28.4 C
Riau Islands
Jumat 16 Oktober 2026
BerandaNasionalPWI dan Lemhannas Sepakati Kerja Sama Perkuat Ketahanan Nasional

Batam

spot_img

PWI dan Lemhannas Sepakati Kerja Sama Perkuat Ketahanan Nasional

Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Ketua Umum PWI Akhmad Munir dan Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menandatangani kesepakatan tersebut di Kantor Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Sejumlah pengurus PWI Pusat turut mendampingi Akhmad Munir, antara lain Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Sekretaris Jenderal Haryo Ristamaji, dan Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum Anrico Pasaribu.

Kerja sama ini mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan dan pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan. Selain itu, kedua lembaga sepakat menukar informasi dan narasumber, menggelar kegiatan ilmiah, serta mengagendakan kolaborasi strategis lainnya.

Ketua Umum PWI Akhmad Munir menyambut positif pembaruan kerja sama ini. Ia menjelaskan, anggota PWI dari tingkat pusat hingga daerah telah lama berpartisipasi dalam program pendidikan wawasan kebangsaan Lemhannas berdurasi tiga hingga enam bulan.

“Kami menyambut baik pembaruan MoU ini karena hubungan PWI dan Lemhannas sebenarnya sudah terjalin lama,” ujar Munir usai acara penandatanganan.

Munir menegaskan, PWI berkomitmen melanjutkan kolaborasi tersebut untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan dinamika geopolitik yang kian kompleks. Pers, menurutnya, memegang peran strategis dalam memproduksi dan mendistribusikan informasi kepada publik.

“Kita bekerja dalam koridor jurnalisme. Berita yang kita produksi dan siarkan harus tetap menjaga NKRI, nilai-nilai kebangsaan, serta merawat keberagaman agar Indonesia menjadi bangsa yang kuat dan tangguh,” tuturnya.

Dorong Kontribusi Aktif Pers

Sementara itu, Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily menekankan bahwa ketahanan nasional tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan demografi.

“Ketahanan nasional bukan hanya ditentukan kekuatan militer, melainkan oleh seluruh komponen bangsa,” kata Ace.

Ace menguraikan, ancaman terhadap bangsa saat ini telah berkembang ke bentuk perang kognitif yang memengaruhi pola pikir dan persepsi masyarakat. Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan penggunaan algoritma dalam penyebaran informasi menuntut publik, khususnya insan pers, berpikir lebih kritis.

“Kita harus menyadari ancaman ini agar tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu,” ujar Ace.

Melalui kemitraan ini, PWI dan Lemhannas berharap dapat memperkuat kapasitas wartawan dalam memahami nilai-nilai kebangsaan, sekaligus mendorong kontribusi aktif pers dalam menjaga persatuan nasional di tengah era disrupsi informasi. (*/hq1)

Artikel Terbaru