Haqqnews.co.id – Angin laut berembus pelan menyapu kawasan Taman Gurindam 12, Kota Tanjungpinang, Senin (26/10/2026). Di bawah bayangan Tugu Daun Sirih Emas, pekerja nampak sibuk merampungkan pemasangan sebuah tungku logam. Struktur itu bukan sekadar penghias taman, melainkan kaldron yang segera memeluk api obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kepulauan Riau (Kepri) 2026.
Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov VI, Asmin Patros memantau langsung dudukan kaldron tersebut. Ia memastikan setiap detail terpasang presisi untuk menahan beban nyala api. Penempatan di titik ikonik ini membawa pesan budaya yang kuat. Tugu Sirih melambangkan keterbukaan dan keramahan khas Melayu, sebuah tempat yang pas untuk merawat api semangat ribuan pemuda dari seluruh penjuru Kepri.
Asmin membedah filosofi di balik nyala obor tersebut. Ia menyebut api mewakili keberanian dan semangat pantang menyerah yang meruntuhkan batasan ego wilayah. Ketika api menyala di pusat ibu kota provinsi, Tanjungpinang, maka semua perbedaan akan lebur menjadi satu tekad demi kejayaan olahraga.
“Porprov ini menjadi panggung bagi atlet dari seluruh kabupaten dan kota se-Kepri. Mereka hadir untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat persatuan dan sportivitas,” imbuh Asmin.
Sebanyak 30 cabang olahraga siap dipertandingkan dalam ajang bergengsi ini. Kaldron di Tugu Sirih kini tinggal menghitung hari untuk menyambut estafet api abadi. Kobaran api tersebut kelak menjadi saksi bisu bagi 2.038 atlet yang datang untuk bertempur habis-habisan di medan laga.
Kini, Tugu Sirih tidak sekadar menanti kedatangan warga yang ingin bersantai sore. Monumen kebanggaan Tanjungpinang itu bersiap memangku mahkota api. Sebuah nyala yang segera merajut asa, keringat, dan persaudaraan masyarakat Kepulauan Riau. (*/hq1)


