Haqqnews.co.id Presiden Prabowo Subianto mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Prabowo kemudian resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Bendahara Negara yang baru untuk sisa masa jabatan 2024-2029. Hal ini menandai perombakan atau reshuffle kabinet keenam pada era pemerintahan Prabowo.

Purbaya meninggalkan kursi menteri setelah satu tahun menjabat. Prabowo sebelumnya melantik Purbaya pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani. Istana Kepresidenan tidak merilis alasan resmi di balik pemberhentian mendadak ini. Keputusan tersebut tak pelak memicu berbagai sorotan di ruang publik.

Sejumlah pengamat ekonomi mengaitkan pencopotan ini dengan pernyataan kontroversial Purbaya terkait proyek Kereta Cepat Whoosh. Purbaya sebelumnya menyebut pemerintah akan mencicil utang proyek tersebut hingga 80 tahun ke depan. Ia menaksir beban cicilan mencapai Rp1 triliun per tahun.

Saat itu, Purbaya menegaskan pemerintah memiliki dana untuk melunasi kewajiban tersebut. “Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga,” klaim Purbaya. Pernyataan ini menuai kritik tajam karena dinilai membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk jangka waktu yang sangat panjang.

Kini, Prabowo memercayakan stabilitas keuangan negara kepada Suahasil Nazara. Suahasil memiliki rekam jejak panjang di kementerian tersebut. Ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019. Prabowo berharap Suahasil mampu menjaga ketahanan fiskal Indonesia menghadapi dinamika ekonomi global. (*/hq4) 

Editor: Suhardi