27.8 C
Riau Islands
Selasa 28 Juli 2026
Beranda blog Halaman 22

PWI Pusat Desak Polisi Gelar Perkara Kasus Cashback

Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang bersama dengan Sekjen Wina Armada Sukardi, Ketua DK Sasongko Tedjo, anggota DK PWI Pusat, H. Helmi Burman, anggota Bidang Hukum Anriko Pasaribu dan Arman Fillin. (Foto: Humas PWI Pusat)

Jakarta, Haqqnews.co.id – Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mendesak kepolisian segera menggelar perkara terkait dugaan praktik cash back di internal organisasi. Mereka menolak upaya penyelesaian perkara melalui jalur keadilan restoratif (restorative justice/RJ).

Desakan itu langsung oleh anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat, H. Helmi Burman, sampaikan saat memenuhi undangan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Selasa (29/4/2025). Helmi adalah pelapor kasus dugaan penyimpangan tersebut.

“Kami menghormati undangan mediasi dari pihak kepolisian. Namun, sesuai hasil Rapat Pleno PWI Pusat, kasus ini sebaiknya selesai melalui proses hukum di pengadilan,” ujar Helmi.

Helmi datang ke Polda Metro Jaya bersama sejumlah tokoh PWI, antara lain Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Sekretaris Jenderal Wina Armada Sukardi, Ketua Dewan Kehormatan Sasongko Tedjo, serta anggota bidang hukum Anriko Pasaribu dan Arman Fillin.

Polisi sebelumnya mengirim surat undangan kepada Helmi berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan dan Penyelesaian Perkara Melalui Keadilan Restoratif.

Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menegaskan bahwa berbagai upaya damai sebenarnya sudah mereka lakukan, termasuk melalui mediasi oleh Dewan Pers, Kementerian Hukum dan HAM, hingga Kementerian Komunikasi dan Informatika. Namun, seluruh upaya tersebut menemui jalan buntu.

Menurut Zulmansyah, salah satu upaya perdamaian hampir tercapai dalam pertemuan melalui mediasi oleh Wakil Menkominfo Nezar Patria di Jakarta, November 2024 lalu. Namun, mediasi gagal setelah kubu Ketua Umum nonaktif HCB bersikukuh agar peserta Kongres PWI berasal dari pelaksana tugas (plt) ketua PWI provinsi yang penunjukannya  secara sepihak.

“Permintaan itu tidak bisa terakomodasi karena bertentangan dengan hasil Konferensi Provinsi dan tidak sesuai dengan AD/ART PWI,” tegas Zulmansyah.

Puluhan Ribu Anggota PWI Menunggu Kejelasan

Mantan Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari yang juga hadir dalam pertemuan di Polda menyatakan dukungannya terhadap proses hukum. Ia menilai gelar perkara perlu segera agar persoalan menjadi terang dan jelas di pengadilan.

“Lebih dari 20 ribu anggota PWI menunggu kejelasan soal ini. Sudah saatnya kasus ini di persidangan,” ujar Atal.

Atal juga mengingatkan bahwa secara etika dan organisasi, HCB telah dua kali dijatuhi sanksi oleh Dewan Kehormatan PWI. Putusan pertama berupa teguran keras karena dinilai merendahkan martabat organisasi, dan putusan kedua berupa pemberhentian penuh sebagai anggota.

“Dalam sejarah PWI, belum pernah ada Ketua Umum yang diberi sanksi seberat ini oleh Dewan Kehormatan. Maka tudingan bahwa ia dizalimi tidak berdasar,” kata Atal.

Ia menambahkan, putusan Dewan Kehormatan bersifat final dan konstitusional. Namun untuk membuktikan benar atau salahnya perbuatan secara hukum, pengadilan tetap menjadi jalan utama.

“Karena itu, kami mendukung agar kasus ini diproses secara hukum, bukan melalui restorative justice,” ujarnya. (***/HQ1)

Mutasi Batal, Letjen Kunto Masih Jabat Pangkogabwilhan I Pulau Dompak

Jakarta, Haqqnews.co.id – Letjen Kunto Arief Wibowo tetap bertugas sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Pangkogabwilhan I yang bermarkas di Pulau Dompak, Provinsi Kepulauan Riau. Jabatan Letjen Kunto ini sejak 7 Januari 2025.

Hal ini menyusul kebijakan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang membatalkan mutasi Letjen Kunto menjadi Staf Khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554.A/IV/2025 yang mengatur pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI tanggal 30 April 2025. Dalam Keputusan Panglima TNI itu, ada tujuh perwira yang mutasinya batal. Salah satunya putra Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo.

Kemampuannya Dibutuhkan

Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi mengatakan, kemampuan Kunto Arief dan enam perwira lain masih perlu untuk menjabat di posisi saat ini. Sehingga, pimpinan TNI merasa perlu menangguhkan kebijakan mutasi mereka.

“Ada beberapa perwira yang kemampuannya sesuai kebutuhan saat ini. Sehingga pimpinan TNI merasa perlu menangguhkan penggantian dengan gerbong lain,” kata dia dalam konferensi pers melalui zoom, Jumat, 2 Mei 2025.

Sebelumnya, pada surat Keputusan Panglima Nomor Kep/554/IV/2025 tertanggal 29 April 2025, jabatan Pangkogabwilhan I yang Kunto Arief tinggalkan, penggantinya oleh Laksamana Madya Hersan yang sebelumnya menjabat Panglima Komando Armada III.

Perubahan kilat pada pengaturan penempatan prajurit, juga sempat Panglima TNI lakukan pada Desember tahun lalu. Kala itu, melalui surat keputusan Panglima Nomor 1545/XII/2024, Jenderal Agus Subiyanto menunjuk Letnan Jenderal Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.

Namun, belum sempat pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Nugroho kemudian mutasi kembali menjadi Perwira di Mabes TNI Angkatan Darat. Mutasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/7/1/2025 bertarikh 3 Januari 2025.

Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI saat itu Mayor Jenderal Hariyanto mengatakan, alasan Nugroho kembali dimutasi ialan lantaran telah memasuki masa pensiun. (***/HQ1)

Industri Manufaktur Indonesia Kontraksi, Perlu Strategi Diversifikasi Ekspor  

Salah satu sudut kawasan industri di Pulau Batam.
Jakarta, Haqqnews.co.id – Industri manufaktur Indonesia mulai mengalami kontraksi akibat naiknya tensi perang dagang. Indikator kegiatan industri manufaktur merosot pada bulan April 2025 berbanding Maret 2025.

Indikator kegiatan industri manufaktur, yakni Purchasing Managers’ Index (PMI), anjlok pada April 2025. Akibat kebijakan tarif resiprokal tinggi yang AS berlakukan kepada negara-negara mitra dagang utamanya, termasuk RI.

PMI Manufaktur yang oleh S&P Global riliskan per hari ini, Jumat (2/4/2025) untuk Indonesia hanya sebesar 46,7 atau merosot berbanding posisi Maret 2025 yang masih di level 52,4. Ini adalah kali pertama PMI mencatat kontraksi sejak November 2024. PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Jika di atas 50, artinya dunia usaha sedang dalam fase ekspansi. Sementara di bawah itu artinya kontraksi.

Akibat Perang Dagang

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, merosotnya PMI Manufaktur itu penyebabnya masalah perang dagang, yang membuat optimisme pelaku usaha di Indonesia maupun di seluruh dunia melemah. Sebab, perang tarif dagang menghambat aktivitas perdagangan dunia.

“PMI turun kan karena trade war. Jadi, dunia kan perdagangannya shrinking, pertumbuhan Amerika juga negatif. Jadi ini namanya optimisme yang terganggu oleh trade war,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (2/5/2025).

Untuk mengantisipasi masalah sentimen industri ini, Airlangga mengatakan, pemerintah telah meluncurkan sejumlah strategi. Di antaranya ialah mendiversifikasi pasar ekspor Indonesia lebih kuat di luar negara mitra dagang utama, seperti China dan AS yang sedang perang tarif dagang. Salah satunya ialah pasar ekspor Eropa melalui percepatan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Kita sedang mendorong untuk IEU CEPA. Memang sudah waktunya untuk mendiversifikasi pasar ekspor dan menurunkan tariff barrier, karena kalau kita turun, yang lain juga resiprokal menurunkan, maka produk kita akan lebih kompetitif,” ucap Airlangga.

Kebijakan Deregulasi

Selain diversifikasi pasar ekspor, Airlangga menekankan, pemerintah juga tengah menggodok kebijakan deregulasi untuk makin menggeliatkan aktivitas perdagangan internasional Indonesia, melalui Satgas Deregulasi.

Satgas Deregulasi ini nantinya akan menyiapkan paket kebijakan kemudahan perdagangan, seperti melalui penerapan kebijakan fleksibilitas Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maupun dan penghapusan kuota impor.

“Deregulasi sedang akan berjalan, satgas sedang berproses. Dan dalam waktu singkat mungkin kita akan mengeluarkan paket-paket kebijakan,” tutur Airlangga.

Ia juga menekankan, pemerintah terus merampungkan negosiasi tarif dengan AS supaya tidak mengenakan tarif resiprokal sebesar 32% untuk barang-barang dari Indonesia. Hasil negosiasi ini ia pastikan akan selesai dalam 2-3 pekan ke depan. (**/HQ1)

Kolaborasi HARRIS Barelang Bersama Free The Sea di Aksi Bumi 2025  

Aksi Hari Bumi 2025, HARISS Barelang.

Batam, Haqqnews.co.id – Memeringati Hari Bumi 2025, HARRIS Barelang Batam berkolaborasi dan turut serta dalam kegiatan aksi bersih-bersih lingkungan di Jembatan 1 Barelang, Batam.

Free The Sea sebagai pioner kepedulian lingkungan hidup, menyelenggarakan kegiatan tersebut pada Sabtu, 26 April 2025, bertempat di Dendang Melayu, Jembatan 1 Barelang. Acara mulai sejak pukul 07.30 dan karyawan HARRIS Barelang Batam, relawan, serta partner komunitas dan korporasi turut mengikuti kegiatan. Lantaran mereka semua memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Mengawali kegiatan dengan olahraga bersama untuk membangkitkan semangat dan membangun energi positif. Sehingga suasana kebersamaan cukup tercipta sebelum para peserta turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di area sekitar jembatan.

Aksi Hari Bumi 2025, Hariss Barelang.

Dengan membawa semangat “Love the Earth, Free the Sea”, para peserta bergotong royong mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya yang mencemari pesisir. Aksi ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap alam serta ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama wilayah pesisir dan laut.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa aksi nyata untuk bumi oleh siapa saja, kapan saja, bisa memulainya dari langkah kecil. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk selalu menghadirkan dampak positif, tidak hanya bagi tamu tetapi juga bagi lingkungan sekitar,” ungkap Ophelia Firsty, Marketing & Branding Manager HARRIS Barelang Batam.

Aksi Hari Bumi 2025, Hariss Barelang.

Sebagai bagian dari jaringan The Ascott Limited, HARRIS Barelang Batam terus mendorong inisiatif keberlanjutan yang melibatkan karyawan, tamu, dan komunitas lokal, demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan dalam program Ascott Cares.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa klik link berikut: http://bit.ly/HARRISBARELANG 

(*/HQ1)

Deputi BP Batam Ariastuty Sirait Kena Kecam Usai ke Konferkot Ilegal

Grafis

Batam, Haqqnews.co.id – Ketua PWI Kota Batam, M. Kavi Anshary mengecam kehadiran Deputi BP Batam Ariastuty Sirait ke konferkot ilegal yang mengatasnamakan PWI Batam. Ariastuty hadir ke konferkot bertempat di Kings Hotel, Minggu (27/4/2025), tersebut.

Kavi menilai kehadiran pejabat publik setingkat Deputi Bidang Pelayanan Umum Badan Pengusahaan Batam dalam acara ilegal itu sebuah tindakan tak pantas. Bahkan penilaiannya, menciderai marwah organisasi.

“Kami mempertanyakan kehadiran Deputi BP Batam, Ariastuty Siarait. Padahal kami sudah mengimbau masyarakat bahwa konferkot itu ilegal,” tegas Kavi.

Ariastuty, yang sebelumnya menjabat Kabiro Humas BP Batam sebelum mendapat promosi menjadi deputi, penilaian Kavi, seharusnya lebih memahami tanggung jawab moral dan jabatan publik yang ia emban. Kehadirannya dalam kegiatan ilegal menjadi sorotan keras dari PWI Batam.

Baca : Ketua PWI Kota Batam Sebut Konferkot Susulan Ilegal, Bubarkan!

Kavi juga menegaskan, tidak ada PWI tandingan di Batam. Kepengurusan PWI Batam yang sah adalah hasil Konferkot Februari 2025 di Golden Prawn, yang mengangkat tanjak sebagai simbol kebenaran dan harga diri di tanah Melayu.

“Sesuai PD-PRT PWI, legitimasi ada pada kami. Kami sudah memeringatkan, tidak boleh ada gerakan liar yang mengatasnamakan PWI,” ujar Kavi dengan nada tegas.

Baca Juga : Kavi Sah Terpilih sebagai Ketua PWI Batam 2025-2028

Penegasan itu, lanjut Kavi, mengacu pada keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat yang sudah memberhentikan Hendri CH Bangun karena pelanggaran etik berat dalam kasus dana cashback UKW BUMN. Imbas dari itu, Andi Gino juga langsung kena copot dari jabatan Ketua PWI Kepri.

“Jadi, tidak ada dasar hukum apapun untuk menggelar konferkot susulan. Semua upaya itu ilegal dan menyesatkan,” kecamnya.

Situasi panas ini memperlihatkan ketegasan PWI Batam dalam menjaga marwah organisasi dari manuver liar yang berpotensi memecah belah solidaritas wartawan di Kota Batam.

Namun Ariastuty mengonfirmasi sekaligus membela diri kepada anggota PWI Batam bahwa Kepala BP Batam mendapatkan undangan dan dirinya yang mendapatkan penugasan untuk menghadiri konferkot tersebut. (*/HQ1)

PWI Kepri Matangkan Pelantikan Kepengurusan dan Kolaborasi Organisasi

Rapat persiapan pelantikan kepengurusan PWI Kepri dan PWI Batam pada Sabtu (26/4/2025) di Batam.

Batam, Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau dan PWI Kota Batam sedang mematangkan pelantikan kepengurusan. Konsep pelantikan kepengurusan PWI Kepri kali ini akan lebih terbuka untuk berkolaborasi guna menyukseskan program organisasi.

Segala persiapan menjelang pelantikan kepengurusan PWI Kepri dan PWI Batam terus mereka persiapkan dan matangkan. Sesuai jadwal yang PWI rencanakan, pelantikan ini akan mereka lansungkan pada Rabu (7/5/2025) mendatang bertempat di Hotel Planet Holliday.

BacaWagub Nyanyang Ajak PWI Kepri Bergandengan Sukseskan Pembangunan Kepri

Rencananya pada pelantikan kepengurusan PWI Kepri akan langsung oleh Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, Ketua DK PWI Pusat Sasongko Tedjo, serta Plt Ketua IKWI Pusat Indah Kirana. Undangan juga akan PWI sebarkan ke berbagai stakehoders dan pemangku kepentingan di Kepri dan Batam. Termasuk kepada para tokoh yang menjadi sahabat PWI.

Ketua Panitia, Kavi Anshary, yang juga Ketua PWI Kota Batam terpilih mengatakan, sejauh ini persiapan setidaknya sudah 60 persen. Para anggota dan pengurus PWI yang tergabung dalam kepanitiaan akan terus menggesa persiapan menjelang hari pelantikan.

“Banyak rangkaian acara yang akan kami laksanakan dalam pelantikan. Sehingga segala sesuatunya harus kami persiapkan dengan baik,” ujar Kavi, usai melaksanakan rapat kepanitiaan dan persiapan, pada Sabtu (26/5/2025).

Gambaran Rangkaian Acara Pelantikan

Ia menjelaskan, rangkaian acara tentu akan mulai dengan pelantikan kepengurusan PWI Kepri, Dewan Kehormatan (DK) PWI Kepri, dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kepri dan PWI Batam. Usai pelantikan, rangkaian acara akan berlanjut dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah pihak.

“Setelah itu, pelantikan juga berisi pemberian penghargaan kepada beberapa tokoh yang menjadi sahabat PWI. Tokoh-tokoh yang selama ini memberikan kontribusinya terhadap kemajuan pers di Provinsi Kepri,” papar Kavi.

Baca JugaKetua PWI Kota Batam Sebut Konferkot Susulan Ilegal, Bubarkan!

Tidak hanya itu, nantinya juga akan ada peluncuran website PWI Kepri, buku sejarah PWI Kepri, Badan Usaha PWI Kepri serta peluncuran Forum Pemred PWI Kepri dan Round Table Kepri Business.

“Nanti segala bentuk kegiatan serta program-program dari PWI Kepri akan terpublikasikan  di dalam website, sehingga terbuka dan semua pihak dapat mengaksesnya,” lanjutnya.

Kavi juga mengapresiasi seluruh panitia serta anggota PWI Kepri yang telah bekerja keras mempersiapkan acara, sehingga nantinya, harapannya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. (*/HQ1)

Ketua PWI Kota Batam Sebut Konferkot Susulan Ilegal, Bubarkan!

Ketua PWI Kota Batam, Kavi, usai terpilih pada Konferkot PWI Batam, pada Sabtu (15/2/2025).

Batam, Haqqnews.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam, Kavi Anshary menegaskan, tak ada PWI tandingan di pulau industri itu. Ini setelah terselenggaranya Konferensi Kota (Konferkot) Batam, Sabtu (15/2/2025) silam di Golden Prawn, Batam.

Penegasan ini, Kavi kemukakan usai beredarnya berita, akan ada rencana konferkot PWI persiapan Batam pada Minggu (27/4/2025). Kavi menyebut rencana itu, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Sesuai PD-PRT PWI, legitimasi ada di tangan kami. Tidak boleh ada PWI tandingan di  Batam. Jadi, kami imbau kepada pihak-pihak tersebut untuk menahan diri. Tidak menggelar konferkot, agar situasi tetap kondusif di Kota Batam,” tegas Kavi, Jumat (25/4/2025) lalu.

BacaKavi Maju ke Konferkot PWI Batam, Ingin Bangun Organisasi yang Inklusif

Kavi melanjutkan imbauan itu bukan tanpa dasar, melainkan mengacu kepada keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat yang telah memberhentikan Hendri CH Bangun sebagai anggota PWI. Pemberhentian itu secara otomatis menggugurkan jabatannya sebagai Ketua PWI Pusat.

“Pemberhentian itu berdasarkan Surat Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat No.50/VII/DK/PWI-P/SK-SR/2024. Keputusan DK tersebut bersifat final dan mengikat. Hal ini lantaran, adanya pelanggaran etik berat, yakni keterlibatan yang bersangkutan dalam dana cashback UKW BUMN,” paparnya.

Baca JugaKavi Sah Terpilih sebagai Ketua PWI Batam 2025-2028

Menyusul keputusan itu, Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua Umum PWI Pusat telah mengambil sikap dengan memberhentikan Andi Gino sebagai Ketua PWI Kepri.

“Jadi tidak ada dasar dari pihak lain selain kepengurusan PWI Batam yang sudah terbentuk berdasarkan konferkot pada Februari lalu, untuk menggelar Konferkot susulan. Pastinya, jika masih ada konferkot, maka adalah ilegal,” tegas Kavi.

Imbau Anggota PWI Batam Bersatu 

Namun, lanjut Kavi, jika pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab tersebut tetap ingin melaksanakan konferkot alias tidak mengindahkan, serta masih menggelar, maka jangan salahkan jika semua kepengurusan dan anggota PWI Batam akan melakukan pembubaran.

Dalam pada itu, Sekretaris PWI Kota Batam, Romi Candra mengingatkan kepada seluruh pengurus dan anggota PWI Batam untuk bersama-sama dengan ketua mencegah terlaksananya konferkot secara ilegal tersebut.

“Kita bersama harus bersatu, jangan sampai hal ini mencoreng nama baik PWI Kota Batam,” imbaunya. (*/HQ1)

Setokok Jadi Sorotan ASEAN: Mangrove dan Pemuda Bersatu Lestarikan Alam

Rabu (kedua dari kiri) salah satu Pengelola Ekowisata Mangrove Presiden Setokok saat bersama Mary K. Trechock, Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS

HAQQNEWS.ID –Penanaman bakau di Setokok Batam digala lebih dari  60 pemuda dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara tiba di ekowisata Mangrove Presiden, Setokok, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu, 23 April 2025 untuk menjalankan misi pelestarian mangrove .

Kehadiran mereka merupakan bagian dari Lokakarya Regional Ekonomi Biru, sebuah program dari Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) yang difasilitasi oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Tak hanya disambut oleh kompang ibu ibu pengajian dari Kampung Setokok Kota Batam, kehadiran mereka di lokasi disambut juga dengan turunnya hujan yang lumayan deras di akhir bulan April ini.

Mary K. Trechock, Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS diantara peserta sedang menanam mangrove

Puluhan warga Setokok yang tergabung dalam kelompok pegiat mangrove juga sudah standby di lokasi mempersiapkan segala sesuatunya dibawa komando Suardi selaku Ketua Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLH K) Provinsi Kepri.

Suardi yang merupakan Pengelola Eco Wisata Mangrove Presiden di Setokok mengatakan Mangrove Presiden Batam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena dinilai berhasil menghadirkan perpaduan harmonis antara pelestarian ekosistem hijau dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Suardi menjelaskan Mangrove Presiden merupakan destinasi Edukasi dan Konservasi Kawasan Mangrove Presiden yang sebelumnya merupakan lokasi penebangan liar dan dikenal sebagai salah satu dapur arang terbesar di Batam.

“Namun, sejak rehabilitasi oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dan BPDAS Sei Jang Duriangkang pada 2021, kawasan ini kini menjadi destinasi wisata berbasis edukasi dan konservasi,” ujar Suardi.

Bahkan, Suardi mendampingi langsung Presiden RI ke 7 Joko Widodo sendiri yang langsung menanam mangrove di lokasi ini pada 28 September 2021. Kini, Mangrove Presiden berkembang sebagai ruang publik yang memadukan ekowisata, kuliner lokal, hingga pelatihan pelestarian lingkungan bagi pelajar dan mahasiswa, bahkan dari luar negeri.

“Sekarang kawasan ini jadi tempat belajar konservasi bagi siapa saja yang peduli lingkungan,” ujar dia lagi.

Dalam program  Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI), peserta lokakarya adalah para pemuda berusia antara 18 hingga 35 tahun, berasal dari negara Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.

Meski hujan, para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari diskusi interaktif, praktik pembibitan dan penanaman mangrove, hingga eksplorasi manfaat ekonomi dan ekologi hutan mangrove. Program ini bertujuan untuk membekali para pemuda dengan wawasan tentang potensi ekonomi biru dan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir.

Di antara mereka ada sosok Mary K. Trechock, Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS, yang sangat bersemangat dan antusias dalam penanaman mangrove di sana. Mary K. Trechock menyatakan bahwa lokakarya ini merupakan hasil kerja sama Kedubes AS di Indonesia dan Singapura.

Acara yang berlangsung dari 21 hingga 25 April 2025 ini menjadi wadah bagi para pemuda untuk bersama-sama mendorong solusi inovatif demi ekonomi biru.

Mary K. Trechock, Pejabat Diplomasi Publik Kedutaan Besar AS bersama Rabu, salah satu Pengelola Eco Wisata Mangrove Presiden Setokok Batam

“Saat ini kami sedang berada di lahan mangrove dan para peserta belajar bagaimana mangrove dapat membantu ekonomi masyarakat, seperti menjadi produk makanan, tekstil, dan perikanan,” ujarnya.

Menurut Mary, selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, para peserta Lokakarya Regional Ekonomi Biru YSEALI juga belajar melestarikan lingkungan, seperti pembibitan dan menanam mangrove.

Lokakarya ini juga membekali peserta untuk mengembangkan strategi yang dapat ditindaklanjuti yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan ekosistem laut. “Kami berharap program ini bisa memperkuat komunitas mangrove lokal dan mendukung pengembangan pariwisata berbasis kelestarian alam di wilayah pesisir,” ujarnya.

 

Menanam Mangrove, Menanam Masa Depan

Rabu (kedua dari kiri) salah satu Pengelola Ekowisata Mangrove Presiden Setokok

Dalam sesi diskusi, Tiga pegiat mangrove lokal turut berbagi pengalaman mengelola wisata berbasis mangrove dalam sesi diskusi, yakni Rabu selaku Pengelola Ekowisata Mangrove Presiden Setokok, Gari Dafit Semet selaku Pengelola Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu, dan Lejar selaku Pengelola Rumah Bakau Indah (RBI).

Rabu mengapresiasi program Lokakarya Regional Ekonomi Biru YSEALI yang digagas Kedubes AS. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai negara itu memberikan semangat baru bagi komunitas lokal. “Kami bangga kampung kami, Setokok ini, menjadi tempat belajar bagi pemuda internasional. Ini bukti bahwa mangrove punya peran besar untuk ekonomi dan lingkungan,” ungkap Rabu.

Sementara Gari menuturkan transformasi kawasan kumuh menjadi desa wisata hijau adalah bukti bahwa mangrove dapat menjadi solusi bagi ekonomi sekaligus lingkungan. “Selain menghasilkan oksigen dan melindungi garis pantai, mangrove juga membuka peluang usaha kerajinan dan kuliner berbasis lokal,” jelasnya.

Sedangkan Lejar menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian. Ia yakin dengan keterlibatan generasi muda dari berbagai negara, semangat pelestarian ini akan terus tumbuh dan berdampak lebih luas. “Tantangan terberat adalah menjaga dan merawat mangrove secara berkelanjutan. Tapi dengan dukungan seperti ini, saya optimis,” katanya. (KS03)

GALERI KEGIATAN PENANAMAN MANGROVE DI SETOKOK BATAM

                          

 

Webinar “Menjadi Diriku Lagi”: Cara Vytaro Sinergy Dukung Perempuan di Hari Kartini

Wista Winds, seorang Personality Development Coach & Consultant dan host Juli Yastuti,

HAQQNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Vytaro Sinergy mengadakan webinar inspiratif bertajuk “Menjadi Diriku Lagi” yang diikuti oleh lebih dari 40 perempuan dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan ruang reflektif dan aman bagi perempuan yang ingin memulihkan diri serta bertumbuh, baik secara mental, emosional, maupun fisik.

Webinar ini menghadirkan Wista Winds, seorang Personality Development Coach & Consultant, yang menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya kembali terhubung dengan diri sendiri di tengah kesibukan dan tekanan peran yang dijalani perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang hangat dan penuh empati, Wista mengajak para peserta untuk lebih peka terhadap sinyal tubuh dan emosi mereka.

“Kelelahan yang terus-menerus, emosi yang tidak stabil, hingga perasaan hampa, sering kali merupakan cara tubuh memberi tahu bahwa ada sesuatu dalam diri yang sedang membutuhkan perhatian” ujar Wista, Senin (21/4/2025)

Wista juga menekankan bahwa banyak perempuan begitu sibuk menjalani peran sebagai ibu, istri, profesional, dan sahabat, hingga lupa menanyakan hal sederhana namun penting kepada dirinya sendiri

“Perempuan itu punya kemampuan luar biasa untuk terus memberi dan hadir bagi orang lain, tapi sayangnya sering lupa hadir untuk dirinya sendiri,” ujar Wista. “Webinar ini saya niatkan sebagai tempat aman untuk kembali memeluk diri sendiri. Bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi utuh.” lanjut Wista Winds

Webinar ini menjadi momen berharga bagi para peserta untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan mulai kembali terhubung dengan siapa diri mereka sebenarnya. Melalui kegiatan ini, Vytaro Sinergy menegaskan komitmennya sebagai ruang pertumbuhan dan pemulihan yang holistik.

Selain memberikan edukasi, para peserta juga diperkenalkan pada berbagai layanan penyembuhan dan pengembangan diri, seperti Access Bars, Sound Healing, Tes Biometric Genetic Intelligence, serta layanan konseling dan hypnotherapy. Seluruh pendekatan ini dirancang untuk mendukung proses penyembuhan secara menyeluruh, tidak hanya pada level fisik, tetapi juga emosional dan psikologis.

Dipandu oleh host Juli Yastuti, acara ini berlangsung dalam suasana yang inklusif dan interaktif, di mana peserta dengan antusias berbagi cerita dan pengalaman hidup mereka sebagai perempuan yang menghadapi tantangan sosial dan emosional yang kompleks. Suasana yang terbuka ini menciptakan momen-momen reflektif yang menyentuh dan menyemangati satu sama lain.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi peserta, Vytaro Sinergy memberikan sejumlah penawaran khusus, termasuk diskon layanan Access Bars menjadi Rp250.000 hingga 25 April 2025, sesi kelas yoga gratis, serta sesi healing tanpa biaya bagi 11 peserta terpilih juga menggunakan metode B4 Format untuk peserta dari luar Batam dan Access Consciousness Bars bagi peserta yang berdomisili di Batam.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah lanjutan Vytaro Sinergy dalam memberdayakan perempuan, tidak hanya dari sisi emosional, tetapi juga finansial, melalui berbagai pelatihan pengembangan diri dan karier. Semua inisiatif ini bertujuan agar perempuan menjadi lebih percaya diri, mandiri, dan mampu menyadari serta mengaktualisasikan potensi luar biasa yang ada dalam dirinya.

“Kami percaya bahwa saat seorang perempuan pulih dan mencintai dirinya, ia akan menciptakan getaran positif ke sekelilingnya, ke keluarga, komunitas, bahkan ke peradaban. Pemulihan perempuan adalah awal dari pemulihan dunia.” ujar Wista saat menutup sesi dengan pesan yang menggugah,

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program dan komunitas yang ditawarkan Vytaro Sinergy, informasi selengkapnya dapat diakses melalui situs resmi www.vytarosinergy.com atau melalui WhatsApp di nomor +62 831-8421-3939. (HQ2)

 

 

Hadiri Pelantikan GMM dan Nazhir Wakaf Mitra Umat, Amsakar: Rangkul Kemajemukan Umat

Batam, Haqqnews.co.id – Pelantikan Dewan Pengurus Gerakan Masyarakat Madani (GMM) Kota Batam dan Pengurus serta Pengawas Yayasan Nazhir Wakaf Mitra Umat (Yazirat) Batam bersamaan dengan gelaran acara Halal Bihalal Idulfitri 1446 H dan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Investasi Wakaf Tanah”, Ahad (20/4/2025).

Acara berlangsung di Wisma Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Center dan Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad menghadirinya.

Jajaran pengurus yang tampak hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Ketua Umum GMM Firmansyah, Sekjen GMM Syamsul Ibrahim, Ketua Umum Yazirat Batam Rudy Budi Suhardi, dan Pendiri GMM Zulkifli Aka. Beberapa tokoh masyarakat seperti Agussahiman, KH Mustamin Husain, Buralimar, Dato’ Machmur Ismail, Raja Muhsin, Rudi Tan, I Wayan Catra, Zul Aman, Agus Bendri, dan lain-lain, juga turut hadir.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan pentingnya pengelolaan wakaf secara profesional dan optimal. Ia menyebut, potensi zakat di Kota Batam mencapai Rp21 miliar dan ia memperkirakan wakaf potensinya tidak jauh berbeda.

“Kalau kita gali maksimal, tak ada alasan wakaf sesak napas. Pemerintah mendorong tata kelola wakaf yang baik,” ujar Amsakar.

Ia memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua Umum Yayasan Yazirat Batam, Rudy Budi Suhardi. Amsakar berharap yayasan tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang di masa datang.

Terkait Gerakan Masyarakat Madani (GMM), Amsakar mengaku memiliki kedekatan khusus dengan organisasi tersebut. Ia menyatakan, GMM telah berkontribusi besar dalam perjuangannya memenangkan Pilwako bersama Li Claudia Chandra.

“GMM menjadi penyeimbang saat saya mendapat serangan isu politik identitas. Terima kasih GMM,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya menjadikan GMM sebagai organisasi yang formal dan inklusif. Menurutnya, GMM harus menjadi wadah besar yang mampu merangkul kemajemukan di Kota Batam.

Konsep Madani 

Lebih lanjut, Amsakar menjelaskan bahwa konsep madani telah terkenal sejak zaman Rasulullah SAW. Ia mengingatkan kembali substansi Piagam Madinah yang menekankan prinsip kesetaraan dan kehidupan bersama yang rukun sebagai fondasi masyarakat madani atau civil society.

“Tugas kita bersama adalah membesarkan GMM,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Amsakar menyinggung perjalanan awal pemerintahannya bersama Li Claudia Chandra sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam yang baru. Ia menyampaikan bahwa mereka baru bekerja efektif selama sekitar 20 hari karena banyaknya hari libur nasional.

“Pagi, siang, petang, malam kami bekerja. Setiap hari saya pulang jam 10 malam. Waktunya terlalu singkat untuk menilai semuanya. Beri kami kesempatan,” katanya.

Ia juga meminta doa dari masyarakat agar dirinya dan Li Claudia tetap sehat dan amanah dalam menjalankan tugas.

“Doakan ASLI on the track, istiqamah dengan amanah di pundak kami. Kekuasaan bisa membuat orang lupa diri. Doakan kami jangan sampai seperti itu,” tutup Amsakar. (*/HQ1)