat dari banyaknya jumlah pengusaha di kota tersebut,” kata Rudi.
Galeri Kegiatan Pelantikan DPC IWAPI Kota Batam Periode 2024 -2029 .
HAQQNEWS.CO.ID – Diam-diam Singapura ternyata mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk tingkat perguruan tinggi. ”Proyek baru” ini bertujuan untuk membina dan mengembangkan karakter para pemimpin Islam di negara pulau itu.
Hal tersebut, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkannya langsung dan berbicara dalam bahasa Melayu. Sang Perdana Menteri Wong mengatakan dalam pidato Hari Nasional pertamanya pada Ahad (18/7/2024) bahwa perguruan tinggi tersebut akan bernama Singapore College of Islamic Studies, atau Kolej Pengajian Islam Singapura dalam bahasa Melayu.
Usulan Muslim Yaacob Ibrahim
Sebelumnya Menteri Urusan Muslim Yaacob Ibrahim pada tahun 2016 telah mempunyai usulan tentang perguruan tinggi Islam. ”Sebagai proyek terbaru bagi komunitas Melayu/Muslim, proyek ini akan membina para pemimpin Islam Singapura di masa depan,” kata Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, kutip The Strait Times
Tujuannya adalah untuk melatih ulama dan guru agama, yang juga terkenal sebagai asatizah, yang mampu memberikan bimbingan agama yang masuk akal dan relevan bagi umat Islam dalam konteks multiras dan multiagama di Singapura.
Sejak itu, Dewan Agama Islam Singapura (Muis) telah melakukan kunjungan belajar ke perguruan tinggi Islam di negara-negara seperti Mesir, Yordania, Turki, Maroko, Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada untuk lebih memahami bagaimana program-program tersebut dapat terformat dengan baik.
Pada 2022, Muis membuka kampus lima lantai di Jalan Bencoolen untuk program pascasarjana dengan nama Sertifikat Pascasarjana Islam dalam Studi Kontemporer untuk meningkatkan keterampilan asatizah.
Saat itu, Menteri Urusan Muslim Masagos Zulkifli mengatakan kampus tersebut akan memungkinkan Muis membangun keahlian lokal dan memperluas jaringannya dengan para sarjana lokal dan asing, serta institusi akademis. Dia menggambarkan hal ini sebagai langkah kunci menuju rencana jangka panjang untuk mengembangkan perguruan tinggi Islam.
PM Wong
PM Wong Lanjutkan Pendahulu
PM Wong mengatakan dia berkomitmen untuk melanjutkan apa yang telah pendahulunya rintis dalam bekerja sama dengan para pemimpin Melayu/Muslim dalam banyak masalah. Hal ini termasuk meningkatkan pencapaian pendidikan, melawan radikalisasi dan terorisme, dan mengangkat kelompok rentan. “Kami telah menangani masalah seperti itu dengan berani,” imbuhnya.
”Masyarakat Melayu/Muslim selalu bersatu, penuh tekad, dan rasa ‘gotong-royong’ yang kuat. Anda selalu memperhatikan satu sama lain dan merayakan kesuksesan Anda bersama.” Ia secara khusus menggunakan istilah “gotong-royong”, istilah Melayu yang menggambarkan etos gotong-royong dalam masyarakat.
PM Wong juga menyampaikan perkembangan terbarunya dalam mempelajari bahasa Melayu – bahasa yang katanya ia kenal sejak kecil namun tidak berhasil memelajarinya dengan baik.
Orang tuanya kadang-kadang berbicara dalam bahasa Melayu satu sama lain, mengingat ayahnya berasal dari Ipoh di Malaysia dan ibunya dari Kampong Amber, sebuah desa yang terletak di daerah antara jalan East Coast dan Amber di Singapura.
“Saya rajin mempelajarinya sekarang. Saya berharap bahasa Melayu saya semakin meningkat,” kata PM Wong sambil berterima kasih kepada mereka yang telah menyemangatinya selama ini.
Genera Muda Melayu Unggul, Parlemen Mendukung
Di kalangan generasi muda Melayu, PM Wong melihat lebih banyak lagi orang-orang yang berpendidikan tinggi dan unggul dalam bidangnya masing-masing. Salah satu contoh yang ia kemukakan adalah Guy Ghazali, mantan hakim distrik dan asisten panitera di Pengadilan Peradilan Keluarga, yang akhirnya terangkat menjadi presiden senior perempuan pertama di Pengadilan Syariah pada 2020.
“Perempuan berusia 41 tahun ini telah membuka jalan bagi generasi pemimpin perempuan di masa depan, dengan keunggulan profesional dan upaya komunitasnya yang menandai tonggak sejarah penting dalam profesi hukum,” kata PM Wong.
Anggota parlemen yang berbicara kepada the Straits Times setelah pidato Melayu PM Wong menunjukkan dukungan terhadap perguruan tinggi Islam yang baru.
Saktiandi Supaat dari GRC) mengatakan sekolah tersebut akan menambah keragaman platform bagi calon pemimpin Islam di Singapura. Sementara Zhulkarnain Abdul Rahim (GRC) melihat langkah ini sebagai cara untuk mengasah generasi muda beragama dan komunitas di kepemimpinan tingkat nasional dan dunia.
“Perguruan tinggi dengan reputasi seperti ini akan memberikan keuntungan bagi lulusan kami, asatizah muda kami, di wilayah ini,” kata Zhulkarnain. “Hal ini juga memastikan ciri multikulturalisme Singapura, dan multi-agama, tetap utuh, dan bahwa kita dapat mendukung kemajuan bangsa sambil mempertahankan akar dan nilai-nilai kita,” tambahnya.
Rizal Anwardeen, yang merupakan bagian dari Komite Eksekutif Aktivitas Melayu Klub Komunitas Henderson, menambahkan bahwa ada permintaan untuk studi Islam di Singapura. “Institusi seperti itu masih jarang dan mengharuskan orang pergi ke luar negeri untuk studi lebih lanjut,” kata pria berusia 42 tahun itu. (***/HQ1)
Ketua Koni Usep RS dan Kadispora M Ikhsan, serta pengurus KONI dan undangan lainnya berpose di sela Bimtek.
HAQQNEWS.CO.ID – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Dana Hibah Provinsi Kepri. Berlangsung pada Sabtu (10/8/2024) di Aston Hotel dan workshop ini merupakan salah satu program tahunan KONI Kepri yang sudah tersusun di 2023 dan realisasinya pada tahun 2024.
Hadir dalam bimtek, Gubernur Provinsi Kepri H. Ansar Ahmad diwakili oleh Kadispora Provinsi Kepri, M. Ikhsan M.Si, Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, Ketua Panitia Pelaksana Dr Suyono, MBA, MM, dan sejumlah Pengurus KONI Kepri. Bimtek ini juga dihadiri para pengurus Pengprov Cabor yang ada di Kepri dengan jumlah 54 cabor-cabor, dan KONI kabupaten kota.
Ketua Panitia Dr Suyono MBA MM mengatakan pelatihan ini menghadirkan pemateri dari Dispora Kepri, BKAD Kepri, dan Inspektorat Kepri. Dalam workshop materi pertama bertema Penerimaan dan Penggunaan Keuangan Bantuan Dana Hibah Kegiatan Olahraga yang disampaikan langsung oleh Kadispora Kepri Drs Muhammad Ikhsan. Pamaparan Kadispora disambung dengan Pemaparan dari Ketua KONI Kepri Usep RS tentang Pengajuan Proposal dan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Keuangan.
Sedangkan materi kedua disampaikan dari BKAD Provinsi Kepri tentang Penyusunan Laporan Keuangan Bantuan Dana Hibah dan yang ketiga adalah pemaparan materi tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban serta Pengawasan Keuangan Bantuan Dana Hibah yang disampaikan oleh Inspektorat Provinsi Kepri.
Kadispora Kepri M Ikhsan dan Ketua KONI Usep RS.
Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Dana Hibah Provinsi Kepri ini, kata Suyono, digelar seputar bagaimana teknik pelaporan dana hibah yang diberikan Pemprov Provinsi Kepri melalui Dinas Pemuda dan olahraga yang diterima oleh KONI Kepri kemudian disalurkan ke cabor. Pelaporan ini adalah bagian yang harus dipahami oleh masing-masing Pengprov dari cabor-cabor di bawah KONI Kepri.
“Mengingat dana yang dianggarkan dari Pemerintah Provinsi Kepri, diperuntukkan untuk KONI Provinsi Kepri adalah bagian daripada salah satu peningkatan sumber daya manusia terutama dalam bidang keuangan. Pelatihan juga untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagaimana membuat pelaporan yang benar. Ini karena hal ini menyangkut penggunaan dana negara yang telah dimaksimalkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri dengan tujuan untuk pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang olahraga,” jelas Suyono.
Dari 54 cabor yang berada di Provinsi Kepulauan Riau, saat ini ada sebagian yang lolos menuju PON berjumlah 31 cabor. Tentunya, kata Suyono, setelah mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi melalui KONI Kepri, akan disalurkan ke masing-masing cabor yang diperuntukkan untuk pembelian alat pelatihan dan training mandiri untuk pelatda mandiri menuju PON.
Nah, bantuan dana hibah itu juga harus dikembalikan dengan cara pelaporan yang benar. Sebagai salah satu teknik pelaporan ini, menjadi dasar KONI Kepri mengadakan bimbingan teknik yang menghadirkan pemateri dari inspektorat, Dispora, dan BKAD.
Ketua Umum KONI Kepri Usep RS mengapresiasi kepada Pengprov cabor di Kepri yang antusias mengikuti pelatihan ini. Bahkan dari sesi tanya jawab, para pengurus cabor di Kepri mereka berharap agar pelatihan ini dilanjutkan dengan pelatihan lanjutan yang berisi lebih teknis tentang penyusunan proposal dan juga pelaporannya.
“Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini agar seluruh kalangan olahraga khususnya para ketua, sekretaris, bendahara dari cabor yang ada di Kepri dapat membuat laporan dengan benar,” ujar Usep RS.
Usep RS juga menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini juga supaya ada sinkronisasi antara cabor-cabor, pengurus provinsi, dan KONI Provinsi Kepri sehingga bisa menyamakan persepsi dalam laporan ini sehingga saat laporan kegiatan selesai dibuat, maka akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kepri khususnya bagian di keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Usep RS berharap para peserta bisa mengikuti pelatihan ini dan dapat mempraktikkan pembuatan pelaporan kegiatan dengan baik dan benar sesuai dengan arahan dan pamarapan dari ketiga pemateri.
Berfoto bersama di depan para peserta Bimtek.
Kadispora M Ikhsan: Ikuti Bimtek dengan Baik agar Jangan ada Masalah Nantinya
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri terus memacu agar semua pengurus provinsi (Pengprov) dari tiap-tiap cabang olahraga (cabor), tidak hanya mampu menyusun anggaran dalam rencana kegiatan dalam bentuk proposal saja, namun juga mampu dan mempunyai keterampilan dan kapabilitas dalam membuat sebuah pelaporan yang baik dan benar.
Inilah poin utama yang ingin diperoleh dari kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Dana Hibah Provinsi Kepri yang digelar KONI Provinsi Kepri pada Sabtu (10/8/2024) di Aston Hotel.
Ada empat point pembahasan yang disampaikan kepada para peserta, yaitu Penerimaan dan Penggunaan Keuangan Bantuan Dana Hibah Kegiatan Olahraga yang disampaikan langsung oleh Kadispora Kepri Drs Muhammad Ikhsan. Pamaparan Kadispora disambung dengan Pemaparan dari Ketua KONI Kepri Usep RS tentang Pengajuan Proposal dan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Keuangan.
Sedangkan materi kedua disampaikan dari BKAD Provinsi Kepri Penyusunan Laporan Keuangan Bantuan Dana Hibah dan yang ketiga adalah pemaparan materi tentang Pelaporan dan Pertanggungjawaban Serta Pengawasan Keuangan Bantuan Dana Hibah yang disampaikan oleh Inspektorat Provinsi Kepri.
Kadispora Provinsi Kepri, Muhammad. Ikhsan M.Si mewakili Gubernur Provinsi Kepri mengapresiasi berjalannya kegiatan pelatihan yang menjadi program KONI Propinsi Kepri tahun 2024.
Dalam paparannya, Muhammad Iksan menjelaskan pengurus Pengprov Cabor yang ada di Kepri saat ini berjumlah 54 cabor. Dia menjelaskan pelatihan ini sebagai bentuk upaya menyamakan perseesi dalam membuat laporan pertangungjawaban.
“Pelatihan ini digelar agar jangan sampai nanti ada masalah dalam penyampaikan pertanggungjawabkan. Hal ini juga sesuai Pesan Gubernur Ansar agar dapat mempertanggungjawabkan secara administrasi setiap kegiatan baik yang dilaksanakan cabor pengprov dan juga KONI,” ujar Muhammad Ikhsan.
Muhammad Ikhsan menekankan pada kemampuan dan ketrampilan bagi setiap pengurus pengprov masing masing cabor dalam membuat pelaporan kegitan. “Yang penting dia (pengurus di cabor) dapat membuat secara betul tentang administrasi pertanggungjawaban keuangan. Ikuti dengan baik agar tidak ada masalah nantinya,” tegasnya.
Muhammad Ikhsan melanjutkan, “Bapak Gubernur berpesan kepada semua khususnya kepada kawan-kawan yang menerima bantuan dana hibah, untuk segera dipersiapkan laporan pertanggungjawaban secara rinci dan secara rutin untuk kegiatan-kegiatan apa yang sudah dibuat,” ungkapnya.
Muhammad Ikhsan mengapresiasi dan menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya dan rasa terima kasih atas terselenggaranya bimbingan teknis yang dilaksanakan KONI Kepri.
“Saya berharap mudah-mudahan ini bukan merupakan satu hal yang menjadikan Bapak Ibu merasa khawatir dengan apa yang didapat. Namun bagaimana menyelesaikan bantuan ini dalam bentuk laporan pertanggungjawaban itu yang utama,” ujar Muhammad Ikhsan.
Para peserta Bimtek menyimak pemateri.
Di kesempatan yang sama Ketua Umum KONI Kepri Usep RS yang menyampaikan materi tentang Pengajuan Proposal dan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Keuangan menegaskan pentingnya peserta dari 54 cabor ini mengikuti Pelatihan Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Bantuan Dana Hibah Provinsi Kepri.
Usep RS juga menjelaskan alur atau mekanisme pengajuan proposan dan pelaporan dana hibah yang diberikan Pemprov Provinsi Kepri melalui Dinas Pemuda dan olahraga yang diterima oleh KONI Kepri yang kemudian disalurkan ke cabor.
“Penyusunan proposal dan juga Pelaporan ini adalah bagian yang sangat penting dan harus dipahami oleh masing-masing Pengprov dari cabor-cabor di bawah KONI Kepri,” kata Usep RS.
Hal ini, lanjutnya mengingat dana yang dianggarkan dari Pemerintah Provinsi Kepri ke KONI Provinsi Kepri dan disalurkan ke cabor, adalah bagian daripada salah satu peningkatan sumber daya manusia terutama dalam bidang keuangan.
Usep manambahkan Program ini akan dilaksanakan rutin karena tujuan dari diselengarakannya kegiatan ini supaya pengurus cabor seperti ketua, sekretaris, bendahara di Kepri dapat membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan dengan baik dan benar.
Usep RS juga menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini juga supaya ada sinkronisasi antara cabor cabor, pengurus provinsi, dan KONI Provinsi Kepri bisa menyamakan persepsi dalam laporan ini sehingga saat laporan kegiatan selesai dibuat , maka akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Kepri khususnya bagian di keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban. (***/HQ1)
HAQQNEWS.CO.ID – PT Volex Indonesia milik Keluarga Rothschild meresmikan pabrik barunya di Kawasan Industri Sekupang Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Investasinya mencapai US$40 juta atau setara Rp647,2 miliar (asumsi kurs Rp16.181 per dolar AS).
Bagaimana profil PT Volex Indonesia yang peresmian pabriknya pada Ahad (4/8/2024) lalu turut dihadiri oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto beserta adiknya, Hashim Djojohadikusumo? General Manager PT Volex Asia Pasifik Tan Chiang Peng sedikit banyaknya menjelaskan tentang PT Volex Indonesia.
Menurut Tan, pihaknya berencana untuk fokus memenuhi kebutuhan kabel pengisi daya untuk pasar di Indonesia terhadap kendaraan listrik. Selain itu, pihaknya juga berencana bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memproduksi kebutuhan kabel pengisi daya kendaraan roda dua.
Lebih lanjut ia mengungkapkan perusahaannya telah memperkerjakan sekitar 3.000 orang dan akan merekrut lebih banyak tenaga kerja lokal. “Kami merintis pabrik ini 32 tahun yang lalu dengan 250 pekerja. Bisa kalian lihat gedung baru ini dua kali lipat lebih besar dari gedung lama, jadi pekerja yang harus kami rekrut sangat banyak,” ujar Tan.
Tangkapan layar Medsos Nat Rothschild
Di samping itu, ia mengatakan juga berkomitmen untuk mengurangi impor agar memenuhi kriteria tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Selain itu, kami akan meningkatkan kompetensi teknologi pekerja kami dan mengembangkan otomatisasi,” ujar dia.
Menurutnya, Volex memproduksi bermacam produk elektronik seperti kabel pengisi daya untuk sepeda motor elektrik, kabel elektrik di rumah tangga hingga kabel-kabel untuk temperatur tinggi.
“Kami bisa membuat berbagai jenis kabel untuk berbagai pelanggan ekspor. Kami adalah pemasok global dan kami ekspor ke Asia, Eropa, dan Amerika Serikat,” katanya.
Penandatanganan prasasti oleh Prabowo dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad menandai peresmian gedung baru ketiga PT Volex Indonesia di Batam. Chairman of Volex Indonesia Nathaniel Philip Victor James Rothschild atau Lord Rothschild turut mendampingi dan menyaksikan penandatanganan tersebut.(***/HQ1)
HAQQNEWS.CO.ID – Inilah bilangan salat yang menurut Ustad Adi Hidayat dapat membentuk 3 kekuatan utama bagi diri seseorang. Kekuatan itu berupa spiritual, mental, dan kekuatan intelektual. UAH menyebut menyebut amalan ini salat 40 rakaat.
“Para ulama meriset ternyata ada 40 (rakaat) yang pokok. Bukan pokok dalam masalah fardhu dan sunnah. Pokok, maksudnya membantu kita dalam kehidupan dengan tiga kekuatan: kekuatan spiritual, intelektual, dan mental,” ungkap UAH dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Kamis (1/8/2024).
Nah, berikut rakaat salat 40 rakaat sholat yang pokok :
Pertama, salat fardhu lima waktu sebanyak 17 rakaat. Kedua, salat Tahajud dan Witir malam 11 rakaat. Dan, Ketiga, 12 rakaat salat Rawatib yang mendampingi salat fardhu.“Tahajud dalilnya Alquran surah 17 ayat 79-80. Yang Rawatib hadisnya dari Imam At-Tirmidzi,” imbuh UAH.
Ustad Adi Hidayat (Foto: Wikipedia)
Kemudian UAH membeberkan hadis At-Tirmidzi bahwa yang 12 rakaat Rawatib terdiri dari empat rakaat sebelum Dzuhur, dua rakaat setelah Dzuhur, dua rakaat setelah Maghrib, dua rakaat setelah Isya, dan dua rakaat sebelum Subuh.
“Jadi, kalau orang sudah konsisten 40 rakaat selama hidupnya mampu mengerjakannya semaksimal mungkin dia berlatih. 17 (rakaat) dulu yang pokok. Lalu sertakan dengan yang dekat waktunya, Rawatib. Dikerjakan sampai konsisten,” kata UAH.
Menurutnya, jika seorang muslim telah rutin mengamalkannya, maka ia akan merasakan kenikmatan luar biasa. “Kalau sudah nikmat gak akan tertinggal. Sebab kenikmatan itu kalau tertinggal akan gelisah. Nanti akan tercipta keadaan, jangankan fardhu, tertinggal sunnah bisa gelisah. Kalau sudah begitu, Anda merasakan kenikmatan iman,” tambah UAH. (*/HQ1)
HAQQNEWS.CO.ID – Pemerintah pusat menyetujui tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) baru, salah satunya di Pulau Batam. Di pulau industri itu mendapat persetujuan KEK bidang kesehatan dan swasta bakal mengelolanya. Swasta tersebut adalah grup bereputasi internasional, yaitu The Apollo Hospitals Group asal India.
Hal itu terungkap dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Selain KEK Kesehatan Batam, imbuh Menko Perekonomian, dua lagi KEK yang pemerintah pusat sudah setujui. Keduanya adalah KEK kesehatan, pendidikan, dan teknologi di BSD (Bumi Serpong Damai) dan KEK pengembangan nikel di Morowali.
Dengan persetujuan KEK Kesehatan itu, lanjut Airlangga, harapannya kesehatan akan meningkat untuk masyarakat di Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera umumnya. “Swasta murni semuanya,” ungkap Airlangga pada Rabu (29/5/2024).
Kemudian, untuk pembangunan pusat pengembangan nikel di Morowali, PT Vale adalah perusahaan swasta yang akan terlibat. Dengan keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut, pendanaan pembangunan KEK seluruhnya berasal dari swasta pula.Pada kesempatan yang sama, Menteri Agraria, Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono, memastikan sudah tidak akan ada lagi permasalahan lahan di KEK, di kemudian hari. Sebab, pihaknya ingin menghadirkan kepastian hukum hak atas tanah di KEK. “Ini memberikan keyakinan juga bagi para investor kita untuk menanamkan modalnya,” imbuh Agus.
Dengan mengalirnya investasi, dia berharap KEK dapat menghadirkan pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, hingga menggerakkan ekonomi lokal di berbagai bidang. Apalagi KEK yang telah disetujui adalah kawasan-kawasan ekonomi yang dikhususkan untuk bidang kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan industri, termasuk industri kreatif.
Seperti KEK kesehatan di Pulau Batam misalnya, yang menurut AHY, bisa menarik lebih banyak masyarakat yang sebelumnya memilih berobat ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Pada saat yang sama, keberadaan pusat kesehatan di sana juga dinilai akan membuat wisatawan lebih nyaman untuk berwisata di Pulau Batam. (hq1)