27.8 C
Riau Islands
Selasa 28 Juli 2026
Beranda blog Halaman 18

Kodat86 Soroti Pembangunan Stadion Busung Bintan

Cak Ta'in Komari

Ancam Lapor ke KPK, Singgung Dana Pasca Tambang

Haqqnews.co.id – Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86), Cak Ta’in Komari SS menyoroti Pembangunan Stadion Alang Perkasa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Khususnya masalah lahan dan penggunaan anggaran pembangunan stadion tersebut.

Menurut Cak Ta’in, pihaknya bakal melaporkan sejumlah kasus korupsi di Kepri, khususnya Bintan. Dia mengaku tengah menginventarisir data dan dokumen pendukung untuk laporan tersebut agar dapat diproses secepatnya. Salah satunya dugaan korupsi pada Pembangunan Stadion Alang Perkasa Busung, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

“Kepri selama ini mendapat pantauan serius oleh KPK. Beberapa kepala daerah sudah merasakan nikmatnya masuk bui karena korupsi, dua gubernur, sekda Bintan, Bupati Bintan, dan Kepala BP Bintan. Itu yang diproses langsung KPK, meski ada beberapa yang diproses penegak hukum di wilayah Kepri sendiri,” kata Cak Ta’in kepada media, Senin (28/7).

Menurut Cak Ta’in, pembangunan stadion Busung Bintan yang telah menelan anggaran Rp. 31,2 miliar itu terindikasi penyimpangan anggaran. Termasuk belum ada kejelasan soal status lahan 5 hektar yang digunakan tersebut, apakah bekas tambang PT. BMW dan PT. SBT atau milik masyarakat yang belum dibebaskan. “Ada informasi di lapangan bahwa lahan tersebut milik warga dan belum dibebaskan atau diganti Pemkab. Bintan,” ujarnya.

Pembangunan Stadion Megat Alang Perkasa itu dilaksanakan selama 4 tahun, mulai tahun 2017 menggunakan anggaran Rp. 10,7 miliar, tahun 2018 menggunakan anggaran Rp. 4,8 miliar, tahun 2019 menggunakan anggaran Rp. 7,7 miliar, dan tahun 2019 menggunakan anggaran Rp. 8 miliar. Total anggaran pembangunan stadion itu menghabiskan sekitar Rp. 31,2 miliar.

Dianggap Aneh

Anehnya, lanjut Cak Ta’in, tidak ada jejak digital terkait pembangunan stadion tahap 1, 2 dan 4, siapa kontraktor pelaksana dan pengawasnya. “Proyek satu pekerjaan yang dilaksanakan dalam beberapa tahun harusnya multiyears, yg ini apakah satu perusahaan atau berganti-ganti pelaksananya,” tanyanya.

Dari 4 tahun itu, hanya pelaksanaan tahun 2019 dengan anggaran Rp. 7,7 miliar untuk pembangunan tangga namun berantakan terkena hujan yang dilaksanakan CV. Binakarya dan konsultan pengawas CV. Vitech Pratama Consultants. Namun dari sekian masalah persoalan status lahan menjadi paling menarik dan penting karena statusnya lahan menjadi titik awal munculnya masalah. Kabarnya hingga saat ini status lahan tersebut belum diajukan penerbitan sertifikat oleh Pemkab Bintan.

“Untuk masalah stadion, fokus kita pada status lahan dan penggunaan anggarannya, apakah nilai bangunan yang ada saat ini punya nilai hingga 31, 2 miliar tersebut. Untuk menghitung ulang nilai bangunan itu mudah karena fisiknya jelas. Kondisi lapangan juga dinilai banyak pihak tidak standar, rumput seharusnya menggunakan rumput gajah mini tapi pakai rumput Jepang yang seharusnya buat taman, dan banyak spesifikasi yang tidak mencerminkan itu sebuah stadion.” jelasnya.

Lebih lanjut Cak Ta’in menegaskan, stadion yang belum difungsikan hingga saat ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan diduga ada masalah serius. “Kita sedang menginventarisir data dan dokumen, begitu cukup segera kita laporkan. Bukan hanya dugaan korupsi stadion, tapi juga dugaan korupsi sebelumnya, termasuk mendesak menuntaskan soal dana reklamasi pasca tambang di KPK,” pungkasnya. (*/HQ1)

Pengusaha Kadin Sebut Masyarakat Tak Punya Uang Lagi

Arsjad Rasjid

Haqqnews.co.id – Masyarakat Indonesia sudah tak punya uang lagi sehingga daya beli terus menurun.

Hal tersebut terungkap dari pengusaha Indonesia. Adalah Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia Arsjad Rasjid yang mengemukakan bahwa bahwa kondisi daya beli masyarakat Indonesia yang terus turun.

Menurutnya, saat ini masyarakat bahkan bisa dikatakan sudah tak punya uang lagi untuk berbelanja, meski angka pertumbuhan ekonomi masih terlihat positif.

“Fokus saat ini yang harus diperhatikan serius bukan hanya soal economic growth yang hanya 4,7 persenan, tapi adalah daya beli masyarakat yang terus menurun. Masyarakat bisa dikatakan tidak punya uang saat ini. Karena itu daya beli turun,” ujar Arsjad, dalam paparannya di Forum bertajuk “Driving Inclusive Growth: Innovation, Industrialization and Energy Transition for Job Creation” di Universitas Paramadina, yang ditulis Kamis (20/7/2025).

Pukul Ekonomi Indonesia

Ia mengatakan berbagai perubahan geopolitik dunia ikut memukul ekonomi Indonesia, mulai dari konflik di Timur Tengah, efek kebijakan Donald Trump, hingga perang Rusia-Ukraina. Bahkan, ekonomi Tiongkok yang biasanya stabil kini melambat, sehingga memberi tekanan lebih pada ekonomi global dan domestik.

Namun, bagi Arsjad, persoalan terbesar Indonesia justru ada di dalam negeri. Selain daya beli yang melemah, masalah ketenagakerjaan juga dinilai rapuh. Meski tingkat pengangguran terbuka turun, jumlah pengangguran justru masih tinggi di angka 7,28 juta orang.

“Yang lebih memprihatikan lagi adalah fakta bahwa hampir 60 persen angkatan kerja kita masih berada di sektor informal,” tegasnya. Menurut dia, hal ini menunjukkan lemahnya penciptaan lapangan kerja formal di Indonesia.

Ia juga mengingatkan, struktur ekonomi RI sangat bergantung pada dua kelompok masyarakat: pedagang yang hidup dari laba usahanya, serta para pekerja yang mengandalkan upah, bonus, dan penghasilan lainnya.

“Jika dua sumber itu tidak lagi ada, maka growth economy tidak akan ada lagi, pasti menurun tajam,” tuturnya.

Arsjad pun meminta semua pihak memberi perhatian serius pada isu daya beli masyarakat. Menurutnya, jika situasi ini dibiarkan, ekonomi Indonesia terancam tak hanya stagnan tapi bisa mengalami perlambatan lebih dalam. (*/HQ1)

Kopdes Merah Putih, Bakal Potong Dominasi Pemain Besar

Presiden Prabowo Subianto

Haqqnews.co.id  – Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Koperasi Desa Merah Putih Bentangan, Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, pada Senin, 21 Juli 2025. Kopdes ini bakal memotong dominasi pemain besar yang menghambat rakyat maju.

Program ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah serta 16 Kementerian/Lembaga. Berbeda dengan koperasi tradisional yang berkembang dari komunitas setempat, Kopdes Merah Putih merupakan koperasi yang bersifat top-down, dicanangkan oleh negara untuk memenuhi kebutuhan yang telah ditetapkan secara nasional. Nantinya, program-program Kopdes akan dilaksanakan oleh anggota yang merupakan masyarakat desa.

Selain itu, Kopdes Merah Putih menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.

Prabowo menegaskan, bahwa koperasi adalah alat perjuangan rakyat kecil untuk menjadi kuat secara ekonomi. Dia juga menegaskan, peluncuran 80.081 koperasi ini bukanlah langkah kecil, melainkan gerakan nasional strategis untuk memotong dominasi ekonomi oleh pihak-pihak besar yang selama ini menghambat kemajuan rakyat.

“Kita meluncurkan kelembagaan 80.000 Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih, tepatnya 80.081 koperasi. Hari ini adalah memang hari yang bersejarah. Kita mulai suatu usaha besar. Koperasi ini adalah usaha besar strategis,” ujar Prabowo dikutip Senin (21/7/2025).

Prabowo juga menyebut bahwa koperasi-koperasi ini akan didukung dengan infrastruktur, seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, hingga kendaraan logistik. Selain itu, akan terdapat pula fasilitas pinjaman super mikro untuk mempermudah distribusi barang dan perputaran ekonomi desa.

“Kalau kita punya niat yang baik, kehendak yang baik, dorongan yang kuat, motivasi yang kuat, bisa. Yang tidak bisa, jadi bisa. 80 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang ditandatangani pada 27 Maret 2025. Salah satu isi inpres tersebut menginstruksikan kepada sejumlah kementerian untuk dapat melakukan pertukaran, pemanfaatan, dan integrasi data terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Adapun dalam Inpres ini Menteri Koordinator Bidang Pangan bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dari Satuan Tugas Percepatan Pembentukkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan nantinya menugaskan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komidigi) untuk memastikan beberapa hal.

Terkait tugas tersebut, Komdigi akan mendorong digitalisasi dan interoperabilitas untuk platform Koperasi Merah Putih. Menteri Komdigi secara khusus ditugaskan untuk memastikan infrastruktur digital yang memadai dan menyelenggarakan pelatihan. Selain itu, juga dengan melakukan sosialisasi penggunaan teknologi dalam menjalankan kegiatan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan memberikan bimbingan teknis dan supervisi untuk mendukung pengembangan layanan digital dan keberlanjutan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pendampingan ini berjalan kolaboratif bersama komunitas digital lokal dan dinas komunikasi daerah agar sesuai kebutuhan tiap desa,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

Nantinya, Komdigi juga akan berkoordinasi dengan kementerian lain, khususnya Kementerian Koperasi. Kedua lembaga akan membahas adopsi teknologi apa saja yang dapat membantu koperasi bisa berjalan. (*/HQ1)

“Ruck Strong, Live Strong”, Kolaborasi Energi dan Edukasi di HARRIS Barelang Batam 

Event "Stay Fit Rucking" HARRIS Barelang bekerja sama dengan WSCC (Wilson's Strength & Conditioning Club).
Haqqnews.co.id – HARRIS Barelang Batam kembali menghadirkan kegiatan bertema kesehatan yang penuh semangat dan inspiratif. Event tersebut melalui “Stay Fit Rucking” bekerja sama dengan WSCC (Wilson’s Strength & Conditioning Club).
Mengusung semangat “Ruck Strong, Live Strong”, pada 12 Juni 2025, acara ini dimulai dengan sesi rucking yang dipadukan dengan mini workout di area outdoor yang menghadap ke keindahan alam Barelang. Para peserta—yang terdiri dari tamu in-house dan komunitas kebugaran—berjalan sambil membawa ransel berbobot ringan untuk meningkatkan kekuatan fisik dan daya tahan tubuh, sekaligus menikmati suasana sore yang menyegarkan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi Health Talk yang dipandu oleh Coach Wilson di Bay House, membahas pentingnya konsistensi, pengetahuan dasar kebugaran, serta bagaimana membangun komunitas sehat sebagai pilar kekuatan sejati. Sesi ini memberikan wawasan praktis tentang kebugaran jangka panjang yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Event ini bukan hanya tentang bergerak, tapi tentang bagaimana kita menggerakkan semangat untuk hidup lebih sehat bersama,” ujar perwakilan dari HARRIS Barelang Batam.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen HARRIS Barelang Batam dalam menciptakan pengalaman menginap yang lebih dari sekadar relaksasi—yaitu penuh nilai, energi, dan makna.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 815 3409 1111 atau email reservation.hbrl@the-ascott.com. Ikuti terus update kami di bit.ly/HARRISBARELANG dan instagram @HARRIS_barelang. (*/HQ1)

Cak Ta’in Nilai Kebijakan Ngawur Robohkan Semua Reklame Batam

Cak Ta'in dengan latar belakang reklame yang dirobohkan.

Perlu Kajian Komprehensif

Haqqnews.co.id – Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta’in Komari menilai kebijakan merobohkan semua bangunan reklame di Kota Batam sebagai tindakan ngawur.

Seluruh bangunan reklame di wilayah Batam Kota lebih dari 1.000 titik telah ditumbangkan tim Pemko dan BP Batam. Sasaran perobohan selanjutnya ke wilayah Lubuk Baja. Dua wilayah yang paling produktif untuk bisnis reklame selama ini.

Pasangan Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra sendiri sudah mempresentasikan kebijakan tersebut pada hearing dengan Komisi 6 DPR RI pekan lalu. Amsakar mengatakan bahwa penertiban dan penataan reklame dengan melakukan perubahan menjadi videotron diperkirakan akan meningkatkan pendapatan daerah dari hanya Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar setahun.

Amsakar juga menegaskan telah menumbangkan semua reklame baik ilegal maupun berizin namun tidak sesuai kebijakannya. Meski faktanya ada beberapa bangunan reklame masih berdiri seperti punya Bank Indonesia sisi kanan pintu masuk ke kantor PLN Batam, bangunan reklame BTN Batam Center dan bangunan reklame milik Pertamina.

“Ada beberapa pernyataan Amsakar-Claudia terkait penertiban dan penataan reklame itu yang perlu dikoreksi dan ditanggapi. Pertama soal ditumbangkan semua bangunan reklame ilegal maupun berizin tapi tidak sesuai. Bagaimana ada titik reklame berizin tapi tidak sesuai? Faktanya semua bangunan reklame ditumbangkan. Begitu juga rencana perubahan dari reklame billboard ke videotron bakal menaikkan pendapatan dari Rp. 20 miliar menjadi Rp. 100 miliar. Berdasarkan apa hitungan tersebut, apa sudah ada kajiannya dan masterplan penataannya?” kata Cak Ta’in kepada media, Rabu (16/7/2025)

Menurut Cak Ta’in, pernyataan Amsakar di depan Komisi 6 DPR itu asal bunyi dan ngawur. Pihaknya siap berdebat dengan Pemko Batam kalau soal reklame itu. “Seharusnya sebagai pemimpin setiap pernyataannya dilandasi pemikiran akademis dan didahului sebuah kajian, sehingga tidak terkesan ngawur dan asbun,” ujarnya.

Perlu Kajian Konprehensif 

Dilanjutkan Tain, menghilangkan reklame billboard lalu mengganti dengan videotron itu referensinya kota mana di Indonesia, bahkan kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, dan lainnya tetap berdiri reklame billboard dan hanya beberapa titik reklame videotron yang secara pencahayaan juga bisa mengganggu pengguna jalan. Makanya, katanya,  penting sebelum bertindak melakukan kajian secara komprehensif, sehingga kebijakan yang diambil tidak salah langkah apalagi salah kaprah.

“Kalau soal rendahnya pendapatan daerah dari sektor reklame, kenapa tidak  pelajari lebih detail terlebih dahulu. Apa dan di mana masalahnya? Kalau perlu dilakukan survei soal potensi pendapatan daerah tersebut, dan hasilnya dipublikasikan secara terbuka. Tidak seperti selama ini, hasil survei dan kajian soal pendapatan daerah yang selalu disembunyikan,” terangnya.

Cak Ta’in menegaskan pihaknya akan terus menginventarisir data dan informasi soal pendapatan reklame yang realistis. Apakah informasi dan data yang disampaikan Dispenda Batam itu sesuai fakta atau ada rekayasa. “Semua potensi pendapatan daerah itu hampir semua termanipulasi angkanya, baik itu dari reklame, parkir, sampai pajak hotel dan restoran.

“Pemko Batam itu sejak dulu sudah diminta untuk buat sistem pajak dan retribusi secara online, tapi tidak dijalankan hingga saat ini. Mengapa? Ya sebab kalau online, peluang untuk manipulasi kecil. Harusnya kan pendapatan daerah bisa dimaksimalkan,” jelasnya.

Untuk itu, Cak Ta’in menyerukan agar Amsakar-Claudia menghentikan tindakan perobohan reklame billboard yang sudah mengarah ke wilayah Lubuk Baja, dengan melakukan kajian komprehensif terlebih dahulu, termasuk menyusun masterplan penataannya.

“Jangan asal terkesan tegas, tapi tidak jelas landasannya. Para pengusaha advertising bukan tidak berani melawan, tapi tidak mau. Mereka masih menahan diri semua, termasuk menyimpan data-data pembayaran pajak reklame dan nilai kerugian real yang mereka alami akibat perobahan oleh tim pemko tersebut. Ini soal waktu, pasti akhirnya akan buka-bukaan kalau Pemko tetap ngotot merobohkan semua reklame billboard se-Kota Batam.” pungkasnya. (*/HQ1)

Dua Tahun Dulur Sejati (DS) Kepri: Harmoni, Aksi Sosial, dan Budaya dalam Satu Perayaan

Ketua Umum DS Kepri Agus Purwanto

Haqqnews.co.id Perayaan hari jadi ke-2 organisasi sosial Dulur Sejati (DS) Provinsi Kepulauan Riau berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan, Minggu, 13 Juli 2025. Bertempat di Fasilitas Umum Perumahan Paragon Hill, Batam Kota, acara ini menyatukan berbagai unsur paguyuban, tokoh masyarakat, dan tamu kehormatan yang turut memberikan apresiasi atas dedikasi DS selama dua tahun terakhir.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Lampung (IKBL) Kepri, Erwin Sentosa, hadir langsung didampingi Bendahara Umum Haryadi dan Sekretaris Jenderal Teguh Joko Lismanto. Tak ketinggalan, pengurus dari Paguyuban PASWALIPATI juga ambil bagian, memperkuat jalinan kebersamaan di antara sesama warga perantauan di Kepri.

Rangkaian acara diawali dengan seremoni pembukaan dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk aksi sosial DS Kepri. Suasana makin semarak ketika perwakilan dari Disnaker Provinsi Kepri dan Kota Batam menyampaikan sambutan, yang diikuti oleh pertunjukan seni budaya kuda lumping Gentayu hingga malam hari.

Ketua Umum DS Kepri Agus Purwanto menerangkan, dalam perjalanannya mengelola organisasi Dulur Sejati (DS) Provinsi Kepulauan Riau, berbagai suka dan duka telah dilewati peara pengurus.  Agus Purwanto juga menegaskan bahwa semua pengalaman tersebut adalah pelajaran berharga yang memperkuat ikatan antaranggota. “Mari kita belajar dari apa yang telah kita lakukan. Jangan selalu minta diurusi, tapi kita harus ikut mengurusi organisasi ini,” tegas Agus.

Organisasi DS ditegaskan bukan sekadar wadah kumpul-kumpul, melainkan gerakan sosial yang bertujuan membawa manfaat bagi banyak orang khususnya bagi anggota DS Kepri. Semakin banyak anggotanya, maka semakin luas pula jangkauan kebaikan yang bisa diberikan kepada masyarakat. “Dalam kegiatan-kegiatan DS, keikhlasan menjadi fondasi utama yang diyakini akan membawa keberkahan,” tutut Agus .

Pemanjatan doa sebelum dilakukannya pemotongan tumpeng
Pemanjatan doa sebelum dilakukannya pemotongan tumpeng

Ketua panitia acara juga mendapat apresiasi khusus atas kerja kerasnya. “Terima kasih atas kerja kerasnya. Karena itulah yang kita harapkan, keikhlasan yang membuat kita menjadi lebih baik,” ujar Agus Purwanto .  Dia menyebut nilai ikhlas dan kebersamaan ditekankan sebagai kekuatan utama DS untuk terus tumbuh dan berdaya.

“Kalau kita ikhlas pada saudara kita, maka saudara itu akan menjadi saudara sejati,” ucapnya penuh semangat. Ia mengajak seluruh anggota DS Kepri  untuk terus menjaga kekompakan,  menjunjung rasa saling peduli, dan memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

Sebagai penutup harapan, Ketua Umum DS Kepri menyampaikan doa agar kebersamaan yang telah terbangun ini bisa semakin solid. “Semoga DS akan selalu jaya selamanya, amin,” katanya yang langsung disambut antusias para peserta yang hadir dalam kegiatan internal organisasi tersebut.

Artati, S.Pd., M.M. selaku Pembina Dulur Sejati (DS) Kepri tetap menyampaikan ucapan terima kasih dan rasa bangganya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota DS yang telah berjuang menjaga kekompakan serta semangat sosial dalam dua tahun perjalanan organisasi ini. Baginya, konsistensi DS dalam mengabdi kepada masyarakat menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih kuat tertanam di hati para perantau.

Artati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras menyukseskan peringatan ulang tahun ke-2 DS Kepri. Ia menilai bahwa acara seperti ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum memperkuat tekad untuk terus menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat. Semangat gotong royong dan ikhlas yang ditanamkan di tubuh DS dinilainya sebagai modal utama dalam membangun organisasi yang tangguh dan bermanfaat.

Sebagai Pembina, Artati berharap DS Kepri terus tumbuh menjadi organisasi yang solid, inklusif, dan solutif, terutama dalam menghadirkan kebermanfaatan di bidang sosial dan ekonomi. Ia juga mendorong agar para anggota terus menjaga semangat persaudaraan, saling mendukung, dan menjadikan DS sebagai rumah bersama yang menghadirkan harapan dan kekuatan bagi siapa pun yang menjadi bagian di dalamnya.

Senada dengan Artati, Yanto yang akrab disapa Mbah Kakung selaku pembinan juga menyampaikan harapannya agar Dulur Sejati Kepri semakin matang dalam mengelola organisasi dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat awal DS yang dibangun atas dasar kekeluargaan, keikhlasan, dan saling menolong. “Jangan sampai kita lupa tujuan awal berdirinya DS, yaitu menjadi tempat bernaung dan saling menguatkan, bukan sekadar nama,” ujar Mbah Kakung dengan penuh makna.

Sebagai pembina, Mbah Kakung berharap regenerasi di tubuh DS terus berjalan, dan para anggota muda bisa mengambil peran lebih besar dalam menjaga kesinambungan organisasi. Ia juga mendorong agar kegiatan-kegiatan sosial semakin diperluas, menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan. “Semoga DS selalu diberi kekuatan, tetap rukun, dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi orang banyak,” tutupnya dengan nada penuh harap.

Dulur Sejati Wujudkan Fungsi Sosial Melalui Aksi Nyata di Masyarakat

Agus Purwanto selaku Ketua  Dulur Sejati Kepri menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Artati, S.Pd., M.M. selaku Pembina dan Yanto (akrab disapa Mbah Kakung) selaku Penasehat organisasi. Menurutnya, peran keduanya sangat besar dalam menjaga nilai-nilai kekeluargaan dan semangat gotong royong di tubuh DS Kepri. Dengan bimbingan dan arahan yang penuh ketulusan, DS mampu tumbuh sebagai organisasi yang solid, mandiri, dan bermanfaat bagi para anggotanya di berbagai sektor.

Tak lupa, Agus Purwanto  mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad, S.E., M.M., dan Wagub Nyanyang Harris Pratamura  serta Wali Kota Batam, Dr. H. Amsakar Achmad, S.Sos, MSi, dan Wawako Li Claudia Chandra yang telah menjadi pelindung dan pengayom bagi komunitas para tukang dan pekerja lapangan di seluruh penjuru Batam dan Kepri. “Bagi DS Kepri  perhatian dari kedua pemimpin daerah ini sangat berarti dalam memperkuat eksistensi DS Kepri sebagai wadah sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi, terutama bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari keterampilan dan kerja keras di lapangan.

Organisasi Dulur Sejati (DS) Provinsi Kepri telah banyak menunjukkan aksi sosial nyata kepada masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilakukan selama dua tahun terakhir, mulai dari membantu pembangunan mushola, hingga turun langsung merenovasi rumah warga yang membutuhkan. “Contoh bakti sosial, kadang kita ada di masyarakat ada orang mau bikin mushola, kita terjun ke sana,” ujar Ketua Umum DS Kepri Agus Purwanto.

Menurutnya, bentuk kepedulian itu tidak hanya bersifat materi, tapi juga kehadiran fisik dan moral. Ketika ada saudara yang membutuhkan, DS hadir menjadi garda terdepan. “Misalnya rumah saudara kita mau direnovasi, kita juga turun ke sana. Banyak sekali yang telah kami lakukan selama ini,” ungkapnya.

DS Kepri menyerahkan santunan kepada anak anak yatim
DS Kepri menyerahkan santunan kepada anak anak yatim

Organisasi DS Kepri ini terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, terutama bagi yang ingin mengambil bagian dalam kegiatan sosial atau sedang mencari wadah kebersamaan yang positif. Ketua Umum DS Kepri Agus Purwanto mengajak masyarakat yang masih di luar untuk ikut bergabung. “Monggo, mari bergabung bersama Dulur Sejati Kepri,” ajaknya.

Tak hanya sebagai ruang silaturahmi dan gotong royong, DS Kepri juga berusaha memberikan dampak ekonomi kepada anggotanya. Ia menyebut bahwa ke depan DS Kepri bisa menjadi tempat untuk saling berbagi informasi pekerjaan dan peluang usaha. “Insya Allah nanti di dalam DS, ada pekerjaan yang bisa kita berikan kepada saudara-saudara apabila membutuhkan,” tambahnya.

Dengan semangat kebersamaan, DS Kepri terus meneguhkan komitmennya untuk menjadi organisasi yang bukan hanya kompak di internal, tapi juga memberi manfaat besar bagi masyarakat luas. Jiwa sosial, keikhlasan, dan niat tulus untuk membantu sesama menjadi ciri khas gerakan ini yang terus tumbuh dari hati dan untuk kemanusiaan.

Kiprah DS Kepri sebagai Wadah Sosial yang Hadirkan Manfaat Nyata bagi Warga Batam

Ketua Ikatan Keluarga Besar Lampung (IKBL) Kepri, Erwin Sentosa (kiri)  hadir bersama Bendahara Umum Haryadi .

Ketua Ikatan Keluarga Besar Lampung (IKBL) Provinsi Kepulauan Riau, Erwin Sentosa, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Dulur Sejati (DS) Kepri atas kiprahnya selama dua tahun terakhir dalam membangun kebersamaan, kepedulian sosial, dan solidaritas antarsesama perantau. Memenuhi undangan DS Kepri ,  Erwin menyebut DS Kepri sebagai organisasi yang bukan hanya aktif dalam kegiatan silaturahmi, tapi juga nyata dalam memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sebagai salah satu pimpinan paguyuban yang juga memiliki anggota yang tergabung dalam DS, Erwin Sentosa merasa bangga melihat ada warga Lampung yang menjadi bagian dari organisasi ini. “Kami melihat DS Kepri ini menjadi rumah yang menampung berbagai elemen masyarakat dari latar belakang berbeda, termasuk saudara-saudara kita dari Lampung di Batam. Ini menunjukkan semangat persaudaraan yang luar biasa,” ujar Erwin Sentosa.

Menurutnya, keberadaan DS Kepri sangat strategis karena mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan solid di tengah masyarakat urban seperti Batam dan wilayah Kepri lainnya. Terlebih, DS Kepri tidak hanya sebatas komunitas sosial biasa, tetapi sudah menjelma menjadi organisasi yang turut mendorong kesejahteraan anggotanya melalui inisiatif ekonomi, bantuan sosial, hingga jaringan kerja yang saling menguatkan.

Erwin Sentosa juga menilai, keberpihakan DS Kepri terhadap masyarakat yang membutuhkan, termasuk aksi-aksi sosial seperti santunan dan gotong royong renovasi rumah warga, patut dicontoh oleh organisasi lainnya. Baginya, DS adalah simbol bahwa paguyuban bukan hanya wadah budaya, tapi juga kekuatan sosial yang riil dan menyentuh akar persoalan masyarakat bawah.

Sebagai penutup, Erwin berharap sinergi antara DS dan IKBL Kepri serta paguyuban lainnya bisa terus terjaga dan ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarorganisasi perantau dalam menjaga harmoni, menguatkan jaringan sosial, dan memperbesar manfaat bagi masyarakat luas. “DS Kepri telah memberi contoh baik. Semoga terus jaya dan semakin membawa manfaat untuk banyak orang,” tutupnya. (HQ2)

Ketua Kodat86 : Penertiban Reklame Kota Batam Kacau

Cak Ta'in Komari

Haqqnews.co.id – Pemusnahan reklame di Kota Batam dengan dalih penertiban menimbulkan kerugian bagi pengusaha. Terutama bagi pengusaha periklanan yang bangunan reklamenya sudah terpotong oleh tim Pemko Batam.

Temen-temen pengusaha advertising mengatakan mereka mengalami kerugian dobel, selain aset investasi bangunan reklame, juga harus mengembalikan dana tenan yang sedang kontrak penggunaan papa reklame. Beberapa bahkan ada yang terkena penalti alias bayar denda,” kata Ketua Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Cak Ta’in Komari SS kepada media, Rabu (9/7/2025).

Cak Ta’in melanjutkan di sisi Pemko Batam, untuk melakukan penertiban wilayah Batam Kota saja, kabarnya Pemko juga harus merogoh anggaran lebih 500 juta. Sementara pemerintah pusat sedang menyerukan efisensi anggaran di banyak sektor. Jika penertiban berlanjut dan tuntas seluruh wilayah Kota Batam, maka perkiraannya akan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 2 miliar.

Menurut Cak Ta’in, tidak jarang pengusaha juga telah membayar pajak atau retribusi reklame ke Dispenda Batam, maka itu juga harus mereka kembalikan. Karena pengusaha harus mengembalikan dana kepada tenan, bahkan ada yang harus ganti rugi atau terkena penalti.

“Kebijakan itu jadi perbuatan sewenang-wenang, main potong semua. Saya yakin, semua pengusaha advertising mendukung program pemerintah untuk menata kota lebih rapi dan indah, tapi seharusnya tetap memperhatikan keberlangsungan ekonomi, terutama bagi reklame yang masih terikat dengan tenan, setidaknya tunggu sampai habis kontraknya,” jelasnya.

Cak Ta’in menduga Pemko Batam asal bertindak, atas kebijakan menertibkan reklame. Seharusnya pemerintah membuat master plant terlebih dahulu melalui kajian secara komprehensif, tidak asal-asalan, baru melakukan penertiban. Namun yang terjadi sekarang sebaliknya, pemko langsung main bongkar semua, baru dikatakan ajak menyusun master plant.

“Menurutku sih ini kebijakan ngacau. Apa mereka sudah hitung sebelumnya kerugian yang bakal para pengusaha alami, apa mereka hitung berapa ribu orang yang bakal kehilangan pekerjaan, dan sektor lain yang bakal terpengaruh akibat pembongkaran reklame tersebut,” imbuhnya.

Bukan hanya pengusaha advertising yang mengalami kerugian, lanjut Cak Ta’in, sektor kelistrikan PLN Batam juga bakal kehilangan ribuan pelanggan dan kehilangan pendapatan miliaran dari penggunaan daya untuk reklame tersebut. “Berapa banyak PLN Batam kehilangan pendapatan dari sektor reklame ini? Saya yakin miliaran karena satu titik mereka dikenakan tarif sekitar Rp. 2,5 juta, jadi tinggal dikali jumlah bangunan reklame yang ada,” ujarnya.

Tidak Miliki Perencanaan yang Baik 

Cak Ta’in menilai, Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad dan Li Claudia Chandra tidak memiliki perencanaan yang baik dalam melaksanakan tugasnya. Seperti tidak paham akan skala prioritas yang harus dibereskan dalam pemerintahan, terutama menyangkut soal kemasyarakatan. Penanganan sampah yang masih amburadul, jalan di tempat. Pengelolaan air bersih yang masih sering gangguan dan kualitas rendah. Terutama penanganan soal banjir yang terjadi setiap kali turun hujan deras.

Sebelumnya Cak Ta’in juga menyoroti kebijakan Pemko dan BP Batam yang mau mengubah lahan timbunan terhadap Sungai Baloi di Perumahan Kezia menjadi taman kota sebagai kebijakan yang ngawur.

Menurutnya, penimbunan DAS sungai itu ada unsur pidana harusnya diproses hukum, dan lahan hasil timbunan dibongkar kembali, sebab itu ke depan dapat menimbulkan bahaya banjir yang lebih besar karena terjadi penyempitan DAS.

“Kita pengen lihat saja apa skala prioritas mereka sebenarnya, termasuk soal penertiban reklame itu, kalau nanti ujungnya dipasang seperti yang ada sekarang, ya apa artinya penataan. Kalau isu bakal dibuat kebijakan semua reklame harus videotron, apa pengusaha advertising punya kemampuan investasi. Faktanya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya reklame masih menjadi pemandangan di sepanjang jalan dan tempat strategis. Kalau dipaksakan pakai videotron, cahayanya mengganggu pengguna jalan tak? Ini kajiannya harus matang.” pungkasnya. (*/HQ1)

Menag Nasaruddin : Daftar Tunggu Haji Bakal Pendek

Menteri Agama Nasarunddin Umar

Haqqnews.co.id – Arab Saudi kemungkinan pada musim haji berikutnya tidak lagi akan membatasi jumlah jamaah, sehingga ada peluang memperpendek masa daftar tunggu.

Kabar baik ini terungkap langsung dari keterangan Menteri Agama, Nasaruddin Umar. “Dan ini (Arab) menghitung betul, bagaimana memungut dana sebesar-besarnya melalui potensi strategis dari potensi geografis yang Saudi Arabia miliki,” kata Nasaruddin, Selasa (8/7/2025) saat Peluncuran SGIE Report 2024/2025 di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat.

Menurut Nasaruddin, kemungkinan tak ada lagi pembatasan kuota haji dari pemerintah Arab Saudi mulai tahun depan. Ia melihat adanya pergeseran pendekatan yang berorientasi pada bisnis. “Karena itu juga musim haji akan datang itu juga tidak, kemungkinannya, tidak akan ada pembatasan,” imbuhnya.

Nasaruddin melihat konsultan-konsultan Arab Saudi banyak orang penting yang berasal dari Amerika Serikat. Ia juga mengungkap rencana pembangunan di Mina yang selama ini kerap menjadi hambatan dalam pelaksanaan haji.

“Ada rencana dalam waktu tidak lama, Mina yang menjadi hambatan itu nanti akan bertingkat menjadi 8 lantai, tidak lagi pakai tenda. Kemudian juga, Mina itu nanti akan ada jalan layang,” ungkapnya.

”Jadi, ke depan itu mungkin daftar tunggunya itu akan pendek dengan cara membuka sebanyak-banyaknya peluang untuk bisa menunaikan ibadah haji. Kenapa? Karena fasilitas Arafah-nya tidak ada masalah, tapi yang masalah itu adalah Mina. Di Mina itu nanti akan dibangun,” ujarnya.

Selain Mina, kawasan Masjidil Haram, imbuh Nasaruddin, akan diperluas. Termasuk menambah area tempat lempar jumrah hingga perluasan area Shafa dan Marwah. (HQ1)

HARRIS Barelang Batam Hadirkan Dua Promo Spesial Musim Liburan: “Family Fun Dip & Dine” dan “July Dreamcation”

Berkendara skuter listrik di HARRIS Barelang Batam.

Haqqnews.co.id  – Menyambut musim liburan sekolah dan pertengahan tahun, HARRIS Barelang Batam menghadirkan dua program unggulan.

Tujuan program, guna menghadirkan pengalaman liburan yang seru, santai, dan penuh tawa. Berikut programnya: Family Fun Dip & Dine serta July Dreamcation.

Family Fun Dip & Dine – Mulai dari IDR 400.000 nett 

Paket harian yang ideal untuk quality time bersama keluarga tanpa perlu menginap. Dengan hanya IDR 400.000 nett, tamu akan mendapatkan:

Akses gratis ke Kids Pool & Lagoon Pool untuk 2 dewasa dan 2 anak

Pilihan 2 snack dari Mix Platter, Pizza, Nachos, Sausage & Fries

Aktivitas seru: Ludo, Engklek, Water Polo, Beach Volleyball, Beach Tennis, Bean Bag Toss 

Akses ke Kids Playground

Archery experience dengan 32 anak panah untuk dibagi antar anggota keluarga

Foam Party seru setiap akhir pekan

Promo ini berlaku hingga 31 Juli 2025 dan cocok untuk keluarga yang ingin refreshing tanpa harus bepergian jauh.

July Dreamcation – Mulai dari IDR 950.000 nett 

Untuk tamu yang ingin staycation dengan suasana nyaman dan penuh hiburan, July Dreamcation menawarkan paket menginap lengkap:

1 malam di HARRIS Room Garden View

Sarapan untuk 2 dewasa dan 2 anak di bawah 6 tahun

1 (satu) pizza pilihan dari menu Rocksalt (dine-in only)

1 (satu) jam pengalaman berkendara scooter listrik bersama Quantum di area resort, cocok untuk eksplorasi santai yang ramah lingkungan

Paket ini berlaku untuk periode menginap 23 Juni – 30 Juli 2025. Tambahan biaya berlaku untuk upgrade kamar dan menginap di akhir pekan.

“Kolaborasi kami dengan Quantum melalui scooter listrik memberikan sentuhan unik dalam pengalaman staycation di HARRIS Barelang Batam. Tamu dapat menikmati keindahan resort secara menyenangkan dan eco-friendly,” ungkap tim Marketing HARRIS Barelang Batam. “Kami ingin liburan menjadi lebih dari sekadar menginap—tapi juga penuh petualangan dan kebahagiaan.”

Buat liburan keluarga Anda lebih hidup dan bermakna hanya di HARRIS Barelang Batam.

Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, silakan hubungi HARRIS Barelang Batam di Jl. Trans Barelang, Batam, melalui telepon di 0778 4091111, WhatsApp di 0815 3409 1111, atau email ke reservation.hbrl@the-ascott.com. Kunjungi juga situs resmi kami di https://www.discoverasr.com/en/harris/indonesia/harris-resort-barelang-batam.

Bisa pula mengunjungi link berikut : bit.ly/HARRISBARELANG.

(HQ1)

Hangatnya Guyub Rasa Yogya dalam Mubes Perdana ISKY Kota Batam, Sukatmanto: Jaga Silaturahmi

Sukatmanto (kanan) resmi terpilih sebagai Ketua Umum Induk Silaturahmi Keluarga Yogyakarta (ISKY) Kota Batam periode 2025–2030

HAQQNEWS.CO.ID – Hari Minggu, 6 Juli 2025 menjadi momen bersejarah bagi warga Yogyakarta yang tinggal di Batam. Untuk pertama kalinya, Musyawarah Besar (Mubes) Induk Silaturahmi Keluarga Yogyakarta (ISKY) Kota Batam digelar dengan penuh kekeluargaan di Aula SMK Muhammadiyah Batuaji. Ruangan dipenuhi kehangatan dan semangat guyub warga perantauan dari berbagai penjuru DIY.

Mubes ini dihadiri oleh tokoh-tokoh paguyuban dari lima wilayah kabupaten/kota di Yogyakarta. Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran Ketua KBG Gunung Kidul, Jumadi, yang datang langsung bersama para pengurusnya. Aura kekeluargaan dan saling menyapa menjadi warna utama suasana Mubes ini.

Tak hanya dari Gunung Kidul, perwakilan Sleman yang dipimpin dr. Sugeng Riyadi juga hadir. Ismanto mewakili Bantul, sementara Sugiono mewakili Kulon Progo. Perwakilan Kotamadya yang belum memiliki struktur resmi pun ikut hadir dan berkomitmen untuk segera membentuk kepengurusan.

Mubes pertama ISKY ini seperti oase bagi warga Yogya di Batam. Ada rasa rindu kampung halaman yang ditambal dengan pelukan kebersamaan dan tekad membangun jaringan kekeluargaan yang lebih kokoh di rantau.

Panitia Mubes Jumadi, mengatakan agenda utama Mubes I ini adalah Pemilihan Ketua Umum ISKY Kota Batam periode 2025–2030. Suasana sidang berjalan demokratis dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Yogyakarta yang menjunjung tinggi musyawarah dan mufakat.

“Ada tiga nama yang maju sebagai calon ketua umum dalam Mubes kali ini. Mereka adalah Sunaryono dari Keluarga Besar Bantul, Sarbowo dari Keluarga Gunung Kidul, dan Sukatmanto yang mewakili Keluarga Sleman Batam. Ketiganya dikenal aktif dalam kegiatan paguyuban serta memiliki pengalaman panjang dalam membina kebersamaan antarwarga,” kata Jumadi.

Setelah proses diskusi dan pertimbangan yang cukup matang, peserta Mubes secara mufakat menetapkan Sukatmanto sebagai Ketua Umum ISKY Kota Batam 2025 – 2030.  Penetapan dilakukan melalui mekanisme musyawarah dan disambut dengan tepuk tangan seluruh peserta yang hadir.

“Ya, tadi yang terpilih adalah saya sendiri, Sukatmanto, yang berasal dari Keluarga Besar Sleman. Ini amanah besar yang akan saya emban bersama-sama untuk membangun ISKY ke depan,” ujarnya Sukatmanto.

Sukatmanto resmi terpilih sebagai Ketua Umum Induk Silaturahmi Keluarga Yogyakarta (ISKY) Kota Batam periode 2025–2030. Ia terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat dalam Musyawarah Besar (Mubes) pertama ISKY yang digelar Minggu, 6 Juli 2025.

Pembentukan tim formatur juga langsung dilakukan dalam forum Mubes tersebut. Tim ini terdiri dari tujuh orang perwakilan kabupaten/kota se-DIY yang ada di Batam. Selain Sukatmanto sebagai ketua terpilih, forum juga menetapkan Sunaryono dari Keluarga Besar Bantul sebagai wakil ketua.

Tim formatur ini akan bertugas menyusun kepengurusan lengkap ISKY Batam serta merumuskan langkah awal organisasi. Seluruh proses dilakukan dengan semangat gotong royong dan mengedepankan prinsip kekeluargaan khas masyarakat Yogyakarta.

Dalam penyampaian visinya, Sukatmanto menekankan bahwa masa kepengurusan ISKY akan berlangsung selama lima tahun. Ia menyampaikan dua prioritas utama dalam program kerja yang diusungnya. “Pertama adalah penguatan ekonomi keluarga besar Yogyakarta di Batam melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan,” papar Sukatmanto.

Kedua, lanjut Sukatmanto bahwa ISKY Batam akan berperan aktif dalam pelestarian kebudayaan Jawa, khususnya nilai-nilai budaya Yogyakarta. “Kami membawa misi kesenian yang berbudaya dan bermartabat. Ini bukan hanya soal hiburan, tapi juga menjaga identitas dan jati diri warga Yogyakarta di perantauan,” tegasnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan ISKY Batam Periode 2025 – 2030 ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat asal Yogyakarta yang tinggal di Batam dapat bersatu dalam wadah bersama. Semangat silaturahmi, solidaritas, dan pemberdayaan menjadi pondasi utama organisasi ke depan. (HQ2)