Haqqnews.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). Mantan Wakil Menteri Pertanian ini menggantikan Nanik S. Deyang yang mundur karena alasan kesehatan.
Sudaryono langsung menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas lembaga pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengancam akan menindak tegas pihak mana pun yang mencoba mencari keuntungan pribadi dari program tersebut. Ia meminta masyarakat segera melaporkan dugaan penyelewengan anggaran kepada aparat penegak hukum.
“Siapa pun itu yang melakukan tindakan tidak benar, saya tidak ada urusan. Silakan laporkan saja ke pihak berwajib,” ujar Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta.
Ia juga menjamin transparansi penuh dalam tata kelola distribusi gizi nasional. Sudaryono memastikan dirinya maupun keluarganya tidak memiliki keterlibatan bisnis dalam penyediaan dapur MBG. Langkah ini bertujuan untuk menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan program rakyat tersebut.
Sudaryono merupakan putra tunggal dari keluarga petani di Grobogan, Jawa Tengah. Masa kecilnya penuh dengan kerja keras membantu orang tua di sawah dan memikul air bersih. Latar belakang ini membentuk kedisiplinan tinggi yang ia bawa hingga jenjang pendidikan tinggi.
Pria kelahiran 1985 ini memiliki rekam jejak akademik yang cemerlang. Ia lulus sebagai wisudawan berprestasi dari Akademi Pertahanan Nasional Jepang di bidang Teknik Mesin. Terakhir, ia meraih gelar Doktor bidang Keuangan dari IPB University dengan IPK sempurna 4,00 pada tahun 2023.
Karir profesionalnya bermula saat ia menjadi asisten pribadi Prabowo Subianto pada tahun 2010. Sebelum masuk kabinet, ia memimpin berbagai perusahaan di sektor media, teknologi, dan pangan. Pengalaman panjangnya di sektor pertanian menjadi modal utama dalam mengelola rantai pasok pangan untuk BGN.
Sudaryono mengaku sangat memahami konsep program MBG karena ikut mengawal pembahasannya sejak masa kampanye. Ia bertekad menjadikan BGN sebagai lembaga yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi petani dan peternak di desa-desa. Fokus utamanya saat ini adalah memperbaiki sistem kerja agar distribusi gizi berjalan optimal dan tepat sasaran. (*/hq1)
