back to top
28.5 C
Riau Islands
Rabu 29 April 2026
BerandaKepriKepri Tertinggal di Sumatera: Lokasi Strategis, Daya Saing Tumpul

Batam

Kepri Tertinggal di Sumatera: Lokasi Strategis, Daya Saing Tumpul

Haqqnews.co.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) gagal menembus jajaran elite daya saing di wilayah Sumatra. Meski memiliki posisi geografis yang sangat strategis, performa produktivitas daerah ini masih mengecewakan.

Data Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2024 milik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menempatkan Kepri pada peringkat ketujuh dari sepuluh provinsi di Sumatra. Skor IDSD Kepri hanya menyentuh angka 3,40. Angka ini masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 3,43.

Kepri kalah bersaing dengan mayoritas provinsi tetangga. Sumatra Utara memimpin di puncak dengan skor 3,71, disusul Sumatra Barat pada angka 3,70. Bahkan, skor Kepri berada di bawah Aceh (3,49), Bengkulu (3,48), Lampung (3,46), dan Sumatra Selatan (3,46).

BRIN mengidentifikasi kelemahan fatal pada pilar pasar produk Kepri yang hanya meraih skor 1,04. Angka ini merupakan yang terendah di seluruh Pulau Sumatra. Sektor keuangan daerah (2,14) dan kemampuan inovasi (2,80) juga terpaku di bawah standar nasional.

Koordinator Daerah Kepri BRIN, Yogi Octavian MP, menyoroti ketimpangan tersebut secara serius. “Pilar yang rentang skornya cukup lebar di bawah skor nasional adalah pilar tujuh pasar produk,” ujar Yogi. Ia mendesak pemerintah daerah segera menguatkan sektor UMKM melalui teknologi informasi untuk memperbaiki keadaan.

Di tingkat kabupaten dan kota, Kota Tanjungpinang mencatat skor tertinggi sebesar 4,04. Kota Batam membuntuti dengan skor 3,97. Namun, performa kabupaten lain masih sangat jomplang, seperti Kabupaten Kepulauan Anambas yang terpuruk di angka 2,97.

Data ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Kepri. Keunggulan lokasi sebagai gerbang perdagangan internasional belum mampu terkonversi menjadi daya saing yang tangguh. Daerah ini harus segera merombak kebijakan pasar produk dan mempermudah akses permodalan bagi pelaku usaha lokal. (*/hq1)

Artikel Terbaru