27.8 C
Riau Islands
Selasa 28 Juli 2026
Beranda blog Halaman 20

Amsakar Gencarkan Bongkar Reklame, 681 Titik Jadi Temuan BPK di Batam

Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, turun langsung memimpin penertiban reklame tak berizin di sekitar Pollux Habibie, Batamcenter, Jumat (30/5/2025) lalu.

Haqqnews.co.id – Wali Kota Batam merangkap Kepala Badang Pengusahaan Batam (BP Batam), Amzakar Achmad kian menggencarkan penertiban reklame.

Ini menyusul temuan Badan Pemeriksa Kauangan (BPK) sebanyak 681 titik reklame di kota pulau itu tak berizin. Titik reklame tersebut tersebar di seluruh wilayah Kota Batam.

Di bawah Amsakar, Pemerintah Kota Batam (Pemko Batam) terus menggencarkan upaya penertiban terhadap reklame-reklame yang tidak memiliki izin. Ini, Amsakar, lakukan sebagai bagian dari komitmen menciptakan wajah kota yang tertib, bersih, dan teratur.

Mendapat penertiban tersebut, para pemilik reklame kini mulai membongkar sendiri papan reklame milik mereka secara mandiri.

Pembongkaran nampak dilakukan di lima titik, semuanya berada di Batamcenter, yakni di kawasan Simpang Frengky oleh CV Sun Li dan PT CDM, di jalan masuk Pollux Mall oleh kedua perusahaan yang sama, serta satu titik tambahan di depan Graha Kadin milik CV Sun Li, Jumat (30/5/2025).

Penertiban ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam H Amsakar Achmad, didampingi Ketua Tim Penertiban Reklame Kota Batam yang juga Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin.

Amsakar menjelaskan, penertiban reklame tak berizin ini juga merupakan hasil dari koordinasi lintas instansi antara Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta mendapat pendampingan hukum dari Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejaksaan Negeri Batam di bawah arahan Kepala Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi.

Amsakar menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen bersama dalam menegakkan aturan dan menjaga estetika kota.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya memberikan kesempatan kepada pemilik reklame untuk melakukan pembongkaran secara mandiri hingga tanggal 2 Juni 2025.

“Apabila tidak dilakukan pembongkaran mandiri pada reklame tak berizin, maka pemerintah akan melakukan penyegelan terhadap reklame yang melanggar,” tegasnya.

Imbauan untuk Pemilik Reklame

Ia juga mengimbau seluruh pemilik reklame yang telah sesuai peruntukannya untuk segera mengurus perizinan dan sewa lahan melalui BP Batam dan Pemko Batam. Pemerintah memberikan waktu selama 30 hari sejak surat pemberitahuan disampaikan.

“Jika dalam jangka waktu tersebut izin tidak diurus, maka penertiban akan tetap dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi pengingat dan dorongan bagi para pelaku usaha untuk lebih tertib dalam mengelola reklame, serta turut berperan dalam mendukung penataan kota yang lebih baik, nyaman, dan mendukung iklim investasi di Batam.

Serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Kepala DPMPTSP Reza Khadafi, Kepala Dinas Perhubungan Salim, Kepala DCKTR Azril Apriansyah, Kasatpol PP Imam Tohari, serta Kepala Bapenda Raja Azmansyah. (*/HQ1)

Batam di Bawah Amsakar Optimistis Capai Pertumbuhan 9,5 – 10 Persen

Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad saat membuka Real Estate Indonesia (REI) Expo Batam yang digelar di Exhibition Hall Grand Batam Mall, Lubukbaja, pada Kamis (29/5/2025).

Haqqnews.co.id – Dunia dalam ketidakpastian dan efisiensi yang sedang Indonesia jalankan, tak memengaruhi Batam memerediksi pertumbuhan ekonominya. Pulau Batam di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam dan Kepala Badan Pengusahaan Batam, Amsakar Achmad optimistis mencapai pertumbuhan hingga 9,5 sampai 10 persen.

“Kalau RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) menargetkan pertumbuhan sebesar 8 persen. Insyaallah Batam bisa mencapai 9,5 sampai 10 persen,” ungkap Amsakar saat membuka Real Estate Indonesia (REI) Expo Batam di Exhibition Hall Grand Batam Mall, Lubukbaja, pada Kamis (29/5/2025).

Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam, itu bahkan sudah ia sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Dirinya saat bertemu Presiden beberapa waktu lalu, di Istana Presiden, telah menyatakan keyakinannya bahwa Batam mampu melampaui target pertumbuhan ekonomi nasional.

Target pertumbuhan 9,5 – 10 persen, menurut Amsakar, bukan sesuatu yang berlebihan, karena Batam adalah kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang mendapat berbagai fasilitas negara seperti bebas bea masuk, bebas pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak pertambahan nilai dalam negeri (PPN-DN).

Amsakar kemudian merinci sejumlah keunggulan Batam, mulai dari keberadaan 31 Himpunan Kawasan Industri (HKI), 135 industri perkapalan, hingga tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Maintenance Repair Overhaul (MRO) Batam Aero Technic di Bandara Hang Nadim, dan KEK Kesehatan yang sedang dalam pengembangan.

“Dengan posisi geografis yang strategis, konektivitas nasional dan internasional melalui enam pelabuhan internasional dan satu bandara internasional, serta berbagai fasilitas dari negara, saya optimis target tersebut dapat kita capai,” imbuhnya. (*/HQ1)

Ribuan Pegawai Lempar Songkok dan Tas, Usai Resmi Jadi ASN Pemprov Kepri

Ribuan pegawai melemparkan songkok, tas, dan barang lainnya, usai mereka resmi menjadi bagian Pemprov Kepri, sebagai ASN yang terdiri dari CPNS dan PPPK, pada Rabu (28/5/2025).

Haqqnews.co.id – Ribuan pegawai melemparkan songkok, tas, dan barang lain miliknya ke angkasa. Mereka meluapkan kegembiraan sesaat setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan CPNS dan PPPK Tahap 1 Formasi Tahun 2024. 

Sebanyak 3.559 Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut telah resmi menjadi bagian dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri). Upacara penyerahan SK berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, pada Rabu (28/5/2025).

Ribuan ASN yang menerima SK terdiri dari 78 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), 88 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga guru, 174 PPPK tenaga kesehatan, serta 3.219 PPPK tenaga teknis.

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad, SE, MM mengucapkan selamat kepada para ASN baru yang telah melewati proses seleksi yang panjang dan kompetitif.

“Momentum ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Untuk sampai ke titik ini, bukanlah hal yang mudah. Syukuri pencapaian ini dengan semangat kerja yang tinggi dan kualitas pelayanan yang baik,” imbuhnya.

Gubernur Ansar menegaskan bahwa status sebagai ASN bukan hanya sebatas gelar, tetapi amanah dan tanggung jawab besar dalam melayani masyarakat, serta memajukan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya memahami hak dan kewajiban, mematuhi aturan kepegawaian, serta menjaga sikap, perilaku, dan integritas.

“Menjadi ASN berarti terikat oleh kode etik dan aturan. ASN harus menjunjung nilai-nilai BerAKHLAK: Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif,” tambahnya.

Secara khusus, Gubernur juga mengingatkan para PPPK agar memanfaatkan masa kerja lima tahun mereka dengan maksimal. Evaluasi tahunan akan menjadi dasar pertimbangan perpanjangan kontrak. Kompetensi, etos kerja, dan kontribusi nyata dalam pelayanan publik menjadi faktor penting dalam penilaian tersebut.

Turut hadir dalam acara ini, Ketua TP PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Provinsi Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, para asisten, staf ahli, Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri, serta Tim Percepatan Pembangunan Kepri. (*/HQ1)

Dua Reklame Raksasa Dekat Pollux dan Fanindo Bongkar Mandiri

BONGKAR: Dua reklame raksasa di Batam Centre terpaksa harus bongkar secara mandiri, Selasa malam (27/5/2025).

Haqqnews.co.id – Dua papan reklame berukuran besar terpaksa harus bongkar. Keduanya berada di kawasan Fanindo Sanctuary Garden dan Pollux Mall Batam Center. Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, turun langsung menyaksikan pembongkaran, pada Selasa (27/5/2025) malam.

Pembongkaran merupakan bagian awal dari upaya penataan reklame di Kota Batam, yang secara keseluruhan tercatat mencapai 681 titik. Penertiban ini terhadap reklame yang tidak memiliki izin serta belum membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemilik dua papan reklame berukuran 5×10 meter milik PT Renzo dan CV Sun Li terpaksa membongkarnya secara mandiri. Mereka para pelaku usaha bersikap kooperatif dalam mendukung terciptanya tata kota yang tertib dan sesuai dengan regulasi.

“Penertiban ini adalah komitmen kami bersama untuk menegakkan aturan dan menciptakan wajah kota yang tertib dan bersih. Kami memberikan kesempatan kepada pemilik reklame untuk membongkar sendiri papan reklame yang tidak berizin hingga 2 Juni 2025. Setelah itu, akan ada penyegelan,” tegas Li Claudia.

Ia juga mengimbau para pemilik reklame yang telah sesuai peruntukannya untuk segera mengurus perizinan dan sewa lahan melalui BP Batam dan Pemko Batam.

“Kami memberikan waktu 30 hari sejak menyampaikan surat pemberitahuan. Jika tidak juga, maka reklame tersebut akan kami tertibkan,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, dan Kepala Kejaksaan Negeri Batam I Ketut Kasna Dedi, Deputi BP Batam, dan sejumlah Kepala Dinas terkait di Pemko Batam.

Penertiban ini juga merupakan bagian dari Pendampingan Hukum oleh Bidang Datun Kejaksaan Negeri Batam terhadap pelanggaran perizinan reklame di wilayah Batam.

“Langkah ini diharapkan mampu mewujudkan Batam sebagai kota yang lebih tertib, nyaman, dan tertata, sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak terhadap kewajibannya,” harapnya. (*/HQ1)

Aspa Spa Resmi Buka di Harris Barelang Batam, Nikmati Relaksasi Premium Diskon 15 Persen

Aspa Spa di Harris Barelang Batam.

Haqqnews.co.id – Harris Barelang Batam dengan bangga menghadirkan Aspa Spa, fasilitas terbaru dengan desain untuk melengkapi pengalaman menginap dengan sentuhan relaksasi yang menyegarkan.

Terletak di lingkungan tenang dengan panorama laut yang memukau, Aspa Spa menawarkan beragam perawatan tubuh yang memadukan teknik tradisional dan modern.

Bersempena dengan peresmiannya, Aspa Spa menawarkan paket bundling spesial kamar dan spa 30 menit dengan harga mulai dari Rp 1.500.000 nett/malam untuk weekday dan Rp 1.800.000 nett/malam untuk weekend. Paket ini sudah termasuk menginap di Harris Room (Garden View), sarapan buffet internasional dan Indonesia untuk 2 dewasa dan 2 anak di bawah 6 tahun, serta 30 menit perawatan “Signature Traditional Massage” untuk 2 orang. Promo ini berlaku hingga 31 Juli 2025.

Tidak hanya itu, bagi para anggota Ascott Star Rewards (ASR), tersedia juga diskon eksklusif sebesar 15 persen untuk seluruh layanan spa sebagai bentuk apresiasi atas loyalitas mereka.

“Kami sangat antusias menyambut kehadiran Aspa Spa sebagai bagian dari peningkatan fasilitas kami. Kehadiran spa ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman menginap yang menyenangkan, menyegarkan, dan penuh kenyamanan bagi seluruh tamu,” ujar Bart Van Den Brink, General Manager HARRIS Barelang Batam.

Aspa Spa di Harris Barelang Batam.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Harris Barelang Batam di Jl. Trans Barelang, Batam, melalui telepon 0778 4091111, WhatsApp 0815 3409 1111, atau email ke reservation.hbrl@the-ascott.com. Kunjungi juga situs resmi kami di https://www.discoverasr.com/en/harris/indonesia/harris-resort-barelang-batam untuk informasi lengkap bisa pula mengunjungi bit.ly/HARRISBARELANG

(*/HQ1)

Umrah dan Uniba Kolaborasikan PKM dari Sisi Laut

Berfoto bersama dengan latar belakang gedung Ismeth Abdullah di Umrah, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (26/5/2025).

Haqqnews.co.id – Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) bersama Universitas Batam (Uniba) secara resmi membuka rangkaian pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kolaborasi Nasional melalui penyelenggaraan Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional bertema “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Wilayah Pesisir.”

Kegiatan yang berlangsung di Hall Galeri Tamadun Maritim, Gedung A Satu Gurindam – Ismeth Abdullah, pukul 13.00 WIB, Senin (25/5/2025) menjadi tonggak awal dari kerja sama lintas perguruan tinggi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Dari Umrah, hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr. Suryadi, S.P., M.H., Kepala LPPM UMRAH, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D, serta jajaran pimpinan fakultas, lembaga, UPA, dan pusat-pusat di bawah LPPM Umrah. Kehadiran dosen dan mahasiswa Umrah sebagai pelaksana program PKM turut menegaskan keterlibatan aktif dalam kegiatan kolaboratif ini.

Dari pihak Uniba, turut hadir Rektor, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., Wakil Rektor III, Dr. M. Gita Indrawan, Wakil Kepala LPPM Uniba, Assoc. Prof. Dr. Ir. Yuanita F.D. Sidabutar, S.T., M.Si., dan Sekretaris LPPM Uniba, Raymond, S.E., M.Sc., beserta dosen dan mahasiswa pelaksana pengabdian.

Pembukaan seminar dengan sambutan oleh Kepala LPPM Umrah, Wahyudin, S.Pi., M.Si., Ph.D yang menekankan bahwa tugas utama seorang dosen adalah menyebarkan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat, tidak hanya melalui ruang kuliah. Menurutnya, kegiatan pengabdian menjadi ruang strategis bagi akademisi untuk menghadirkan manfaat dari hasil riset ke tengah masyarakat, terlebih di wilayah pesisir yang memiliki karakteristik sosial dan sumber daya yang khas.

Selanjutnya, Rektor Uniba, Prof. Dr. Samsul Rizal, menyampaikan pentingnya keikhlasan dalam mengabdi dan berbagi ilmu. Ia menegaskan bahwa dosen memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang ia miliki dapat terimplementasikan secara nyata, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menyampaikan pesan yang intinya adalah ilmu pengetahuan harus bisa menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat, itulah hakikat dari pengabdian.

Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Rektor III Umrah, Dr. Suryadi, yang menyoroti pentingnya kerja sama lintas perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara Umrah dan Uniba merupakan langkah lanjutan dari nota kesepahaman (MoU) yang telah lama dijalin, dan kini mulai diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya administratif, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam bentuk kegiatan langsung di lapangan, seperti PKM kolaborasi.

Setelah pembukaan, seminar dilanjutkan dengan dua sesi pemaparan materi oleh narasumber dari kedua universitas. Sesi pertama dipandu oleh Eko Febri Syahputra Siregar, M.Pd (Umrah), menghadirkan narasumber dari Uniba, Dr. R. A. Widyanti Diah Lestari, S.E., S.H., S.Pd., M.M., CSRS., CSRA., dengan topik “Optimalisasi Potensi Sumber Daya Keuangan Masyarakat Pesisir.” Ia mengulas strategi literasi keuangan dan pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi masyarakat pesisir, termasuk pentingnya pengelolaan usaha mikro secara berkelanjutan.

Sesi kedua dimoderatori oleh Christiani Prasetiasari, S.H., M.H., C.MED. (Uniba), menampilkan narasumber dari Umrah, Dr. Lily Viruly, S.TP., M.Si., dengan materi “Pemanfaatan Siput Laut Gonggong dan Ikan Hiu Menjadi Produk Inovasi Unggulan UMKM Masyarakat Pesisir.” Dalam paparannya, Ibu Dr. Lily mengangkat hasil riset yang menunjukkan potensi luar biasa dari sumber daya laut lokal untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tinggi, baik dari sisi kesehatan, ekonomi maupun kelestarian budaya maritim.

Seminar ini merupakan hari pertama dari rangkaian kegiatan PKM Kolaborasi Nasional Umrah–Uniba, yang akan dilanjutkan pada Selasa, 27 Mei 2025 dengan pelaksanaan pengabdian langsung di Desa Pengudang. Pada hari kedua ini, tim dosen dan mahasiswa dari kedua universitas akan bekerja bersama masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan pengabdian yang berlokasi di Balai Desa, Puskesmas Pembantu, serta Sekolah Dasar 005 Teluk Sebong, di Desa Pngudang, melalui penerapan solusi berbasis riset untuk meningkatkan kapasitas lokal wilayah pesisir.

Melalui kolaborasi ini, Umrah dan Uniba mempertegas peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun wilayah pesisir. Pengabdian kepada masyarakat bukan hanya sekadar kewajiban dalam Tri Dharma, tetapi juga bentuk nyata komitmen kampus dalam membangun negeri dari pinggiran, dari laut dan pesisir, untuk Indonesia yang lebih berdaya dan berkelanjutan. (*/HQ1)

Prabowo dan Amsakar Bertemu Satu Meja Bahas Batam

Prabowo dan Amsakar saat bertemu satu meja membahas tentang Batam, pada Kamis (22/5/2025)

Haqqnews.co.id  – Wali Kota Batam Amsakar dan Presiden Prabowo bertemu di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (22/5/2025). Keduanya satu meja membahas tentang Batam.

“Pak Presiden memberikan arahan bahwa kami mesti terus bersemangat dan beliau akan melakukan penyelarasan berbagai regulasi yang menghambat bagi perkembangan investasi,” ungkap Amsakar, usai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Amsakar duduk berhadapan satu meja dengan Presiden, melaporkan progres kerja BP Batam yang fokusnya pada upaya percepatan investasi serta penyelarasan kebijakan strategis antara pemerintah pusat dan daerah.
Alhamdulillah pada sore hari ini kami dapat bersilaturahmi dengan Bapak Presiden. Pada intinya, kita hari ini mendapat ruang oleh beliau untuk menyampaikan progres yang terkait dengan pekerjaan atau apa yang telah kami lakukan di BP Batam,” imbuh Amsakar.

𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗻𝘂𝗵 𝗣𝗿𝗮𝗯𝗼𝘄𝗼

Amsakar menyampaikan dukungan penuh Prabowo terhadap BP Batam. Juga Amsakar menyampaikan sejumlah inisiatif BP Batam dalam mendorong iklim investasi yang lebih kondusif.
Salah satunya, melalui penerapan sistem manajemen lahan terpadu (land management system) yang bertujuan menata dan mempercepat pengelolaan lahan secara efisien.
“Pada intinya kami melaporkan, pertama desain-desain yang telah kami lakukan agar bisa melakukan percepatan untuk investasi di daerah antara lain dengan penataan lahan melalui land management system,” kata Amsakar.

𝗦𝗲𝗱𝗲𝗿𝗵𝗮𝗻𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗣𝗿𝗼𝘀𝗲𝘀 𝗣𝗲𝗿𝗶𝘇𝗶𝗻𝗮𝗻

Selain itu, Amsakar menuturkan bahwa BP Batam telah menyederhanakan proses perizinan dengan menghapus kewajiban fatwa planologis dan mengintegrasikan pelayanan antara Pemerintah Kota Batam dengan BP Batam.
“Juga penyederhanaan pelayanan perizinan dengan menghilangkan fatwa planologis dan ada pengintegrasian antara pemerintah pelayanan Pemerintah Kota Batam dengan pelayanan di BP Batam,” ungkapnya.
Amsakar mengatakan BP Batam meminta arahan Prabowo terkait upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Menurut dia, tren pertumbuhan ekonomi dan investasi di Batam menunjukkan kondisi yang baik.

“Pada intinya, target RPJMN 8 persen pertumbuhan ekonomi itu insyaallah Batam akan berikhtiar lebih dari itu. Kita sudah melihat data-data yang ada di BPS, di BKPM, dan data di LPEM UI yang menjadi mitra BP Batam, bahwa tren pertumbuhan ekonomi di Batam, dan tren pertumbuhan investasi di Batam insyaallah kondusif,” ujar Amsakar. (*/HQ1)

HCB Dinilai Bermanuver ke Batam, PWI Kepri Minta Batalkan Rekonsiliasi

Haqqnews.co.id – Suasana “cooling down” pasca tercapainya Kesepakatan Jakarta di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kembali mendapatkan ujian.

Rencana kedatangan Hendry Ch Bangun (HCB) ke Batam pada hari Minggu (25/5/) memicu ketegangan baru di internal organisasi.

Sesuai jadwal yang beredar HCB akan hadir dalam sebuah pelantikan pengurus PWI dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kota Batam masa bakti 2025–2028 di Hotel Ibis Styles, Nagoya, Bengkong, Kota Batam.

Namun, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk manuver sepihak yang berpotensi menggoyang komitmen rekonsiliasi yang telah disepakati kedua kubu PWI.

Ketua Dewan Penasihat PWI Kepulauan Riau, Marganas Nainggolan, menegaskan, tindakan Hendry mencederai semangat rekonsiliasi yang sudah terbangun melalui Kesepakatan Jakarta.

Menurutnya, sejak terbentuknya Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Kongres Persatuan, seharusnya tidak ada lagi langkah-langkah politik organisasi yang bisa menimbulkan bentuk atau sebagai upaya dominasi.

“Kalau kita melihat undangan pelantikan itu, HCB akan hadir dan melantik pengurus. Itu manuver. Padahal, semangat rekonsiliasi jelas, tidak ada lagi langkah-langkah sepihak hingga Kongres Persatuan. Kalau ini dibiarkan, ruh rekonsiliasi akan hilang,” ujar Marganas, Jumat (23/5).

PWI Kepri Menolak

Sikap keras juga disuarakan oleh Ketua PWI Kepulauan Riau, Saibansah Dardani. Ia menyatakan secara tegas bahwa PWI Kepri menolak kedatangan HCB ke Batam dan mendesak Ketua Umum PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, untuk mengambil sikap.

“Kami minta Zulmansyah untuk tegas. Kalau HCB masih terus bermanuver, batalkan saja kesepakatan rekonsiliasi itu. Kita harus memprotes keras kehadiran HCB yang jelas-jelas melanggar semangat kesepakatan,” kata Saibansah.

Menurutnya, perjanjian rekonsiliasi memang tidak merinci larangan terhadap aktivitas sepihak, namun substansinya adalah membangun kebersamaan menuju satu kongres pemersatu, bukan memperkuat dualisme lewat pelantikan-pelantikan terpisah.

Kesepakatan Jakarta yang diteken awal Mei lalu merupakan tonggak penting upaya meredakan konflik internal yang telah memecah PWI selama lebih dari satu tahun.

Kongres Persatuan direncanakan digelar pada akhir Agustus mendatang, dengan SC dan OC independen yang bertugas menyatukan proses.

Namun, dinamika terakhir menunjukkan bahwa luka organisasi belum sepenuhnya sembuh. Di tengah proses penyatuan yang masih rapuh, kehadiran figur sentral dari salah satu kubu dinilai sebagai bentuk pelanggaran etika bersama. (*/HQ1)

PWI Kepri Pertanyakan Status HCB di Kongres Persatuan PWI

PELANTIKAN PWI KEPRI: Ketua Umum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang saat melantik Pengurus PWI Provinsi Kepri di Ballroom Hotel Planet Holiday Batam, 7 Mei 2025. (Foto: Humas PWI Kepri)

Haqqnews.co.id  – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mempertanyakan status Hendry Ch Bangun (HCB) dalam Kongres Persatuan PWI yang rencananya berlangsung Agustus 2025. 

Pasalnya, Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat sudah mencabut status keanggotaan HCB sehingga bukan anggota PWI lagi. Keputusan ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Ketua PWI Provinsi Kepri, Saibansah Dardani, menilai proses rekonsiliasi yang sedang PWI Pusat gagas cenderung elitis dan tidak melibatkan PWI Provinsi di seluruh Indonesia.

“PWI Kepri terbuka sepenuhnya setiap upaya rekonsiliasi demi mengakhiri dualisme kepengurusan PWI yang telah mengganggu kerja-kerja organisasi, baik di pusat maupun daerah,” ungkap Saibansah Dardani menyampaikan hasil kesepakatan Pengurus PWI Provinsi Kepri.

Ditambahkannya, PWI Provinsi Kepri telah sepakat menolak konsep rekonsiliasi yang hanya terbangun oleh elite tingkat pusat, seolah-olah kesepakatan cukup oleh segelintir tokoh melalui pertemuan tertutup, tanpa pelibatan struktural dan representatif dari daerah.

“PWI adalah organisasi nasional yang berdiri di atas kekuatan daerah. Maka, rekonsiliasi sejati hanya sah dan bermakna apabila melibatkan PWI daerah sebagai pihak yang setara dalam proses dan pengambilan keputusan,” tegas Ahli Pers Dewan Pers itu.

Protes PWI Kepri itu merespon kesepakatan yang tercapai dalam “Kesepakatan Jakarta” antara dua kubu kepemimpinan PWI—HCB dari hasil Kongres Bandung dan Zulmansyah Sekedang dari hasil Kongres Luar Biasa (KLB). Saibansah mempertanyakan keabsahan keikutsertaan HCB yang sebelumnya telah PWI pusat pecat.

“Apakah selama ini ada pembohongan? Katanya HCB sudah pecat, tapi mengapa masih mau menerima dan mengikutsertakannya dalam kongres?” kritiknya. Ia juga menekankan bahwa semua keputusan organisasi harus tunduk pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT) PWI.

Selain menolak keikutsertaan HCB, PWI Kepri juga menegaskan pentingnya penegakan proses hukum terhadap dugaan penyalahgunaan dana organisasi yang menyeret nama HCB yang masih proses di Polda Metro Jaya. “Jangan sampai semangat persatuan menjadi dalih untuk menutup-nutupi masalah serius yang harus diselesaikan secara hukum,” ujar Assesor Uji Kompetensi Wartawan itu menambahkan.

Selain itu, PWI Provinsi Kepri juga menegaskan, bahwa legitimasi dan kesatuan organisasi PWI Kepri secara menyeluruh adalah PWI Kepri hasil Konferprov Luar Biasa PWI Kepri. Sehingga yang sah mewakili PWI Kepri di Kongres Persatuan Nasional, dan memberikan suara dan mandat yang benar-benar berasal dari proses demokratis di akar rumput organisasi adalah kepengurusan PWI Kepri hasil Konferprov Luar Biasa PWI Kepri.

Pecah Dua Kubu, Kini Coba Bersatu

Sebagai informasi, konflik internal PWI bermula setelah Hendry Ch Bangun terpilih dalam Kongres Bandung, 27 September 2023. Kurang dari setahun, konflik tersebut memunculkan Kongres Luar Biasa pada 18 Agustus 2024 di Jakarta, yang menetapkan Zulmansyah sebagai ketua umum melalui aklamasi. Pemicunya adalah karena Hendry Ch Bangun diketahui menyalahgunakan uang organisasi.

Melalui mediasi anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, kedua pihak akhirnya menyepakati digelarnya Kongres Persatuan. Kendati demikian, keputusan tersebut kini memunculkan polemik baru di daerah, termasuk dari PWI Kepri.

PWI Kepri menekankan bahwa Kongres Persatuan hanya akan memiliki legitimasi kuat apabila digelar secara bersih dan mengacu pada aturan organisasi.

“Jika tidak, ini akan menjadi preseden buruk bagi masa depan PWI sebagai organisasi profesi yang harus menjunjung tinggi etika dan hukum,” pungkas Saibansah. (*/HQ1)

Rasakan Sensasi Sate Merah Van Demang di Batam Sajian Legendaris yang Menggoda Lidah

Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang.
Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang.

HAQQNEWS.CO.ID – Jika Anda pencinta kuliner yang gemar mencoba sesuatu yang tak biasa, saatnya menyambangi Restoran Sate Merah Van Demang. Sajian sate merah dengan warna khas, bumbu legendaris, dan potongan daging besar siap menggoyang lidah Anda. Tak sekadar sate, ini adalah pengalaman rasa yang membangkitkan memori dan menghidupkan kembali kejayaan rasa khas tempo dulu.

Bayangkan duduk di ruangan bergaya Hindia Belanda, dengan ornamen klasik dan suasana autentik yang membawa Anda seakan masuk ke ruang kerja seorang demang di era kolonial. Di tengah atmosfer elegan itu, Anda menyantap sate ayam atau sapi yang dibakar dengan teknik khusus agar matang sempurna tanpa gosong, lalu disiram bumbu merah racikan khas yang meresap hingga ke serat daging. Sate Merah Van Demang bukan hanya soal makan, tapi petualangan rasa dan nostalgia.

Dengan harga yang terjangkau dan rasa yang tak terlupakan, restoran ini adalah tempat sempurna untuk berbagi momen bersama keluarga, teman, maupun kolega. Datanglah mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, abadikan momen Anda di sudut-sudut instagenicnya, dan temukan kembali kenikmatan kuliner yang berpadu antara cita rasa otoritatif dan suasana yang menggugah kenangan.

Restoran Sate Merah Van Demang secara resmi dibuka untuk umum pada Jumat pagi, pukul 09.00 WIB, di Ruko Anggrek Mas Centre Blok A No. 42–43, Batam Centre, Kota Batam. Dalam momen penuh kehangatan dan antusiasme ini, hadir tamu undangan dari berbagai kalangan: pegiat UMKM, pecinta kuliner, hingga tokoh masyarakat. Pembukaan ini menandai lahirnya ikon baru dalam dunia kuliner Batam.

Ceremony peresmian dipimpin oleh para investor dan pengelola dari Pandawa Hand, perusahaan kreatif di bidang kuliner. Mereka membawa semangat baru dengan misi menghadirkan hidangan khas bernilai sejarah ke tengah masyarakat modern. Nama “Van Demang” dipilih sebagai penghormatan terhadap sosok pemimpin distrik di masa kolonial Belanda, yang diangkat kembali menjadi filosofi kepemimpinan dalam menyajikan kualitas rasa terbaik.

Menurut Chepy Suparman, CEO Pandawa Hand, inspirasi nama Van Demang bukan tanpa makna. “Kami ingin menjadi pemimpin di dunia kuliner sate. Dari semangat kepemimpinan itulah kami menghadirkan Sate Merah Van Demang dengan rasa otentik, tampilan khas, dan kualitas terbaik,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Tak hanya dari sisi nama dan rasa, pengalaman bersantap di restoran ini benar-benar dirancang sedetail mungkin. Nuansa interior dibuat menyerupai ruang pemerintahan Hindia Belanda, lengkap dengan figura klasik, ornamen antik, hingga pemilihan warna dan furnitur yang menciptakan suasana tempo dulu yang elegan. Setiap sudut restoran bisa menjadi spot foto yang menarik—satu paket sempurna antara estetika dan kenikmatan rasa.

“Kami sangat bersyukur sekali, hari ini kami menghadirkan sajian Sate Merah Van Demang. Nama Van Demang sendiri dalam konteks pemerintahan Hindia Belanda diartikan sebagai kepala distrik atau pejabat pemerintahan, dengan kata lain sebagai pemimpin di era kolonial Belanda. Terinspirasi dari hal tersebut, kami ingin menjadi pemimpin di dunia kuliner sate,” ungkap Chepy Suparman, CEO Pandawa Hand sekaligus pengelola utama Sate Merah Van Demang.

Chepy bersama timnya, mengusung konsep yang unik dan ikonik, pelanggan akan dibuat seperti berpetualang ke masa lampau, sebab jika dilihat dari nuansa dekorasi dan ornamen yang digunakan, seperti ruang kerja pemerintahan hindia belanda tempo dulu. melalui figura klasik, ornamen antik, serta suasana otentik yang dirancang dengan detail. sebuah tempat yang sempurna untuk bersantai sekaligus menjelajahi rasa.

Namun, bukan hanya suasana yang memikat. Sate Merah van Demang menyuguhkan menu andalan yang tak biasa, yakni sate merah olahan daging ayam dan sapi dengan bumbu merah khas yang meresap hingga ke serat daging. Aroma rempahnya menggoda, dan cita rasanya dijamin membangkitkan selera.

“Kami ingin memberikan hidangan terbaik kepada setiap pelanggan kami, sebab menu sate kami tidak dengan kuah kacang seperti kebanyakan, potongan daging kami cukup besar, bahkan saat proses pembakaran kami memastikan jarak antara daging dan bara api tidak terlalu dekat untuk mengindari gosong dan agar matang secara sempurna” jelas chepy.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, diantaranya sate merah ayam Rp 35.000, dan sate merah sapi Rp 40.000 dengan pilihan lontong atau nasi, yang dihidangkan dengan sambal pecak yang sangat khas dan nikmat.

Tak ketinggalan, sajian nasi lemak tradisional tiga warna yakni merah, putih, dan biru, terinspirasi dari warna bendera Belanda, yang tidak dapat ditemui ditempat lain, hal ini tentu  menambah pengalaman bersantap yang benar-benar tak terlupakan. Warna biru dihasilkan dari perpaduan kombinasi bunga telang dan juga beras merah, serta beras putih peremium berkualitas. Nasi lemak van demang original dapat dinikmati dengan harga Rp 23.000, nasi lemak van demang sate sapi Rp 40.000, nasi lemak van demang sate ayam Rp 35.000, dan ada juga nasi lemak van demang bebek asap Rp 42.000.

Sebagai pelengkap, restoran ini juga menghadirkan dua minuman ikonik, sarsaparilla Cap Badak, minuman legendaris yang menyegarkan, dan es cendol van Demang serta cendol durian spesial, minuman perpaduan tradisional dan sentuhan baru yang cocok dinikmati di tengah teriknya cuaca Batam.

Dihari grand openingnya, sate merah van demang membagikan 1000 tusuk sate merah gratis kepada setiap pengunjung yang datang. Hal ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memperkenalkan restoran baru ditengah masyarakat Kota Batam.

“kami berharap sate merah van demang dapat diterima oleh masyarakat Batam khususnya, kami juga berupaya untuk membuka cabang di sumatera dan jawa, dengan sistem kemitraan bersama para investor.” Tutup chepy dengan optimis.

Jangan lewatkan kesempatan merasakan kuliner nuansa tempo dulu yang dikemas dengan cita rasa masa kini. Restoran ini mulai menerima pelanggan sejak pukul 07:00 Wib hingga 22:00 Wib, Ajak keluarga, teman, dan kolega Anda untuk datang, berfoto di sudut-sudut instagenic, dan tentu saja, menikmati hidangan yang menggoda lidah.

“Kami berharap Sate Merah Van Demang bisa diterima dengan baik di Batam dan menjadi kebanggaan bersama. Ke depan, kami juga siap membuka cabang di wilayah Sumatera dan Jawa melalui sistem kemitraan,” tutup Chepy dengan penuh optimisme. (HQ2)