Beranda Nasional Fatimah Azzahra BEM UI: Rakyat Bukan Subsidi Silang untuk Koruptor MBG

Fatimah Azzahra BEM UI: Rakyat Bukan Subsidi Silang untuk Koruptor MBG

Fatimah Azzahra, Wakil Ketua BEM Universitas Indonesia.

Haqqnews.co.id Wakil Ketua BEM UI 2026, Fatimah Azzahra, melontarkan kritik tajam terhadap gaya komunikasi Presiden Prabowo Subianto saat tampil di televisi nasional. Ia menilai pemerintah gagal memberikan solusi nyata di tengah berbagai tekanan hidup yang menjepit rakyat.

Dalam program Prime CNN TV di Jakarta, Selasa (16/6/2026) malam, Fatimah menceritakan sulitnya mahasiswa menyampaikan aspirasi. Ia mengungkapkan aparat kepolisian berkali-kali menghadang massa aksi yang hendak menuju Bundaran HI.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran UI angkatan 2023 ini kemudian menyindir respons Presiden yang sekadar berterima kasih saat menerima kritik. Ia membandingkan respons tersebut dengan sistem pembayaran digital otomatis yang tidak memiliki empati.

“Kalau hanya terima kasih, itu kalau kita habis scan QRIS, Pak, ada terima kasih otomatisnya,” ujar Fatimah. Ia menegaskan rakyat tidak butuh “terima kasih otomatis”, melainkan penjelasan gamblang mengenai hambatan negara.

Fatimah juga mempersoalkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi. Ia merasa miris karena di saat fiskal negara tertekan, anggaran besar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru dikorupsi.

Ia menyoroti penangkapan tiga kepala lembaga yang diduga mencuri uang rakyat dalam proyek tersebut. Fatimah menganggap rakyat kini terjebak dalam skema “subsidi silang” untuk menutupi kerugian akibat korupsi para penguasa.

Di akhir pernyataannya, Fatimah memberikan perumpamaan “rumput kering” untuk menggambarkan kondisi masyarakat. Ia memperingatkan bahwa rakyat yang haus akan kepemimpinan baik dapat memicu pergolakan besar kapan saja.

“Rumput yang kering itu mudah terbakar bila Bapak membiarkan rakyat kering dari sosok pemimpin yang baik,” pungkasnya. Ia pun mengingatkan Presiden untuk segera menepati janji kampanye di kesempatan terakhir ini. (*/hq1)

Exit mobile version