Haqqnews.co.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) kini sedang berada dalam fase “galau nasional”. Meski Gaji ke-13 tahun 2026 sudah mendarat di rekening sejak awal pekan lalu, isinya ternyata belum utuh. Ibarat pesan makanan online, yang datang baru nasinya saja, sedangkan “lauk” berupa Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) masih tertinggal di dapur pemerintah.
Padahal, resep pencairan ini sudah baku dalam PP Nomor 9 Tahun 2026 dan PMK Nomor 13 Tahun 2026. Aturan tersebut mewajibkan Gaji ke-13 dibayar penuh sesuai komponen penghasilan bulan Mei 2026, termasuk gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, jabatan, hingga TPP.
Baca Juga: Gaji ke-13 ASN 2026 Wajib Utuh Tanpa Potongan Pajak
Hebatnya lagi, pemerintah pusat sudah menjamin dana ini bersih dari potongan pajak. Seluruh Pajak Penghasilan (PPh) ditanggung sepenuhnya oleh negara (PPh DTP). Jadi, nominal yang masuk ke rekening ASN seharusnya tetap tegak lurus alias utuh tanpa “sunatan” administrasi.

Dana Sudah Standby
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, Misni, menegaskan bahwa anggaran gaji ke-13 dari dari Dana Alokasi Umum (DAU) sebenarnya sudah siap sedia. Masalahnya, uang tersebut masih tertahan di proses verifikasi berkas Surat Perintah Membayar (SPM) pada masing-masing dinas.
Lihat Juga : Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan 2026 Cair 2 Juni, Negara Tanggung Pajak
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kepri mengaku masih menunggu kelengkapan dokumen dari tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Alhasil, pencairan pun dilakukan bertahap, yang bikin sebagian pegawai merasa kena ghosting karena TPP mereka tak kunjung muncul di notifikasi m-banking.
Dompet Meleyot
Keterlambatan ini terasa makin mencekam karena bertepatan dengan musim pendaftaran sekolah. Para orang tua harus memutar otak agar anak-anak mereka tetap bisa bergaya dengan seragam baru.
“Kalau cuma gaji pokok yang cair, itu cuma mampir sebentar buat bayar utang sembako. Padahal kita sudah incar TPP buat bayar uang pangkal SMA anak yang harganya bikin meriang,” kisah seorang ASN di Dompak Tanjungpinang dengan tawa getir.
Bahkan, saking seretnya keuangan, muncul guyonan pahit di kalangan pegawai bahwa bukan hanya anaknya yang masuk sekolah, tapi SK pengangkatan mereka juga bakal “sekolah” alias digadaikan ke bank demi menyambung hidup. ASN Kepri kini hanya bisa berharap pemerintah daerah segera menuntaskan sisa pembayaran sebelum tahun ajaran baru benar-benar dimulai, agar mereka bisa kembali bekerja dengan hati yang full senyum. (*/hq2)

