28.1 C
Riau Islands
Minggu 27 September 2026
BerandaKepriCurhat Ayu Aulia di Tengah Terik Markas PWI Kepri

Batam

spot_img

Curhat Ayu Aulia di Tengah Terik Markas PWI Kepri

Haqqnews.co.id – Sabtu siang (26/9/2026) sekitar pukul 13.45, cuaca panas memanggang kompleks Purimas, Batam Centre. Asap tipis dari kebakaran hutan Sumatera membuat jalanan berdebu dan kerongkongan terasa kering.

Hawa Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau, pun ikut menghangat. Pendingin ruangan tunggal di ruang tengah berukuran sekitar 4 x 6 meter itu kewalahan meredam suhu diskusi para pemimpin redaksi.

Keriuhan memuncak saat satu persatu anggota Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) PWI Kepri merangsek masuk ke dalam ruang. Mereka merespons cepat pesan berantai di grup WhatsApp tentang rencana kedatangan seorang tamu selebritas siang itu.

Markas jurnalis ini berkomitmen terbuka bagi siapa saja. Tak pandang bulu, tuan rumah menyambut dengan suguhan bersahaja berupa air mineral, kopi hitam, kopi susu, dan roti  yang tertata di atas meja panjang diskusi.

Sekitar pukul 14.00, sebuah mobil putih menepi mulus. Seorang perempuan berpakaian atasan serba hitam dan celana jins biru melangkah turun. Pengurus PWI sigap menyambut sang tamu, Ayu Aulia, yang akrab disapa Mbak Ayu.

Ayu langsung diarahkan ke ruang tengah. Ketua Forum Pemred Marganas Nainggolan menyambut hangat, disusul Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang datang kemudian langsung mengambil kursi di sisinya. Para pemred duduk merapatkan barisan mengelilingi meja panjang. Sementara itu, empat teman pria Ayu, sibuk sambil menggenggam gawai dan berkas data.

Tubuh langsing Ayu tampak sedikit kegerahan di dalam ruangan. Namun wajah tirusnya dengan garis rahang lancip memancarkan fitur wajah yang tajam. Hidungnya yang sangat mancung berpadu riasan mata berani dan ekstensi bulu mata tebal, menghasilkan tatapan yang memikat. Bibirnya penuh. Rambut panjang bergelombangnya terurai memeluk bahunya yang berkulit putih cerah, memberi kesan pesona feminin dan glamor.

Di balik penampilannya, tersimpan rentetan keresahan. Perempuan kelahiran Bogor, 5 Februari 1993, ini datang untuk menuturkan relasi masa lalunya dengan Sang Bupati Bintan, Roby Kurniawan. Kisah ini ia buka perlahan di hadapan para nakhoda ruang redaksi Kepri.

Ayu menyampaikan curahan hatinya (curhat) mengenai dinamika hubungannya dengan putra kandung Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tersebut. Ia mengaku mengenal Roby sejak 2014, saat ia mengambil studi S1 Ilmu Komunikasi di UBM dan Roby menempuh pendidikan Planologi di Universitas Trisakti.

Cerita bergulir melintasi fase interaksi masa muda hingga badai konflik yang menguras emosi dan mentalnya. Ayu mengeklaim perselisihan personal masa lalu ini merembet panjang hingga memengaruhi kesehatan reproduksinya. Puncaknya, ia terpaksa menjalani operasi pengangkatan rahim pada 2025.

“Ini bukan tentang uang. Berapa pun dia kasih uang akan saya tolak, saya punya harga diri,” tegas Ayu memecah kesunyian ruang diskusi. Suaranya menahan getar. “Saya hanya ingin dia memiliki rasa empati, tidak menghilang begitu saja, dan bertanggung jawab secara gentleman.”

Model, Disc Jockey (DJ), dan mantan Ketua Sosial Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) 2021 ini juga menepis isu miring. Ia tegas membantah pengakuannya ditunggangi manuver politik. Ayu berani menanggung segala risiko hukum demi membuktikan kebenaran ceritanya.

Bagi Forum Pemred PWI Kepri, kedatangan Ayu bukan sekadar panggung sensasi. Isu ini menyentuh urat nadi kepemimpinan publik. Merujuk UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, seorang kepala daerah dituntut senantiasa menjaga integritas moral dan martabat jabatan, baik di ruang dinas maupun ranah pribadi.

“Seorang kepala daerah adalah teladan bagi masyarakatnya. Ketika perselisihan personal meluas ke ranah publik, hal tersebut berkaitan dengan akuntabilitas, transparansi, dan legitimasi moral pejabat,” ungkap salah satu pimpinan media merespons narasi siang itu.

Meski demikian, pengakuan Ayu Aulia baru menyingkap satu sisi dari sebuah cerita utuh. Mengawal kaidah jurnalistik, Forum Pemred PWI Kepri menempatkan prinsip keberimbangan (cover both sides) sebagai panglima. Forum ini berusaha mengonfirmasi Sang Bupati Bintan, Roby Kurniawan via Whatshapp. Namun hingga malam dan berita ditulis, Roby belum memberikan respon.

Kini, ruang klarifikasi terbuka lebar bagi Bupati Bintan Roby Kurniawan untuk menjernihkan simpang siur informasi. Sebuah tabayun proporsional sangat dinanti demi melindungi hak masyarakat dalam menerima informasi yang akurat, objektif, dan mengedukasi terkait standar integritas pemimpin mereka. (*)

Artikel Terbaru