back to top
27.1 C
Riau Islands
Kamis 12 Maret 2026
BerandaKepriMegaproyek Kepri Vs Peringatan Prabowo: Siapa yang Akan Mundur?

Batam

Megaproyek Kepri Vs Peringatan Prabowo: Siapa yang Akan Mundur?

Haqqnews.co.id Pemprov Kepri ngotot untuk membangun monumen 60 meter di Pulau Penyengat. Mekipun Presiden Prabowo baru saja menegaskan: uang negara bukan untuk monumen.

Rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membangun Tugu Bahasa setinggi 60 meter di Pulau Penyengat memantik kontroversi. Proyek itu berbenturan langsung dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menolak keras penggunaan anggaran negara untuk mendirikan monumen.

Pernyataan Prabowo dan rencana Kepri memang tidak bersinggungan secara langsung di ruang yang sama. Namun keduanya berdampingan dalam waktu yang sangat berdekatan—dan membentuk kontradiksi yang sulit diabaikan publik.

Presiden Sudah Bicara

Pada 9 Maret 2026, Prabowo meresmikan 218 jembatan sekaligus mengirim pesan keras kepada jajarannya. Ia menyebut masih ada pihak di pemerintahan yang lebih memilih membangun monumen besar dan gedung mewah ketimbang infrastruktur yang menyentuh rakyat langsung.

“Kami jauh lebih bangga membangun jembatan kecil di pelosok daripada monumen megah,” ujar Prabowo.

Ia mencontohkan jembatan gantung pedesaan yang menyelamatkan anak-anak sekolah dari bahaya menyeberangi sungai. Bagi Prabowo, itulah infrastruktur yang benar-benar strategis.

Kepri Bergeming

Tiga pekan sebelum pernyataan Prabowo, Gubernur Kepri Ansar Ahmad justru mengumumkan pembangunan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Menara ber-lift itu ditargetkan rampung dalam dua tahun.

Ansar berargumen Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya akar Bahasa Indonesia. Monumen ini, kata dia, penting untuk memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus mendorong pariwisata daerah.

Pemprov Kepri sampai harus meminjam ke Bank Jawa Barat (BJB) demi membangun monumen bahasa tersebut. Namun skema proyek secara rinci Pemprov Kepri belum mengumumkannya ke publik. (*/hq2)

Artikel Terbaru