Haqqnews.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat lompatan besar dalam sejarah pengelolaan keuangan kawasan. Lembaga ini resmi melepas ketergantungan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai pembangunan Batam. Mandiri secara finansial, BP Batam kini murni mengandalkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Dari total usulan pagu anggaran 2027 sebesar Rp2,437 triliun, BP Batam memastikan tidak ada satu rupiah pun yang bersumber dari APBN. Seluruh anggaran tersebut bersumber dari PNBP, tanpa tambahan dana rupiah murni dari kas negara. Capaian ini menjadi bukti profesionalisme tata kelola kawasan yang produktif.
Kemandirian ini bertumpu pada optimalisasi layanan Uang Wajib Tahunan (UWT) lahan dan unit Badan Layanan Umum (BLU). Sektor Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan pelabuhan laut menjadi mesin utama pengumpul pendapatan. Digitalisasi layanan dan efisiensi operasional terbukti mendongkrak realisasi penerimaan secara signifikan.
“Untuk pertama kali dalam sejarah, BP Batam tidak meminta APBN tapi menggunakan PNBP,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, Rabu (17/6/2026) dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Jakarta. Andre menilai kinerja ini patut menjadi contoh bagi lembaga negara lainnya dalam mengelola anggaran.
Data realisasi menunjukkan tren pertumbuhan yang tajam. Pada 2024, BP Batam membukukan PNBP sebesar Rp2,29 triliun atau menembus 107,73 persen dari target. Sektor SPAM menyumbang Rp812,50 miliar, sementara layanan lahan menghasilkan Rp672,14 miliar.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menetapkan target lebih ambisius dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025-2029. Lembaga ini memeroyeksikan total PNBP mencapai Rp13 triliun selama lima tahun ke depan. Penerimaan tahunan ditargetkan terus merangkak naik hingga menyentuh Rp3,07 triliun pada 2029.
”Kami membiayai pembangunan kawasan dari hasil kerja BP Batam, bukan dari kas negara,” tegas Amsakar. Tingginya kepercayaan investor yang tercermin dari realisasi investasi 2024 sebesar Rp55,25 triliun ikut memperkuat fondasi ekonomi Batam.
Seluruh dana mandiri ini akan mengalir kembali untuk 94 kegiatan infrastruktur prioritas. Proyek mencakup peningkatan konektivitas darat, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas air bersih. Dengan lompatan finansial ini, BP Batam optimistis mewujudkan visi Batam sebagai hub logistik internasional yang inklusif. (*/hq1)

