back to top
27.3 C
Riau Islands
Rabu 4 Maret 2026
Beranda blog Halaman 14

PWI Kepri Pertanyakan Status HCB di Kongres Persatuan PWI

PELANTIKAN PWI KEPRI: Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang saat melantik Pengurus PWI Provinsi Kepri di Ballroom Hotel Planet Holiday Batam, 7 Mei 2025. (Foto: Humas PWI Kepri)

Haqqnews.co.id  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempertanyakan status Hendry Ch Bangun (HCB) dalam Kongres Persatuan PWI yang rencananya berlangsung Agustus 2025. 

Pasalnya, Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat sudah mencabut status keanggotaan HCB sehingga bukan anggota PWI lagi. Keputusan ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, menilai proses rekonsiliasi yang sedang PWI Pusat gagas cenderung elitis dan tidak melibatkan PWI Provinsi di seluruh Indonesia.

“PWI Kepri terbuka sepenuhnya setiap upaya rekonsiliasi demi mengakhiri dualisme kepengurusan PWI yang telah mengganggu kerja-kerja organisasi, baik di pusat maupun daerah,” ungkap Saibansah Dardani menyampaikan hasil kesepakatan Pengurus PWI Provinsi Kepri.

Ditambahkannya, PWI Provinsi Kepri telah sepakat menolak konsep rekonsiliasi yang hanya terbangun oleh elite tingkat pusat, seolah-olah kesepakatan cukup oleh segelintir tokoh melalui pertemuan tertutup, tanpa pelibatan struktural dan representatif dari daerah.

“PWI adalah organisasi nasional yang berdiri di atas kekuatan daerah. Maka, rekonsiliasi sejati hanya sah dan bermakna apabila melibatkan PWI daerah sebagai pihak yang setara dalam proses dan pengambilan keputusan,” tegas Ahli Pers Dewan Pers itu.

Protes PWI Kepri itu merespon kesepakatan yang tercapai dalam “Kesepakatan Jakarta” antara dua kubu kepemimpinan PWI—HCB dari hasil Kongres Bandung dan Zulmansyah Sekedang dari hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Saibansah mempertanyakan keabsahan keikutsertaan HCB yang sebelumnya telah PWI pusat pecat.

“Apakah selama ini ada pembohongan? Katanya HCB sudah pecat, tapi mengapa masih mau menerima dan mengikutsertakannya dalam kongres?” kritiknya. Ia juga menekankan bahwa semua keputusan organisasi harus tunduk pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI.

Selain menolak keikutsertaan HCB, PWI Kepri juga menegaskan pentingnya penegakan proses hukum terhadap dugaan penyalahgunaan dana organisasi yang menyeret nama HCB yang masih proses di Polda Metro Jaya. “Jangan sampai semangat persatuan menjadi dalih untuk menutup-nutupi masalah serius yang harus diselesaikan secara hukum,” ujar Assesor Uji Kompetensi Wartawan itu menambahkan.

Selain itu, PWI Provinsi Kepri juga menegaskan, bahwa legitimasi dan kesatuan organisasi PWI Kepri secara menyeluruh adalah PWI Kepri hasil Konferprov Luar Biasa PWI Kepri. Sehingga yang sah mewakili PWI Kepri di Kongres Persatuan Nasional, dan memberikan suara dan mandat yang benar-benar berasal dari proses demokratis di akar rumput organisasi adalah kepengurusan PWI Kepri hasil Konferprov Luar Biasa PWI Kepri.

Pecah Dua Kubu, Kini Coba Bersatu

Sebagai informasi, konflik internal PWI bermula setelah Hendry Ch Bangun terpilih dalam Kongres Bandung, 27 September 2023. Kurang dari setahun, konflik tersebut memunculkan Kongres Luar Biasa pada 18 Agustus 2024 di Jakarta, yang menetapkan Zulmansyah sebagai ketua umum melalui aklamasi. Pemicunya adalah karena Hendry Ch Bangun diketahui menyalahgunakan uang organisasi.

Melalui mediasi anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, kedua pihak akhirnya menyepakati digelarnya Kongres Persatuan. Kendati demikian, keputusan tersebut kini memunculkan polemik baru di daerah, termasuk dari PWI Kepri.

PWI Kepri menekankan bahwa Kongres Persatuan hanya akan memiliki legitimasi kuat apabila digelar secara bersih dan mengacu pada aturan organisasi.

“Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi masa depan PWI sebagai organisasi profesi yang harus menjunjung tinggi etika dan hukum,” pungkas Saibansah. (*/HQ1)

Rasakan Sensasi Sate Merah Van Demang di Batam Sajian Legendaris yang Menggoda Lidah

Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang.
Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang.

HAQQNEWS.CO.ID – Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang. Sajian sate merah dengan warna khas, bumbu legendaris, dan potongan daging besar siap menggoyang lidah Anda. Tak sekadar sate, ini adalah pengalaman rasa yang membangkitkan memori dan menghidupkan kembali kejayaan rasa khas tempo dulu.

Bayangkan duduk di ruangan bergaya Hindia Belanda, dengan ornamen klasik dan suasana autentik yang membawa Anda seakan masuk ke ruang kerja seorang demang di era kolonial. Di tengah atmosfer elegan itu, Anda menyantap sate ayam atau sapi yang dibakar dengan teknik khusus agar matang sempurna tanpa gosong, lalu disiram bumbu merah racikan khas yang meresap hingga ke serat daging. Sate Merah Van Demang bukan hanya soal makan, tapi petualangan rasa dan nostalgia.

Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang tak terlupakan, restoran ini adalah tempat sempurna untuk berbagi momen bersama keluarga, teman, maupun kolega. Datanglah mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, abadikan momen Anda di sudut-sudut instagenicnya, dan temukan kembali kenikmatan kuliner yang berpadu antara cita rasa otoritatif dan suasana yang menggugah kenangan.

Restoran Sate Merah Van Demang secara resmi dibuka untuk umum pada Jumat pagi, pukul 09.00 WIB, di Ruko Anggrek Mas Centre Blok A No. 42–43, Batam Centre, Kota Batam. Dalam momen penuh kehangatan dan antusiasme ini, hadir tamu undangan dari berbagai kalangan: pegiat UMKM, pecinta kuliner, hingga tokoh masyarakat. Pembukaan ini menandai lahirnya ikon baru dalam dunia kuliner Batam.

Ceremony peresmian dipimpin oleh para investor dan pengelola dari Pandawa Hand, perusahaan kreatif di bidang kuliner. Mereka membawa semangat baru dengan misi menghadirkan hidangan khas bernilai sejarah ke tengah masyarakat modern. Nama “Van Demang” dipilih sebagai penghormatan terhadap sosok pemimpin distrik di masa kolonial Belanda, yang diangkat kembali menjadi filosofi kepemimpinan dalam menyajikan kualitas rasa terbaik.

Menurut Chepy Suparman, CEO Pandawa Hand, inspirasi nama Van Demang bukan tanpa makna. “Kami ingin menjadi pemimpin di dunia kuliner sate. Dari semangat kepemimpinan itulah kami menghadirkan Sate Merah Van Demang dengan rasa otentik, tampilan khas, dan kualitas terbaik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Tak hanya dari sisi nama dan rasa, pengalaman bersantap di restoran ini benar-benar dirancang sedetail mungkin. Nuansa interior dibuat menyerupai ruang pemerintahan Hindia Belanda, lengkap dengan figura klasik, ornamen antik, hingga pemilihan warna dan furnitur yang menciptakan suasana tempo dulu yang elegan. Setiap sudut restoran bisa menjadi spot foto yang menarik—satu paket sempurna antara estetika dan kenikmatan rasa.

“Kami sangat bersyukur sekali, hari ini kami menghadirkan sajian Sate Merah Van Demang. Nama Van Demang sendiri dalam konteks pemerintahan Hindia Belanda diartikan sebagai kepala distrik atau pejabat pemerintahan, dengan kata lain sebagai pemimpin di era kolonial Belanda. Terinspirasi dari hal tersebut, kami ingin menjadi pemimpin di dunia kuliner sate,” ungkap Chepy Suparman, CEO Pandawa Hand sekaligus pengelola utama Sate Merah Van Demang.

Chepy bersama timnya, mengusung konsep yang unik dan ikonik, pelanggan akan dibuat seperti berpetualang ke masa lampau, sebab jika dilihat dari nuansa dekorasi dan ornamen yang digunakan, seperti ruang kerja pemerintahan hindia belanda tempo dulu. melalui figura klasik, ornamen antik, serta suasana otentik yang dirancang dengan detail. sebuah tempat yang sempurna untuk bersantai sekaligus menjelajahi rasa.

Namun, bukan hanya suasana yang memikat. Sate Merah van Demang menyuguhkan menu andalan yang tak biasa, yakni sate merah olahan daging ayam dan sapi dengan bumbu merah khas yang meresap hingga ke serat daging. Aroma rempahnya menggoda, dan cita rasanya dijamin membangkitkan selera.

“Kami ingin memberikan hidangan terbaik kepada setiap pelanggan kami, sebab menu sate kami tidak dengan kuah kacang seperti kebanyakan, potongan daging kami cukup besar, bahkan saat proses pembakaran kami memastikan jarak antara daging dan bara api tidak terlalu dekat untuk mengindari gosong dan agar matang secara sempurna” jelas chepy.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, diantaranya sate merah ayam Rp 35.000, dan sate merah sapi Rp 40.000 dengan pilihan lontong atau nasi, yang dihidangkan dengan sambal pecak yang sangat khas dan nikmat.

Tak ketinggalan, sajian nasi lemak tradisional tiga warna yakni merah, putih, dan biru, terinspirasi dari warna bendera Belanda, yang tidak dapat ditemui ditempat lain, hal ini tentu  menambah pengalaman bersantap yang benar-benar tak terlupakan. Warna biru dihasilkan dari perpaduan kombinasi bunga telang dan juga beras merah, serta beras putih peremium berkualitas. Nasi lemak van demang original dapat dinikmati dengan harga Rp 23.000, nasi lemak van demang sate sapi Rp 40.000, nasi lemak van demang sate ayam Rp 35.000, dan ada juga nasi lemak van demang bebek asap Rp 42.000.

Sebagai pelengkap, restoran ini juga menghadirkan dua minuman ikonik, sarsaparilla Cap Badak, minuman legendaris yang menyegarkan, dan es cendol van Demang serta cendol durian spesial, minuman perpaduan tradisional dan sentuhan baru yang cocok dinikmati di tengah teriknya cuaca Batam.

Dihari grand openingnya, sate merah van demang membagikan 1000 tusuk sate merah gratis kepada setiap pengunjung yang datang. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memperkenalkan restoran baru ditengah masyarakat Kota Batam.

“kami berharap sate merah van demang dapat diterima oleh masyarakat Batam khususnya, kami juga berupaya untuk membuka cabang di sumatera dan jawa, dengan sistem kemitraan bersama para investor.” Tutup chepy dengan optimis.

Jangan lewatkan kesempatan merasakan kuliner nuansa tempo dulu yang dikemas dengan cita rasa masa kini. Restoran ini mulai menerima pelanggan sejak pukul 07:00 Wib hingga 22:00 Wib, Ajak keluarga, teman, dan kolega Anda untuk datang, berfoto di sudut-sudut instagenic, dan tentu saja, menikmati hidangan yang menggoda lidah.

“Kami berharap Sate Merah Van Demang bisa diterima dengan baik di Batam dan menjadi kebanggaan bersama. Ke depan, kami juga siap membuka cabang di wilayah Sumatera dan Jawa melalui sistem kemitraan,” tutup Chepy dengan penuh optimisme. (HQ2)

Siapa Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers 2025-2028 ?

Haqqnews.co.id  – Siapa Komaruddin Hidayat ? Berikut terangkum mengenai sosok Komaruddin Hidayat, Ketua Dewan Pers terpilih untuk periode tahun 2025 – 2028 :

Melansir laman Pusat Pengkajian Islam & Masyarakat UIN Jakarta, Komaruddin Hidayat terlahir di Magelang, Jawa Tengah, pada 18 Oktober 1953. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta selama dua periode, yakni 2006–2010 dan 2010–2015. Selain terkenal sebagai akademisi, Komaruddin aktif menulis opini di berbagai media nasional seperti Kompas, Seputar Indonesia, dan Republika serta media lainnya. Ia juga terlibat dalam berbagai lembaga penelitian.

Sejak kecil, Komaruddin akrab dengan lingkungan pesantren. Ia pernah menempuh pendidikan di Pesantren Modern Pabelan, Magelang (1969), dan Pesantren Al-Iman, Muntilan (1971). Pendidikan tingginya ia lanjutkan di IAIN Jakarta, meraih gelar sarjana muda (BA) dan sarjana lengkap (Drs.) dalam bidang Pendidikan Islam masing-masing pada tahun 1977 dan 1981.

Komaruddin kemudian melanjutkan studi doktoral di luar negeri dan meraih gelar doktor di bidang Filsafat Barat dari Middle East Technical University, Ankara, Turki, pada 1990.

Sebagai dosen, Komaruddin mengajar di berbagai institusi, antara lain Pascasarjana IAIN Jakarta (sejak 1990), Pascasarjana Universitas Indonesia (sejak 1992), dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara (sejak 1993). Komaruddin juga aktif di dunia penerbitan ilmiah, menjadi dewan redaksi Ulumul Qur’an (sejak 1991), Studia Islamika (sejak 1994), serta terlibat dalam penyusunan Encyclopedia of Islamic World. Sejak 1995, ia menjabat sebagai Direktur Pusat Kajian Pengembangan Islam Kontemporer di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Susunan Dewan Pers 2025 – 2028

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meneken surat keputusan pengangkatan anggota Dewan Pers 2025-2028. Pada Rabu, 14 Mei 2025, Komaruddin Hidayat ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pers menggantikan Ninik Rahayu. Serah terima jabatan berlangsung di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, pada Rabu, 14 Mei 2025, sekaligus menandai mulainya masa kerja kepengurusan baru.

Pada acara serah terima jabatan, turut hadir sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua Komisi Yudisial Amzulian Rifai, serta Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho.Melalui rilis resmi pada Selasa, 4 Maret 2025, Dewan Pers menyetujui secara aklamasi sembilan anggota terpilih untuk periode 2025–2028. Keputusan ini sekaligus menandai pembubaran Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers.

Sebelumnya, pada 19 Februari 2025, BPPA telah menyaring para pelamar menjadi 18 calon dari tiga unsur: wartawan, pimpinan perusahaan pers, dan tokoh masyarakat—masing-masing enam orang. Dari hasil seleksi itu, sembilan nama ditetapkan sebagai anggota Dewan Pers yang baru.

Berikut susunan kepengurusan Dewan Pers 2025-2028:

Ketua Dewan Pers : Komaruddin Hidayat

Wakil Ketua Dewan Pers: Totok Suryanto

Komisioner Bidang Pengaduan dan Penegakan Etika Pers: Muhammad Jazuli

Komisioner Bidang Hukum dan Perundang-undangan: Abdul Manan

Komisioner Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi: Busyro Muqoddas

Komisioner Kemitraan Hubungan Antarlembaga: Rosarita Niken Widiastuti

Komisioner Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi: Yogi Hadi Ismanto

Komisioner Informasi dan Komunikasi: Maha Eka Swasta

Komisioner Digital dan Sustainability: Dahlan Dahi

(HQ1)

Pemerintah Kota Batam Punya 15 Program Prioritas

Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, saat menghadiri halal bihalal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama masyarakat Kecamatan Lubukbaja, di aula Universitas Ibnu Sina, Lubukbaja, Selasa (13/5/2025) malam.

Haqqnews.co.id  – Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dalam membangun Kota Batam. Ini, agar Batam semakin maju dan sejahtera.

Hal itu Amsakar sampaikan saat menghadiri halal bihalal Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam bersama masyarakat Kecamatan Lubukbaja, di aula Universitas Ibnu Sina, Lubukbaja, Selasa (13/5/2025) malam.

“Mari terus kita jaga kekompakan dan kebersamaan, karena dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, kita bisa mewujudkan Batam yang lebih baik,” ajak Amsakar.
Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dan menekankan bahwa momen halalbihalal merupakan kesempatan memperkuat tali silaturahmi dan mempererat persatuan antar-sesama.
Dalam kesempatan itu, Amsakar juga menyampaikan berbagai capaian pembangunan serta program prioritas yang tengah dan akan Pemerintah Kota bersama jajaran, jalankan.
“Ada 15 program prioritas dan tujuh di antaranya bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.

𝟏𝟓 𝐏𝐫𝐨𝐠𝐫𝐚𝐦 𝐏𝐫𝐢𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬 𝐀𝐦𝐬𝐚𝐤𝐚𝐫

Adapun, 15 program prioritas tersebut, yakni Optimalisasi pengembangan dan pelayanan air bersih, Optimalisasi penanganan banjir, Pengobatan gratis masyarakat ber-KTP Batam dan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Selanjutnya, Pinjaman modal tanpa bunga maksimal Rp20 juta untuk UMKM, Seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, Bantuan lansia, Peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif.
Selain itu, Beasiswa perguruan tinggi masyarakat hinterland dan siswa berprestasi tidak mampu, Penataan sistem transportasi publik terintegrasi (pengembangan BRT dan pembangunan LRT), Percepatan pembangunan jalan lingkar.
Kemudian, Penyediaan pusat seni budaya panguyuban se-Kota Batam, Pengelolaan pasokan dan stok kebutuhan pokok, Pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan, Pembangunan sekolah baru dan ruang kelas baru, terakhir, Peningkatan investasi dan destinasi MICE.

“Kami (Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra) mohon doa agar selalu diberi kesehatan, istiqomah dan agar cita-cita kami untuk Batam bisa terlaksana dengan baik,” katanya. (HQ1)

Pakar Sebut Bisnis dan Tiga Skill Diperlukan untuk Bertahan

Foto ilustrasi

Haqqnews.co.id  – Daya beli masyarakat tercatat menurun sejak pertengahan tahun 2024. Di tengah kelesuan tersebut, usaha apa yang masih cenderung akan bertahan ?

Berikut penjelasan seorang pakar ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Eddy Jurnasin. Menurutnya, usaha-usaha di beberapa bidang akan cenderung lesu dan mengalami rendahnya permintaan.

“Saya kasih contoh, kalau misalnya usaha kecil di bidang warung, makanan, atau toko ritel. Dalam kondisi ekonomi dan daya beli yang lesu, permintaan akan rendah sekali,” jelas Eddy dalam sebuah wawancara dengan Kompas.com, dikutip pada Rabu, (14/5/2025).

Eddy menjelaskan bahwa orang-orang akan cenderung akan berhemat dengan memasak makanan sendiri di rumah, serta membeli bahan dengan harga yang minimalis atau termurah.

Penjualan bahan baku makanan, lanjut Eddy, juga tidak akan bisa bertahan lama di situasi tersebut. Orang-orang juga akan mengurangi permintaan makanan atau jajanan dari luar rumah.

“Namun untuk jasa-jasa yang spesifik dengan keahlian tertentu, permintaan akan tetap jalan,” tambah Eddy.

Eddy mencontohkan jasa spesifik seperti jasa reparasi, seperti reparasi barang elektronik, kendaraan, rumah. Selain itu, jasa kontraktor yang menawarkan pembangunan dan perbaikan rumah juga dapat tetap berjalan.

Jasa mengajar juga dapat menjadi opsi di bidang pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal seperti kursus atau bimbingan.

Selain itu, Eddy menjelaskan bahwa sangat penting bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan skill dan pengetahuan di bidang tertentu. Selain peningkatan skill dan pengetahuan, masyarakat juga harus mengikuti perkembangan teknologi.

“Teknologi akan terus berkembang, semua usaha pada akhirnya harus berbasis teknologi,” tambah Eddy.

Ia menambahkan bahwa terdapat tiga skill yang harus ditingkatkan oleh masyarakat demi mencapai usaha yang dapat bertahan dan memberikan keuntungan.

Tiga skill tersebut, yaitu:

1. Technical skills: Kemampuan seseorang untuk menggunakan teknologi.

2. Strategic skills: Kemampuan seseorang dalam mengelola bisnis.

3. Interpersonal skills: Kemampuan seseorang dalam mengelola relasi.

Namun, Eddy juga menambahkan bahwa solusi terbaik ada pada upaya pemerintah dalam mengatur perekonomian di Indonesia. “Solusi terbaik adalah pemerintah yang membawa Indonesia agar tidak masuk ke dalam situasi perekonomian lesu,” pungkasnya. (HQ1)

Doa dan Syukur Warnai Pelepasan Haji Dr. Syarifah Normawati di Sei Beduk

Syarifah Normawati didampingi suami Said An Nahri saat memberi sambutan.

HAQQNEWS.CO.ID – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti kediaman Dr. Syarifah Normawati, MPDI, Ph.D di Fasum Pancur Biru Lestari, Blok F Nomor 10, Kelurahan Duriangkang, Kecamatan Sungai Beduk, Ahad (11/5/2025). Puluhan tamu undangan hadir dalam acara tasyakuran dan doa bersama yang digelar dalam rangka walimatussafar, menjelang keberangkatan Dr. Syarifah ke Tanah Suci Mekkah.

Acara ini merupakan ungkapan syukur sekaligus permohonan doa restu atas rencana keberangkatan Dr. Syarifah Normawati menunaikan ibadah haji tahun ini. Tidak hanya sebagai jamaah haji, ia juga akan mengemban amanah sebagai Petugas Penyelenggaraan Haji Daerah (PHD) Provinsi Kepulauan Riau, bertepatan dengan momen istimewa Haji Akbar 2025.

Keberangkatan ini menjadi momen penting, bukan hanya bagi Dr. Syarifah secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Sei Beduk yang mengenalnya sebagai sosok aktif dalam kegiatan keagamaan. Dengan hati yang lapang, ia mohonkan doa agar seluruh rangkaian ibadahnya diberi kelancaran, keselamatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Membersamai  Syarifah Normawati, yang akan berangkat menunaikan ibadah haji pada 19 Mei 2025 mendatang adalah Amin bin Haji Basir beserta istri, Muzdalifah binti Haji Abdul Syukur.

Acara semakin semarak dengan penampilan hadrah dari grup Hubbunnabi Masjid At Toriq serta iringan shalawat dari puluhan ibu-ibu majelis taklim yang tergabung dalam Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Beduk. Diketahui, selain mengetuai BKMT Kecamatan Sungai Beduk, Syarifah Normawati sendiri merupakan sosok yang aktif dan turut membina kegiatan BKMT di wilayah tersebut.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ustaz Mukti Ali Yahya, S.Pd.I, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustad Dede Hidayatullah.  Dalam sambutannya,  Syarifah Normawati  mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para tamu yang telah mendoakan keberangkatannya.

Selain sudah mendapatkan ridlho dan izin dari sang suami yaitu Said Annahri Alatas, dengan penuh doa dan harapan, Syarifah mengharapkan para tamu yang hadir mendoakan agar para calon  jamaah haji yang akan berangkat diberikan kemudahan, keselamatan, dan kesehatan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur.

“Kami memohon keikhlasan bapak ibu, merentangkan jemari 10 untuk membukakan pintu maaf seluas luasnya atas khilaf yang saya lakukan terhadap bapak ibu. Kami juga memohon doa restu agar para jamaah haji yang akan berangkat diberikan kemudahan, keselamatan, dan kesehatan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dalam keadaan selamat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh,” kata Syarifah Normawati.

Syaifah Normawati juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad SE MM , Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Harris Pratamura, SE MSi  Ketua Badan Koordinasi Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Nenny Dwiyana Nyanyang Harris Pratamura dan Staf Khusus Bidang Kesra Mahadi Rahman SQ MPdI atas dukungannya.

Sampaikan Pesan Gubernur Ansar, Wagub Nyanyang Hadiri Walimatussafar Dr. Syarifah Normawati

Wagub Kepri Nyanyang Harris dan istri berpose bersama ibu ibu BKMT Seibeduk

Turut hadir dalam acara tasyakuran dan walimatussafar tersebut Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Harris Pratamura bersama istri tercinta, Nenny Harris Pratamura. Kehadiran mereka disambut hangat oleh tuan rumah dan para tamu undangan, menambah kehangatan dan kehormatan tersendiri dalam momen istimewa tersebut.

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang menyampaikan salam hangat dan permohonan maaf dari Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, SE, MM, yang sedianya ingin hadir secara langsung namun berhalangan karena harus menghadiri kegiatan lain di waktu yang bersamaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami mewakili Bapak Gubernur Ansar yang menitip salam kepada bapak ibu sekalian. Beliau ingin hadir langsung, namun karena ada agenda yang tak bisa ditinggal, kami diamanahi untuk hadir mewakili beliau,” ujar Nyanyang.

Lebih lanjut, Nyanyang juga mengucapkan selamat kepada dr. Syarifah Nurmawati dan para calon jamaah haji lainnya yang akan berangkat ke Tanah Suci. Ia mendoakan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar, penuh keberkahan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh.

“Kami turut mendoakan agar Ibu Syarifah dan semua jamaah calon haji dari Kepri diberikan kelancaran, kesehatan, dan kekuatan dalam menunaikan ibadah. Semoga semua kembali dalam keadaan sehat wal afiat dan menjadi haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh,” tambahnya.

Tak hanya menyampaikan amanah Gubernur, Nyanyang juga mengungkapkan rasa syukurnya bisa kembali hadir dan bersilaturahmi langsung dengan warga Sei Beduk, yang menurutnya memiliki peran penting dalam pembangunan dan kehidupan sosial Kepri yang rukun serta religius.

“Saya pribadi merasa senang bisa hadir dan menyapa warga Sei Beduk yang selama ini dikenal sebagai masyarakat yang agamis dan kompak. Terima kasih juga atas dukungannya kepada pasangan Ansar-Nyanyang, sehingga kami kembali dipercaya memimpin Kepri untuk periode kedua ini. Kami akan terus berupaya menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh H. Nursyafriwan, Lc., yang memberikan tausiah penuh makna seputar keutamaan ibadah haji, pentingnya keikhlasan dalam menjalankan rukun Islam kelima, serta bekal spiritual dan moral yang harus dibawa sebagai calon tamu Allah. (HQ2)

Solusi Profesor Jurnalistik AS Hadapi Disrupsi Media

Grafis

Haqqnews.co.id Profesor jurnalisme dari George Washington University, Janet E. Stella, punya solusi dalam menghadapi disrupsi media akibat teknologi digital atau inovasi lainnya. Salah satunya dalam menghadapi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di media massa.

Menurutnya, media massa, bahkan di Indonesia lebih berani memakai AI daripada di Amerika Serikat.

Steele menuturkan, media massa di AS menggunakan AI untuk membantu merangkum laporan yang panjang, lalu mencari data lama tentang topik tertentu. Kemudian juga untuk membuat laporan cuaca dan pertandingan olahraga. Menurut Steele, pemakaian AI seperti itu masih bisa ia terima.

Steele kaget dengan penggunaan AI di media massa Indonesia yang berkembang pesat. Ia mengaku sulit memahami bagaimana penggunaan AI bisa untuk menjadi presenter berita di TV. Ia juga heran bagaimana bisa menugasi AI menjadi pewawancara yang mewawancarai nasa sumber di sebuah radio di Indonesia.

Wow presenter AI? Saya belum pernah melihat presenter AI. Apakah seperti orang-orang palsu?” ujar penulis buku Wars Within: The Story of Tempo, an Independent Magazine in Soeharto’s Indonesia tersebut dalam sebuah wawancara dengan detik.com.

Ketika gambaran tentang presenter AI dan tautan tentang presenter AI di sebuah TV di Indonesia, Steele melihatnya, ia pun takjub.

Wow. Ya ampun. Itu luar biasa. Sangat menarik dan aneh. Ini aneh. Orang Indonesia jauh lebih berani memakai AI,”” kata perempuan yang pernah tinggal di Jakarta itu.

Steele menyoroti banyaknya pendapat yang mengatakan kalau media massa mau tidak mau harus memakai AI. Ia mengungkap penerapan AI di media massa akan membawa terlalu banyak kerusakan bagi jurnalisme. Ia berharap perusahaan platform AI bersedia menanggung kerusakan tersebut.

Di sisi lain, Steele mengakui AI memberikan manfaat untuk meringankan tugas jurnalis dalam reportase sehingga jurnalis bisa lebih fokus melakukan investigasi.

AI Tak Bisa Gantikan Fungsi-Fungsi Jurnalis

Steele kemudian mengingatkan jurnalisme bukan hanya soal media. Karya yang hasilnya oleh AI 100 persen, meskipun media massa memublikasikannya, bukanlah sebuah karya jurnalistik.

Jurnalis berfungsi melihat peristiwa, mencari informasi, dan memberi pemahaman tentang kebenaran. Fungsi-fungsi tersebut tidak bisa AI menggantikannya. Seorang jurnalis semestinya turun ke lapangan, menyaksikan sendiri sebuah peristiwa, mewawancarai orang-orang yang terkait, melihat dan merasakan apa yang ada di lapangan, untuk kemudian membuat sebuah berita.

Tugas jurnalis bukan sekadar meringkas apa yang sudah tertulis di media sebelumnya. Tugas tersebut bisa oleh AI melakukannya. Namun jika hanya berada di balik laptop dan menuliskan ulang apa yang sudah ada, maka tidak akan ada lagi kebaruan berita padahal salah satu inti dari berita adalah kebaruan.

“Kalau fungsi-fungsi jurnalisme itu AI yang melakukannya. Saya tidak bisa menerima, benar-benar tidak menerima,” tegas profesor yang memelopori jurnalisme naratif atau jurnalisme sastrawi tersebut.

Steele menduga alasan AI berkembang lebih cepat dalam dunia jurnalistik di Indonesia daripada di AS berkaitan dengan definisi tentang jurnalisme. Steele konsisten dengan konsep jurnalisme naratif, yang mengharuskan reporter turun ke lapangan dan mendapatkan data yang detail untuk bisa membuat laporan naratif yang bagus. Berita di media massa Indonesia, menurut Steele, belum memenuhi standar definisi jurnalisme sepenuhnya.

Lebih lanjut Steele mengeritik jurnalis di Indonesia terlalu sering berakhir hanya menulis ulang siaran pers dari kementerian atau lembaga, atau pernyataan seorang tokoh dan lalu menambahkan satu kutipan dari pihak lain kemudian memublikasikannya sebagai berita. Ia memeringatkan kerja jurnalistik seperti itu akan sangat mudah tergantikan oleh AI.

“Di Indonesia, terlalu banyak laporan yang hanya mengandalkan ingatan atau pernyataan orang lain. Itu bukan benar-benar jurnalisme,” kata profesor yang banyak memberikan pelatihan penulisan di media massa di negara-negara Asia Tenggara tersebut.

Perkuat Jurnalisme Sejati

Steele meyakini AI akan menggantikan jurnalisme yang buruk. Tetapi tidak bisa menggantikan jurnalisme yang baik. Untuk bisa bertahan dalam menghadapi era AI, media harus memperkuat jurnalisme sejati.

Jalan tengahnya, AI bisa mendapat tugas untuk memproses siaran pers dan informasi yang masuk. Sementara jurnalis harus bertugas untuk lebih banyak bekerja di lapangan, melakukan liputan yang sesungguhnya dan membuat laporan-laporan investigasi yang kuat dan mendalam.

“Mungkin itu solusi terbaik yang bisa saya pikirkan. Saya tidak tahu, tapi itu yang saya pikirkan saat ini,” pungkas Steele. (HQ1)

PWI Bangkit, PSB Bergerak: Kolaborasi untuk Kepri yang Lebih Kuat

Ketua PSB Kota Batam Syaiful Bahtiar

HAQQNEWS.CO.ID – Kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sisa masa bakti 2023-2028 dengan Syaibansyah Dardani sebagai Ketua dan Pengurus PWI Kota Batam masa bakti 2025 – 2028 dengan Ketuanya M Khavi Asnyari, resmi dilantik.

Acara yang digelar pada Rabu (07/05) di Ballroom Planet Holiday Hotel Batam ini sekaligus melantik kepengurusan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Kepri masa bakti 2023 – 2028.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Sasongko Tedjo, dan Ketua IKWI Pusat, Indah Kirana.

Wakil Ketua PSB Kota Batam , Muhammad Ali

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah keberlangsungan PWI di daerah yang diapresiasi sejumlah pihak. Muhammad Ali  satu tamu undangan dari Perkumpulan Setokok Bersatu (PSB) Kota Batam, turut memberikan apresiasi atas pelantikan pengurus PWI dan IKWI tersebut. Ia menilai kehadiran PWI harus menjadi kekuatan positif bagi masyarakat.

“Pelantikan ini bukan hanya seremonial, tapi menjadi awal baru bagi PWI untuk lebih dekat dengan masyarakat. Harapan kami dari PSB dan masyarakat umum, PWI tidak hanya mengawal informasi dan demokrasi, tapi juga memberi manfaat langsung bagi kehidupan sosial masyarakat. Misalnya, lewat kegiatan edukatif, sosial, dan kolaboratif,” ujar Muhammad Ali usai acara.

Lebih lanjut, Ali berharap PWI dapat menjadi mitra strategis dalam menyuarakan aspirasi masyarakat akar rumput, terutama di daerah-daerah hinterland seperti pulau-pulau kecil di Batam dan Kepri.

“Kami yakin, di tangan pengurus baru yang semangat dan terbuka, PWI bisa menjadi jembatan yang memperkuat komunikasi antar elemen bangsa,” imbuhnya.

Ketua Umum PSB Kota Batam, Syaiful Bahtiar bersama Jajaran Pengurus PSB Kota Batam mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus PWI Kota Batam

Terpisah, Ketua Umum PSB Kota Batam, Syaiful Bahtiar, menyampaikan pandangannya. Ia membuka ruang kerjasama antara PWI Kota Batam dan PSB Kota Batam untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami sangat terbuka untuk bersinergi dengan PWI Kota Batam khususnya, karena peran media sangat strategis dalam menyuarakan potensi lokal, memperkuat nilai kebersamaan, dan mendorong perubahan positif.
Harapan kami, PWI semakin eksis dan bermanfaat, tidak hanya bagi insan pers tapi juga bagi masyarakat luas,” ucapnya.

Syaiful juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan media dapat mempercepat tercapainya pembangunan berbasis partisipasi. “Kami percaya, wartawan bukan hanya penyampai berita, tapi juga agen perubahan. Kami optimis, dengan pelantikan ini, energi baru akan mengalir ke tubuh PWI Kepri dan Batam,” ujarnya.

Ia juga menaruh keyakinan besar terhadap integritas dan profesionalisme wartawan yang tergabung dalam PWI Kota Batam. Menurutnya, wartawan PWI telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga independensi dan objektivitas pemberitaan, terutama di tengah tantangan era digital saat ini.

“Kami melihat wartawan PWI selama ini cukup konsisten menjaga etika jurnalistik. Ini menjadi modal penting untuk terus membangun kepercayaan publik terhadap media,” ujar Syaiful. (HQ2)

PWI Batam Dorong Kolaborasi Kemaritiman, Tahap Awal dengan Organisasi Nelayan

Ketua PWI Batam, Kavi Ansyari melakukan MoU dengan tiga organisasi nelayan Belakangpadang, pada Rabu (7/5/2025) di Planet Holiday Hotel, Batam.

Haqqnews.co.id  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam ikut mendorong terjadinya kolaborasi kemaritiman antar berbagai pihak atau pemangku kepentingan. Tahap awal PWI telah meneken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan organisasi nelayan.  

Bersempena pelantikan pengurus PWI Batam masa bakti 2025–2028, organisasi tertua wartawan ini telah meneken nota kesepahaman (MoU) bersama tiga organisasi nelayan di Belakangpadang, yaitu PENTAS, PNIP3R, dan ANST.

Ketua PWI Batam, Muhammad Kavi Anshary, yang juga terkenal dengan nama pena “Jhon Kavi”, menyebutkan bahwa langkah ini adalah bagian dari komitmen kolektif jurnalis untuk berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan tradisional.

“Sudah terlalu lama nelayan tradisional hanya jadi angka dalam laporan, hanya kena eksploitasi. Padahal mereka penopang utama pangan laut kita. PWI ingin hadir menjembatani mereka agar lebih berdaya,” ujar Kavi pada Rabu (7/5/2025) di Hotel Planet Holiday, Batam.

Ia menegaskan bahwa MoU ini bukan sekadar simbolis, melainkan menjadi awal dari perubahan sistemik yang mendorong nelayan lokal agar mandiri secara ekonomi dan terlindungi secara hukum. Tiga aspek utama yang akan menjadi fokus kolaborasi adalah akses pasar, informasi yang berimbang, dan perlindungan hukum bagi nelayan.

“Program pemberdayaan tidak boleh lagi bersifat sporadis atau sekadar proyek jangka pendek. Harus jadi bagian dari ekosistem ekonomi maritim lokal yang berkelanjutan dan berbasis komunitas,” tambahnya.

Penandatanganan MoU terjadi dengan Ketua Perkumpulan Nelayan Tangguh Solidaritas (PENTAS) Ascharudin, Ketua Perkumpulan Nelayan Insan Pesisir Pulau Penawar Rindu (PNIP3R) Iskandar, dan Ketua Armada Nelayan Sejati Tempatan (ANST) Rustam Effendy.

Inisiatif ini merupakan langkah awal untuk menyinergikan peran media dan masyarakat pesisir, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak nelayan serta mendorong pembangunan ekonomi maritim yang lebih inklusif di wilayah perbatasan seperti Belakangpadang, Batam.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan nelayan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan ekonomi lokal yang adil dan berkelanjutan. (HQ1)

Kesejahteraan Indonesia Paling Tinggi Sebut Studi Harvard

Foto Ilustrasi Indonesia

Jika Gunakan Elemen Kesejahteraan Secara Menyeluruh

Haqqnews.co.id – Sebuah studi dari peneliti Harvard hasilnya menggembirakan bagi masyarakat Indonesia. Betapa tidak, masyarakat Indonesia ternyata paling sejahtera di antara negara-negara maju sekalipun.

Hasil penelitian tersebut menyebutkan Indonesia-lah, negara dengan tingkat flourishing atau kesejahteraan yang tertinggi di dunia. Hal itu tentu saja jika penelitiannya menyangkut seluruh elemen-elemen kesejahteraan. Indonesi mengungguli negara-negara maju yang selama ini menjadi tolok ukur kemajuan global.

Berdasarkan laporan Global Flourishing Study di mana para peneliti Harvard University  melakukannya terhadap lebih dari 200.000 responden dari 22 negara di enam benua dan merepresentasikan 64 persen populasi dunia. Indonesia kemudian memperoleh skor flourishing tertinggi, yakni 8,47 dari skala 10.

Indonesia (8,47) berada di peringkat pertama, mengungguli negara-negara lain seperti Meksiko (8,19), Filipina (8,11), hingga Amerika Serikat (7,18), bahkan Jepang (5,93).

Indikator “Flourishing” Skor flourishing sendiri bukanlah sekadar ukuran kebahagiaan atau kesejahteraan ekonomi.

Peneliti Harvard mengartikannya sebagai keadaan di mana “semua aspek kehidupan seseorang berada dalam kondisi yang baik”. Artinya kehidupan yang baik melampaui sekadar kesehatan dan kebahagiaan semata.

Mereka mengukur indikator flourishing melalui enam elemen, yaitu kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan mental dan fisik, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, hubungan sosial yang dekat, serta keamanan finansial dan material.

Peringkat pertama yang Indonesia raih dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang Indonesia memiliki kondisi kesehatan mental dan fisik yang positif, hubungan sosial yang kuat, serta rasa makna dan tujuan hidup yang mendalam. (HQ1)