Haqqnews.co.id – Di sela rutinitas Terminal Feri Domestik Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, lahir sebuah komitmen bagi dunia pers di Provinsi Kepulauan Riau. PT Pelindo (Persero) Regional I Tanjungpinang memastikan komitmen mereka. Perusahaan negara ini akan ikut mendukung penuh Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Kepulauan Riau pada bulan September 2026 ini.
Kesepakatan ini bermula dari perbincangan hangat. Saat General Manager Pelindo Tanjungpinang, Adyttia Dusmara menyambut Bendahara PWI Kepri, Nizamul Akhyar dan Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi. Mereka menanggalkan sekat birokrasi. Obrolan mengalir dari rencana ujian kompetensi wartawan hingga realitas pahit-manis kewartawanan di lapangan.
Adyttia sempat menyoroti pentingnya menjaga marwah wartawan. Ia memutar ingatannya saat menghadapi berbagai karakter jurnalis. “Saya pernah menemui orang yang mengaku wartawan, tapi sekadar bermodal kartu pengenal,” ungkap Adyttia.
Ia juga mengingat ulah oknum yang menjadikan pewarta sebagai profesi ganda demi keuntungan pribadi. Realitas ini memicu keprihatinan bersama. Soalnya wartawan memikul tanggung jawab besar untuk menyajikan kebenaran bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Adyttia memandang Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) bukan sekadar ujian kelulusan. Ia melihatnya sebagai ruang edukasi. “Harapannya, ujian ini mengedukasi banyak pihak sekaligus meningkatkan kualitas wartawan dan media,” imbuhnya, pada Kamis (20/8/2026) di depan pengurus PWI Kepri tersebut.
Penyaring Utama bagi Pewarta
Dari pihak PWI, Suhardi membeberkan peta jalan organisasinya. PWI akan memusatkan rangkaian UKW ini di Kota Batam. Mereka turut memadukan agenda ini dengan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK).
Suhardi tidak menutupi kelemahan di dalam tubuh profesinya. Ia menyadari masih banyak oknum yang bekerja menabrak rambu-rambu kode etik jurnalistik. “Kami menyadari banyak kelemahan di lapangan terhadap profesi ini,” tuturnya jujur.
Kondisi ini memaksa PWI bertindak tegas. UKW menjadi penyaring utama bagi para pewarta. Wartawan tidak hanya dituntut cakap mencari berita. Mereka wajib memahami kode etik, menjaga independensi, dan membela kepentingan publik.
Pertemuan tersebut berakhir dengan optimisme. Sinergi Pelindo dan PWI memunculkan harapan baru bagi iklim jurnalistik di Kepulauan Riau. Dukungan ini menjadi fondasi penting untuk mencetak wartawan yang jernih, berintegritas, dan setia pada nurani. (*/hq1)


