SINAR matahari menjelang sore, perlahan melukis warna jingga di langit Kepulauan Riau, tepatnya di Tugu Sirih, tepi laut Tanjungpinang, Minggu (1/11/2026). Pemandangan itu mengiringi langkah tegap ribuan atlet memasuki gelanggang utama. Sorak-sorai kontingen dari tujuh kabupaten dan kota memecah keheningan. Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepri 2026 resmi bergulir, meniupkan spirit baru bagi dunia olahraga daerah ini.
Keringat dari latihan berbulan-bulan, kini siap diperas habis di arena. Gelanggang ini bukan lagi sekadar tempat beradu ketangguhan fisik. Di sinilah kawah candradimuka berada, tempat bibit muda memertaruhkan segalanya demi membawa marwah olahraga ke pentas nasional.
Di tribun kehormatan, Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menatap saksama barisan pahlawan olahraga tersebut. Ia didampingi Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Pusat Mayjen TNI Suwarno, Ketua Umum KONI Kepri Usep RS, jajaran Forkopimda, serta Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menjadi sinyal kuat keseriusan daerah mengawal duta-duta olahraga mereka.
“Porprov ini bukan sekadar ajang berburu medali. Ini adalah rahim yang akan melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional,” tegas Ansar Ahmad di hadapan ribuan peserta. Suaranya lantang menolak anggapan bahwa Kepri hanya berstatus pelengkap di kancah olahraga Indonesia.

Gerbang ke Pentas PONÂ
Gema semangat dari kepala daerah itu langsung disambut oleh Wakil Ketua Umum KONI Pusat. Ia menyoroti karakter geografis wilayah kepulauan sebagai modal pembentuk mental juara. “Provinsi Kepulauan Riau selalu melahirkan petarung tangguh di arena. Anggap gelanggang ini sebagai gerbang pertama sebelum kalian menaklukkan ajang PON sesungguhnya,” ujarnya menyuntikkan motivasi.
Tingginya ekspektasi tersebut dijawab dengan standar kompetisi yang jauh lebih ketat. Ketua Umum KONI Kepri, Usep RS, memastikan tidak ada ruang bagi jalan pintas menuju podium. “Kami menyaring bakat murni lewat persaingan yang spartan. Kualitas, objektivitas, dan sportivitas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dalam Porprov kali ini,” imbuhnya.
Kebanggaan serupa terpancar dari Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, selaku tuan rumah penyelenggara. Ia menjamin ketersediaan fasilitas yang memadai untuk menjadi saksi lahirnya rekor-rekor baru. “Tanah Gurindam ini menyambut hangat keringat perjuangan kalian, bertandinglah dengan kehormatan dan bawa pulang kebanggaan untuk daerah masing-masing,” pesannya.
Genderang kompetisi kini telah ditabuh di bawah langit sore yang cerah. Keringat dan air mata kebahagiaan akan segera mewarnai setiap sudut arena selama sepekan ke depan. Porprov VI Kepri 2026 membuktikan bahwa bara mental juara terus menyala terang dari wilayah perbatasan ini. (*/hq1)



