Beranda Batam Mesin Baru Ekonomi Batam: Dari Pabrik Perakitan ke Pusat Teknologi Tinggi

Mesin Baru Ekonomi Batam: Dari Pabrik Perakitan ke Pusat Teknologi Tinggi

Haqqnews.co.id Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau mulai meninggalkan ketergantungannya pada industri manufaktur perakitan. Pemerintah setempat kini mengalihkan fokus ke sektor teknologi informasi, pusat data, dan industri berteknologi tinggi.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad, baru-baru ini mengonfirmasi pergeseran struktur investasi ini.  “Struktur investasi di Kota Batam mulai mengalami transformasi dari industri manufaktur perakitan menuju sektor teknologi informasi dan industri berteknologi tinggi,” ujar Amsakar di Batam, 28 Juli 2026.

Baca Juga : Lompatan Besar BP Batam, Membangun Tanpa Dana APBN

Perubahan arah kebijakan ini muncul saat industri manufaktur lama menghadapi tekanan global. Batam selama ini sangat bergantung pada bahan baku impor dan pasar luar negeri. Kondisi tersebut membuat ekonomi kota sensitif terhadap kenaikan biaya produksi dan perlambatan ekonomi dunia.

Grafis
Arus Modal Mengalir ke Sektor Digital

Kini, arus modal besar justru mengalir deras ke sektor digital. BP Batam bersama sejumlah investor sedang menyiapkan proyek pusat data berskala besar atau hyperscale data center. Proyek-proyek strategis ini berlokasi di kawasan industri Kabil dan Nongsa.

Nilai investasi di sektor baru ini sangat fantastis. Laporan menyebut total komitmen proyek pusat data di Batam telah menembus angka ratusan triliun rupiah. Salah satu proyek tunggal terbesar bahkan mencatat nilai investasi mencapai Rp88 triliun.

Lihat Juga : Batam di Bawah Amsakar Optimistis Capai Pertumbuhan 9,5 – 10 Persen

BP Batam memeroyeksikan investasi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data sebagai mesin utama ekonomi masa depan. Meski begitu, pemerintah tetap mempertahankan sektor manufaktur yang sudah ada. Langkah diversifikasi ini bertujuan agar ekonomi Batam tidak rapuh saat kinerja ekspor melemah.

Arah baru ini menandai fase transisi penting bagi Batam. Kota industri ini sekarang membidik peran strategis sebagai pusat teknologi dan layanan digital di kawasan barat Indonesia. (*/hq1)

Exit mobile version