28.5 C
Riau Islands
Sabtu 7 November 2026
spot_img
BerandaKepriNakhodai Al Hidayah, Dewi Ansar Ingin Bangun Perempuan

Batam

spot_img

Nakhodai Al Hidayah, Dewi Ansar Ingin Bangun Perempuan

Haqqnews.co.id  – Angin pesisir Bintan menyapu kawasan Hotel Resort Agro saat ratusan pasang mata menatap lekat ke arah panggung utama, pada Minggu (1/11/2026). Wakil Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Siti Marhamah Mujid menyerahkan pataka organisasi kepada Hj. Dewi Kumalasari Ansar. Penyerahan bendera ini menandai dimulainya sebuah amanah besar. Dewi kini resmi memimpin DPD Pengajian Al-Hidayah Provinsi Kepulauan Riau periode 2025-2030.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad menyaksikan langsung momentum pengukuhan tersebut. Ia memandang organisasi keagamaan memegang peran krusial dalam meredam dampak negatif perubahan zaman. Gempuran teknologi dan budaya luar menuntut masyarakat memiliki benteng moral yang kokoh. Karena itu, Ansar meminta Al-Hidayah mengambil peran strategis sebagai mitra pembangunan pemerintah daerah.

Pengajian masa kini tidak boleh sekadar menjadi ajang berkumpul dan mendengar ceramah agama. Mimbar majelis taklim harus bertransformasi menjadi ruang pembinaan akhlak dan penguatan ekonomi. Dewi Kumalasari menjawab tantangan tersebut dengan merumuskan empat program prioritas utama. Ia meletakkan pembangunan perempuan berkualitas sebagai jantung pergerakan Al-Hidayah Kepri lima tahun ke depan.

Langkah pertama Dewi menyasar fondasi terdalam masyarakat, yakni keluarga. Ia mendorong penguatan dakwah untuk membentuk ketahanan moral generasi penerus bangsa. Langkah kedua menyentuh urat nadi kemandirian ekonomi daerah. Pengurus Al-Hidayah akan melatih keterampilan kaum ibu, membesarkan usaha rintisan keluarga, dan mendampingi pelaku UMKM perempuan.

Kepedulian sosial menjadi pilar ketiga dalam cetak biru kepemimpinan Dewi. Ia menugaskan jajarannya merangkul keluarga prasejahtera, anak yatim, lansia, dan perempuan rentan. Pada langkah keempat, Al-Hidayah memperluas jaringan kerja nyata. Mereka merapatkan barisan dan bergandengan tangan dengan pemerintah serta lintas organisasi perempuan lainnya.

Bagi Dewi, perempuan memegang kemudi atas arah perubahan peradaban sebuah bangsa. Ia menempatkan kaum ibu sebagai madrasah pertama yang menanamkan nilai luhur kehidupan ke dalam sanubari anak-anaknya.

“Kita boleh memiliki organisasi, seragam, bahkan program yang berbeda. Namun, tujuan kita tetap sama, yaitu membangun perempuan yang berkualitas, keluarga yang sejahtera dan masyarakat Kepulauan Riau yang lebih baik,” tegas Dewi.

Kalimat penutup itu menggema merata menyapu seisi ruangan. Pesan ini mengukuhkan tekad Al-Hidayah untuk mencetak perempuan tangguh di beranda terdepan Indonesia. (*/hq1)

Artikel Terbaru