Haqqnews.co.id – Seorang perwira menengah kepolisian kerap menghampiri para pedagang asongan di simpang lampu merah Kota Batam. Ia kemudian menyodorkan kantong berisi sembako dan menyapa mereka. Keakraban ini terekam jelas dari tawa lepas mereka saat berinteraksi dengannya. Namun pemandangan tulus di jalanan ini sebentar lagi akan menjadi sekadar kenangan.
Kombes Pol Eddwi Kurniyanto harus meninggalkan jabatannya sebagai Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Polda Kepulauan Riau (Kepri). Markas Besar Polri menerbitkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1878/VIII/KEP/2026 pada 30 Agustus 2026. Surat itu memutasikan bapak empat anak ini menjadi Penyelidik Pengamanan Internal Madya Tingkat III Divisi Propam Mabes Polri.
Kabar mutasi ini menjalar cepat dan membawa kesedihan di tengah masyarakat. Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2000 ini memang berhasil mendobrak batas kaku antara pejabat polisi dan warga sipil. Eddwi kerap melepas sekat birokrasi kepolisian untuk turun langsung menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat Batam.
Pria asal Jawa Timur ini rutin mengunjungi permukiman Kampung Tua di kawasan Nongsa. Mantan Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh tersebut membagikan sembako dan bendera merah putih dari pintu ke pintu. Beberapa hari lalu, ia bahkan merogoh kantong pribadinya untuk membiayai dan menggelar turnamen bola voli bagi warga setempat.
Kenyataan mutasi ini mengejutkan M Noor, tokoh masyarakat Kampung Tua Kampung Tengah. Ingatannya masih segar saat mantan Kapolres Madiun itu menyerahkan langsung hadiah turnamen voli beberapa hari silam. “Pak Kabidpropam sosok penolong dan dekat dengan masyarakat. Selain ada kesedihan, saya mendoakan kesuksesan Pak Eddwi ke depannya,” tutur Noor, Senin (31/8/2026).
Gaya kepemimpinan Eddwi juga menyentuh aspek penyelesaian keluhan warga. Ia menciptakan program Ngopi Santai Ngobrol Santai (Ngos-Ngosan). Ia duduk membaur bersama masyarakat di kedai kopi. Di sana, ia menampung langsung aduan warga terkait dugaan pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang anggota polisi di lapangan.
Empati Eddwi juga mengalir deras ke dalam internal kesatuannya di Bidpropam Polda Kepri. Ia rutin mengetuk pintu rumah bawahannya yang jatuh sakit. Ia pun tak absen menyalami anggotanya yang baru menyambut kelahiran anak. Jejak kepedulian ini membuat kepergiannya meninggalkan rongga kosong bagi warga dan jajaran Polda Kepri. (*/hq1)


