Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Ekspedisi Eksplorasi Penyengat, hari ini Sabtu (17/10/2026). Sebanyak 50 anggota PWI serta Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kepri akan mengikuti ekspedisi hingga Minggu (18/10/2026).
Ekspedisi ini memberi ruang bagi wartawan untuk menggali sejarah, budaya, pariwisata, dan kuliner Pulau Penyengat melalui penulisan berita kisah (feature).
Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menjelaskan, kegiatan ini mendorong wartawan mendokumentasikan sisi kehidupan Pulau Penyengat yang kaya nilai sejarah dan kebudayaan.
“Kami ingin memberi kesempatan kepada wartawan anggota PWI Kepri untuk menulis feature melalui program ini,” ujar Saibansah, yang akrab disapa Cak Iban.
Empat tema utama menjadi fokus penulisan: budaya, sejarah, pariwisata, dan kuliner. Melalui tema ini, peserta akan menelusuri peninggalan sejarah, tradisi, manuskrip, situs budaya, hingga cerita masyarakat Melayu.
Panitia rencananya akan menghimpun seluruh karya feature peserta menjadi sebuah buku.
Mendokumentasikan Warisan Budaya Melayu
Pulau Penyengat memegang posisi penting dalam sejarah intelektual dan kebudayaan Melayu. Pulau di Kota Tanjungpinang ini menyimpan peninggalan sejarah, jejak perkembangan sastra, serta tradisi keilmuan Melayu.
Salah satu warisan tersohor, yakni Gurindam Dua Belas karya Pahlawan Nasional Raja Ali Haji. Karya sastra ini menjadi bagian penting kesusastraan Melayu dan perjalanan perkembangan bahasa di Nusantara.
Melalui ekspedisi ini, wartawan tak sekadar melaporkan kondisi fisik situs bersejarah. Mereka menggali kisah di balik peninggalan serta peran masyarakat merawat warisan leluhur.
Cak Iban menilai, penulisan buku menjadi cara wartawan memperpanjang usia karya jurnalistik agar dapat dibaca generasi mendatang. Buku ini tak cuma mendokumentasikan kegiatan organisasi, tetapi juga merekam kondisi Pulau Penyengat saat ini—mulai dari kehidupan masyarakat, pemeliharaan situs sejarah, pariwisata, hingga pelestarian budaya.
“Karya feature para peserta akan kami terbitkan menjadi buku yang diedarkan secara luas,” imbuh kata Cak Iban.
Dukungan Revitalisasi Kawasan
Ekspedisi ini berlangsung di tengah langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri merevitalisasi Pulau Penyengat sebagai kawasan cagar budaya Melayu.
Sebelumnya, saat bertemu jajaran PWI Kepri di Graha PWI Kepri, Batam, Sabtu (3/10/2026), Gubernur Kepri Ansar Ahmad menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah daerah. Menurut Ansar, pers berperan penting menyampaikan informasi pembangunan sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
Pemprov Kepri mencatat sejumlah proyek revitalisasi Penyengat telah rampung, seperti penataan jalan utama dan fasilitas Balai Adat. Pemprov kini menyiapkan kelanjutan pembangunan jalan lingkar pesisir pulau. (*/hq1)


