27.9 C
Riau Islands
Senin 27 Juli 2026
Beranda blog Halaman 10

BP Batam Luncurkan MANTAB: Senjata Baru Lawan Pengangguran 7,68 Persen

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad meluncurkan Manajemen Talenta Batam (MANTAB), pada Senin (8/12/2025).

Haqqnews.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam resmi meluncurkan inovasi Manajemen Talenta Batam (MANTAB) pada Senin (8/12) di Balairungsari Lantai 3, Gedung BIDA Utama BP Batam, Batam Center. Program berbasis teknologi ini dirancang khusus untuk mengatasi tingkat pengangguran terbuka di Batam yang mencapai 7,68% pada 2024—jauh di atas rata-rata nasional 4,82%—serta mengurangi mismatch keterampilan antara tenaga kerja lokal dan kebutuhan industri.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad memimpin acara peluncuran yang dihadiri Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Francis, Direktur Pengembangan KPBPB & KEK Irfan Syakir Widyasa, serta Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan. MANTAB memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) sebagai sistem terintegrasi untuk menciptakan talenta siap kerja, sekaligus menjadikan Batam sebagai pusat investasi global yang kompetitif dengan daya saing tinggi.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masalah ketenagakerjaan di Batam semakin mendesak. Dari 33.795 lamaran kerja yang masuk ke industri sepanjang 2024, hanya 5,56% yang lolos seleksi karena keterampilan pelamar belum sesuai standar perusahaan.

Baca Juga :

Kepri Jobless Growth: Ekonomi Meroket Kurang Serap Tenaga Kerja

Pengangguran Kepri Terparah Kedua Se-Indonesia

Industri Tumbuh, Rakyat Tertinggal: BI – PWI Kepri Dorong Ekonomi Inklusif

Fary Francis menekankan bahwa MANTAB menjadi jembatan krusial untuk mengatasi kesenjangan ini. “Batam memiliki potensi industri besar, tapi sering kali kemampuan tenaga kerja tidak match dengan kebutuhan. MANTAB menghubungkan talenta lokal dengan permintaan pasar nyata, sehingga pencari kerja bisa tingkatkan kompetensi secara tepat sasaran,” ungkap Fary.

Program ini tidak hanya fokus pada pelatihan digital, tapi juga memetakan kebutuhan industri secara real-time melalui AI, memungkinkan pelamar kerja mengikuti kursus yang relevan sebelum melamar. Dengan demikian, BP Batam berharap angka pengangguran bisa turun signifikan di tahun-tahun mendatang, sambil mendukung pertumbuhan ekonomi Batam sebagai kawasan ekonomi khusus yang atraktif bagi investor. Peluncuran MANTAB ini menjadi komitmen konkret BP Batam untuk memberdayakan SDM lokal menghadapi era industri 5.0. (*/hq1)

PWI Tanjungpinang Buka Pintu Kolaborasi Pendidikan Jurnalistik dengan UMRAH

Berpose bersama Rektor Umrah Rektor Umrah Prof Agung Dhamar Syakti (berdasi) didampingi Wakil Rektor III UMRAH Suryadi, Ketua PWI Tanjungpinang Suhardi, dan para pengurus dan anggota usai audiensi di gedung Rektorat Ismeth Abdullah, Senin 8 Desember 2025. (Foto: Dokumen PWI Tanjungpinang)

Haqqnews.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang melakukan audiensi dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang pada Senin (8/12/2025). Pertemuan ini ditandai sebagai langkah awal strategis untuk memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan jurnalistik, sekaligus membuka peluang sinergi antara dunia pers dan institusi akademik di wilayah Kepulauan Riau.

Ketua PWI Tanjungpinang, Suhardi menjelaskan bahwa audiensi tersebut merupakan wujud nyata komitmen organisasinya dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, terutama institusi pendidikan tinggi. Ia juga menegaskan posisi kepengurusan PWI pasca-penyelesaian dualisme melalui Kongres Persatuan PWI pada Maret lalu, di mana kepengurusan Kepri yang sah kini berada di bawah Ketua Saibansah Dardani.

“Prinsipnya, visi dan misi PWI adalah kolaborasi dengan para stakeholder. Fokus utama kami tentu berkaitan dengan pendidikan, pelatihan, hingga peningkatan kompetensi wartawan dan generasi muda,” ujar Suhardi pada pertemuan itu.

Suhardi memaparkan secara rinci sejumlah program PWI, mulai dari Sekolah Jurnalistik Raja Ali Kelana, berbagai pelatihan dan workshop jurnalistik, hingga program PWI seperti Goes to Campus. Program tersebut secara khusus dirancang untuk memberikan edukasi jurnalistik praktis kepada mahasiswa dan kalangan muda.

“Harapannya, program-program ini bisa dijalankan di UMRAH bahkan di setiap sekolah di Tanjungpinang. Untuk tahun 2026, kami menargetkan implementasi yang lebih luas, mengingat perkembangan dunia jurnalistik saat ini sangat pesat seiring kemajuan teknologi digital dan media sosial,” tambah Suhardi dengan optimis.

Di sisi lain, Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA., menyambut baik kunjungan rombongan PWI Tanjungpinang. Ia menilai peluang kolaborasi ini sangat strategis, khususnya dalam meningkatkan pemahaman literasi media dan keterampilan jurnalistik bagi mahasiswa maupun dosen. “Saya mengapresiasi kedatangan PWI Tanjungpinang. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi jurnalistik. Semoga kerja sama ini berjalan baik dan menjadi manfaat nyata bagi dunia akademik serta pengembangan sumber daya manusia di bidang pers,” ujar Agung dengan nada antusias.

Lebih lanjut, Agung menyatakan bahwa UMRAH siap mendukung penuh berbagai program pendidikan jurnalistik dari PWI, termasuk pelatihan menulis berita, literasi media digital, hingga kegiatan akademik bersama seperti seminar dan lokakarya. “Jika pelatihan dan pendidikan jurnalistik bisa dilaksanakan di kampus kami, UMRAH siap melibatkan dosen dan mahasiswa secara maksimal dalam kegiatan tersebut,” tutup Rektor UMRAH tersebut, menegaskan kesiapan institusinya untuk mewujudkan sinergi jangka panjang. Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi program-program bersama yang lebih masif di masa depan. (*/hq1)

Mari Hadir, Mari Peduli: PWI-Rumahitam Ajak Batam & Kepri Menyapa Luka Sumatera

Foto banner.

Haqqnews.co.id – Kepedulian mulai mengalir di tengah duka yang menyelimuti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat banjir bandang dan longsor. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau bersama PWI Batam dan komunitas seni Rumahitam bergandeng tangan menggelar malam amal bertajuk “Malam Sastra Sumatera Luka” — sebuah panggung solidaritas yang memadukan seni, empati, dan kemanusiaan.

Ketua Bidang Seni Budaya PWI Kepri sekaligus Presiden Rumahitam, Tarmizi, menyebut acara ini lahir dari rasa senasib-sepenanggungan. “Kami ingin mengirimkan pesan bahwa seni pun bisa menjadi jalan untuk peduli. Lewat puisi dan kata, kita berbagi rasa dengan saudara-saudara yang sedang berduka,” imbuhnya.

Acara akan digelar Sabtu, 6 Desember 2025, pukul 19.30 WIB di Suratan Coffee Rumahitam, Sekupang, Kota Batam. Sejumlah penyair dari Batam, Singapura, dan Malaysia dijadwalkan tampil membawa puisi dan orasi kemanusiaan. Semua hasil donasi akan dialokasikan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa Malam Sastra Sumatera Luka bukan ajang hiburan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab bersama. “Siapa pun boleh hadir, menyumbang, dan menyuarakan kepeduliannya. Ini tentang kemanusiaan, bukan sekadar acara seni,” ucapnya.

Menurut data BNPB per 3 Desember 2025, bencana di tiga provinsi itu telah menyebabkan 753 korban meninggal, 650 hilang, dan lebih dari 2.600 luka-luka, disertai kerusakan ribuan rumah dan fasilitas publik. Meski akses ke banyak daerah terpencil masih sulit, bantuan terus diupayakan.

Melalui Malam Sastra Sumatera Luka, PWI Kepri, PWI Batam, dan Rumahitam menunjukkan bahwa solidaritas tak selalu berbentuk bantuan material. Kadang, sebaris puisi dan ketulusan rasa bisa mengobarkan harapan — bahwa dari Batam dan Kepri, ada kasih yang mengalir untuk Sumatera. (*/hq1)

PWI Kepri Ikut Suarakan Penguatan Pengawasan Pemilu dalam Rakor Bawaslu

Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril Putra memberikan piagam kepada dua narasumber, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani dan staf pengajar di FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Rudi Rohi. (Foto: Dok. Bawaslu Kepri)

Haqqnews.co.id – Perbincangan tentang masa depan pengawasan pemilu menghangat di Batam. Dalam Rapat Koordinasi Kelembagaan Penguatan Pengawasan Pemilu dan Pilkada di Hotel Pacific Palace, Selasa (2/12/2025), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepri menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri, akademisi, dan berbagai organisasi masyarakat.

Ketua Bawaslu Kepri, Zulhadril Putra, menegaskan bahwa menjaga integritas pemilu adalah tanggung jawab bersama. Menurutnya, pengawasan tidak bisa hanya dibebankan pada lembaga Bawaslu semata.

“Kita butuh partisipasi luas masyarakat agar pengawasan lebih tajam dan efektif,” ujarnya.

Dukungan senada datang dari Dr. Rudi Rohi, akademisi Universitas Nusa Cendana, yang mendorong agar Bawaslu ditingkatkan menjadi komisi setara KPU. Menurutnya, beban pengawasan yang semakin kompleks membutuhkan lembaga pengawas yang lebih kuat dan mandiri.

“Bawaslu menentukan dua dari tiga pilar demokrasi kita. Sudah sepantasnya diperkuat,” tuturnya.

Dari sisi media, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa pers punya peran strategis dalam memastikan proses pemilu tetap jujur dan transparan. Ia mengingatkan agar jurnalis mematuhi Kode Etik Jurnalistik demi mencegah disinformasi.

“Pers adalah penjaga ruang publik. Berita yang akurat dan berimbang adalah bentuk pengawasan moral terhadap demokrasi,” imbuhnya.

Rakor ini dihadiri perwakilan kampus, organisasi kepemudaan, lembaga adat, serta komunitas pengawas partisipatif. Atmosfer diskusi berjalan kritis namun produktif — menandakan bahwa pengawasan pemilu bukan hanya urusan teknis, tapi fondasi moral bagi masa depan demokrasi Indonesia. (*/hq1)

Desember Spesial di HARRIS Barelang Batam: Dari BBQ Natal hingga Countdown Tropis yang Meriah

HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Haqqnews.co.id – HARRIS Barelang Batam resmi meluncurkan rangkaian lengkap penawaran akhir tahun 2025, mulai dari perayaan Starlit Christmas dan Tropical Fiesta New Year’s Eve hingga dua paket staycation terbaru: Weekday Escape dan Weekend Escape. Penawaran ini dirancang untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi para tamu yang ingin berlibur, bersantai, atau merayakan momen spesial bersama keluarga.

Perayaan Starlit Christmas kembali hadir pada 25 Desember 2025 dengan suasana Natal yang meriah. Tamu akan menikmati BBQ Dinner mewah, dekorasi Natal, kids buffet, serta hiburan spesial seperti pertunjukan sulap dari Rio the Magician dan kehadiran Santa & Santarina. Tiket dimulai dari IDR 450.000 nett dengan harga early bird hingga pertengahan Desember. Untuk yang ingin menginap, paket kamar dimulai dari IDR 2.200.000 nett per malam.

Perayaan Tropical Fiesta akan berlangsung pada 31 Desember 2025 dan menghadirkan gala dinner bertema tropis, live band, DJ performance, face painting, magician, serta HARRIS Mini Games menjelang hitungan mundur Tahun Baru. Harga paket dinner dimulai dari IDR 800.000 nett dengan diskon 10% hingga 10 Desember 2025. Paket kamar dimulai dari IDR 3.500.000 nett per malam.

Selain acara perayaan, HARRIS Barelang Batam juga meluncurkan dua paket liburan pendek yang berlaku pada 1–20 Desember 2025:

HARRIS Barelang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Weekday Escape

Tersedia mulai Minggu hingga Jumat, Weekday Escape dibanderol mulai dari IDR 1.100.000 nett sudah termasuk kamar Garden View, sarapan untuk keluarga, tiga kelapa muda di Rocksalt Beach Club, serta satu jam pengalaman electric scooter di area resort. Tamu juga dapat menambah Garden BBQ hanya dengan IDR 250.000 untuk dua orang.

Weekend Escape

Berlaku khusus hari Sabtu, Weekend Escape ditawarkan mulai dari IDR 1.400.000 nett dan sudah termasuk sarapan, voucher Barelang Night Market, serta satu jam penggunaan electric scooter — cocok untuk keluarga yang mencari liburan singkat dan menyenangkan.

Kutipan dari Manajemen

“Menjelang musim perayaan, kami ingin memberikan lebih banyak pilihan bagi tamu kami — baik yang ingin merayakan, bersantai, maupun menikmati staycation singkat,” ujar Bart Van Jan den Brink, General Manager HARRIS Barelang Batam.

“Acara Natal dan Tahun Baru kami telah menjadi ciri khas HARRIS Barelang, dan dengan paket Escape ini, kami memperluas pengalaman bagi tamu yang ingin menikmati liburan lebih awal.”

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi +62 815 3409 1111 atau email reservation.hbrl@the-ascott.com. Ikuti terus update kami di bit.ly/HARRISBARELANG dan instagram @HARRIS_barelang. (*/hq3)

Banjir Sumatera Bayangi Inflasi Nataru di Kepri-Batam

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, S.E., M.M., memimpin rapat koordinasi TPID dan TP2DD di Kantor Gubernur Kepri, Senin (24/11/2025).

Haqqnews.co.id – Banjir bandang di Sumatra Utara mengancam pasokan pangan utama beras, cabai, dan sayuran, serta memicu risiko lonjakan harga barang kebutuhan pokok hingga 3,5 persen. Musim hujan yang mengguyur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Kota Batam kian menimbulkan tekanan inflasi, terutama menjelang puncak Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, inflasi November 2025 melandai menjadi 0,23 persen (mtm) dan sudah mencapai 3,00 persen (yoy), dengan kontribusi terbesar dari sektor transportasi, BBM, serta komoditas pangan seperti kangkung dan cabai merah.

Pemerintah sendiri melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 38 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, telah menetapkan target inflasi nasional dengan kisaran sasaran 2,5 ± 1 persen (yaitu 1,5-3,5 persen).

Sebelumnya, Gubernur Ansar Ahmad melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperingatkan potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem BMKG, seperti hujan lebat dan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Kepri. “Cuaca buruk dan banjir Sumut bisa memutus rantai pasok, ditambah lonjakan permintaan Nataru – kami petakan stok intensif untuk subsidi transportasi udara,” tegas Ansar dalam High Level Meeting TPID, 24 November 2025.​

Di Batam, inflasi lokal mencapai 0,25 persen (mtm), didorong tarif penerbangan dan harga ikan selar, sementara Pemko menyiapkan 52.000 paket sembako murah Rp52.000 per paket mulai awal Desember.

Namun BPS optimistis inflasi terkendali di bawah 3,5 persen dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bantuan digital farming, meski tekanan global seperti BBM ikut berpengaruh.

Kini TPID memperketat koordinasi OPD, BUMN pangan, dan BI untuk jaga stabilitas harga hingga Lebaran 2026. (*/hq1)​

Industri Tumbuh, Rakyat Tertinggal: BI – PWI Kepri Dorong Ekonomi Inklusif

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro (rompi hitam) foto bersama Pengurus dan Dewan Kehormatan PWI Provinsi Kepri serta staf BI Provinsi Kepri lainnya di Volla Social House Batam Center, Senin (1/12/2025).

Haqqnews.co.id – Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang ditopang industri besar belum sepenuhnya berpihak pada masyarakat lokal. Tingginya angka pengangguran, khususnya di Batam sebagai kota industri, menjadi sorotan utama dalam diskusi silaturasa antara Bank Indonesia (BI) Kepri dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri di Volla Coffee and Roastery, Batam Center, Senin (1/12/2025).

Kepala Perwakilan BI Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, menegaskan pentingnya mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di wilayah ini.

“Ekonomi akan sehat bila masyarakat lokal punya akses ke aktivitas industri besar yang ada. Saat dominasi investasi ekspor dan industri besar tidak diikuti dengan keterlibatan tenaga kerja lokal, maka pertumbuhan jadi kurang berkualitas dan tidak berdampak luas,” imbuh Rony.

Menurut BI Kepri, tingkat pengangguran di Batam masih tinggi meski wilayah ini digenjot sebagai kawasan ekspor dan bebas bea (Free Trade Zone/FTZ). Dominasi industri berskala besar yang kurang terintegrasi dengan pelaku ekonomi lokal dinilai menjadi salah satu penghambat terciptanya efek berantai positif bagi masyarakat.

Baca Juga :

Kepri Jobless Growth: Ekonomi Meroket Kurang Serap Tenaga Kerja

Batam, Natuna, dan Anambas Penggerak Utama Ekonomi Kepri

Kepri Kaya Maritim: Fakta Hebat, Realisasi Seret!

Persoalan serupa juga dialami Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. PWI Kepri mencatat, UMKM Batam kesulitan memperluas pemasaran akibat aturan cukai tinggi hingga 40 persen jika mengirim produk ke luar daerah pabean. Kendala regulasi tersebut dinilai menghambat laju pertumbuhan UMKM.

Menanggapi hal itu, Rony menyampaikan solusi berupa pembebasan cukai terhadap produk lokal berbahan baku domestik yang perlu dikampanyekan secara luas kepada pelaku usaha. Selain itu, BI Kepri terus mendorong digitalisasi UMKM dengan implementasi QRIS—bukan hanya sebagai alat transaksi, tapi juga membuka peluang akses data untuk perbankan dan pembiayaan.

“Kita akan lakukan sosialisasi lebih masif dan pelatihan digitalisasi bagi UMKM. Dukungan BI akan menyasar penguatan ekosistem dan kolaborasi lintas pihak,” jelas Rony.

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, mengapresiasi langkah BI membuka akses serta peluang pasar nasional secara luas bagi UMKM Batam melalui sistem klasterisasi. “Regulasi yang memberatkan UMKM harus segera dicarikan jalan keluar. Kolaborasi membuka akses pasar nasional adalah kunci agar UMKM mampu bertahan di tengah derasnya investasi asing,” ujarnya.

Sinergi BI Kepri dan PWI Kepri diharapkan dapat mempercepat tumbuhnya ekonomi inklusif di Batam dan Kepulauan Riau, sehingga kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh pelaku industri besar, tetapi juga masyarakat dan sektor usaha kecil menengah. (*/hq1)

Gurindam Kosmopolitan Meluncur: Api Budaya Kepri Bangkit di Pelukan PWI

Peluncuran ''Gurindam Kosmopolitan'' karya Ramon Damora, pada Kamis malam (27/11/2025) di Kampus Galileo, Batam.

Haqqnews.co.id – Dunia literasi Kepulauan Riau bergetar hebat saat Aula Kampus STIE Galileo menjadi panggung sakral peluncuran Gurindam Kosmopolitan (Rampai Esai Budaya) karya budayawan dan jurnalis senior Ramon Damora, Kamis malam (27/11/2025).

Buku rampai esai ini bukan sekadar tumpukan kertas; ia adalah manifesto sikap Melayu modern yang terbuka pada hembusan peradaban global, yang lahir dari dukungan Dinas Pariwisata Kota Batam, yang murah hati.

Acara ini sekaligus melahirkan gagasan untuk membentuk Akademi Raja Ali Kelana PWI Kepri, wadah strategis untuk menyalakan obor kajian literasi dan kebudayaan di kalangan wartawan serta masyarakat.​

Ramon Damora, putra Muara Mahat Kampar (lahir 2 April 1978) yang kini merintis karya di Batam, tak henti menegaskan profesi wartawan budaya sebagai jendela lebar ke ufuk dunia.

“Sikap Melayu terbaik hari ini adalah kosmopolitan, terbuka pada peradaban dunia,” tegasnya, sambil berharap bukunya membuka pintu bagi karya-karya wartawan lain.

Ramon Damora dan Ardiwinata.

Saat peluncuran buku, hadir Kepala Dinas Pariwisata Ardiwinata, Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani, dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri Marganas Nainggolan, menegaskan Ramon bukanlah pejuang sepi—dukungan penuh mengalir deras.

​Suasana haru memuncak saat Dr. Suyono S.E., M.M. dari UIB membacakan puisi dadakan untuk sahabatnya, menyebut Gurindam Kosmopolitan sebagai monumen literasi berpijak pada pengalaman filosofis mendalam. Saibansah Dardani memuji Ramon sebagai sosok langka yang menjaga api budaya di tengah profesi tak populer seperti kesepian, sementara Ardiwinata menekankan kedalaman kata demi kata dalam karya ini. Serta Marganas Nainggolan yang menyebut Ramon jangan kesepian,”Kami selalu ada di samping Anda. Teruslah berjuang.”​ (*/hq1)

Ahli Pers: Wartawan Kepri Dilarang Tulis Berita dengan Itikad Buruk

Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani (kanan) bersama Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, di kantor Dewan Pers Jakarta. (Foto: Dokumen PWI Kepri).

Haqqnews.co.idMaraknya penyalahgunaan profesi jurnalistik oleh oknum tertentu kini menjadi perhatian serius di Kepulauan Riau (Kepri). Media yang sejatinya berfungsi sebagai penjaga integritas informasi, mulai tercoreng oleh praktik tidak etis demi kepentingan pribadi.

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat dan jurnalis profesional, yang menuntut setiap wartawan agar tetap berpegang teguh pada kode etik.

Saibansah Dardani, Ahli Pers Dewan Pers di Kepri, mengingatkan seluruh wartawan untuk tidak menulis berita dengan itikad buruk.

“Wartawan Indonesia dilarang menulis berita dengan motif buruk, sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik,” ujar Saibansah.

Ia menyoroti, fenomena terkini menunjukkan adanya media yang sengaja melakukan serangan terhadap individu. Menurutnya, bahkan memasang niat untuk membuat berita demi kepentingan pribadi merupakan pelanggaran serius.

“Menyerang kehormatan pribadi atau lembaga tanpa konfirmasi adalah tindakan yang dilarang, sesuai Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Saibansah menekankan pentingnya profesionalisme dan kepatuhan wartawan terhadap Undang-Undang Pers, kode etik jurnalistik, dan peraturan Dewan Pers. “Ini adalah koridor dan panduan utama kita sebagai jurnalis,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan jika wartawan mengabaikan kaidah ini, mereka akan kehilangan perlindungan hukum dari Dewan Pers dan Undang-Undang Pers ketika melakukan pelanggaran.

Saibansah juga mengungkap adanya oknum wartawan yang memanfaatkan profesinya untuk memeras, yakni dengan menerbitkan berita negatif lalu menawarkan penghapusan (take down) berita.

“Dewan Pers jelas melarang praktik penghapusan berita. Setiap berita yang sudah dipublikasi adalah hak masyarakat,” katanya.

Pengecualian hanya berlaku untuk berita yang benar-benar mengancam keamanan negara. “Berita yang dapat membahayakan negara, itulah satu-satunya yang bisa dihapus,” imbuh Saibansah. (*/hq1)

Kepri Kaya Maritim: Fakta Hebat, Realisasi Seret!

Foto ilustrasi.

Haqqnews.co.id – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyimpan potensi kemaritiman yang luar biasa hebat, tetapi hingga kini pemanfaatannya masih jauh dari harapan. Realisasinya seret!

Wilayah Kepri mempunyai lebih dari 2.400 pulau dan sebagian besar berupa perairan, menjadikannya salah satu jalur pelayaran internasional paling strategis di Asia Tenggara.

Dari data yang dihimpun dan diolah oleh Haqqnews, menunjukkan sektor perikanan tangkap di Kepri mempunyai potensi hingga 1,7 juta ton per tahun, tapi yang berhasil ditangkap baru sekitar 305 ribu ton. Begitu pula dengan sektor budidaya, dari potensi 466 ribu hektare, para pelaku usaha baru memanfaatkan sekitar 7 ribu hektare.

Peluang besar lain dari jasa labuh jangkar, industri bioteknologi maritim, dan pariwisata bahari hingga kini masih terbuka lebar, namun belum tergarap, sehingga hasilnya masih nihil.​​

Mengutip Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, yang menegaskan sikapnya di forum resmi seperti Rakernas Ikatan Sarjana Melayu dan Kepri Economic Forum 2025. Ansar menyebut, kemaritiman adalah identitas dan kekuatan ekonomi utama Kepri.

“Optimasi belum sempurna, dan kami terus dorong regulasi teknis, investasi pengelolaan laut, serta penguatan SDM agar potensi laut bisa benar-benar dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Ansar.

Ia juga mengakui Kepri sebagai Permata Biru Ekonomi di Gerbang Utara Indonesia, berada di jalur perdagangan internasional Selat Malaka dan ALKI I yang dilewati lebih dari 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahun. Ansar yakin, situasi ini merupakan peluang sekaligus tantangan besar yang harus dikelola optimal.​

Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin, memperkuat dorongan agar Pemprov Kepri mengembangkan sektor perikanan budidaya skala besar seperti di Arab Saudi dan memaksimalkan BUMD transportasi laut. “BUP Kepri memiliki saldo belasan miliar rupiah. Dana ini bisa dijadikan modal awal pengadaan armada kapal cepat tujuan internasional seperti Singapura,” ujarnya. Wahyu menilai, armada milik daerah bukan hanya sumber PAD baru, namun juga menjadi solusi menekan harga tiket yang selama ini tinggi, sehingga mobilitas dan pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan makin terdorong. (hq1)