back to top
29.2 C
Riau Islands
Selasa 16 Juni 2026
BerandaKepriRombongan Pemprov Kepri Gerilya Amankan Proyek Monumen Bahasa

Batam

Rombongan Pemprov Kepri Gerilya Amankan Proyek Monumen Bahasa

Haqqnews.co.id Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) menggalang dukungan pusat untuk membangun Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Rombongan Pemprov Kepri dalam lebih kurang dua hari, 10-11 Juni 2026, mendatangi tiga kementerian di Jakarta. Langkah gerilya ini bertujuan memastikan sinkronisasi program dan ketersediaan anggaran proyek mercusuar tersebut.

Delegasi pemerintah daerah menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy untuk menyelaraskan rencana induk kawasan. Koordinasi berlanjut dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumawati guna membahas dukungan infrastruktur fisik. Delegasi Pemprov Kepri juga menyambangi Kementerian Kebudayaan untuk memperkuat aspek pelestarian sejarah. Rombongan sedikitnya melibatkan pejabat enam OPD terdiri Dinas PUPR, Dinas Kebudayaan, Bappeda, Dinas Perkim, Balai Pelestarian Kebudayaan Kepri, dan Biro Adpim.  

Pemerintah daerah menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek ini pada akhir Juli 2026. Seluruh pembangunan monumen dan museum harus rampung pada akhir tahun 2027. “Kami merencanakan pembangunan ini sebagai upaya pelestarian sejarah dan penguatan identitas budaya Melayu,” dalam keterangan resmi Pemprov Kepri.

Grafis

Pemprov Kepri mengambil langkah berani dalam pembiayaan megaproyek ini. Pemerintah daerah memanfaatkan skema pinjaman kepada Bank Jawa Barat senilai lebih dari Rp400 miliar untuk membiayai monumen dan sejumlah infrastruktur lainnya. Selain itu, pemerintah merancang skema kolaborasi dengan pihak swasta demi mempercepat realisasi fisik di lapangan.

Namun upaya agresif ini muncul menyusul kegagalan proyek serupa pada 2013 silam. Proyek monumen bahasa sebelumnya mangkrak karena kontraktor gagal menyelesaikan kewajiban. Kasus tersebut bahkan menyeret mantan Kepala Dinas Pendidikan Kepri ke penjara akibat perkara korupsi.

Kini, Pemprov Kepri akan menjamin transparansi penuh dalam seluruh tahapan persiapan lelang dan administrasi. Pembangunan salah satu tujuannya, mengukuhkan Pulau Penyengat sebagai akar bahasa Indonesia. Kawasan tersebut merupakan tempat lahir pahlawan nasional Raja Ali Haji, pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu. (*/hq1)

Artikel Terbaru